Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Brumm.

Suara mesin mobil van operasional milik agensi terdengar menyala di halaman parkir gedung Pratama Creative.

Matahari pagi bersinar sangat cerah menjanjikan cuaca yang sempurna untuk sesi pemotretan hari ini.

Bayu berdiri di dekat pintu masuk lobi sambil memegang segelas kopi hitam di tangan kanannya.

"Dimas, apakah semua perlengkapan lampu dan kostum Maya sudah dimasukkan ke dalam mobil?" tanya Bayu.

Dimas mengangguk cepat sambil mengecek daftar barang bawaan di papan berjalannya.

"Sudah hampir selesai Bos Bayu, Naya sedang memasukkan dua kotak properti terakhir ke bagasi belakang."

Bayu tersenyum tipis dan melirik ke arah mobil van tempat Vanya sedang bersusah payah mengangkat kotak kayu besar.

Wajah Vanya yang menyamar sebagai Naya itu terlihat memerah karena menahan beban yang sangat berat.

"Aduh berat sekali, punggungku rasanya mau patah mengangkat benda sialan ini," batin Vanya sambil menggertakkan giginya.

Bayu sengaja berjalan mendekat ke arah bagasi mobil dengan langkah santai.

"Naya, pastikan kau menaruh kotak berisi lampu sorot itu dengan sangat hati-hati."

"Lampu itu harganya puluhan juta, kalau sampai pecah gajimu setahun tidak akan cukup untuk menggantinya."

Vanya menelan ludahnya dan mencoba tersenyum kaku ke arah Bayu.

"B-baik Bos Bayu, saya akan meletakkannya dengan sangat pelan," jawab Vanya dengan suara serak yang dibuat-buat.

Bruk.

Vanya menaruh kotak itu ke dalam bagasi dan langsung mengusap keringat di dahinya dengan punggung tangan.

"Kerja bagus Naya, sekarang kau masuklah ke mobil van bersama barang-barang itu, aku dan Dimas akan naik mobilku."

Vanya hanya bisa mengangguk patuh meskipun di dalam hatinya dia sedang mengumpat habis-habisan.

"Pria brengsek, dia menyuruhku duduk berdesakan dengan barang-barang kotor ini di belakang sana," rutuk Vanya dalam hati.

Setelah semua orang siap, konvoi dua mobil itu melaju meninggalkan gedung kantor menuju lokasi pemotretan.

Tujuan mereka adalah sebuah taman bunga mawar yang sangat luas dan indah di kawasan pinggiran Jakarta.

Satu jam kemudian, mereka tiba di lokasi taman bunga mawar merah yang sedang mekar sempurna tersebut.

Wush.

Angin sepoi-sepoi bertiup membawa aroma harum bunga mawar yang sangat menyegarkan penciuman.

"Wah tempat ini sangat indah sekali Mas Reza, cocok banget sama konsep iklan lipstik merahku hari ini!" seru Maya antusias.

Reza segera menurunkan tas kameranya dan mulai mengatur titik fokus pencahayaan matahari.

"Tentu saja indah Maya, aku yang mencarikan lokasi ini semalaman suntuk khusus untukmu."

Bayu mengambil kursi lipat dan duduk di bawah pohon rindang yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pemotretan.

Dia membuka kacamata hitamnya dan mulai memberikan instruksi kepada asisten barunya.

"Naya, ambilkan botol air mineral dingin dari kotak pendingin dan bagikan kepada semuanya sekarang."

"Setelah itu kau harus memegang reflektor cahaya di sebelah kiri Maya agar wajahnya tidak terlihat gelap."

Vanya menghela nafas panjang dan segera berlari mengambil air minum sesuai perintah Bayu.

Sinar matahari menjelang siang mulai terasa sangat panas menyengat kulit.

Vanya harus berdiri di tengah taman bunga memegang papan reflektor bundar berukuran besar.

"Naya, angkat reflektornya sedikit lebih tinggi, bayangan pohon menutupi wajah Maya itu!" teriak Bayu dari tempatnya duduk bernaung.

"Baik Bos, begini sudah cukup tinggi?" balas Vanya dengan tangan yang mulai gemetar karena pegal.

"Kurang sedikit lagi ke kanan Naya, jangan terlalu banyak bergerak nanti cahayanya bergoyang," tambah Reza yang sedang fokus memotret.

Jepret jepret jepret.

Suara tombol rana kamera Reza berbunyi tiada henti menangkap berbagai pose cantik dari Maya.

Maya terlihat sangat luwes dan profesional memegang produk kosmetik lipstik dari Beauty Glow tersebut.

Namun di sisi lain, kondisi Vanya semakin lama semakin menyedihkan di bawah terik matahari siang.

Keringat bercucuran deras membasahi kemeja putihnya hingga menempel ketat di tubuhnya.

"Aku tidak tahan lagi, kulitku bisa terbakar hitam jika aku terus berdiri di sini seperti orang bodoh," batin Vanya mulai putus asa.

Sebuah ide licik tiba-tiba muncul di dalam kepala wanita penuh intrik tersebut.

"Kalau aku pura-pura pingsan, Bayu pasti akan panik dan menggendongku ke tempat teduh."

"Aku bisa memanfaatkan momen itu untuk memeluknya dan membuatnya kasihan padaku."

Vanya perlahan menurunkan papan reflektor itu dan mulai membuat tubuhnya terhuyung ke depan.

Dia menyentuh kepalanya dengan satu tangan seolah sedang merasa sangat pusing.

"A-aduh kepalaku pusing sekali," gumam Vanya dengan suara lemah yang sengaja dikeraskan.

Bruk.

Vanya menjatuhkan dirinya ke atas rumput hijau dan menutup matanya rapat-rapat, berpura-pura kehilangan kesadaran.

"Astaga Naya pingsan!" teriak Maya sangat panik hingga menjatuhkan lipstik yang dipegangnya.

Dimas dan Reza langsung menghentikan pekerjaan mereka dan berlari mendekati tubuh Naya yang tergeletak.

"Bos Bayu, sepertinya Naya kelelahan karena cuaca terlalu panas, kita harus membawanya ke rumah sakit!" lapor Dimas panik.

Bayu yang masih duduk di kursinya sama sekali tidak menunjukkan raut wajah khawatir sedikit pun.

[Ding!]

[Peringatan Sistem! Deteksi tindakan manipulasi dan penipuan tingkat rendah dari karyawan bernama Naya.]

[Analisis Fisik: Detak jantung target normal, suhu tubuh normal, tidak ada tanda-tanda kelelahan ekstrem.]

[Kesimpulan: Target seratus persen sadar dan hanya berpura-pura pingsan untuk mencari perhatian Tuan.]

Bayu tersenyum sangat tipis mendengar laporan jujur dari sistem kesayangannya tersebut.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!