Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati dan Tubuh Tidak Sejalan

Alexa tidak bisa memejamkan matanya lagi setelah mendengar umpatan kasar Lucas, apalagi melihat bagaimana pria itu berjalan tergesa-gesa masuk ke kamar mandi. Keheningan di dalam kamar kini terasa begitu menghimpit.

"​Apakah aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar?" batin Alexa diliputi rasa bersalah yang mendalam.

​Ia memandangi pintu kamar mandi yang tertutup rapat itu dengan perasaan cemas. Mungkinkah Lucas sangat tersinggung karena dorongan refleksnya tadi? Ataukah karena ia berniat kabur ke kamarnya di tengah malam?.

​Dengan langkah perlahan dan hati-hati, Alexa bangkit dari tepi kasur. Ia berjalan mendekati pintu kamar mandi, memegang gagang pintu sejenak sebelum akhirnya memberanikan diri untuk mengetuknya pelan.

​Tok... Tok... Tok...

​"Lucas?" panggil Alexa lirih.

"Kamu... kamu baik-baik saja di dalam?"

​Bukannya jawaban tenang yang didapat, Alexa justru mendengar suara desisan dan umpatan pelan bernada frustrasi dari balik pintu yang terikat erat.

​"Sialan!" gertak suara Lucas dari dalam, terdengar amat serak dan tertahan.

"Alexa, menjauhlah dari pintu itu!"

​Alexa tersentak kaget, mundur setengah langkah. Apa yang sebenarnya terjadi pada pria itu? Mengapa nadanya terdengar begitu menderita sekaligus marah? Alexa tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ia hanya berdiri terpaku di depan pintu yang tertutup rapat, meremas jemarinya sendiri sambil berharap Lucas segera keluar agar ia bisa meminta maaf secara langsung.

​Sementara itu, situasi di dalam kamar mandi benar-benar tak terkendali. Lucas tidak bisa menghentikan pergerakan tangannya sendiri di bawah sana. Sensasi tegang yang menyiksanya makin menjadi-jadi, apalagi saat pendengarannya menangkap suara lembut dan polos Alexa yang memanggil namanya dari balik pintu.

​"Brengsek..." bisik Lucas pada dirinya sendiri dengan rahang mengetat keras.

​Mendengar bisikan manis istrinya dari luar justru membuat bayangan kotor di kepalanya makin menjadi-jadi. Rasanya, ada dorongan gila untuk membuka pintu, menarik wanita hamil itu masuk ke dalam dekapannya, dan memberinya pelajaran yang tak terlupakan di subuh buta ini. Berani sekali Alexa membuatnya menderita setengah mati seperti ini tanpa sadar!.

​Setelah beberapa menit perjuangan yang melelahkan, Lucas akhirnya menghela napas panjang dan berat. Ia berhasil menuntaskan ketegangan di tubuhnya. Napasnya memburu, membasahi dadanya yang kian naik turun.

​Pria bertubuh tinggi tegap itu melangkah kaku menuju bilik shower. Tanpa ragu, Lucas memutar keran hingga guyuran air dingin membasahi seluruh tubuhnya. Di luar sana, cuaca badai di subuh hari memang terasa sangat membekukan. Namun bagi Lucas, udara di dalam kamarnya malam ini terasa sepanas neraka.

​Beberapa menit kemudian, pintu kamar mandi perlahan terbuka. Udara dingin bercampur uap air menguar keluar. Lucas melangkah keluar setelah mengganti pakaiannya dengan kaos santai hitam dan celana kain panjang. Rambut hitamnya masih sedikit basah, dibiarkan berantakan tanpa disisir.

​Pandangan mata abu-abunya langsung jatuh pada sosok wanita yang tengah duduk menunduk di tepi ranjang.

"​Sialan!" umpat Lucas lagi dalam hati.

​Hanya dengan melihat lekuk punggung dan bahu kecil Alexa dari belakang saja, hawa panas dingin itu seolah siap menyerangnya kembali. Namun, langkah Lucas mendadak membeku begitu melihat bahu kecil itu bergetar pelan.

​Alexa sedang menangis?

​Lucas mengernyitkan alisnya tajam. Mengapa wanita ini malah menangis?.

​Mendengar suara langkah kaki mendekat, Alexa menyapu air matanya cepat-cepat. Ia berdiri tegak menghadap Lucas yang kini berdiri menjulang di depannya. Matanya memerah, menunjukkan rasa bersalah yang amat besar.

​"Lucas..." panggil Alexa dengan suara serak yang tertahan.

"Maafkan aku..."

​Lucas menatap bingung. "Maaf? Untuk apa?"

​"Aku... aku minta maaf karena sudah mendorongmu dengan kasar tadi," tutur Alexa pelan, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Aku juga minta maaf karena membuatmu marah hingga harus pergi ke kamar mandi. Aku tidak bermaksud bersikap lancang padamu..."

​Mendengar penuturan jujur nan polos itu, Lucas terpaku. Jadi, selama ini Alexa berpikir bahwa dirinya marah karena dorongan kecil di ranjang tadi?.

​Sebuah embusan napas berat lolos dari bibir Lucas. Sungguh, ia sama sekali tidak marah mengenai hal sepele itu. Yang ada, ia justru sedang murka pada tubuh dan pikirannya sendiri yang sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama!.

​Andai saja Alexa tahu betapa kotor dan liar bayangan yang berputar di kepala suaminya beberapa menit yang lalu saat membayangkan tubuhnya, wanita pendiam ini pasti akan merasa sangat ilfeel dan takut padanya.

​Lucas mengusap wajahnya yang terasa hangat dengan sebelah tangan, mencoba menguasai kontrol dirinya kembali.

​"Aku tidak marah soal itu, Alexa," ucap Lucas datar, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin.

