Indonesia
NovelToon NovelToon
Let'S Get Married

Let'S Get Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Cintamanis / CEO / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Na

Liburan yang diharapkan Jia akan berjalan lancar, ternyata hanya khayalan belaka. Di mulai dari perjalanannya yang tidak direstui, akses keuangannya yang di blokir hingga ia harus bertemu dengan pria yang membuatnya pusing tujuh keliling.
Jia bahkan tak pernah menyangka jika pria yang ditemuinya saat liburan akan menjadi bagian kisah kehidupannya. Sang pria yang bernama Erlan itu bahkan tidak menolak ide fantastis dari kedua orang tua mereka.
Apakah penyatuan dua keluarga yang melibatkan dua hati pada akhirnya akan sehati? Bagaimana mereka akan melewati gelombang kehidupan yang akan menerpa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. Tersipu

" Ji, tadi ada kiriman dari butik, sudah mama letak di kamar kamu," ujar sang ibu sesaat Jia masuk ke dalam rumah. Jia hanya melengos tanpa merespon ucapan ibunya itu. " Jia!!" panggilnya lagi, tapi tak ada respon. " Itu anak kenapa???" Ibunya tampak bingung dengan kelakuan anaknya itu.

" Ada apa, Ma," tanya sang suami karena melihat istrinya yang kesal.

" Itu si Jia, Pa. Mama panggil dari tadi, tapi malah jalan terus ke kamarnya."

" Mungkin Jia tidak dengar waktu mama panggil dia."

" Memangnya jarak mama sama Jia sejauh apa. Dekat, Pa," ujarnya sambil memperagakan seberapa dekat jarak antara ia dan anaknya.

" Ya sudah, mungkin anaknya lagi banyak pikiran. Sebentar lagi mau nikah, maklumi saja, Ma."

" Si Papa ini, malah nambah kesal mama," gerutunya. Sang suami pun tersenyum kecil.

Di dalam kamarnya, Jia makin tak tenang. Mengutuk dirinya yang begitu berani melakukan hal itu pada Erlan hingga membuatnya malah tak berkutik. Jia masih memegangi bibirnya yang baru saja di renggut oleh calon suaminya itu.

" Tolong tenanglah." Jia mengusap-usap dadanya yang masih dag dig dug. Jia kian gusar karena mengingat hal itu.

...****************...

Pagi harinya, Jia bangun dengan hati yang masih tak tenang. Ia masih terngiang dengan kejadian malam itu. Entah apa yang ada dipikiran Erlan tentangnya. Dia pasti berpikir kalau dia wanita yang tidak sopan. Begitulah kalimat-kalimat yang selalu hilir mudik di pikirannya.

" Ji." Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Jia pun bergegas bangkit, lalu membukakan pintu. " Selamat pagi," sapa Namira. Jia hanya tersenyum kecil. " Baru bangun, Neng."

" Sudah dari tadi."

" Belum mandi?"

" Belum."

" Tumben. Biasanya jam segini udah wangi."

" Lagi malas. Lagi pula off kerja' kan."

" Ini lebih tumben," celetuknya. " Pasti ada apa-apa, ya 'kan."

Jia menggeleng.

" Halah...jangan bohong. Kamu itu kalau ada yang dipikirkan, pasti kepikirannya lama, sampai stress sendiri."

" Sok tahu!"

" Ya memang tahu." Namira mulai sewot. " Jangan-jangan kamu sama Erlan melakukan sesuatu ya!"

Bola mata Jia membesar karena celetukan Namira itu. Ucapan yang spontan itu malah tepat sasaran.

" Kenapa? Benar' kan?"

Jia memalingkan wajahnya. Diam-diam bangkit, lalu berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi.

" Jia!" Teriak Namira karena merasa di permainkan olehnya.

" Kan tadi di suruh mandi," ucapnya dari dalam sana. Namira pun hanya bisa menghela napas karena tingkah sahabatnya itu.

...****************...

Hari ini jadwal Jia untuk perawatan. Ia sudah memesan jauh-jauh hari perawatan spesial di sebuah salon ternama. Perawatan yang ia lakukan hanya dirumah karena ia sudah tak diperbolehkan lagi untuk keluar rumah. Biasanya orang-orang menyebutnya " darah manis". Mitos atau fakta, tapi bila dilakukan demi kebaikan apa salahnya dituruti.

Selagi Jia menjalani perawatan, dirumahnya pun sudah kedatangan para saudara yang ikut merasakan kebahagiannya itu. Tak dipungkiri inilah saat yang paling dinanti-nanti terutama oleh sang kakek. Pria yang sudah sepuh itu begitu bahagia karena akan menjadi saksi kehidupan sang cucu tersayang.

Air mata itu pun terus meluncur dari kedua matanya tatkala melihat album poto yang terus ia kenang. " Jia kita sebentar lagi akan menikah," ucapnya menarik napas dalam, " Dulu Jia masih sekecil ini. Sekarang ia akan menapaki kehidupan bersama pria pilihannya. Ia yang selalu menangis saat kalian tinggal untuk bekerja, kini malah kita yang akan menangis untuk melepaskannya. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu dan kita semakin menua."

" Pa, inilah fase yang akan terus kita lalui. Anak-anak sudah semakin dewasa dan sudah punya jalan kebahagiaannya sendiri dan kita cuma bisa mendukung."

