Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.26.Ke. Bali
Bali sangat sakral, terkenal di dunia karena memiliki kombinasi unik dari keindahan alam yang luar biasa, budaya Hindu yang sangat kuat dan autentik, keramahan penduduknya.
Dia lahir di Los Angeles, setiap kesempatan berlibur ke manca negara. Setelah pulang ke Indonesia, ia menikah tidak ada kesempatan untuk berlibur je Bali.
Baru sehari ke Bali, Miracle dan Komariah merasa lahir kembali, Mereka begitu senang dan menikmati suasana Bali yang unik. Dulu orang tuanya menyarankan untuk ke Bali, ia selalu menolak dan berpikir untuk berlibur ke Bali, seperti ke pulau terbelakang.
Ternyata pikiran dulu salah, disini Indah makanan seluruh dunia ada. Apa dicari ada. Fasilitasnya, ada Hotel, Villa, Home Stay dan penginapan murah.
Pulau ini kecil tapi dikelilingi laut. Miracle dan Komariah menyewa mobil, hari ini mereka berkeliling, melihat pantai. Banyak bule di Bali, bahkan di tempat tertentu hampir 70% bule, orang lokal sedikit.
"Boss..ada rencana nikah dengan bule, hitung-hitung perbaiki keturunan."
"Elehhh...nggak kepikiran untuk menikah. Aku mau angkat anak saja untuk pewaris."
"Aku daftar pertama boss, bosan menjadi kaum mendang mending. Aku ingin kaya."
"Kamu cukup pegang M.W Group dan aku Nusantara Corp. Papa yang akan mengurus Morgan's Kitchen, mungkin mau ditarik sahamnya."
"Baguslah...aku yakin mereka akan kapok."
"Sifat dasarnya begitu, tidak bisa kapok. Untuk selanjutnya hati-hati saja, jika dia minta kembali, abaikan saja." ucap Miracle.
Liburan ini betul-betul membuat Miracle tenang. Pengalaman pahit yang pernah di alaminya, membuatnya trauma menjalin suatu hubungan.
Pada saat mereka duduk santai di Cafe pinggir laut Miracle berucap serius.
"Komkom...aku mau hamil tapi tidak bersuami."
"Huks..huks...ada saja boss ucapkan, selalu bikin kaget mendengar ide boss yang tidak pernah terpikiran
Padahal beberapa kolega atau saudara jauh dari keluarga Wijaya, mulai menaruh harapan kepada Miracle. Tentu saja orang tua dari pemuda-pemuda itu memikirkan harta Miracle yang berlimpah.
Menjadi menantu Tuan Wijaya impian semua orang. Karena dijanjikan setengah saham group Wijaya. Gosip itu telah tersebar jadi impian semua orang, walaupun sudah pernah menikah tapi Miracle sangat cantik.
"Kamu setuju dengan gagasanku?"
"Tidak boss, ide darimana itu. Kalau mau anak nikah saja boss..."
"Aku tidak mau disakiti oleh laki-laki. Cinta itu bulshit. Lebih baik jadi single parents."
"Boss...berkhayal itu indah, kenyataan pasti berbeda. Makanya orang yang punya anak malas cerai, karena nikah itu perlu saling bantu, saling melindungi, kalau kerja sendiri capek."
"Bagiku menjadi diri sendiri lebih punya harga diri dan lebih bahagia."
"Terserah boss saja." sahut Komariah sambil menyesap minumannya.
"Aku mau cari mangsa dulu, mari kita duduk di ruangan VIP..."
"Boss yakin, aku belum pernah minum dan menghadapi pria night club."
"Kita jangan minum banyak, gelas dipegang saja dan di goyang-goyang. Kalau ada cowok kita langsung ajak bikin anak."
"Boss jangan gila, nanti kalau ada yang tahu perbuatan boss, Wijaya Group namanya bisa hancur."
"Siapa kenal aku di Bali, tidak ada. Kita beruntung..."
"Boss, aku tidak mau mengikuti idenya. Aku masih suci dan aku belum kapok mencari suami."
"Ya sudah, kamu boleh ke hotel duluan, aku mau cari cowok ganteng."
"Boss mau mencari gig*lo?" Hati-hati penyakit HIV.. "
"Tenang saja, aku pasti bisa."
Miracle mengantar Komariah mencari taxi. Di Bali sangat gampang mencari angkutan dan harganya juga tidak begitu mahal.
"Boss...aku pergi dulu kamu hati-hati, aku sebenarnya tidak tega meninggalkan mu."
"Lebay..... sana pergi.."
Miracle kembali ke Cafe, ia duduk sendiri sambil mengamati setiap orang yang berada disitu. Seperti kemarin-kemarin ia tidak mau berbaur, rasa hampa dan bosan menghantui perasaannya.
