Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Pada Waktunya

Cinta Pada Waktunya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:35.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Sama sekali tidak terbayangkan dalam hidup Zain harus menikahi perempuan yang sama sekali ia belum kenal sebelumnya. Keadaan yang membuatnya harus melakukan tanggung jawab besar. Tidak ada orang yang ingin terkena musibah. Namun karena sudah takdir, maka semua harus tetap berjalan semestinya.

Dengan berjalannya waktu, takdir pula yang membuka hati Zain untuk mencintai orang yang memang seharusnya ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Pinggang

Setelah pergulatan panas itu, mereka pergi ke kamar mandi untuk berwudhu' lalu minum karena kehausan. Setelah itu, mereka lanjut istirahat.

Namun kaki ini mereka tidak dapat tidur nyenyak. Jam 1 dini hari, Tiyas terbangun karena ingin buang air kecil. Zain pun demikian. Mereka bergantian masuk ke kamar mandi. Setelah itu, mereka tidak bisa langsung tidur lagi. Secara spontan tower milik Zain menyampaikan sinyal yang cukup tajam. Kalau biasanya dulu ia tahan, namun kali ini tidak lagi.

"Sayang... "

"Hem... "

"Kamu sudah mau tidur lagi "

"He'em."

"Jangan dulu!"

"Kenapa, mas?"

Tanpa rasa malu Zain menarik tangan istrinya lalu menariknya agar menyentuh towernya. Sontak Tiyas terkejut. Perasaannya campur aduk. Ia mengerti maksud suaminya.

"Oh tidak, tadi kan sudah. Nggak ada capeknya ya."

Batinnya.

"Sayang... ya ya?"

Belum juga Tiyas menjawabnya, namun tangan Zain sudah bereaksi. Pergulatan pun terjadi lagi sampai dua kali.

Keesokan harinya.

Saat bangun pagi, Tiyas merasa pinggangnya sakit. Ia harus bangun dengan sangat pelan dan berjalan dengan hati-hati karena menahan sakitnya. Melihat hal tersebut Zain jadi merasa bersalah. Setelah selesai shalat Shubuh Zain menawarkan diri untuk memijat pinggang istrinya. Namun Tiyas menolaknya karena sungkan.

"Ndak usah, mas. Nanti biar aku pijat ke tukang urut langganan ku kalau pulang ke rumah."

"Kelamaan, sayang. Ummi juga punya tukang urut langganan. Nanti biar aku bilang ke ummi ya. Kita sama-sama pijat."

"Iya mas."

Setelah selesai sarapan, Zain menyampaikan keinginannya itu kepada ummi. Ummi pun langsung menghubungi tukang pijat langganan keluarga.

"Iya bang, bisa katanya. Satu jam lagi menuju ke sini karena sekarang masih ada orang pijat di rumahnya."

"Terima kasih ummi."

"Sama-sama, bang."

Satu jam kemudian

Bok Darmi pun datang diantar oleh anaknya. Anaknya tidak menunggu karena masih ada kerjaan. Lagipula mbok Darmi memijat dua orang yang pasti membutuhkan waktu cukup lama.

"Siapa yang mau pijat bu haji?*

"Itu mbok, Zain sama istrinya."

"Lha si tole Zain sudah menikah? Kok mbok nggak diundang?"

"Masih belum resepsinya mbok. Tenang saja, nanti pasti diundang."

"Oh iyo iyo."

Mbok Darmi diantarkan ummi langsung menuju ke kamar Zain. Zain memperkenalkan istrinya kepada mbok Darmi.

"Cantiknya... orang mana cah ayu?"

"Semarang, mbok."

"Owalah lumayan jauh toh. iyo iyo.... "

Akhirnya mbok Darmi memulai tugasnya. Kali ini Zain yang pertama dipijat olehnya.

"Tak bikin lemes semua ini otot-otot nya le, biar kuat ngadon anaknya."

"Mbok nih ada-ada saja."

"Lho iyo toh beneran. "

Tiyas hanya menahan senyum.

Sekitar satu jam akhirnya mbok Darmi selesai memijat Zain. Selanjutnya giliran Tiyas. Zain masih di kamar menemani istrinya.

"Mbok itu pinggangnya yang sakit." Ujar Zain.

"Owalah, pasti digarap terus iki." Sahut mbok Darmi.

Zain hanya bisa mengulum senyum.

Tidak terasa kini sudah di bagian perut Tiyas.

"Wah iki rahimnya nag ngisor, cepet dadi anak Insyaallah."

"Aamiin... " Sahut Zain.

20 menit kemudian mbok Darmi selesai memijat Tiyas. Anak mbok Darmi sudah datang menjemput. Mbok Darmi pun pamit pulang. Zain memberikan ongkos jasa untuk Mbok Darmi.

"Terima kasih, mbok."

"Iya sama-sama."

Lalu mbok Darmi berbisik kepada Zain.

"Le, jangan digempur istrinya, kasihan."

Zain hanya mengangguk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Mbok Darmi turun ke bawah. Ummi menunggunya si ruang tamu bersama anaknya.

"Terima kasih ya, mbok. "

"Iya sama-sama, bu haji. Oh iya bu haji, menantunya sambil dikasih jamu kunyit. Siapa tahu nanti cepat jadi cucu. Kalau yang saya rasa posisi rahim sudah bagus."

"Gitu ya, mbok? Mudah-mudahan saja."

"Iya bu haji. Tapi kasihan itu menantunya sakit pinggang pasti nggak dikasih ampun sama tole. Haha.....Ya sudah saya pulang dulu."

Ummi pun ikut tertawa.

Sesuai anjuran mbok Darmi ummi segera meminta bibi untuk membeli kunyit di pasar.