" Kamu benar," timpalnya, " Dengan begini Papa bisa tenang jika nanti Tuhan memanggil."

" Pa-"

" Semua orang punya batas waktu, Nak. Tapi, yang terpenting sekarang kita bahagia karena semua anak-anak juga bahagia."

" Iya, Pa," ujarnya walaupun ada sedikit rasa getir mendengar satu-satunya orang terkasih berkata seperti itu.

...****************...

Sudah sekitar tiga jam Jia berada di kamarnya melewati beberapa treatment yang dijalaninya. Ia tidak sendiri, ada Namira yang menemaninya yang sejak tadi tak henti-hentinya mengganggunya.

" Ya ampun, Namira! Apa tidak capek dari tadi mengoceh terus."

" Tidak," geleng nya, lalu Namira mengambil napas dalam. " Aneh rasanya melihatmu akan menjadi istri seseorang," celetuknya. Namira mulai melow. " Dulu aku kira kamu akan sulit membuka hati kembali setelah apa yang terjadi dengan hubunganmu dulu, tapi tidak di sangka perlahan demi perlahan semua berubah. Lihat sekarang, aku akan ditinggal nikah. Bahagia sekaligus sedih."

" Jangan buat orang sedih," ujar Jia. " Nanti bilang sama mas Bagas buat nikah juga," celetuknya.

" Benar juga!"

Jia cuma mengangguk-angguk, lalu tersenyum kecil. " Mas Bagas. Tuh, dengarkan apa yang dikatakan Namira tadi," celetuknya yang membuat Namira terkejut. Ia pun langsung menoleh ke belakang dan hasilnya tidak ada siapa-siapa. Ia pun menyadari kalau Jia telah mengerjainya. Raut wajah Namira pun berubah kesal karena kejahilan Jia itu.

" Jia!!" Teriaknya.

Jia pun tertawa dengan puasnya. " Maaf-maaf," ujarnya.

Deringan ponsel mengalihkan suasana yang pecah itu. Sebuah nama terukir di layar yang segera mungkin membuat Jia semangat. Ia pun meminta waktu sebentar untuk mengangkat ponselnya.

" Halo," sahut Jia. " Hmm...ada apa?"

" Apa aku tidak boleh menghubungi dan mendengar suaramu."

Deg! Ucapan Erlan itu membuat Jia tersipu malu. Senyuman kecil terukir di bibirnya. Tak bisa di pungkiri ia pun sangat senang mendengar suara Erlan.

" Tentu saja tidak boleh. Saat ini aku sedang sibuk," dalihnya. " Aku harus mempersiapkan diri."

" Mempersiapkan diri? Untuk siapa?"

" Tentu saja untuk pernikahan kita-." Jia langsung terdiam karena ucapannya barusan. Ia langsung tersadar karena terlalu banyak bicara.

" Pernikahan ki-ta?" Erlan mengulang ucapan Jia itu. " Aku sudah sangat tidak sabar dengan pernikahan kita." Perkataan Erlan seperti meledek Jia.

" Terdengar seperti mengejek."

" Apa? Siapa yang mengejek?"

" Kamu barusan. Ucapanmu barusan itu seperti mengejekku."

Suara tertawa terdengar dari ujung sana. Perkataan Jia membuatnya tak bisa menahan diri.

" Lihatlah. Kamu tertawa. Bukankah itu sudah jelas."

" Apa karena seseorang tertawa, itu diartikan mengejek?"

" Iya."

" Apa aku harus marah agar terlihat serius?"

" Tentu saja tidak."

" Lalu bagaimana?"

" Tidak tahu. Jangan tanyakan aku. Cari jawabannya sendiri."

" Sekarang kamu malah bermain teka-teki."

" Itu tugas dariku untukmu. Jadi, segera cari jawabannya."

" Ha?" Erlan sedikit terkejut. " Baiklah, aku akan mencari dan memberikan jawabannya langsung padamu."

" Baguslah."

Sesaat suasana menjadi hening.

" Jia."

" Ya."

" Terima kasih."

" Untuk apa?"

" Karena sebenarnya aku sedang gugup, tapi setelah mendengar suaramu, aku sudah sedikit tenang. Dan sekarang aku malah ingin melihatmu. Aku sangat merindukanmu."

Jia tak bisa menghentikan senyuman kecilnya kala mendengar pengakuan Erlan itu. Ia memang senang dan itu tidak bisa ia tutupi.

" Sampai jumpa besok. Mulai besok dan seterusnya rindu itu akan terbalaskan."

1
Nur Abidah Mukti
jangan hilang thorrrr😂😂😂
Anonim
lanjut
gameta
udah mulai tumbuh benih"cinta nih
gameta
bagus ceritanya semangat kak🤗
indigosparkle
Kak author semangat!! jangan lupa istirahat dan liat yang seger-seger biar ga pusing nulis next bab!
Coretan Senja: Hai ka kalau berkenan mampir juga yuk di ceritaku judulnya MENIKAH DENGAN MAFIA ARROGANT hehehe 🥰
total 1 replies
SoftMambo
rate bintang 箝絶ュ絶ュ絶ュ絶ュ biar semangat  saling mendukung ya Thor 
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!