Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Bangkitnya Pendekar Desa Sunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Action
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. ​Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JIWA YANG DI SANDERA

​Malam membeku di balik gua batu tandus yang tersembunyi di perbatasan Wilayah Luar. Di luar gua, angin malam meliuk keras membelah celah-celah karang, menyebarkan aroma tanah basah dan racun yang merayap turun dari balik awan hitam.

​Di dasar gua, sebuah formasi penyegalan mikro bercahaya merah redup terukir di atas permukaan batu.

​Lian Xue terbaring tidak sadarkan diri di tengah formasi tersebut. Gaun putihnya ternoda oleh jelaga dan bercak darah kering. Wajahnya yang cantik tampak teramat pucat, napasnya terengah-engah lemah seolah jiwanya sedang tersedot ke dalam pusaran tanpa dasar.

​Ryu Jin berdiri mematung di hadapannya.

​Jubah cokelat pudar milik sang pendekar terkibas pelan oleh aliran udara dingin yang berputar di dalam gua. Wajah kusam Ryu Jin tetap tenang, tanpa ekspresi, dan tanpa sedikit pun sisa kemanusiaan. Matanya yang merah darah menatap tubuh Lian Xue bukan sebagai sesosok wanita, bukan pula sekadar anak musuhnya—Dewi Lian Ji—yang dijadikan sandera.

​Di mata Ryu Jin, Lian Xue adalah sebuah sumber daya bernilai tinggi yang teramat berharga.

​Sejak meninggalkan puncak Gunung Tengkorak Merah, Pedang Tulang Hitam di dalam dada Ryu Jin berdenyut tanpa henti. Dentuman energi kematian yang bergejolak di antara tulang rusuknya membutuhkan meditasi bertahun-tahun atau konsumsi jutaan batu spiritual murni untuk dapat distabilkan sepenuhnya. Namun, saat Ryu Jin membawa Lian Xue, ia menyadari sebuah fenomena yang teramat aneh.

​Di dalam tubuh Lian Xue—tanpa disadari oleh gadis itu sendiri—tersembunyi Energi Murni Darah Suci warisan ibunya. Energi suci purba itu mengalir kental di dalam setiap jaringan pembuluh darahnya, bertindak sebagai penawar dan penyeimbang paling sempurna untuk meredam keganasan aura kematian terlarang!

​Bagi praktisi biasa, menerobos batas ranah membutuhkan proses meditasi yang rumit dan berisiko tinggi mengalami penyimpangan energi murni.

​Namun bagi Ryu Jin, ia tidak membutuhkan kerelaan siapa pun.

​Menyedot dan meremas energi murni dari dalam tubuh Lian Xue secara paksa adalah jalur pintas instan untuk menstabilkan integrasi pedang di dadanya tanpa halangan sedikit pun!

​SSSTTT!

​Ryu Jin mengangkat tangan kanannya. Lima jarinya merenggang di atas dada Lian Xue tanpa menyentuh kulit gadis itu.

​"Sangat murni..." suara Ryu Jin bergaung sangat pelan, dingin bagaikan bisikan dari dalam kubur.

​TAK!

​Ryu Jin mengepalkan tangannya ke bawah.

​GZZZZZZ!

​Tubuh Lian Xue yang masih pingsan mendadak kejang hebat di atas tanah batu! Matanya terpejam rapat, namun dahi mulusnya berkerut menahan penderitaan luar biasa yang tak terbayangkan. Dari dalam leher, dada, dan simpul energi Lian Xue, gumpalan cahaya putih keemasan ditarik secara paksa keluar, mengalir menembus udara lurus ke dalam telapak tangan Ryu Jin!

​"Nghhh... Ahhhk!" rintihan tertahan yang amat memilukan pecah dari bibir pucat Lian Xue. Tubuhnya gemetaran kaku, pembuluh darah biru di lehernya menonjol tegang akibat guncangan energi yang dikuras dari dasar jiwanya.

​Gadis itu bahkan tidak menyadari betapa hebatnya energi raksasa yang terlelap di dalam tubuhnya sendiri. Dan kini, energi suci itu sedang dijarah, diuliti, dan diperah habis-habisan oleh iblis yang menghancurkan hidupnya!

​DUAARR!

​Saat energi putih keemasan itu tersedot masuk ke dalam dada kiri Ryu Jin, reaksi berantai yang teramat dahsyat meledak di dalam tubuhnya!

​Rasa sakit dan panas membakar yang semula menyiksa rongga dada Ryu Jin seketika sirna. Energi murni milik Lian Xue bertindak bagaikan air es yang menyiram api gejolak Pedang Tulang Hitam, menyelaraskan alur energi kematian Ryu Jin secara sempurna dalam hitungan detik!

​Tanpa perlu duduk bermeditasi, tanpa perlu mengunyah obat-obatan spiritual langka...

​KRAK!

​Di dalam dada Ryu Jin, ketujuh ukiran mata merah pada sarung pedang bergetar hebat. Lalu, dengan suara letupan yang merobek keheningan gua...

​Mata Merah Kedelapan meledak terbuka!

​WUUUUUSH!

​Gelombang aura kematian berwarna hitam keemasan meledak secara melingkar dari tubuh Ryu Jin! Dinding-dinding gua batu meretak parah, debu dan serpihan karang beterbangan dihantam tekanan spiritual yang meningkat puluhan kali lipat lebih mematikan dari sebelumnya. Tulang, jaringan energi, dan ketahanan fisik Ryu Jin disempurnakan ke tingkat yang jauh melampaui batas manusia biasa!

