Indonesia
NovelToon NovelToon
Pria Labil dan Gadis Galak

Pria Labil dan Gadis Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Berbaikan / Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Imamah Nur

*Kisah anak Lexi dan Kiara di novel BIARKAN KAMI YANG MENYATUKAN dan anak Gala dengan Sarah di novel HURT SECOND WIFE.

Setelah ditinggal meninggal oleh kekasihnya, Gaffi menjadi stress dan seolah tidak ada semangat hidup. Saat itu muncul gadis baru yang selalu menemani bahkan terkadang menjadi tempat keluh kesahnya.

Perlahan Gaffi mulai melupakan kekasihnya yang hilang dari dunia ini dan mulai mencintai gadis baru itu. Tak disangka hubungan mereka berdua ditentang oleh orang tua Gaffi karena mereka berbeda agama.

Disaat-saat terpuruk seseorang mengajak Gaffi untuk bergabung dengan geng motor. Awalnya Gaffi ikut-ikutan, tetapi saat merasakan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi bisa membuat dia melupakan beban hidupnya Gaffi menjadi ketagihan.

Waktu terus berjalan dan tanpa disadari teman-teman mulai terpengaruh dengan obat-obatan terlarang. Gaffi hampir saja terpengaruh, tetapi gadis galak berambut pirang yang ditabraknya pada suatu malam selalu saja menggagalkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imamah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Nasehat Ara

Namun, tidak ada salahnya jika Gaffi berterus terang. Siapa tahu Ara bisa mendekatkan dirinya pada Leona kembali. Tentunya kedekatan yang berbeda tidak seperti kucing dan tikus lagi.

"Iya Tante," sahut Gaffi sambil mengangguk. Ara pun ikut mengangguk dengan senyuman.

"Kalau ingin mendapatkan hati Leona dapatkan dulu hati suami saya. Insyaallah nanti Leona juga akan suka padamu."

Gaffi menelan ludah mendengar nasehat Ara. Rasanya hal itu akan sulit.

"Kenapa?" tanya Leona yang melihat Gaffi seolah keberatan.

"Susah Tante buat bikin Om Lexi suka sama Gaffi setelah apa yang Gaffi perbuat sudah berdampak buruk pada Leona," ujar Gaffi dengan suara lemas.

"Tidak seperti yang kau pikirkan, mudah kok untuk mendapatkan hati suami Tante. Tinggal kamu saja, bisa nggak berubah jadi cowok baik-baik? Nggak usah ikut geng-geng, tawuran, nggak perlu balap liar ataupun minum-minuman yang memabukkan apalagi sampai menyentuh obat-obatan terlarang."

Gaffi mengangguk dengan kepala menunduk.

"Leona bukan nggak cerita loh sama saya, hanya saja Tante tidak mau cerita pada siapapun. Jadi Tante mohon perbaiki diri kamu sebelum bertemu Leona kembali."

Sekali lagi Gaffi mengangguk. Dalam hati bertekad akan kembali ke jalan yang benar. Bukan hanya Leona dan Ara yang menginginkan hal itu tetapi kedua orang tuanya juga. Hanya saja Gaffi tidak pernah menggubris tentang itu semua. Dia seolah lebih senang memacu adrenalin daripada hidup tenang dan damai.

"Kalau kamu mau balapan ikut aja balapan yang legal minta sama papi kami untuk memberikan wadah," ujar Ara kembali.

"Iya Tante," sahut Gaffi, tetapi dalam hati dia tidak akan pernah meminta hal itu kepada Gala karena sudah tentu tidak akan mendapatkan izin. Salah satu langkah terbaik adalah berhenti.

"Baiklah, buktikan pada kita semua kalau kamu berubah setelah itu baru kami akan pertemukan kamu lagi dengan Leona."

"Benar Tante?" Mata Gaffi terlihat berbinar-binar seiring munculnya kembali harapan untuk bertemu.

"Ya Tante janji, kalaupun Om Lexi menghalangi Tante akan perjuangkan kalian," ujar Ara dengan mantap membuat Gaffi mulai bersemangat lagi.

Lexi yang melihat dari atas tangga hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Ara yang mendukung Gaffi padahal di dunia ini masih banyak laki-laki yang pantas untuk putrinya. Kenapa harus Gaffi pikir Lexi yang sama sekali tidak menyukai anak muda itu.

"Terima kasih Tante, kalau begitu Gaffi pamit dulu. Gaffi janji akan selalu mengingat nasehat Tante," ujar Gaffi dengan suara yang menggebu-gebu sambil menyalami tangan Ara.

"Assalamualaikum Tante," ucap Gaffi sambil berjalan menuju pintu rumah Leona.

