Indonesia
NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas / Penyesalan Keluarga / Balas Dendam
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 — Harga Sebuah Kesombongan

.

Arsen kembali dari ruang administrasi rumah sakit dan mendapati Marissa serta Clarissa masih menunggu di depan ruang perawatan intensif. Dari balik kaca, Darma terlihat terbaring dengan selang infus terpasang di tangannya. Kondisinya mulai stabil, tetapi dokter menegaskan bahwa ia masih membutuhkan pengawasan ketat dan tidak boleh mengalami tekanan emosional.

“Bagaimana kata dokter?” tanya Marissa ketika Arsen duduk di sampingnya.

“Dokter bilang kondisinya stabil, tapi belum pulih sepenuhnya, Bu,” jawab Arsen lemah.”Jadi masih harus terus dipantau.”

“Kenapa semua bisa jadi begini," lirih Marissa sambil menghapus air matanya yang kembali merembes.

Belum sempat Arsen mengucapkan sesuatu untuk menghibur ibunya, ponsel yang berada dalam satu celana berdering. Arsen segera mengambil ponselnya dan mendapati ada nama Mario yang saat ini sedang menangani operasional perusahaan.

“Pak, ada masalah baru lagi." Suara Mario terdengar panik bahkan ketika Arsen baru saja menempelkan ponsel itu di telinga dan belum sempat membuka mulutnya. “Dua kreditur menghubungi bagian keuangan pagi ini untuk meminta penjelasan mengenai arus kas perusahaan.”

“Kenapa mereka menghubungi tiba-tiba?" Tanya Arsen dengan kening berkerut. “Apa mereka kira kita sudah bangkrut?”

“Mereka khawatir setelah mengetahui kita kehilangan tender. Beberapa rekan bisnis juga mulai meminta peninjauan ulang terhadap kerja sama mereka.”

Arsen terdiam mendengar penjelasan Mario. Tadinya ia mengira kekalahan tender hanya akan menjadi hambatan sementara. Namun, ternyata dampaknya mulai mengancam kepercayaan pihak luar.

“Siapkan laporan keuangan terbaru dan periksa semua kewajiban yang harus kita bayar. Kirimkan kepadaku secepatnya,” perintahnya sebelum mengakhiri panggilan.

Tiba-tiba pria itu kembali teringat pada Keira. Selama ini ia mengira bahwa keberhasilan Wijaya group adalah karena kepiawaiannya dalam membangun manajemen dan koneksi. Tapi setelah mengetahui kebenaran tentang Keira barulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya tidak berarti apapun.

“Apakah ada masalah lagi di perusahaan?” tanya Marissa, menyadari perubahan wajah putranya.

Arsen menjelaskan tentang para kreditur dan rekan bisnis yang mulai meragukan kondisi Wijaya Group. Marissa terkejut. Selama ini, ia menganggap perusahaan keluarganya cukup kuat untuk menghadapi berbagai kesulitan.

“Kalau begitu, carilah jalan keluar. Jangan biarkan perusahaan yang telah kita bangun dengan susah payah hancur. Kalau memang perlu, bicaralah dengan Keira. Mungkin dia bisa membantu,” lanjut Marisa lagi.

“Kenapa harus Keira lagi?” sela Clarissa. “Perusahaan ini masih bisa mencari proyek lain tanpa melibatkan dia.”

Marissa tersentak karena baru teringat bahwa ada Clarissa di sampingnya. “Ibu hanya berpikir bahwa jika Keira mau membantu kita, maka perusahaan akan baik-baik saja.”

“Tapi Ibu juga ingin Keira kembali ke keluarga Wijaya kan?” Clarissa keceplosan.

Arsen segera menghentikan perdebatan mereka. “Clarissa, jangan membesar-besarkan masalah. Ibuku hanya sedang cemas karena Ayah masih dirawat. Aku akan mengurus perusahaan setelah memastikan kondisinya memungkinkan.”

Clarissa mendengkus kesal sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada lalu memalingkan wajah. Alasan memang berbicara seperti itu tetapi ia sendiri tahu persis bagaimana dan apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu saat ini.

 

Keesokan paginya, Darma sempat membuka mata selama beberapa menit. Marissa menggenggam tangannya, sementara Arsen mendekat dengan penuh harap.

“Yah… Ayah bisa mendengarku?” tanya Arsen pelan setelah menekan tombol untuk memanggil perawat.

Darma menggerakkan mata ke arah putranya, tetapi suaranya belum cukup kuat untuk berbicara.

Dokter masuk ke dalam ruangan itu beberapa menit kemudian dan segera melakukan pemeriksaan.

“Kondisinya menunjukkan perkembangan, tetapi beliau masih lemah. Hindari pembicaraan yang dapat memicu stres,” pesan dokter itu sebelum meninggalkan ruang perawatan Darma.

Arsen mengangguk dan mengurungkan niat menceritakan masalah perusahaan. Ia tidak ingin kondisi ayahnya memburuk karena mengetahui bahwa kekalahan tender ternyata membawa dampak yang lebih besar.

