Indonesia
NovelToon NovelToon
BUTTERFLY

BUTTERFLY

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Angst
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Satu malam gila di Los Angeles mengubah takdir dua jiwa yang terluka. Terpukul oleh pengkhianatan kekasih dan sahabatnya, Jameson Baxter Ashford—dosen muda jenius sekaligus pahlawan kota yang disegani—meluapkan amarahnya pada Hazel Rosemary Brooks, wanita asing bertato kupu-kupu yang berani meremehkan kesombongannya.

Namun saat fajar menyingsing, Hazel menghilang tanpa jejak—hanya meninggalkan segepok uang tunai dan sepucuk surat "ganti rugi" yang menghantam telak harga diri Jameson.

Diperlakukan bagai pria bayaran, amarah sang pewaris klan Ashford meledak. Dengan kekuasaan dan obsesi yang membara, Jameson bersumpah memburu wanita misterius itu ke seluruh sudut kota.

Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Hazel menyadari bahwa melarikan diri dari Jameson adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
•
•
🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24

Jameson Baxter Ashford berdiri terpaku, terkejut bukan main melihat pemandangan di lorong luar penthouse-nya.

Di atas karpet tebal bernilai ratusan ribu dolar itu, Hazel—gadis yang beberapa jam lalu menyiksa pikirannya—sedang duduk di atas tubuh Christie, mengunci kedua tangan wanita itu dengan tatapan mata yang teramat sangat dingin dan liar.

Aura yang dipancarkan Hazel saat menduduki tubuh Christie tampak sangat berbeda.

Sangat beda dari tatapan Tenang, tajam nan angkuh yang biasa disaksikannya di ruang kuliah.

Tatapan itu pekat, hampa, dan menyiratkan kebiasaan berdarah yang membuat kuduk Jameson mendadak berdiri.

Jameson bahkan merasa merinding melihatnya—sebuah sensasi aneh yang tak pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Seumur hidupnya yang bergelimang harta dan kekuasaan, Jameson tidak pernah menewaskan orang atau mengotori tangannya dengan darah secara langsung.

Namun Hazel—wanita yang secara sepihak ia klaim sebagai kekasihnya—tampak seperti sosok yang tidak asing dengan kematian.

Tatapan membunuh di matanya terlihat begitu nyata, seolah ia benar-benar bisa mematahkan leher Christie dalam hitungan detik.

Jika Christie tewas atau terluka parah di tangan Hazel, dampaknya akan sangat mengerikan.

Christie adalah model internasional yang cukup terkenal.

Jika wanita itu mati di tempat ini, media akan langsung menyerbu, dan status Christie sebagai mantan kekasih Jameson pasti akan dibongkar serta dikuliti habis-habisan oleh publik.

Hazel akan tersorot skandal besar, dan Jameson tidak akan pernah membiarkan wanita milik Ashford berada dalam bahaya yang bisa menghancurkan hidupnya.

"Lepaskan! Lepaskan dia!!" teriak Jameson, melangkah cepat menghampiri mereka.

Bukan Hazel yang ia tarik menjauh demi keselamatan gadis itu, melainkan tubuh Hazel yang langsung diraihnya ke dalam dekapan.

Jameson memeluk erat pinggang Hazel, menariknya berdiri dari atas tubuh Christie dan menyembunyikan wujud ramping gadis itu di balik dada bidangnya.

Di atas lantai, Christie mengibaskan rambutnya yang berantakan. Ia tersenyum sinis, mengira ancaman dan gertakannya berhasil memancing kepedulian pria Ashford itu.

"Kau takut kekasihmu mati di tanganku, hah?" racau Christie sembari tertatih untuk berdiri, matanya melotot penuh dendam.

"Menyingkirlah dariku, JB! Wanita ini harus mati di tanganku malam ini!"

Bukannya panik atau terintimidasi, Jameson justru menyunggingkan senyum sinis yang teramat sangat dingin.

Ia mengusap bahu Hazel yang masih menegang di dalam pelukannya, memastikan posisi tubuh Hazel aman di belakang jangkauan jemari Christie.

"Pergi, Christie," potong Jameson tajam, suaranya sarat akan penegasan yang mutlak.

"Kita tidak punya hubungan apa pun lagi. Berhentilah bersikap gila."

Deg.

Tubuh Christie menegang kaku di tempatnya berdiri. Raut wajahnya berubah pucat pasi, tak menyangka akan mendengar pengusiran sekejam itu di hadapan wanita asing.

"A-apa...?" bisik Christie dengan suara bergetar tak percaya.

"Aku tidak terima, JB! Aku masih mencintaimu! Tolong jangan gila! Kau membuangku hanya demi wanita lusuh yang tidak tahu asal-usulnya ini?!"

"Aku tidak punya urusan lagi denganmu, Christie," jawab Jameson tanpa keraguan sedikit pun, tatapannya menyapu penuh muak pada wujud wanita di hadapannya.