 "Waalaikumsalam warahmatullahi. Hati-hati Gaff!"

"Iya Tante."

Gaffi keluar dari rumah Leona dengan senyum yang mengembang. Wajahnya nampak berseri seperti anak kecil yang mendapatkan kado dari orang tuanya.

"Leona aku janji akan dapatkan kamu, apapun yang terjadi," gumamnya.

Sepeninggal Gaffi, Lexi turun lagi.

"Kenapa kamu malah memberikan dia harapan? Padahal Kamu tahu aku tidak suka sama dia," protes Lexi tak tahan jika tidak menyampaikan uneg-unegnya pada sang istri.

"Apa salahnya Dad ngasih harapan untuk orang lain? Bikin orang lain semangat itu pahala loh," sahut Ara santai.

"Dan kau akan membuatnya lemas kembali setelah tahu harapan yang kau berikan itu palsu," ujar Lexi terkekeh.

Dia pikir istrinya itu licik juga biar Gaffi tidak mencari Leona lagi sebab syarat yang diberikan akan sangat sulit untuk diwujudkan. Lexi yakin Gaffi tidak akan bisa meninggalkan dunia gelapnya sebagai badboy. Terlepas dari dunia itu sangat sulit karena pengaruh teman-temannya akan sangat kuat.

"Siapa bilang saya memberikan dia harapan palsu Dad?" Ara menatap mata Lexi lekat-lekat.

"Ara justru setuju jika Gaffi nanti menikah dengan Leona. Dia berasal dari keluarga baik-baik dan sekarang hanya salah jalan saja. Kau lihatlah nanti dia juga akan berubah demi untuk mendapatkan restu kita." Ara berkata dengan begitu yakin.

"Kau terlalu yakin Sayang," ucap Lexi meremehkan.

"Ya begitulah Dad. Daddy tahu itu kenapa?"

Lexi mengangkat bahu pertanda tidak paham dengan apa yang dimaksud oleh Ara.

"Ketika aku menatap matanya tadi, aku merasa dia sangat serius pada Leona. Aku seolah melihat mata Daddy yang begitu hangat pada Ara dulu," jelas Ara lalu tersenyum mengingat masa lalu dia dan suaminya.

"Ah, kamu. Oh ya bagaimana ya kabar Annete? Sudah lama kita tidak berjumpa," goda Lexi.

Ara terdiam mendengar nama itu disebut. Nama wanita yang pernah ada di hati suaminya. Entah kenapa Ara tidak suka mendengar Lexi menyebut nama perempuan itu sekarang.

Ara cemberut.

"Kalau rindu temui saja sana!" ucapnya sambil mencebik hingga Lexi tertawa renyah.

"Katanya dulu nggak apa-apa diduakan sama dia. Kenapa sekarang cuma nyebut nama aja kok cemburu?"

"Ah iya ya, aku juga kangen sama Om Edrick dan Om Adrian, seperti apa tuh dia sekarang. Dad gimana kalau kita reunian sama mereka semua?"

Kali ini Lexi yang menggaruk tengkuknya.

"Lain kali aja deh Sayang," ucap Lexi membuat Ara mencebik sekali lagi.

Bersambung.

1
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
ara baik loh sama kamu, Lexi
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
lanjut dong
Ir Syanda
Yok susul yok😁
Ir Syanda
Ya ampun, baru aja Gaffi mau berjuang buat Leona ...
Ir Syanda
Nimang cucu maksudnya om🤣
Ir Syanda
Semua orang pun ikut bahagia😁
Ir Syanda
Seru pokoknya dek😂
Ir Syanda
Ya intinya kau harus tobat Gaffi ...
Ir Syanda
Tuh dengerin, ortu biasanya kebih tahu yg terbaik buat anaknya
Ir Syanda
Kesian yang bersihin muntahnya ntar ...
Ir Syanda
Apa lagi orang lagi mabuk biasanya bisa berlaku apa saja tanpa sadar
Ir Syanda
Sakit tuh kalo sampe dicuekin ibu. ..
Ir Syanda
Mana bau miras lagi ...
Ir Syanda
Udah jadi najis Gaffi 🤭
Ir Syanda
Hayo loh tuh Gaffi, Leona pergi ntar nyesel loh
Ir Syanda
Leona everywhere ya 🤣🤣
Ir Syanda
Ini Gino bener2 sangat berguna bagi Gaffi supaya tidak tersesat lebih jauh, untung aja dia ikut
Ir Syanda
Ingat! Mabuk itu bisa jadi penyebab kejahatan lainnya loh
Ir Syanda
Hooh tuh dengerin temenmu ...
Ir Syanda
Plis Gaffi kau jangan percaya gitu aja ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!