Indonesia
NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. HALAMAN YANG TERBUKA

Hari itu tercatat sebagai hari paling membingungkan dalam sejarah Kediaman Duke Dravenhart, terutama bagi Elaine dan para pelayan junior. Setelah insiden kepanikan hebat di mana sang pelayan mendadak histeris karena mengira otak Virelia mengalami kerusakan permanen akibat mendadak 'waras', suasana puri menjadi begitu surealis.

Selama sisa hari itu, Virelia benar-benar menutup mulutnya rapat-rapat. Ia mengambek seharian penuh, menolak berbicara banyak, dan menghabiskan waktunya dengan berbaring di atas tempat tidur sambil membaca buku tebal sejarah Valdoria. Setiap kali Elaine masuk mengantarkan obat atau sup dengan wajah penuh rasa bersalah dan kebingungan, berusaha mencari-cari tanda apakah sang Duchess akan kembali berteriak pada kupu-kupu, maka saat itu Virelia hanya melirik Elaine dengan tatapan datar setajam silet.

Dan yang paling menyebalkan bagi Virelia adalah suaminya sendiri.

Sepanjang sore, Kael tidak henti-hentinya tersenyum penuh kemenangan setiap kali mata mereka beradu. Pria itu benar-benar menikmati momen di mana sang Raven yang ditakuti di dunia hitam kini sedang merajuk seperti anak kecil karena digoda habis-habisan.

Malam harinya, suasana kamar utama menjadi jauh lebih tenang.

Pintu kamar mandi di dalam kamar terbuka perlahan, mengeluarkan kepulan uap hangat bersamaan dengan sosok Kael yang melangkah keluar. Pria itu sudah berganti pakaian dengan jubah tidur rumahan berwarna hitam longgar. Rambut perak-kehitamannya tampak sedikit basah dan berantakan segar, dan aroma sabun herbal bercampur kayu cedar langsung menguar memenuhi ruangan.

Kael berjalan menghampiri tempat tidur. Di sana, Virelia masih duduk bersandar dengan posisi yang sama, memegang buku tebal di tangan kanannya, dan menatap lurus ke halaman buku tanpa benar-benar membaca isinya. Wajahnya tampak masam, bibirnya mengerucut tipis; tanda jelas bahwa aksi ngambeknya belum berakhir.

Kael naik ke atas sisi ranjang. Pria itu duduk bersandar, melirik sekilas ke arah wajah istrinya yang keras kepala.

"Apakah Yang Mulia Ratu Awa masih mendiamkanku?" tanya Kael dengan nada suara bariton yang lembut dan sedikit menggoda.

Virelia tidak bergeming. Ia membalik halaman bukunya dengan gerakan lambat, mengabaikan kehadiran Kael sepenuhnya seolah suaminya itu adalah udara kosong.

Kael menghela napas pelan, tersenyum kecil penuh rasa bersalah. Ia tahu ia sudah keterlaluan menggoda gadis itu tadi siang. Tanpa ragu-ragu, Kael mengulurkan tangannya, dengan gerakan cepat namun halus merampas buku tebal dari tangan Virelia dan meletakkannya di atas meja nakas.

"Hei! Aku sedang membaca!" protes Virelia tertahan, akhirnya membuka suara. Ia mendelik tajam ke arah Kael.

Kael tidak menjawab. Sebaliknya, pria itu justru mencondongkan tubuhnya ke depan, memangkas jarak di antara mereka hingga wajah mereka hanya terpaut beberapa sentimeter saja. Tatapan mata biru Kael begitu lekat, hangat, dan sarat akan penyesalan bercampur gemas.

"Sudah, jangan didiamkan terus. Aku minta maaf karena sudah menertawakanmu tadi. Tapi sungguh aku jauh lebih suka melihatmu berteriak-teriak marah atau melempar bantal, dari pada melihatmu diam seribu bahasa seperti ini," bisik Kael rendah, tangan kanannya terulur untuk mengelus pipi kiri Virelia dengan lembut menggunakan ibu jarinya.

Virelia mendengus sebal, memalingkan wajahnya sedikit untuk menghindari elusan tangan Kael, meskipun kulit pipinya terasa sangat hangat tersentuh telapak tangan sang suami.

"Kau menyebalkan. Kau sengaja mempermalukanku di depan Elaine," gerutu Virelia pelan, suaranya terdengar jauh lebih lembut dari sebelumnya.

"Aku tidak sengaja, itu murni refleks karena ekspresimu terlalu lucu," bela Kael diiringi tawa kecil yang merdu.

