Indonesia
NovelToon NovelToon
Shen Luo : Murid Dua Dewa

Shen Luo : Murid Dua Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.

Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.

Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.

Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kedatangan Musuh Kuat

Udara di atas danau hitam yang mulai mengering terasa berat. Dua kekuatan yang bertolak belakang saling menekan hingga suasana di sekitarnya seolah membeku.

Di satu sisi, cahaya keemasan memancar dari pedang kayu Shen Luo. Di sisi lain, lautan darah bergolak hebat di sekeliling Ji Ruyue.

Ruyue menatap pemuda berjubah tambalan itu dengan senyum dingin. Bagi Tuan Putri Lembah Darah Neraka, seorang kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 7 sama sekali bukan lawan yang layak diperhitungkan.

"Tiga jurus."

Suara Ruyue terdengar dingin.

"Dalam tiga jurus, kau akan menjadi mayat."

Qi Iblis meledak dari tubuhnya. Kedua tangannya segera membentuk segel, dan lautan darah di sekelilingnya berputar semakin liar.

"Teratai Darah Pencabut Nyawa!"

Tiga teratai merah raksasa muncul dari dalam lautan darah. Kelopaknya tajam seperti bilah pedang dan langsung melesat dari tiga arah untuk mengepung Shen Luo.

Namun Shen Luo tetap tenang.

Ia tidak mundur. Sebaliknya, ia melangkah maju.

Sembilan Akarnya berputar dan Qi Suci mengalir deras ke seluruh tubuhnya. Ia mengerahkan Langkah Hantu Darah, tetapi membungkus gerakannya dengan cahaya keemasan agar ciri khas teknik iblis tersebut tidak terlihat.

Tubuhnya melintas di antara ketiga teratai.

Pedang kayunya terangkat.

"Niat Pedang Bintang Jatuh."

Cahaya keemasan menebas tepat pada titik terlemah dari putaran teratai.

Boom!

Ketiga teratai darah hancur hampir bersamaan dan berubah menjadi kabut merah yang menyebar ke seluruh udara.

Senyum di wajah Ruyue lenyap.

Ia sama sekali tidak menyangka serangannya akan dipatahkan semudah itu.

"Jangan terlalu cepat berbangga, Tikus Aliran Lurus!"

Ruyue melompat ke udara.

Lautan darah di bawahnya berkumpul dan membentuk sabit merah raksasa di atas kepalanya. Tekanan mengerikan yang dipancarkannya membuat tanah di bawah retak.

"Tebasan Sabit Merah!"

Sabit darah menebas dari langit dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat.

Shen Luo menggenggam pedang kayunya dengan kedua tangan. Kekuatan tubuhnya meledak, sementara Qi Suci dari empat akar mengalir deras menuju lengannya.

Ia mengangkat pedang dan menebas ke atas.

Trang!

Pedang kayu dan sabit darah bertabrakan.

Gelombang kekuatan menyapu seluruh danau. Tumpukan mayat di sekitar mereka terpental, sementara permukaan tanah retak akibat benturan tersebut.

Tubuh Ji Ruyue bergetar. Rasa kebas menjalar dari telapak tangannya hingga ke bahu.

Matanya dipenuhi keterkejutan.

Bagaimana mungkin?

Seorang kultivator Pengumpulan Qi Tingkat 7 seharusnya tidak mungkin menahan serangan seorang ahli Pembentukan Fondasi Puncak.

Namun pemuda itu bukan hanya berhasil menahannya. Benturan tadi bahkan membuat meridiannya bergetar.

Tubuh macam apa yang dimilikinya?

Ruyue belum sempat menemukan jawabannya ketika Shen Luo kembali bergerak.

Ia memutar pedangnya dan menghancurkan sisa sabit darah, lalu menghentakkan kaki ke tanah. Tubuhnya melesat seperti anak panah emas dan dalam sekejap sudah berada di hadapan Ruyue.

Pedang kayunya menusuk lurus ke arah dada.

Ruyue menggigit ujung lidahnya dan membakar setetes Esensi Darah. Dengan paksa ia mengubah posisi tubuhnya di udara.

Pedang Shen Luo hanya berhasil merobek lengan jubahnya dan meninggalkan luka tipis di kulit.

Ruyue mendarat di atas altar batu. Napasnya mulai berat, dan tatapannya terhadap Shen Luo pun berubah.

Pemuda ini bukan mangsa.

Ia adalah lawan yang tidak boleh diremehkan.

Ruyue mengangkat tangannya. Cahaya merah berkumpul di telapak tangannya sebelum berubah menjadi sebilah pedang tipis.

"Kau menyembunyikan kekuatanmu."

Shen Luo berdiri beberapa langkah di depannya.

"Aku hanya ingin lewat."

"Jangan berbohong." Tatapan Ruyue menajam. "Tidak mungkin seorang Pengumpulan Qi memiliki kekuatan seperti ini."