"Kau mengganggu ketenangan semua orang di penthouse ini. Jika kau tidak melangkah pergi dari lantai ini dalam sepuluh detik, aku pastikan tim keamanan gedung akan menyeretmu keluar secara kasar—dan karir modeling-mu akan hancur total besok pagi."

Ancaman dingin itu menusuk tepat di ulu hati Christie. Namun, sebelum Christie sempat melontarkan jeritan hysteris berikutnya untuk membela diri...

Tiba-tiba, Hazel yang berdiri di dalam pelukan hangat Jameson bergerak pelan.

Jemari lentiknya meluncur turun, menyentuh dan mengelus lembut perutnya sendiri yang masih terasa rata di balik jaket oversized-nya. Wajah porselennya mendadak berubah menjadi manis, manja, dan dipenuhi binar kepolosan yang memikat.

"Sayang..." lirih Hazel dengan nada suara yang begitu lembut, merapat erat ke dada Jameson.

"Aku rasa hawa panas di lorong ini tidak cocok dengan bayi kita... Ayo masuk, aku ingin beristirahat..."

Hah?!

Jameson membeku seketika.

Matanya membelalak tak percaya saat menunduk menatap puncak kepala Hazel.

Bayi?! Sejak kapan ada bayi?!

Drama apa yang sedang dimainkan oleh wanita berdarah dingin ini?

Rasa konyol mendadak menyusup ke dalam benak Jameson.

Namun, sebagai seorang pria yang selalu menikmati permainan, Jameson dengan cepat menangkap alur akting manis milik Hazel dan memutuskan untuk meneruskannya tanpa ragu.

Sebuah senyuman miring yang amat sangat menggoda terukir di bibir Jameson.

Pria itu makin mempererat dekapannya di pinggang Hazel, mengusap lembut punggung gadis itu sembari menatap Christie dengan tatapan mencemooh.

"Kau dengar itu, Christie?" ujar Jameson dengan suara berat dan sensual, sengaja memamerkan kehangatannya pada Hazel.

"Bayi kami merasa terganggu dengan keberadaan ular berbisa sepertimu di lorong ini."

"Bayi?! Bayi katamu?!"

Suara Christie melengking dahsyat, memantul kasar di sepanjang dinding lorong pualam yang sunyi.

Matanya melotot hampir melompat keluar dari kelopaknya, menatap liar pada tangan Hazel yang masih mengelus perut ratanya dengan penuh kelembutan buatan.

Rasa hina, murka, dan ketidakpercayaan membakar seluruh syaraf di kepalanya.

Bagaimana mungkin?

Bagaimana mungkin dalam hitungan hari, wanita lusuh yang tidak dikenal ini sudah berani mengklaim ada janin hasil benih Jameson Baxter Ashford di dalam rahimnya?

Sementara Christie—wanita yang mendampinginya selama dua tahun—bahkan tidak pernah diberi kesempatan untuk sekadar disentuh secara intim di atas ranjang!

"Kau bohong! Kau jalang penipu!" teriak Christie histeris, melangkah maju dengan jemari melengkung seperti cakar yang siap mencabik-cabik wajah Hazel.

"JB, dia membohongimu! Dia wanita murahan yang sengaja menjebakmu! Jangan percaya padanya!"

Namun sebelum jemari Christie menyentuh selembar benang pun dari pakaian Hazel, Jameson memiringkan tubuh tegapnya, menutupi Hazel sepenuhnya dengan dada bidang dan bahu kokohnya.

Sepasang mata hazel sang dosen berkilat sangat dingin dan mematikan.

"Cukup, Christie," desis Jameson dengan suara serak yang dipenuhi intimidasi murni.

"Satu langkah lagi kau maju, aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di kota ini lagi."

"JB! Tolong buka matamu! Aku mencintaimu!" raung Christie, tubuhnya bergetar hebat saat dua petugas keamanan berbadan tegap yang dipanggil lewat sinyal darurat mendadak muncul dari pintu lift.

"Seret dia keluar dari area penthouse," perintah Jameson dingin tanpa berniat menoleh lagi ke arah mantan kekasihnya.

"Lepaskan aku! Lepaskan aku! JB! Kau tidak bisa memperlakukanku seperti ini! Aku akan menghancurkan wanita itu! Aku akan membunuhnya!"

Jeritan Christie menggema tragis di sepanjang lorong saat kedua pengawal keamanan memegang kedua tangannya dan menyeret tubuhnya yang terus memberontak masuk ke dalam lift.

Ting!

Pintu penthouse utama berbahan kayu jati tebal tertutup rapat dan terkunci secara otomatis.

Begitu sistem keamanan digital berbunyi menandakan akses telah terkunci sepenuhnya dari luar, kehangatan manis yang tadi diperlihatkan oleh Hazel seketika menguap tanpa sisa.

Sensasi lembut dan ekspresi manja di wajah porselen gadis itu sirna dalam hitungan detik.