"Kau memang menyebalkan," tukas Virelia.

Kael menggeser duduknya sedikit lebih dekat, merangkul bahu Virelia agar gadis itu bersandar nyaman di dadanya.

"Nah, bagaimana keadaanmu hari ini? Apakah lukanya masih terasa sakit?" tanya Kael serius dengan nada lembutnya.

Benteng pertahanan terakhir Virelia akhirnya runtuh sepenuhnya. Menghadapi kelembutan dan perhatian tulus yang ditunjukkan Kael selalu menjadi titik kelemahannya.

Virelia menghela napas panjang, merilekskan tubuhnya dan membiarkan kepalanya bersandar di bahu bidang sang suami.

"Sudah jauh lebih baik dari kemarin. Tapi kalau aku bergerak terlalu cepat, lukanya masih terasa seperti disayat pisau kecil," jawab Virelia jujur, jemarinya meremas pelan kain baju tidur Kael.

Kael mengeratkan rangkulannya, mengecup puncak kepala Virelia penuh kasih dan berkata, "Jangan banyak bergerak dulu. Biarkan lukanya sembuh total."

Keduanya terdiam sejenak, menikmati kehangatan di tengah malam yang sunyi.

Namun, ada satu topik yang sejak tadi mengganjal di benak Kael, sebuah rasa penasaran mendalam tentang bagaimana seorang putri kerajaan yang seharusnya hidup dalam kemewahan bisa berubah menjadi pemimpin kelompok pembunuh bayaran paling berbahaya di kerajaan ini.

Kael menunduk, menatap rambut pirang istrinya, lalu membuka suara dengan nada hati-hati.

"Virelia?" panggil Kael pelan.

"Hmm?"

"Boleh aku bertanya sesuatu? Sesuatu tentang masa lalumu dan bagaimana kau bisa menjadi Raven?" izin Kael.

Virelia menegang sejenak. Ia tahu pertanyaan ini pasti akan datang cepat atau lambat. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu mengubah posisinya sedikit untuk menatap lurus ke mata biru Kael.

"Kau ingin tahu kenapa aku membentuk Black Dawn dan menjadi Raven?" tanya Virelia lirih.

Kael mengangguk pelan. "Hanya jika kau siap menceritakannya. Aku tidak ingin memaksa."

Virelia tersenyum tipis, senyuman pahit yang sarat akan luka masa kecil yang belum sepenuhnya sembuh. Ia membuang pandangannya ke arah nyala api perapian di sudut kamar.

"Kau tahu, di istana Valdoria, menjadi seorang putri darah bangsawan tidak berarti kau memiliki keluarga," mulai Virelia dengan suara bergetar kecil. "Ibuku adalah putri dari kerajaan tetangga yang dikirim sebagai bukti damai. Dia meninggal saat aku berumur lima tahun karena diracun secara perlahan oleh selir Raja, Ratu dari Raja Lucien saat ini, atau ibu tiriku."

"Diracun? Bukankah Ratu pertama meninggal karena sakit?" Kael terkejut mendengar informasi ini.

"Sakit? Itu kebohongan terbesar yang Raja Sialan itu buat. Dan menangis di depan peti ibuku seolah dia pria paljng kehilangan, padahal dialah yang membiarkan ibuku diracun oleh selirnya," jawab Virelia dengan kilat amarah di mata.

Kepalan tangan Kael di atas selimut langsung mengeras. Ia mendengarkan dalam keheningan yang tegang tentang kebenaran ini.

"Setelah ibuku tiada, aku dibiarkan hidup seorang diri di sayap timur istana yang terisolasi. Raja Lucien bahkan tidak pernah sudi melihat wajahku. Di mata mereka, aku hanyalah noda hitam, anak dari wanita asing yang tidak memiliki nilai politik di Valdoria ini," lanjut Virelia, matanya menerawang jauh ke masa lalu yang suram.

Virelia menoleh, menatap Kael lekat-lekat.

"Saat aku berumur sepuluh tahun, aku terserang demam tinggi yang hampir merenggut nyawaku. Para tabib istana sengaja dibiarkan membiarkanku mati perlahan tanpa obat. Di saat itulah, aku menyadari satu hal: jika aku tetap menjadi putri yang lemah, aku akan mati kelaparan atau diracun tanpa ada seorang pun yang menangisiku," lanjut Virelia.

"Lalu kau mulai bersandiwara?" tanya Kael lembut, suaranya penuh rasa iba.