Shen Luo mengangkat pedang kayunya.

"Kalau kau ingin terus bertarung, aku akan menemanimu."

Keduanya kembali saling berhadapan. Qi mereka melonjak dan niat membunuh mulai memenuhi udara.

Namun sebelum serangan berikutnya dilepaskan, tanah tiba-tiba bergetar hebat.

Shen Luo mengernyit.

Ini bukan akibat benturan mereka.

Dari bawah lumpur danau, enam belas pilar hijau tiba-tiba menjulang ke langit.

Syuut! Syuut! Syuut!

Dalam sekejap, pilar-pilar itu membentuk sangkar raksasa yang mengurung seluruh danau. Kabut hijau pekat menyembur dari celah-celah tanah dan memenuhi udara.

Tulang-tulang mayat yang terkena kabut langsung meleleh menjadi cairan berbusa.

Wajah Ji Ruyue berubah.

"Formasi Penjara Racun Peluruh Tulang!"

Ia langsung mengenali formasi tersebut.

Formasi itu bukan milik Aliran Lurus. Ini adalah formasi pembunuhan terlarang milik faksi lain di Lembah Darah Neraka.

Dari balik kabut, belasan sosok berjubah hitam perlahan muncul. Mereka mengenakan topeng tengkorak dan masing-masing memancarkan aura Pembentukan Fondasi Menengah hingga Puncak.

Seorang pria bertopeng berjalan ke depan sambil memainkan dua belati yang dilapisi racun.

"Ternyata Tuan Putri memang sulit dibunuh, kami sedang mencari Anda kemana mana, ternyata Tuan putri ada disini.."

Ia tertawa serak.

"Sayangnya, saat ini Tuan Putri sudah kehabisan tenaga.."

Senyumnya menghilang dan tatapannya berubah dingin.

"Kami hanya perlu memastikan Tuan Putri tidak kembali hidup-hidup untuk mewarisi takhta Lembah Darah Neraka."

Ruyue menggertakkan gigi. Amarah membara di matanya.

Ia baru saja lolos dari serangan Sekte Pedang Awan dan bertarung melawan Shen Luo. Kini faksi lain dari sektenya yang ingin membunuh nya muncul ketika tubuhnya berada dalam keadaan paling lemah.

Shen Luo memandangi belasan pembunuh yang mengepung mereka. Kabut racun terus menyebar dan membuat ruang gerak mereka semakin sempit.

Ia menghela napas.

"Temanmu cukup banyak, Nona."

"Diam!" bentak Ruyue. "Mereka adalah musuhku!"

Pemimpin pembunuh mengalihkan pandangan kepada Shen Luo.

"Bunuh pemuda itu juga. Jangan tinggalkan seorang pun hidup-hidup."

Ia mengangkat kedua belatinya.

"Dalam sepuluh tarikan napas, racun ini akan melumpuhkan meridian kalian."

Shen Luo menatap kabut hijau yang terus menebal.

Ruyue juga menyadari keadaan mereka.

Keduanya telah terjebak dalam sangkar yang sama, dan racun di dalamnya tidak membedakan kawan maupun lawan.

Tanpa perlu berbicara, Shen Luo menurunkan pedangnya lalu berbalik.

Ia berdiri membelakangi Ruyue.

Ruyue melakukan hal yang sama hingga punggung mereka hampir bersentuhan.

Beberapa saat lalu mereka masih saling mengincar nyawa. Namun sekarang, jika ingin bertahan hidup, mereka tidak punya pilihan selain menjaga satu sama lain.

Shen Luo menatap para pembunuh di hadapan mereka.

"Sepertinya urusan kita harus ditunda."

Niat Pedang Bintang Jatuh kembali bangkit dari tubuhnya.

Ruyue tersenyum dingin. Lautan darah kembali bergolak di sekeliling tubuhnya.

"Jangan mati dulu, Bocah."

Ia mengangkat pedangnya.

"Kau adalah mangsaku. Hanya aku yang berhak membunuhmu."

Di bawah cahaya bulan darah, dua sosok muda berdiri saling membelakangi. Pedang kayu dan pedang darah terangkat bersamaan, sementara belasan pembunuh bertopeng mulai bergerak dari balik kabut beracun.

1
Budikucay
🥰
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
jooooz jooooz gandos pooolll lanjut terus Thor
Celestial Quill
Hallo Pembaca, Jangan jadi silent reader ya!

Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.

Terimakasih👍
kute
keren abis enak d bacanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Aman Wijaya
menarik trik apa yang akan digunakan Jin Yuyan untuk memikattt...,
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Aman Wijaya
markotop top top lanjut terus Thor
jhoni
lanjut smpai tuntas thor
Celestial Quill: Siap👍
total 1 replies
Armoire
Bagus sampai chapter 35
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
Armoire
Qi darah iblis Jiji napa ga dilawan pake Qi darah iblis kakek hitam ja ??? /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Shen Luo lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!