Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Kembali Ke Masa Muda, Tak Lagi Mengejarmu

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: mejiku

Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Oma Gayatri mengembuskan napas panjang, tatapan matanya yang semula keras perlahan meredup, menyiratkan gurat kelelahan dan kecemasan yang mendalam dari seorang nenek yang mengkhawatirkan masa depan cucu tunggalnya. Ia menatap cangkir tehnya yang masih mengepul tipis, lalu kembali menatap Kinara.

​"Oma mengerti maksud baikmu, Kinara. Tapi sebagai orang tua yang sudah melihat banyak badai di dunia bisnis dan keluarga, Oma tidak bisa menghilangkan rasa cemas ini dengan mudah," ucap Oma Gayatri dengan nada suara yang terdengar lebih rapuh dari biasanya. "Dunia yang akan dihadapi Zergan nanti sangat kejam dan penuh tekanan. Oma cemas... jika Zergan bersama Haura yang terlalu rapuh dan manja, Haura tidak akan sanggup menopang Zergan saat cucu Oma itu berada di titik terendahnya. Menjadi pendamping seorang Airlangga bukan cuma soal cinta, tapi soal kekuatan mental."

​Kinara mendengarkan setiap keluh kesah itu dengan takzim. Ia memajukan tubuhnya sedikit, meletakkan kedua tangannya di atas meja, lalu menatap Oma Gayatri dengan pancaran mata yang begitu meyakinkan, teduh, dan tanpa keraguan sedikit pun.

​"Oma, saya sangat memahami kecemasan dan rasa sayang Oma yang begitu besar pada Zergan," tutur Kinara dengan intonasi suara yang tertata rapi dan menenangkan. "Namun, terkadang kekuatan terbesar seorang pria tidak datang dari pendamping yang memiliki ambisi atau kekerasan mental yang sama dengannya, melainkan dari tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu memakai topeng."

​Kinara menjeda kalimatnya sejenak, membiarkan kata-katanya meresap ke dalam benak sang Oma.

​"Oma tentu tahu betul bagaimana dingin, kaku, dan tertutupnya Zergan selama ini. Dia memikul beban ekspetasi yang sangat besar di pundaknya sebagai penerus Airlangga. Dan di dunia ini, satu-satunya alasan yang membuat Zergan bisa tersenyum lepas, satu-satunya tempat di mana dia merasa aman dan dicintai apa adanya... adalah saat dia bersama Haura. Kebahagiaan sejati Zergan adalah Haura, Oma."

​Kinara tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyembunyikan sedikit rasa nyeri di hatinya sendiri, namun ia tetap melanjutkan kalimatnya demi masa depan pria itu.

​"Jika Oma memaksakan seorang wanita yang kuat secara bisnis namun tidak dicintai oleh Zergan, rumah itu hanya akan menjadi tempat kerja kedua baginya, bukan rumah tempat ia pulang untuk melepas lelah. Haura mungkin terlihat manja sekarang, tapi demi Zergan, saya yakin Haura akan tumbuh menjadi wanita yang kuat dengan caranya sendiri. Memisahkan Zergan dari kebahagiaannya hanya akan membuat cucu Oma hidup dalam kekosongan dan penyesalan seumur hidupnya. Tolong... percayalah pada pilihan hati Zergan sekali ini saja, Oma."

​Mendengar argumen yang begitu detail, mendalam, dan menyentuh langsung ke lubuk hatinya, Oma Gayatri tertegun membeku. Ia menatap Kinara lekat-lekat, terkesima bagaimana seorang gadis muda bisa menjabarkan kondisi psikologis cucunya dengan begitu tepat. Keheningan malam yang mulai merayap di taman belakang saksi bisu bagaimana hati keras sang matriark Airlangga mulai sedikit goyah oleh ketulusan kata-kata Kinara.