"Ya," angguk Virelia. "Aku mulai menciptakan rumor bahwa aku kehilangan akal sehatku. Aku berteriak-teriak di lorong, memecahkan barang, dan mengamuk setiap kali ada bangsawan yang mendekat. Dengan begitu, istana menganggapku sebagai orang gila yang tidak berguna, dan mereka berhenti memperhatikannya. Itu adalah perisai terbaikku untuk bertahan hidup."

Virelia menghela napas, jeda sejenak sebelum melanjutkan bagian tergelap dari kisahnya.

"Tapi bertahan hidup saja tidak cukup, Kael. Semakin aku dewasa, aku melihat bagaimana Raja Lucien menindas rakyat jelata. Pajak dinaikkan hingga rakyat mati kelaparan, para bangsawan korup merampas tanah petani, dan siapa pun yang berani menentang rezimnya akan dienyahkan secara diam-diam oleh pasukan bayaran istana." Mata perak Virelia memancarkan kilatan tekad yang membaja.

Kael tahu soal ini walau informasinya seperti ditekan untuk tidak melebar di publik.

"Aku tidak bisa tinggal diam melihatnya. Saat umur tujuh belas tahun, aku menyelinap keluar istana secara diam-diam, membangun jaringan bawah tanah, merekrut orang-orang tertindas, dan mendirikan Black Dawn bersama Johan serta kawan-kawan lainnya. Aku mengambil nama sandi Raven, si burung gagak hitam pembawa pesan kematia untuk membasmi para pejabat korup, mengumpulkan bukti kejahatan istana, dan merencanakan penggulingan takhta agar bisa diserahkan kepada adik laki-lakiku yang bijaksana, Pangeran Hansel," beber Virelia.

"Adik laki-lakimu?" Kael mengernyitkan kening. "Pangeran Hansel? Bukankah dia dikabarkan diasingkan ke biara utara beberapa tahun lalu?"

"Bukan diasingkan, tapi disembunyikan!" ralat Virelia cepat dengan nada geram. "Ratu menginginkan anak kandungnya sendiri yang naik takhta. Hansel adalah satu-satunya pangeran yang memiliki hati nurani dan peduli pada rakyat, jadi mereka mencoba menyingkirkannya. Tapi aku berhasil menyelamatkannya dan menyembunyikannya di tempat aman di luar ibu kota."

Kael mendengarkan seluruh cerita itu dengan napas tertahan. Ia merangkul tubuh Virelia semakin erat, menarik kepala gadis itu untuk bersandar di dadanya. Dadanya dipenuhi oleh rasa kagum yang luar biasa besar terhadap ketangguhan wanita di hadapannya ini.

"Kau memikul beban seberat itu sendirian selama bertahun-tahun. Kau bertarung sendirian melawan satu kerajaan yang busuk," bisik Kael parau, mengecup lembut puncak kepala Virelia.

"Dulu memang sendirian. "Tapi sekarang... aku tidak sendirian lagi, kan?" balas Virelia mendongak, menatap Kael dengan senyuman tipis yang sangat tulus.

Kael tersenyum hangat. Ia menangkup wajah Virelia dengan kedua tangannya, lalu mengecup bibir gadis itu sekilas penuh kasih sayang.

"Tentu saja tidak, Ratu Awan. Mulai hari ini, perjuanganmu adalah perjuanganku juga. Apa pun yang ingin kau lakukan pada takhta itu, baik meruntuhkannya, membakarnya, atau menyerahkannya pada adikmu aku akan berdiri di sampingmu sampai akhir," jawab Kael mantap.

Virelia merasakan kehangatan yang luar biasa menyelimuti hatinya. Air mata kebahagiaan nyaris menetes di sudut matanya, namun ia menahannya, menggantikannya dengan tawa kecil yang renyah.

"Terima kasih," bisik Virelia lembut.

"Yah, walau mungkin balasannya berhenti membanting barang-barang peninggalan Duke dari generasi ke generasi karena kau tidak 'waras'," goda Kael.

BUGH!

Virelia meninju ulu hati Kael dengan sebal.

"Ah, istriku mau membunuhku di ranjangku sendiri. Apakah artinya istriku masih gila?" Kael justru semakin menggoda Virelia.

"Ingin beneran aku membunuhmu sekarang?" ancam Virelia kembali menggepalkan tangannya.

"Tidak, tidak. Aku masih sayang nyawaku," ujar Kael yang tertawa seraya memeluk Virelia yang mulai ngambek lagi.

Lucunya, batin Kael.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!