Indonesia
NovelToon NovelToon
Tangguh

Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Mengubah Takdir
Popularitas:17.1k
Nilai: 5
Nama Author: Axis Saputra

Kisah Pengusaha Tangguh, lulusan dari luar negeri, yang sedang mengalami konflik dengan Pengacara dari Almahum Ayah dan Ibunya. Pemuda yang baru saja kembali satu tahun ke Tasikmalaya sesudah menuntut ilmu sampai mendapatkan pendidikan yang sangat tinggi walau usianya sangat muda, dia juga pernah bekerja di luar negeri dan sangat berhasil dapam bidang property. Pemuda yang sejak masa kuliah itu tinggal di Amerika, dan sudah lulus kuliah pasca sarjana dalam usia 23 tahun dengan gelar Phd. Kini mengadu nasib di Kota Bandung dan mulai membangun usaha di Kota Bandung. Dengan dibantu oleh dua gadis cantik keturunan asing, yang seorang keturunan dari Kanada dan seorang lagi dari Jepang.
Nata ternyata mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, dia ingin sekali membuat masyarakat di Jawa Barat menjadi lebih maju, khususnya di Kota Bandung dan Kabupaten Tasikmalaya, tanah kelahirannya. Wawasan yang luas ilmu yang telah dimilikinya serta kedua istrinya mendukung untuk mewujudkan semua cita-citanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axis Saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Huhuy Amanda.

“Nata !?” Sapa seorang gadis cantik dengan dandanan glamor, yang ternyata salah satu

dari pemilik Aset yang dijual.

“Ehh Amanda, kapan kamu kembali ke tanah air ?”

“Dua bulan yang lalu, kamu sama siapa kemari, ada urusan apa di kantor Notaris ini ? Masih jomblo juga ? kapan mau main ke rumahku ?” cerocos Amanda yang bagai petasan cabe rawit.

“Duh nanya satu-satu dong, kenalkan dulu ini calon istriku Sabrina dan Jessy. Aku datang kesini dengan mereka bertiga. Jadi kamu yang punya gedung lima lantai di pusat kota itu ?”

“Ohh calon istrimu dua orang ?” tanya Amanda dengan mengerutkan keningnya, lalu mulai menyalami Sabrina dan Jessy.

“Kalau dengan Jessy aku sudah kenal, dia kawan dari kakakku, iya kan Jess ?”

“Hehe, iya benar Amanda, kok bukan kakak mu yang datang ?” Jawab Jessy sambil balik bertanya.

“Kebetulan aset gedung yang dijual itu atas namaku, dulu sebelum Papa meninggal dunia, sudah mulai membagi-bagi aset sesuai dengan surat wasiat yang dicatat oleh pengacara kepercayaan Papa ku.”

“Ohh maaf, saya turut berduka cita atas kepergian Papa mu.” Ucap Nata.

“Tidak apa-apa Nata, waktu Papa ku meninggal tiga tahun yang lalu,  kita kan juga masih berada di Texas USA. Jadi kamu yang mau beli Gedung itu ? OK lah aku percaya kalau kamu yang akan beli asetku itu. Ternyata yang belinya sobatku selama di Amrik, hehehe.”

“Amanda kamu datang berdua, kok ga disuruh masuk ?”

“Ohh dia Sopirku, sekaligus pengawal ku selama aku ada di Indonesia.”

“Aku kira calon suamimu, Amanda.” Ucap Jessy sambil tersenyum.

“Belum Jess, belum ada yang mau sama aku tuh. Hihihi.” Jawab Amanda sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Nata dengan genit. Nata hanya diam tidak bereaksi apapun saat Amanda melakukan hal itu.

‘Wah ini pasti Amanda akan memanas-manasi calon istriku, supaya cemburu.’ Guman Nata dalam hatinya.

“Assalamualaikum, Maafkan saya, baru datang dari Cirebon.”

“Waalaikumsalam.” Jawab semua orang yang berada di ruang tamu kantor Notaris itu.

“Mari kita lanjutkan ngobrolnya di ruang rapat.” Ajak Pak H. Mumuh yang baru datang. Kemudian semua orang yang ada di ruang tamu itu bangkit dari tempat duduknya. Mengkuti Pak H. Mumuh untuk pindah ke ruang rapat yang berada di lantai dua.