Oma Gayatri terdiam cukup lama, meresapi setiap kata yang diucapkan Kinara hingga ke lubuk hatinya. Perlahan, gurat ketegangan di wajah sepuh itu mengendur, digantikan oleh seulas senyum tipis yang sarat akan keikhlasan seorang nenek.

​"Kamu benar, Kinara," ucap Oma Gayatri akhirnya, suaranya terdengar jauh lebih ringan. Ia menatap Kinara dengan pandangan penuh rasa kagum. "Mungkin selama ini Oma terlalu egois memikirkan standar bisnis, sampai lupa memikirkan di mana hati Zergan bisa beristirahat. Aku rasa... aku akan memberikan kesempatan untuk mereka. Oma akan mencoba membuka diri dan menerima Haura."

​Mendengar keputusan itu, seulas senyum lega dan tulus terbit di wajah cantik Kinara. Rasa nyeri yang sempat hinggap di dadanya menguap, digantikan perasaan puas karena berhasil mengubah satu takdir besar demi kebahagiaan pria yang pernah sangat ia cintai.

​"Terima kasih, Oma," sahut Kinara lembut, matanya berbinar tulus. "Keputusan Oma malam ini pasti akan membuat Zergan menjadi pria paling bahagia dalam hidupnya. Memiliki nenek yang tidak hanya bijaksana, tapi juga mengerti arti kebahagiaan cucunya adalah berkat terbesar untuk Zergan."

​Tak lama setelah pembicaraan mendalam itu selesai, pelayan datang mengabarkan bahwa makan malam telah siap dihidangkan. Atas permintaan mutlak dari Oma Gayatri, Kinara tidak diperbolehkan langsung pulang dan diminta untuk ikut bergabung di meja makan.

​Suasana di ruang makan mewah keluarga Airlangga terasa hangat. Zergan sudah duduk di sana dengan kemeja yang lengannya sudah digulung hingga siku. Begitu melihat Oma Gayatri masuk bersama Kinara, tatapan mata elang Zergan langsung mengunci sosok Kinara, seolah menuntut jawaban atas apa saja yang mereka bicarakan selama berjam-jam di belakang. Namun, Kinara hanya membalasnya dengan tatapan datar dan duduk dengan tenang di salah satu kursi.

​Makan malam berlangsung dengan tenang dan khidmat. Setelah hidangan utama selesai dinikmati, Oma Gayatri meletakkan sendoknya, lalu berdehem pelan memecah keheningan. Ia menatap cucu tunggalnya yang duduk di ujung meja.

​"Zergan," panggil Oma Gayatri dengan nada berwibawa namun tenang.

​"Iya, Oma?" jawab Zergan, tubuhnya refleks menegak formal.

​Oma Gayatri melirik sekilas ke arah botol minuman herbal yang tadi sempat diserahkan pelayan kepadanya—minum herbal yang dibeli Kinara namun diatasnamakan Haura. "Minuman herbal hangat yang kamu bawa tadi... pelayan bilang itu perhatian dari Haura untuk kesehatan Oma. Sampaikan terima kasih Oma padanya."

​Zergan sempat tertegun, ia hampir lupa soal taktik minuman herbal itu karena pikirannya terlalu fokus mencemaskan Kinara. "Ah... iya, Oma. Nanti saya sampaikan."

​Oma Gayatri mengangguk perlahan, lalu menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya. "Selain itu... ada hal penting yang ingin Oma sampaikan. Mengenai hubunganmu dengan Haura yang selama ini Oma tentang."

​Zergan langsung menahan napasnya, rahangnya mengatup rapat, bersiap untuk mendengar penolakan keras yang biasa ia terima dari sang nenek.

​"Oma sudah memikirkannya matang-matang," lanjut Oma Gayatri, tatapannya melembut. "Oma merestui hubungan kalian. Bawa Haura menemui Oma secara resmi minggu depan. Oma ingin mengenalnya lebih dekat."

​Deg!