​Alexa mendongak perlahan, menatap matanya ragu. "Benarkah? Tapi... tadi kamu memaki..."

​"Aku memaki diriku sendiri," potong Lucas cepat, enggan memperpanjang bahasan yang bisa membongkar rahasianya.

"Bukan dirimu."

​"Tapi—"

​"Tidak ada tapi-tapi," tegas Lucas pendek. Ia mengulurkan tangannya, memegang jemari dingin Alexa dan menuntunnya kembali ke tengah kasur.

"Kembali tidur. Ini belum pagi."

​Alexa yang masih dipenuhi rasa bersalah hanya bisa menurut tanpa membantah lagi. Ia membaringkan tubuhnya secara perlahan di atas kasur empuk, menaikkan selimut hingga menutupi dadanya.

​Melihat wanita itu sudah berbaring kaku, Lucas ikut menyusul naik ke atas ranjang. Namun kali ini, alih-alih memberi jarak atau membelakanginya seperti sebelumnya, Lucas justru mengikis seluruh jarak di antara mereka. Pria itu menyusupkan tangannya di bawah kepala Alexa, lalu melingkarkan lengan kokohnya yang lain di sekeliling pinggang ramping istrinya.

​Ia menarik tubuh hangat Alexa secara protektif ke dalam dekapannya, mendekapnya begitu erat seolah-olah takut wanita di dalam pelukannya ini akan mendadak hilang atau melarikan diri jika ia melonggarkan genggamannya sedikit saja.

​Alexa sempat tersentak kecil mendapat perlakuan se-posesif ini, tetapi kehangatan dada Lucas yang berada persis di depan wajahnya perlahan-lahan mengusir rasa takut dan bingungnya.

​"Tidur, Alexa. Jangan dipikirkan lagi," bisik Lucas pelan di atas puncak kepala istrinya.

​"Eum... terima kasih, Lucas," ucap Alexa lirih, akhirnya menyandarkan dahinya dengan nyaman di dada bidang pria itu.

​Di luar, gemuruh badai dan hembusan angin kencang perlahan-lahan mulai menyurut seiring berjalannya waktu. Di dalam kamar yang luas dan hangat itu, keheningan kembali menyelimuti. Tak butuh waktu lama bagi pasangan suami istri tersebut untuk akhirnya tertidur pulas dalam dekap intim yang tak terpisahkan hingga pagi menjelang.

Bersambung...

Ternyata Lucas mesum banget yaa...🤧 Ga kebayang gimana kalau mereka baikan dan nikah secara baik-baik, habislah Alexa dibuat Lucas.🤣

1
Indra Wahyu Rianti
penasaran alexa sm lucas udah angingong lg setelah kejadian jebakan itu?
Indra Wahyu Rianti
lucas dan alexa sepupu yg boleh menikah krn giselle dan esmirelda perempuan jd bukan garis mereka.
yg gak boleh menikah sepupu dari garis pria.
Indra Wahyu Rianti
beruntungnya msh punya max dan isabella yg msh punya akal sehat. gak remaja labil yg ikutan hancur menyalahkan keadaan.
Indra Wahyu Rianti
aneh 1. kl dia suka sm alexa, setelah menikah apapun penyebab pernikahan itu seharusnya dia bahagia dan memperlakukan dg baik.
aneh 2. kl dia suka sm alexa dan keluarga suak alexa knp bertunangan dg katerin.
aneh 3. sikap lucas ke katerin vs ke alexa baikan ke katerin.
Anonim
Suka ceritanya, walaupun tokoh Alexanya agak2 terlalu lemah gemulai menurutku 😄
Lestari Ami'ne Zia
pasti yg menjebak Alexa dan Lucas. maminya🤭
Lestari Ami'ne Zia
tisyu mana tisyuu/Sob//Sob//Sob/
Lestari Ami'ne Zia
ya Allah Rasa sesaknya sampe q nangis
sherly
mencurigakan nih trio Clinton sepertinya yg menjebak Alexa sampai tidur dgn Lucas adalah mereka🤭🤭🤭
sherly
aku senang dengan respon keluarga Lucas semoga beneran tulus
Heriyani Lawi
Alexa bukan keturunan ebera Krn iaanak Jordan menantu keluarga ebera
Lupa Nama
sepupu itu boleh dinikahi dlm islam..yg tk boleh dinikahi itu bibi sama ponakan ato paman sama ponakan....sedangkan kedudukan lucas sama alexa itu nak misan klu org jawa bilang jdi sah2 aja mrk nikah..🙏🙏🙏🙏💪💪💪
Hariyanti
apa mungkin yg menjebak Lucas dan Alexa adalah ibu Lucas sendiri🤔🤔🤔
Siti Aisyah
gak sabar nih thor...kpn semua nya terbuka..kasihan si alexa dgn segala pemikirannya yg konyol itu...
Siti Aisyah
kasihan elexa...pergi aja y jauh dari kehidupan lukas..yg selalu merendahkan itu
Siti Aisyah
antara alexa dan lukas selalu salah paham dlm mengartikan perhatiannya..makanya selalu gak nyambung...alexa merasa disakiti trs dan lukas merasa benar dgn tindakannya ..
Siti Aisyah
jebakan dari ibu mertua kayak nya...
Indah Rosyida
maaf ya kak, masukan aja nih.
kalo setting ceritanya kehidupan orang2 bermata biru, tlg disesuaikan dengan budaya dan makan mereka biar kebih menggigit kisahnya.
mereka tidak makan nasi lho kak, kalaupun ada yang makan nasi itupun bukan nasi putih
Hariyanti
kok aku sedih banget yaaa baca part ini🤔
Siti Aisyah
cemburu diam diam...wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!