Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengobatan

Malam telah semakin larut ketika kamar Kendra kembali dipenuhi suasana tenang. Di atas tempat tidur, Kendra berbaring dengan posisi nyaman sementara Kirana duduk di sisi kakinya, mempersiapkan beberapa jarum akupunktur yang telah disterilkan.

Kirana memasang jarum satu per satu pada titik tertentu di kaki Kendra. Setelah itu, ia mulai melakukan pijatan perlahan di sekitar bagian yang mengalami gangguan, memperhatikan setiap perubahan kecil pada respons otot Kendra.

Kendra menatap langit-langit kamar sambil sesekali melirik Kirana. “Apa memang harus sebanyak ini?”

Kirana tidak menjawab. Ia hanya menatapnya sekilas, kemudian kembali berkonsentrasi.

Kendra menghela napas. “Baiklah. Aku diam.”

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Marco keluar setelah memastikan semua persiapan selesai, lalu menghampiri mereka.

“Tuan, ramuan yang Nona perintahkan sudah saya campur semuanya di jacuzzi,” ujar Marco.

Kirana menoleh dan mengangguk. Setelah memastikan waktu terapi cukup, ia mulai mencabut jarum-jarum dari kaki Kendra dengan hati-hati.

Kendra memperhatikan gerakannya. “Sudah selesai?”

Kirana mengangguk, lalu mengambil ponselnya dan mengetik beberapa kata sebelum menunjukkan layarnya kepada Marco.

“Bantu Kendra ke kamar mandi. Dia harus berendam selama lima belas menit.”

Marco membaca pesan itu dan langsung mengangguk. “Baik, Nona.”

Marco kemudian membantu Kendra berpindah menuju kamar mandi. Kirana berjalan di belakang mereka sambil membawa beberapa perlengkapan pengobatan.

Di dalam kamar mandi, jacuzzi telah dipenuhi air dengan ramuan berwarna hijau tua. Aroma tanaman obat memenuhi ruangan dan membuat udara terasa lebih hangat.

Marco membantu Kendra masuk ke dalam jacuzzi. Begitu tubuh Kendra menyentuh air, pria itu awalnya hanya menarik napas panjang.

Namun beberapa detik kemudian, wajahnya berubah.

“Ah!”

Marco langsung menoleh. “Tuan?”

Kendra mencengkeram sisi jacuzzi. “Tunggu … kenapa tiba-tiba sakit?”

Kirana segera mendekat. Matanya tertuju pada air rendaman yang perlahan mengalami perubahan warna.

Hijau tua itu berubah semakin gelap. Beberapa detik kemudian, air tersebut menjadi hitam pekat.

Marco membelalakkan mata. “Nona, inu .…”

Kirana tidak menjawab.

Tatapannya terpaku pada air tersebut, kemudian berpindah kepada kaki Kendra. Ia segera mengambil ponselnya dan mengetik dengan cepat.

“Jangan bergerak.”

Kendra menahan rasa tidak nyaman sambil mengatur napas. “Apa yang terjadi?”

Kirana mengetik lagi. “Ada racun lambat dalam jumlah sangat kecil di kakimu.”

Kendra langsung menatapnya. “Racun?”

Kirana mengangguk.

“Bagaimana mungkin?” Kendra bertanya dengan suara lebih serius. “Dokter yang menanganiku adalah dokter kepercayaanku.”

Kirana terdiam sejenak. Ia mengetik sebuah pertanyaan.

“Dokter yang menangani kecelakaanmu benar-benar dokter kepercayaanmu?”

Kendra menggeleng. “Bukan.” Ia kemudian mengingat sesuatu.

“Tapi dokter itu berasal dari rumah sakit tempat aku memiliki saham.”

Kirana berhenti mengetik.

Kendra melanjutkan, “Saat kecelakaan terjadi, dokter kepercayaanku memang sedang berada di luar negeri. Jadi aku hanya ditangani oleh dokter yang bertugas di rumah sakit itu.”

Tatapan Kirana berubah serius. Ia mengetik perlahan. “Kalau begitu, kemungkinan racun itu diberikan ketika kau mengalami kecelakaan.”

Kendra menatapnya.

Kirana melanjutkan mengetik. “Kau tidak sadar saat itu. Seseorang bisa saja memberikan racun tersebut ketika kau berada dalam kondisi tidak berdaya.”

Wajah Kendra langsung memerah karena marah. Tangannya mengepal di sisi jacuzzi. Memang selama itu, perusahaannya juga masih dalam tahap proses.

“Marco.”

Marco langsung berdiri tegak. “Ya, Tuan.”

“Cari dokter yang menangani aku saat kecelakaan.”

Marco mengangguk.

“Besok pagi, aku ingin dia sudah berada di ruang bawah tanah.”

Marco memahami maksud perintah tersebut. “Baik, Tuan. Saya akan menemukannya.”

Marco kemudian meninggalkan kamar mandi untuk segera menjalankan perintah Kendra.

Kirana kembali memeriksa keadaan Kendra. Setelah memastikan kondisinya cukup stabil, ia meminta Kendra keluar dari jacuzzi dan melanjutkan perawatan dengan metode lain.

Kendra memperhatikan Kirana yang masih terlihat serius. “Kau sudah menduga ada sesuatu yang salah sejak awal?”