“Pak Nata dan Ibu Amanda, sebelumnya saya sudah membuat berita acara serah terima, setelah saya mempelajari terlebih dahulu aset yang akan diperjualbelikan itu. jadi untuk lebih mempersingkat waktu dan prosedur silahkan dibaca dulu berita acaranya, jika ada yang kurang setuju silahkan ditanyakan, jika tidak silahkan paraf pada setiap halaman yang sudah dibaca, ini sudah saya buat dua eksemplar.” Ucap Pak H. Mumuh sebagai Notaris senior itu, lalu menyerahkan dua buah berkas berita acara yang dibagikan untuk pihak Amanda dan Nata sebagai penjual dan pembeli aset tanah dan bangunan itu.

Nata dan Amanda lalu membaca dengan perlahan halaman demi halaman, berita acara tersebut, sambil dalam setiap halaman yang sudah dibacanya membubuhkan paraf, sesudah itu mereka bertukar berkas, lalu membubuhkan paraf lagi pada setiap halaman berkas berita acara yang sudah bertukar posisi itu.

“Alhamdulillah saya kira sudah sesuai semuanya Pak Haji.” Nata lalu membuka suara setelah selesai membubuhkan paraf dan menandatangi berita acara tersebut, tanda menyetujui semua yang tertulis dalam berita acara serah terima aset yang merupakan syarat utama dalam jual beli tanah dan bangunan di kantor Notaris.

”Iya saya juga setuju atas semua yang tertuang dalam berita acara itu, yang sudah secara terperinci menerangkan kronologis dan mencantumkan data-data dari aset yang akan saya jual. Terima kasih Pak H. Mumuh.”

“Baiklah, kalau Pak Nata dan Ibu Amanda sudah menyetujui dan sudah saling membubuhkan paraf dan tanda tangan, dengan demikian secara yuridis, kalian berdua sudah melaksanakan salah satu persyaratan jual beli. Sekarang tinggal menyelesaikan administrasi pembayaran jual beli tersebut, silahkan berdiskusi atau mengikuti

aturan yang sama sesuai dengan yang tercantum di dalam berita acara tersebut.”

“Lebih baik saya bayar lunas saja Pak Haji. Akan saya tulis cek tunai untuk saudari Amanda ini.” Jawab Nata dengan bahasa yang formal dihadapan notarisnya, kemudian dia segera mengeluarkan buku cek dan menulis sesuai dengan jumlah nominal yang disepakati dalam berita acara tersebut. Setelah itu lembaran cek itu ditunjukkan terlebih dahulu kepada Pak H. Mumuh untuk di foto copy sebagai arsip dari agenda transaksi jual beli aset tersebut. Kemudian setelah di foto copy, lalu lembaran cek aslinya diserahkan kepada Amanda.

“Baiklah, saya terima cek atas penjualan aset yang saya jual itu, jadi saya bisa pulang sekarang dong pak Haji ?”

“Iya boleh, silahkan. Apakah tidak diminum dulu air tehnya ?” Tanya Pak H. Mumuh mengingatkan.

“Ehh iya sampai lupa, maklum sudah senang lebih dulu karena sudah menerima pembayaran. Hihihi.”

“Ehh Nata kapan dong mampir ke rumah ?” tanya Amanda setelah meneguk teh manis hangat itu dari cangkirnya.

“Nanti aku kabari, Jessy tau rumahmu kan ?”

“Tahu dong, dia dulu sering ke rumah, bareng teman-temannya nemuin kakakku. Iya kan Jess ?”

“Iya  benar Amanda. Nanti deh kapan-kapan aku datang kerumah, bareng Sabrina dan Kang Nata.” Jawab Jessy sambil menyikut Sabrina yang sedari tadi hanya duduk terdiam tanpa sepatah kata pun. Sabrina pun tersenyum ke arah Amanda.  Amanda lalu berpamitan, meninggalkan kantor notaris itu dengan diantar oleh Jessy sampai ke mobilnya. Sementara itu Nata masih bersama Sabrina di ruang rapat yang berada di lantai dua kantor notaris itu.

“Amanda cantik yaa kang.” ucap Sabrina dengan suara pelan karena khawatir terdengar oleh Pak H. Mumuh yang juga berada di ruang rapat itu. Nata pun tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Sabrina itu. Setelah itu mereka kedatangan lagi tamu, yaitu seseorang yang memiliki  lahan 10 hektar yang terletak di Kab. Bandung Barat yang akan dijual kepada Nata.

“Sebenarnya lahan yang dijual bukan berada di wilayah pelayanan kantor notaris ini, namun saya sudah berkoordinasi dengan rekan sesama notaris, jadi nanti yang menandatangani akte tanah bukan saya, melainkan rekan saya yang mempunyai wilayah yuridis di Kabupaten Bandung Barat.” Ucap Pak H. Mumuh menuturkan dan

menjelaskan perihal aturan dan kewenangan seorang notaris yang mempunyai wilayah tersendiri berdasarkan domisili kantor notaris tersebut.