Hazel menghempaskan tangan Jameson dari pinggangnya dengan sekali sentakan kasar. Ia mundur dua langkah, memegangi perutnya yang mendadak kembali berdenyut nyeri luar biasa akibat luapan emosi dan kepura-puraannya tadi.

"Sialan! Kau Pria brengsek! Dosen tak tahu diri!" umpat Hazel beruntun dengan suara yang begitu tajam dan penuh racun, namun sengaja ditahannya agar tidak memantul terlalu keras di ruang foyer yang luas.

Hazel mengutuk Jameson dan situasi gila ini habis-habisan di dalam hati dan desisan napasnya.

Wajah porselennya yang tadi terlihat begitu imut saat berpura-pura hamil kini memerah padam oleh rasa marah dan kejengkelan yang memuncak.

"Kau..." Hazel menunjuk wajah Jameson dengan jemarinya yang sedikit gemetar karena menahan sakit di perutnya sekaligus amarah yang meluap.

"...kau benar-benar pria gila! Kenapa kau malah melayani drama konyol ku?! Bayi?! Bayi dari mana, heh?! Jika wanita gila di luar sana sampai menyebarkan rumor ini ke media, aku bersumpah akan memotong lidahmu!"

Hazel terus menyeret langkahnya menuju sofa utama, mengutuk setiap inci ruangan penthouse mewah milik pria di hadapannya.

"Dua tahun kau berpacaran dengan wanita narsis tidak berotak seperti itu, dan sekarang kau menyeretku ke dalam skandal gila kalian?! Demi Tuhan, Jameson Baxter Ashford... kau adalah bencana terbesar yang pernah masuk ke dalam hidupku! Aku membencimu! Aku benar-benar mengutuk hari di mana aku menginjakkan kaki di kelas manajemen bisnismu!"

Suara desisan kutukan dan amarah Hazel terus mengalir deras tanpa henti di dalam apartemen yang kedap suara itu.

Tidak ada satu kata pun dari umpatan pedasnya yang akan sanggup terdengar oleh orang-orang di luar pintu utama.

Sementara itu, Jameson yang berdiri tidak jauh di depannya hanya bersedakap.

Bukannya marah atau tersinggung oleh umpatan kasar Hazel-nya, pria Ashford itu justru menyunggingkan senyuman miring yang teramat sangat tampan, terpesona melihat bagaimana taring tajam gadis itu kembali menunjukkan kekuatannya.

...----------------...

Happy reading 🦋

1
Lilla Ummaya
Ka please updatee
Rosdianah 🌷: Author Usahain ya kak🫶
total 1 replies
Dinda Putri
pasangan yg mengerikan semoga aja gk ada penghianatan 🤭semangat up thor🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentarnya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Rosdianah 🌷: huhu maafkan author beberapa hari ini author sibuk dunia nyata😭
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗
Asriani Rini
Suapakah nanti yg trrjebak dan sisp yg dijebak Lanjut Thor
Agunk Setyawan
seru
Rosdianah 🌷: happy reading kak 🌷
total 1 replies
Leo
Cerita yg selalu kutunggu upnya
Rosdianah 🌷: happy reading kak 🌷
total 1 replies
nayla tsaqif
Ngatain ocean bodoh,gk nyadar luu jg bodoh JB,,
Rosdianah 🌷: wkkwwk🤣
total 1 replies
Lusy Purnaningtyas
jadi beginilah dicintai laki-laki, Hazel...
Rosdianah 🌷: hazel nggak paham 🤣
total 1 replies
JR Rhna
Hazel akan bunuh Jameston sebab merayu rayu pd wanita😄
Rosdianah 🌷: hahah ngakak🤣
total 1 replies
JR Rhna
maka bunuhlah dia Hazel🤣
Rosdianah 🌷: hahahah No! itu bukan kata keramat 🤣🤣🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
padahal JB sesayang itu ma kmu hazel 🥺🥺jgn jd pembunuh..
Rosdianah 🌷: huhu🥲
total 1 replies
Lilla Ummaya
Jb dah bucin akutt..lanjut thoor
Rosdianah 🌷: author up besok lagi kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hazel sadis Thor 🥺🥺
Rosdianah 🌷: author minta maaf 🥲
total 1 replies
nayla tsaqif
Laki2 mana yg menyakitimu hazel,, 😅 hazel yg lemah lembut soft spoken di dpn ocean ternyata,, ahh sudahlah mungkin ada plotwistnya!
Rosdianah 🌷: huhu author Sudah jelaskan Di bab sebelumnya 😭
total 1 replies
Lusy Purnaningtyas
enaknya gimana ini... 😅
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Nita Nita
motif hazel apa 🤔
Rosdianah 🌷: huhu author sudah jelaskan Dibab sebelumnya 😭
total 1 replies
Yusry Ajay
apa hazel yg membunuh Thor 🤔🤔
Lusy Purnaningtyas
apakah jadi saingan nya JB
Yusry Ajay
makin seru nih🤗🤗🤗panik ga hazel 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!