Kirana menggeleng. Ia mengetik di ponselnya.

“Aku hanya menemukan sesuatu yang tidak seharusnya ada.”

Kendra membaca tulisan tersebut lalu terdiam. “Berarti ada orang yang sengaja melakukan ini kepadaku.”

Kirana menatapnya. Kemudian ia mengangguk.

Kendra menarik napas panjang. “Kalau begitu, aku ingin tahu siapa.”

Kirana tidak menjawab. Ia hanya kembali memeriksa kondisi kaki Kendra sebelum akhirnya memastikan terapi malam itu selesai.

Setelah Kendra beristirahat, Kirana kembali menuju laboratorium pribadinya. Ruangan itu masih dipenuhi berbagai peralatan medis, bahan herbal, dan catatan penelitian yang telah ia susun sejak beberapa hari terakhir.

Kirana duduk di kursinya lalu membuka catatan mengenai kondisi tubuhnya sendiri. Ia kemudian mulai melakukan terapi untuk memulihkan kembali fungsi bicaranya dan tak lupa meminum obat yang ia racik sendiri dari ekstrak anggrek bulan hitam beserta campuran lain.

Beberapa menit berlalu dalam keheningan.

Kirana menutup mata dan mengatur napas. Setelah terapi selesai, tubuhnya memberikan reaksi yang sama seperti sebelumnya.

Ia segera mengambil wadah kecil yang telah disiapkan. Cairan gelap keluar dalam jumlah sedikit. Kirana menatapnya dengan serius, kali ini warnanya tidak sepekat sebelumnya.

Ia membersihkan wadah tersebut, kemudian mencatat hasil terapi di buku kecilnya.

“Jumlah racun berkurang.”

Kirana menatap catatan itu cukup lama. Setidaknya pengobatan yang dilakukannya mulai menunjukkan hasil.

Ia kemudian melanjutkan terapi pada beberapa titik tertentu di tubuhnya sendiri, mengatur pernapasan dan melakukan latihan pemulihan yang telah diajarkan oleh para gurunya di desa.

Keringat mulai membasahi dahinya, tetapi Kirana tidak berhenti. Ia tahu prosesnya tidak akan mudah.

Bertahun-tahun racun telah berada di dalam tubuhnya, dan selama ini orang-orang mengira dirinya memang terlahir bisu. Kini, sedikit demi sedikit, kebenaran mulai terbuka.

Kirana membuka matanya dan menatap cairan gelap di dalam wadah.

“Siapa yang melakukan ini kepadaku?” gumamnya dalam hati.

Tapi tidak ada jawaban.

“Aku akan menemukan jawabannya,” batin Kirana.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
tumben hanya 1 part saja KK Yul
Tiara Bella
kendra ketakutan ditinggal Kirana....bisa dibicarakan ko Ken....
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ini kakak2 nya Kirana malah waras

Brati yg g waras ya mama papa nya Kirana sama si tukang kompor meledug itu
wiss g da kapok2 nya mereka itu ya
mama_im
kamu kayak gitu, kirana bakal kecewa ken, 😤
teh tubruk
nah apakah Kendra sudah mulai merasakan rasa tertarik/suka pada Kirana?
Maria Lina
takut ya ken..maka nya diikat tu kirana biar gk lari ken wkwk
teh tubruk
nyari ke ujung dunia pun kalian tidak akan prnh menemukan dokter yang menyembuhkan Kirana krn yg menyembuhkan Kirana adalah dirinya sendiri asal kalian tau ya.
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
makanya Kendra kl dah cinta jujur sama Kirana jngn kegedean gengsi yg ada nanti nyesel kl Kirana pergi jauh dr kamu 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Cassia benar" sayang sama Kirana jd Kendra kamu jngn macam" sama Kirana karna nanti kamu akan kena sentil mami mu sendiri ☺️😅
Iffanaya 😽
seperti nya Kendra sudah mulai punya perasaan ke kirana cuma gk sadar aja 🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
syukurlah Arthur dan Sean gak terpengaruh lg sama si minyak goreng tp untuk mendekati Kirana kalian terlambat karna Kirana gak akan mau balik lg sama keluarga Lin yg toxic dan bobrok 😏😏
Maria Lina: siap jg yg mau blk lgi kk wkwk
total 1 replies
Tiara Bella
siap² aja keluarga Lin ini bentar lg jg bakalan hancur....
Tiara Bella
Shania divonis gk bisa punya anak sdngkan lakinya gk bisa bangun dah lah pasangan yg sempurna.....
juwita
aq jg klo ada di situ mau kit jd tim hore ngasih semangat sm mami🤣🤣🤣
juwita
bagus jambak dia mami. gemes banget pingin ikut ngerewes mulut si meong🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ohhh Kirana
mertua mu tak kalah keren deh

hahahaaa
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wohoho
terkejut bukan hanya karna Kirana udh bisa bicara gessss
mampus kauuu
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wahhh mertua idaman sekali ini kereeenn


ada g ya mertua sebaik itu dan seneoyal itu ajhhhhhhh JD pengen deh
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahhh kann tumbang juga
tp jngn slah nnti masih bisa cari gara2 itu si kompor meledug jagn gegabah ya ttp waspada
lagsg bergerak ketika mereka mulai mengertakna gigi
lgsg saja unjuk gigi 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!