“Oh begitu Pak Haji, saya  baru tahu tentang aturan itu, saya kira seperti pengacara, bisa melaksanakan atau menyelesaikan kasus selama berada di wilayah Indonesia.”

“Untuk permasalan Notaris tidak bisa seperti itu, berbeda karena setiap wilayah mempunyai aturan dan adat istiadat tersendiri, kita yang mengikuti aturan itu. Aturan tersebut juga diberlakukan agar tidak terjadi kasus monopoli di bidang pertanahan baik oleh pembeli maupun Notaris yang bersangkutan.

“Jadi Pak Qomar ini adalah pemilik tanah sesuai dengan Sertifikat Akta Tanah yang  tercantum ini ?”

“Benar pak, ini adalah tanah warisan peninggalan dari kedua orang tua saya, pada awalnya akan saya jadikan peternakan ayam dan pertanian, namun sejak ada jalan tol dibangun, usaha tersebut kami hentikan, karena khawatir ternak ayam kami stress sehingga bisa mempengaruhi produksi hewan ternak nantinya, sekarang hanya ditanami sayuran dan palawija saja di kebun kami.” Jawab Pak Qomar.

“Baiklah, sekarang kita lanjutkan dengan berita acara serah terima jual beli tanah milik pak Qomar dengan pembeli yaitu pak Nata.” Kemudian dengan panduan dari Notaris, Pak Qomar mulai membaca lembar demi lembar berita acara tersebut, lalu setiap halaman yang sudah dibacanya itu di bubuhkan paraf olehnya. Nata kembali mengeluarkan cek tunai sesuai dengan jumlah transaksi yang sudah disepakati dan tercantum dalam berita acara tersebut.

“Alhamdulillah sudah selesai Pak Qomar, semoga uang yang kami berikan menjadi berkah bagi Pak Qomar sekeluarga.”

“Terima kasih Pak Nata, sama saya juga mengucapkan semoga lahan yang sudah dibeli oleh Pak Nata bermanfaat, boleh saya tahu akan dijadikan apa nanti lahan tersebut ?”

“Rencana akan kami jadikan sekolah atau kampus pak.”

“Wah hebat tuh, kebetulan belum ada sekolah atau kampus yang dekat dengan pemukiman kami di sekitar situ. Sekalian saya mau juga mohon pamit, karena masih ada keperluan lainnya.” ucap Pak Qomar lalu bersalaman dengan Nata, Jessy, Sabrina dan Pak H. Mumuh.

“Pak Haji, kami juga mohon pamit nanti kami menunggu kabar dari Pak Haji saja. Terima kasih atas semua bantuannya.”

“Sama-sama Pak Nata, ehh ini bungkusan siapa ?”

“Itu cheese cake rainbow untuk Pak Haji dan Staf.” Jawab Sabrina.

“Waduh kalian merepotkan sendiri. Banyak amat ini, terima kasih yaa.”

“Sama-sama Pak Haji.”

“Assalamualaikum.”

“Waalaikumsalam.” Jawab Pak Haji Mumuh lalu mengantar Nata, Jessy dan Sabrina menuju kendaraan yang terparkir di depan kantor Notaris itu.

1
Deliza Yuseva
mantap thor
Deliza Yuseva
hebat nata dapat calon istri 2 sekaligus...
Deliza Yuseva
mudah kali nata kasih bonus gede....sultan dilawan ...😀😀😀
Deliza Yuseva
😀😀😀😀
Deliza Yuseva
Luar biasa
Deliza Yuseva
ceritanya bagus ,
Deliza Yuseva
lanjut
lilis herawati
ceritanya menarik dan segar, semangat author...
lilis herawati
Ooh, humoris juga..
lilis herawati
tokohnya sesuai judulnya tangguh..
Pa'tam
menarik
Cyberworrior
Thor, ini salah satu karya yang bikin aku gak bosen bacanya!
SugaryHeaven
Ya author yg chakeeep, bisa kali aku jadi pemeran di dalem ceritanya huehue
SecretFruity
Seperti mati lampu, ya author~ hariku tanpa kelanjutaaan ceritamu~
HotCupid
Baca cerita kakak kayak lilin yang terkena api.. meleleh banget..
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Kelanjutan cerita author itu kayak hujan ditengah kemarau thor.. alias ditunggu-tunggu!
Axis: diusahakan setiap hari satu bab, sambil menulis judul novel lainnya
total 1 replies
Rusliadi Rusli
👍👍👍
Rusliadi Rusli
👍👍👍👍
ShySnicker
semangat selalu Thor aku suka ceritanya ❤️❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!