​Penerobosan instan yang teramat sempurna dan mengerikan.

​TAP. TAP. TAP.

​Tiba-tiba, dari luar celah gua yang tertutup asap malam, suara langkah kaki kaku yang memecah ranting terdengar mendekat.

​Tiga sosok pria bergaun sutra merah darah dengan topeng besi tanpa wajah melangkah masuk ke dalam gua. Mereka adalah Tiga Pemburu Bayangan dari Sekte Dewa Langit Merah—tiga ahli pertarungan ranah Separuh Langkah Soul Formation yang dikirim untuk melacak jejak energi darah Lian Xue!

​"Ternyata kau ada di sini, bocah—"

​Pimpinan Pemburu Bayangan belum sempat menyelesaikan kalimatnya.

​Ryu Jin bahkan tidak memutar tubuhnya untuk menatap ketiga penyusup tersebut. Wajah kusamnya tetap dingin, tangannya masih mengintai di atas dada Lian Xue yang terkulai lemah.

​Ryu Jin hanya mengibaskan pergelangan tangan kirinya secara santai ke arah belakang.

​SSSTTT!

​Aura kematian hitam keemasan yang baru saja disempurnakan oleh energi Lian Xue meluncur keluar bagaikan pisau tak kasat mata.

​PRANG!

​Tidak ada benturan senjata yang seru. Tidak ada kesempatan bagi ketiga pemburu bayangan itu untuk mengerahkan jurus andalan mereka. Dalam satu kedipan mata, tubuh ketiga ahli ranah Separuh Langkah Soul Formation itu terpotong rapi menjadi puluhan bagian sebelum akhirnya hancur berkeping-keping menjadi abu hitam yang lenyap dihantam angin!

​Pembantaian mutlak dalam hitungan detik.

​Asap hitam di dalam gua perlahan-lahan meredup kembali masuk ke dalam rongga dada Ryu Jin.

​Di atas tanah batu, formasi penyegalan mikro perlahan padam. Lian Xue yang kehilangan lebih dari separuh energi dasarnya perlahan-lahan membuka matanya.

​Penglihatannya kabur dan terasa sangat berat. Seluruh tubuhnya terasa lemas luar biasa, seolah-olah tulang-tulangnya telah dicabut secara paksa. Rasa dingin yang meremangkan bulu kuduk menusuk hingga ke dasar sumsum tulangnya.

​Lian Xue menggerakkan jemarinya yang gemetar, mendongak secara perlahan dengan napas yang tersengal-sengal.

​Pandangannya yang samar menatap sesosok pemuda berkain cokelat pudar yang berdiri tepat di atas kepalanya. Pemuda itu berdiri membelakangi tumpukan abu hitam dari tiga pemburu bayangan yang baru saja dimusnahkannya.

​Matanya yang merah darah menatap Lian Xue dengan pandangan yang teramat dingin, hampa, dan tanpa sedikit pun rasa kasihan.

​"K-Kau..." rintih Lian Xue dengan suara yang teramat lemah dan patah-patah. Ketakutan yang belum pernah dirasakannya sepanjang hidup kini mengepung seluruh jiwanya. Ia menyadari bahwa pemuda di hadapannya bukanlah penyelamat, melainkan iblis sejati yang telah membantai sektenya dan kini sedang menyiksa jiwanya dari dalam. "A-Apa yang... kau lakukan pada tubuhku...?"

​Ryu Jin tidak berjongkok, tidak pula memberikan uluran tangan. Ia menatap Lian Xue dari ketinggian bagaikan menatap seekor hewan ternak yang berharga.

​"Darah dan energimu sangat berguna," kata Ryu Jin datar, suaranya tanpa emosi sedikit pun.

​Lian Xue mencoba berdiri, namun dadanya terasa sangat sakit dan lemas hingga ia kembali jatuh terduduk di atas tanah batu yang dingin. Air mata ketakutan dan keputusasaan mengalir perlahan membasahi pipinya yang pucat.

​"Kau adalah anak dari Dewi Lian Ji," lanjut Ryu Jin seraya memutar tubuhnya, menatap lurus ke arah gerbang batas yang mengarah ke Wilayah Pusat. "Awalnya, kau hanya alat sandera untuk memancing para pimpinan sejati sektemu keluar."

​Ryu Jin menolehkan sedikit wajahnya, menatap Lian Xue dari sudut matanya yang dingin.

​"Namun sekarang... fungsi dirimu telah bertambah," ujar Ryu Jin tanpa beban. "Kau adalah waduk energi bernyawa bagiku. Kapan pun aku membutuhkan penerobosan atau penstabilan kekuatan... aku akan meremas energimu kembali."

​Kata-kata dingin itu bagaikan gumpalan es yang membekukan seluruh harapan Lian Xue. Ia bukan sekadar sandera... ia adalah mangsa bernyawa yang akan terus diperah habis-habisan sepanjang perjalanan ini.

​Ryu Jin melangkah keluar dari dalam gua, menyambar pakaian Lian Xue dengan aura kematiannya dan menyeret gadis yang terkulai lemah itu melayang di belakangnya.

​Di balik gunung tandus di hadapan mereka, awan racun dan tekanan spiritual Wilayah Pusat membentang luas. Dengan Mata Merah Kedelapan yang telah terbuka dan keberadaan katalisator hidup di tangannya, Ryu Jin melangkah menyeberangi perbatasan untuk memburu para pimpinan Sekte Dewa Langit Merah!

1
Sri
❤️‍🔥❤️‍🔥❤️‍🔥
Sri
😎😎😎
Sri
😍😍😍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support yo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!