​Kata-kata itu bagaikan petir di siang bolong bagi Zergan. Pria itu seketika tertegun membeku di tempatnya duduk. Mata elangnya membelalak tidak percaya, bibirnya sedikit terbuka namun tidak ada kata yang sanggup keluar dari tenggorokannya. Restu yang selama berbulan-bulan ini ia perjuangkan dengan darah dan air mata, restu yang ia kira tidak akan pernah ia dapatkan dari sang matriark yang keras kepala, kini diberikan begitu saja dengan cuma-cuma.

​Di tengah rasa syok dan bahagianya yang membuncah, insting Zergan langsung bekerja. Perlahan, ia memutar kepalanya, mengalihkan seluruh fokus tatapannya lurus ke arah Kinara yang duduk di seberang meja.

​Kinara di sana hanya sedang menyesap air putihnya dengan gerakan yang teramat tenang dan elegan. Tidak ada riak wajah terkejut, tidak ada ekspresi sombong. Gadis itu tampak begitu damai, seolah sudah tahu bahwa hal ini pasti akan terjadi.

​Zergan mengepalkan tangannya di bawah meja, jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Ia tahu betul watak keras Omanya yang tidak akan pernah goyah oleh siapa pun—kecuali oleh argumen yang sangat luar biasa. Dan sekarang, Zergan sadar sepenuhnya; perempuan misterius bernama Kinara ini telah berhasil membujuk Omanya dalam waktu singkat. Ada rasa tidak percaya, takjub, sekaligus getaran aneh yang kian mendalam di hati Zergan saat menatap wajah tenang Kinara malam itu.

1
Winda Oktaviani
gimana sih para pembaca ga konek amat sama cerita nya,,,yg bilang nara bucin lah bodoh lahhh,,itu semua alur takdir kinara woiiiii. .dia balik kemasa dlu untuk merubah takdir nya dan orang sekitar nya,otomatis pusaran takdir itu selalu dikelilingngi oleh orang tersebut,,kalo gak paham sama cerita nya mending baca ulang deh dari awalll. .emg alur ceritanya begini. .gimana sihhh liat komenan orang orang ini. . ampun dahhh😂
est
suka
Ilham Abu Uwais
sejauh ini cerita nya bagus tapi tiba" nama nya jdi berubah.. gimana ini trot
Nyoman Muti
penonton nya mrah" nih thoor🤣
Nyoman Muti
tegang bcny👍
Niken Ns
bukannya msh pd kuliah ya???
est
bodoh thor mau kehidupan ke 2 tetap bodoh klo aku jd dia udah kaya kan move on bikin perusahan hidup bahagia goblok2 kok ada org kaya nara ya
est
wkwkwkwk
est
parah malea jd ma nara lah ikut campur urusan org tambah bohong pulak
Anonim
utk apa marah2..sok teguh prinsip..ujung2nya bom bom kar jg dgn sukarela..ceritanya mo balas dendam..tp sgt mudah ngangkang...🤭
CV.fuadhh
makasihh thorr keren bngtt ceritanya
Anik Setyowati
itu sop,yg niatnya dibawa pulang ke kos ,jaraknya pasti jauh kan Thor,kok rasanya aneh ya,biasanya kan kalo beli yg kuah2 naruhnya di plastik ini kok mangkok nggak habis pikir Lo aku maaf ya thor
Zeylina Alzia A.E.
💪💪
Irma Luthfah
kabur ke luar negeri seperti dulu, maksudnya itu gimanaaaa
evana gusani
baru mampir
King Ruo
goblok betul Zargen ini makas pengawal semua nya di bawa,,, boss amatiran begini sudah,,,
Permata_tanty
tipo
awin's
gak aneh sih... dari tadi kek ke klinik 😑😑
awin's
🤣🤣🤣
Yuli Widiani
biasa kyk adegan film India gitu, yg jatuh dr tangga sampe ber menit menit. wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!