Bukannya tambah happy ia malah mual melihat pasangan berc*uman di depannya. Apa harus pulang dan menyerah malam ini? pikir Miracle kecewa.
Ia tambah kesel saat laki-laki yang ada disitu mendekati mejanya, mengajaknya kenalan.
Akhirnya Miracle berdiri, ia tidak tahan lagi dan keluar dari situ.
"Malam kak, mau nyari tumpangan?" seorang pemuda mendekatinya.
"Bisa ngantar aku ke Hotel?"
"Tentu, dengan senang hati. Saya antar sampai di tujuan."
"Sering ke Bali kak?"
"Baru pertama kali, kamu orang Bali asli?"
"Bukan, saya mendatang."
"Oh..sudah lama ngojek?"
"Sudah kak, ini mata pencaharianku, tahu sendirilah, semuanya mahal."
"Kamu sudah punya pacar atau sudah. menikah?"
"Belum...apa dikasi anak orang kalau nikah dengan ku. Untuk makan sehari-hari harus banting tulang. Istilahnya kepala jadi kaki, kaki jadi kepala...."
Miracle tertawa mendengar ucapan Miracle. Ia cepat akrab dengan pemuda itu.
"Nama mu siapa? pernah melakukan one night stand?"
"Nama ku, Dutta. Terus terang aku belum pernah begituan siapa pula diajak, pacar tak punya. Kalau kakak namanya siapa?"
"Miracle...." sahutnya tersenyum.
"Nama yang cantik, secantik orangnya."
"Dutta, bagaimana kalau aku menyewamu dua bulan. Aku akan membayar mu, dua ratus juta, kamu setuju?"
"Maksudmu?" Dutta pura-pura bodoh.
"Aku ingin tidur denganmu selama dua bulan. Setelah itu kita pisah."
"Aku takut dosa, bagaimana kalau kita nikah dulu di catatan sipil? setelah itu baru aku mau menyerahkan keperjakaan ku.." ucap Dutta dengan tipu muslihat.
"Aku tidak mau menikah, aku benci pernikahan." kilah Miracle takut terikat dalam pernikahan.
"Cuma pura-pura, kalau tidak nikah berarti kita berzina. Aku takut sama Tuhan."
Miracle diam, ia bingung. Kenapa jadi ribet kali, khayalannya sangat simple. Apa ia ketemu orang yang salah. bathinnya.
"Kamu jangan salah sangka, orang yang jahat pasti akan mengikuti caramu. Kalau aku tidak ingin menjerumuskanmu, tidak usah takut. Bukankah waktunya hanya dua bulan, setelah itu kita cerai. Aku menentang perz*nahan dan juga anti persel*ngkuhan, sepanjang kita nikah jangan sel*ngkuh, lebih baik kamu ceraikan aku daripada kamu sel*ngkuh."
Mendengar ucapan Dutta, keraguan Miracle hilang. Ini orang yang aku cari. pikirnya.
"Aku setuju padamu, besok kita ke catatan sipil, sekarang kita membuat perjanjian pra nikah." sahut Miracle tersenyum.
Dutta menatap Miracle dengan sejuta rasa, kamu terlalu naif, gampang di mainin. Lima tahun kamu merusak hidup mu, tiga tahun masa bangkit, apa kamu masih bodoh dan tidak bisa membedakan pria yang baik dan yang jahat?
"Aku setuju dengan gagasanmu, mari kita mencari penginapan untuk membuat surat perjanjian."
"Dutta...kamu tidak menipu ku? aku takut kalau kamu penjual organ tubuh."
"Hahaha... khayalan mu terlalu tinggi, aku butuh uang untuk hidup dengan cara halal. Makanya aku ingin menikah supaya tidak terkesan jual diri."
Jawabannya membuat Miracle tenang dan berharap di kemudian hari tak ada masalah.
*****
trusss aktingnya dutta tapi jangan keterlaluan nty takut di racun kamu sama mira... hihihi...
Tapi Kasih Bawang Goreng Dan Irisan Ayam Masih Bisa Di Makan Kok...
Semangat Mira Bertemu Tamu Rahasia....
hihihi
langsung ke apartemen nya aja...
dutta jangan plin plan.... 🤦♂️🤦♂️🤦♂️🤦♂️
janda murce miracle itu..
kl miracle mnerima perjodohan Dr ortu berarti 3 laki yg mniduri miracle kasian yg ke 3 dpt sisa sisa. di Indonesia miracle di genjot terus ma Dutta 🤣.
ntah siapa yang menang dari kata mabuk kepayang... yang penting bukan mabuk alkohol
pasti nanti kalian akan berjodoh