Sayangnya, kabar buruk itu sudah menyebar ke kalangan bisnis. Sejumlah rekan yang biasanya mendekati keluarga Wijaya mulai menjaga jarak. Bahkan, muncul komentar bahwa perusahaan tersebut tidak akan bertahan lebih dari satu bulan.

Rahang Arsen mengeras ketika membaca informasi itu yang dikirimkan oleh Mario Ia bisa menerima kekalahan, tetapi sulit menahan amarah saat kemampuan keluarganya mulai diragukan.

Selama ini ia sendiri selalu meremehkan pendapat Keira dan menganggap perempuan itu tidak memiliki kontribusi berarti bagi perusahaan. Tetapi sekarang tiba-tiba dalam hatinya ia berkata, “Seandainya masih ada Keira di sini."

 

Sore setelah berpamitan pada ibunya, Arsen kembali ke kantor untuk memeriksa laporan yang disiapkan Mario. Beberapa dokumen lama telah tersusun di atas meja.

"Saya menemukan adanya catatan bantuan dana dan pembayaran kewajiban perusahaan yang perlu Anda periksa, Pak,” jelas Mario sambil menyerahkan sebuah map. “Beberapa transaksi tidak tercantum dalam ringkasan laporan tahunan.”

Arsen segera memeriksanya. Dokumen-dokumen itu mencatat penyelesaian sejumlah kewajiban Wijaya Group pada masa ketika perusahaan sempat mengalami kesulitan keuangan. Ia mengenali tanggal-tanggal tersebut karena saat itu ayahnya pernah mengatakan bahwa masalah perusahaan telah ditangani.

“Dari mana kamu mendapatkan semua ini?” tanyanya.

“Dari arsip lama bagian keuangan. Saya sedang mencocokkan transaksi dengan laporan tahunan. Selama ini, dokumen pendukungnya tidak pernah diperiksa secara mendalam.”

Arsen membalik halaman berikutnya. Semakin banyak ia membaca semakin ia menyadari bahwa perusahaan mereka pernah menerima bantuan dari pihak luar pada saat-saat genting.

Arsen menatap tumpukan dokumen di hadapannya. Selama ini, ia tidak pernah mempertanyakan bagaimana perusahaan keluarganya mampu melewati berbagai kesulitan. Ia terlalu sibuk menikmati keberhasilan dan menganggap semuanya sebagai hasil kemampuan mereka sendiri. Ironisnya, ia membalas semua bantuan itu dengan perceraian dan penghinaan.

Arsen mengambil ponselnya dan menatap nomor Keira. Ingin menelpon mantan istrinya, tetapi jarinya berhenti sebelum menyentuh tombol panggil. Bagaimana ia harus berbicara setelah semua yang pernah ia dan keluarganya lakukan pada wanita itu?

Arsen akhirnya meletakkan ponselnya karena menyadari permintaan maaf saja tidak akan cukup untuk membayar harga dari semua kesalahan mereka.

1
vania larasati
lanjut
Noey Aprilia
Keira mngkn mau mmafkn kslhn mreka d msa lalu,tp untk kmbli lg....
Soryyyy yeee......😛😛😛
Aditya hp/ bunda Lia
tidak akan bisa soalnya kamu tuh udah terbiasa terima beres ...tanpa kerja keras dulu
〈⎳ FT. Zira
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sri Widiyarti
menyesalpun tiada guna Arsen...
Ilfa Yarni
tidak Ada Jln lain untukmu slain menerima nasib itulah karma yg hrs kau jalani karena kesombonganmu arsen
Lee Mba Young
nnti di kluarga santoso Clarissa di jadikan babu
Aditya hp/ bunda Lia: setuju semoga ajah ... kita mohon sama othor 🤭
total 1 replies
Patrick Khan
oalah tibak e podo bangkrut e🤣🤣
Nurhartiningsih
gila sih ini
Lily
keluarga gila
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
inilah contohl orang2 yg tamak Akan harta dikira mereka beruntung tp malah buntung penasaran apa yg Akan dikatakan papa Clarissa ya perusahaanya jg mau bangkrut dia menikahkan anknya dgn arsen berharap bisa dimanfaatin ternyata arsen malah bankrupt duluan
Ayuk Witanto
Keira udah gak Sudi mungut sampah
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan pada mau enak mau senang tanpa berjuang ...
juwita
Arsen menghela nafas pendek.
juwita
yg penting tidak menceraikan carissa. mgkn itu yg di maksudnya ya mam
juwita
keluarga g bener semua saling memanfaatkan. tp akhirnya zonk semua🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
udah tidur saja km arsen pasti capek🤣🤣
ryuka
makaaih banyak unt banyak up nya ya thorrrr 😍😍😍😍😍😍
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih juga atas dukungannya kak /Kiss//Pray/
total 1 replies
ryuka
penyesalan emang selalu datang terlambat arsen..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!