"Buat apa beli kunyit sampe satu kilo, nyonya?"

"Buat kamu, bi'."

"Oh iya, kirain buat bumbu nanti yang untuk tasyakuran. Kok banyak sekali kunyitnya gitu batin saya, nyonya."

Bibi pun berangkat ke pasar.

Setelah bibi pulang dari pasar, ummi langsung mengeksekusi kunyit untuk dijadikan jamu. Ummi meminta tolong bibi mengupas kulitnya Setelah itu, ummi yang melanjutkan sampai jadi jamu. Setelah itu, ummi menyimpannya di kulkas.

5 hari kemudian

Hari ini di kediaman abi Salman cukup ramai karena anak dan menantu serta cucu-cucunya sudah ada di rumah. Nanti malam mereka akan mengadakan tasyakuran karena besok ummi dan abi akan berangkat umroh bersama dengan opa dan oma juga. Opa dan oma juga mengadakan tasyakuran di rumahnya sendiri.

Tiyas sibuk membantu bibi' memasak. Alya, Ayla dan Zahira istri Arya juga membantu ummi membuat kue. Karena hanya acara sederhana, jadi mereka memutuskan untuk memasak dan menyiapkan sendiri.

Awalnya Tiyas merasa canggung saat bersama para iparnya. Namun lama-lama Tiyas bisa menyesuaikan diri. Apa lagi mereka memang sangat ramah dan mau berbaur dengan siapa pun. Sehingga Tiyas pun merasa nyaman bersama mereka.

"Dek Tiyas, main-main ke dah ku. Nanti biar aku minta suamimu antar ke rumah. Kamu pasti kesepian kalau ummi nggak ada." Ujar Alya.

"Insyaallah, mbak."

"Hem iya. Kalau perlu main ke Jakarta. Hitung-hitung honeymoon kecil-kecilan." Sahut Zahira.

Ummi sangat senang melihat mereka rukun dan kompak.

"kalian juga sekali-sekali nanti ke rumah tengok ini adik ipar kalian takutnya kesepian." ujar ummi.

Dalam obrolan mereka tidak luput dari pembicaraan tentang Zain. Tiyas semakin mengerti karakter suaminya karena mendengar dari saudaranya. Zain memang introvert. Namun ia bisa menempatkan diri di mana pun dan bersama siapa pun. Zain juga sangat sayang kepada keluarganya. Dia selalu memegang komitmen dalam mengemban kewajiban dan tanggung jawabnya.

"Jadi kalau adik kami itu pasih, tolong dimaklumi ya, dek. Kamu yang harus mengalah. Kita sebagai perempuan juga harus punya inisiatif untuk membuat suami kita tidak bosan." Ujar Ayla.

"Mas Zain aktif, kok."

Ups Tiyas keceplosan.

Hal tersebut membuat mereka yang mendengarnya jadi penasaran.

Tiyas benar-benar tidak sadar akan hal itu.

"Eh itu, maaf maksud saya mas Zain orangnya pengertian kok."

"Selain pengertian apa lagi, dek?" Goda Alya.

"em... pokoknya baik."

"Cie... adikku dipuji istrinya."

Ternyata ada Zain yang datang. Alya sengaja menanyakan hal itu karena ingin tahu reaksi Zain.

Zain hanya bisa mengulum senyum.

"Sekarang Zain sudah sering tersenyum ya. Nggak kayak dulu." Sahut Zahira.

"Sudah sudah kalian ini sudah bikin anak dan menantu ummi malu-malu meong tuh! "

Tiyas dan Zain saling melirik.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Sri Supriatin
tks upnya thor 😍😍😍
Novita Sari
otw zain junior.lanjut thor
dewi rofiqoh
Zean, belum ketemu gk boleh kasih penilaian dulu.
Sri Supriatin
Cepet dapat momongan Zain nTriyas 🙏🙏
Teh Euis Tea
pasti ini penganten baru ngadon lg, mumpung sepi 🤭
Novita Sari
lanjut thor..
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Malu malu meong sampe sakit pinggang
Novita Sari
otw zain junior
Bunda RH: aamiin... 😇
total 1 replies
Bunda Idza
typo terus Thor....jamu nya jadi kamu 😅😅😅😅
Bunda RH: owalah, iya kak maklum matanya sudah min 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
Ha ha malu2 meong... Semoga jadi yah mbok calon cucu umi, jangan di gempur terus Zain... Yg malu2 doyan banget 👍👍🤣🤣🤣🤣
Bunda RH: wkwkwkkk nagih katanya
total 1 replies
Tri Hastuti
lah.... nanggung amat yak udh abis
Bunda RH: yang nanggung bikin nagih kak 😄
total 1 replies
Tri Hastuti
siang panas2 makin panas kak
dewi rofiqoh
Zain udah ketagihan 🤭🤭
Bunda RH: ketagihan kue serabi 😂
total 1 replies
Teh Euis Tea
zain kejar setoran biar cepat kasih cucu buat umi dan abi makanya lembur trs🤭
Bunda RH: iya kak 😄
total 1 replies
rizky tria
lembur terus ya Zain 😁
rizky tria: gaspol terus 😂😂
total 2 replies
rizky tria
tidur siang aja ya bang 🤭
secret
duuhhh lnjuutt teruss pokoknyaaa🤭 lanjutt jg thorr upnya, semangaatt😍
Bunda RH: nggak ada bosannya ya 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
Lanjuuut thor... Pasti bakal cepet nambah cucu 👍👍😍😍
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Waah Kesukaan Warna Merah Maroon 😘🥰❤
❤️⃟Wᵃf🅰ყ🅤⁴꧂🍊⃟𝐒𝐓𝐉
Zain ...Bukan Zean /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!