Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB ( DOKTET MESUM)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Vivi menepuk tangan Hans dengan cukup keras tapi hans malah mengangkat tangan nya, memindah kan nya langsung ke persneling hingga tangan Vivi menepuk paha nya sendiri . Vivi meringis, merasakan perih di paha nya .
Terlihat jelas kulit paha vivi yang memerah, kedua mata Vivi mulai berkaca kaca membuat hans yang tadi nya tertawa kini terlihat bersalah. Dia meminggirkan mobil nya, menghentikan nya di pinggir jalan kembali membuka sabuk pengaman nya dan menghadap ke arah vivi yang masih meringis kesakitan karena pukulan nya .
"Maaf sayang ,aku ngak sengaja. Kamu sih, kenapa mau mukul tangan ku? Harus nya kamu elus aja atau di arahkan ke tempat yang enak" ucap Hans sambil mengelus paha vivi dengan pelan ,dia sempat menggoda vivi dengan ucapan nya membuat vivi semakin melotot dengan bibir yang cemberut
Cup
Vivi semakin melotot,dia mengangkat tangan nya. Berniat menampar pipi hans karena seenak nya malah mengecup bibir nya, dia jadi terlihat murahan didepan hans. Dengan nafas yang sedikit memburu, kedua mata nya pun sudah berkaca kaca sedari tadi.
"Kau gila ya hah?" bentak vivi karena tangan nya malah di tangkap oleh tangan Hans, bahkan kini hans kembali mendekatkan wajah nya dan meraup bibir vivi dengan cepat membuat vivi ingin menampar nya lagi tapi kedua tangan Vivi di jadikan satu di tangan nya sedangkan tangannya yang lain sudah menahan tengkuk leher vivi agar ciuman itu semakin dalam.
Hanya sebentar vivi memberontak ,lama kelamaan vivi mulai membalas ciuman lembut dari hans . Hans yang merasakan vivi sudah terbuai ,kini dia melepaskan kedua tangan nya yang dia tahan tadi .
Kedua tangan Vivi yang terlepas tadi ,kini melingkar di leher hans hingga ciuman mereka semakin intens dan panas . Belum lagi tangan Hans mulai mengelus paha vivi ,yang satu nya lagi meremas salah satu gundukan kenyal milik vivi membuat vivi melenguh pelan tapi kemudian dia sadar dan mendorong dada bidang Hans dengan cepat.
Nafas nya sudah terengah ,dia menundukan wajah nya yang sudah memerah membuat hans terkekeh kecil melihat hal itu. Dia menarik dagu milik vivi hingga kedua mata mereka saling beradu,wajah vivi semakin merah dan rasa malu jelas terpancar disana .
"Kenapa sayang ? Enak kan ?" tanya Hans dengan tatapan mata yang intens ,dia menarik salah satu tangan Vivi dan membawa nya ke batangan miliknya yang sudah bangkit membuat kedua mata Vivi melotot.
Dengan cepat vivi menarik tangan nya, dia melotot ke arah Hans yang sudah terkekeh melihat sikap vivi. Dia terkejut karena merasakan batangan milik hans yang sudah berdiri, dia pun menangkup kedua pipi vivi kemudian mengecup bibir vivi sekilas .
"Kenapa malu hhmmm? Kita sudah berbagi saliva, pasti akan merasakan hal itu juga . Aku jadi ngak sabar ingin menikah dengan mu ,kau itu membuat ku kecanduan" ucap Hans dengan santai, dia tersenyum lebar .
"Aku mulai memikirkan mu saat pertama bertemu tadi, kamu terlihat lucu dan menjengkelkan . Apalagi kamu sudah mengambil ciuman pertama ku" jelas Hans yang masih menangkup wajah Vivi di dalam genggaman nya ,dia tersenyum dengan lebar nya karena hati nya yang merasa senang saat ini.
Perasaan yang di rasakan oleh Hans saat ini sangat jauh berbeda saat bersama dengan Ika ,walaupun mereka sudah beberapa tahun berpacaran tapi entah kenapa hans merasakan hal yang biasa saja. Tak ada yang menarik hasrat nya saat berdua dengan Ika, dia hanya ingin melindungi ika dan memberikan yang terbaik layak nya seseorang yang menjaga adik nya.
Berbeda saat bersama vivi ,hans merasa nyaman. Mengeluarkan semua yang ingin dia lakukan tanpa di tahan, berbeda saat bersama ika . Hans ingin menjaga image nya ,penampilan dan harga diri nya di depan ika . Dia ingin terlihat sempurna dan tampan, walaupun sebenar nya dirinya sudah sempurna dan tampan di depan ika .
"Ck.... pertemuan pertama kita tu baru beberapa menit yang lalu pak dokter ,mana mungkin anda langsung tertarik dengan ku" ucap vivi dengan nada kesal ,kemudian menarik wajah nya agar terlepas dari kedua tangan Hans yang menangkup nya .
"Kamu benar ,tapi kenapa rasa nya berbeda . Rasa nya aku ingin menerkam mu sekarang juga jika di perbolehkan " jawab Hans dengan santai tanpa perduli apa yang di pikirkan oleh Vivi
Hans merasa terbuka dan bebas saat bersama dengan vivi ,dia menyalurkan, mengatakan dan melakukan apa pun yang di inginkan nya tanpa perduli dengan apa yang di pikirkan vivi karena dia juga bisa melihat Vivi yang terbuka dan melakukan apa pun yang ingin di lakukan wanita itu .
Hans ingin wanita seperti vivi ,tak pernah menjaga perilaku nya di depan siapa pun . Ini lah dia ,apa ada nya dan yang pasti membuat Hans terpikat juga tergoda, dia ingin menjadikan vivi kekasih nya juga calon istri nya.
"Ya ampun pak dokter ,anda ini benar benar mesum ya . Apa mungkin dengan setiap pasien wanita anda ,anda juga melakukan hal seperti ini. Merayu dan menggoda mereka ,lalu kalian melakukan nya di ruangan anda dok?" ucap vivi dengan nada kesal sehingga kini di kepala vivi adalah adegan drama dewasa yang menampilkan percintaan panas antara dokter dan pasien.
Tak
"Aaawwww"
Hans menyentil kening vivi dengan keras, dia tertawa saat melihat wajah Vivi cemberut dan meringis sambil memegangi kening nya . Hans benar benar terhibur selama bersama vivi sejam an ini ,rasa nya beban di hati nya lepas begitu saja.
"Sakit tau....malah ketawa, suka banget nyiksa anak orang " bentak vivi yang semakin membuat hans tertawa dan mengangguk
Hans pun menghidupkan kembali mesin mobil nya, menjalankan mobil nya ke jalanan lagi dengan santai. Dia pun menarik tangan Vivi dan menggenggam nya dengan erat ,kemudian membawa punggung tangan itu ke depan mulut nya lalu mengecup nya membuat kedua pipi vivi kembali memerah.
"Aku ingin segera menikahi mu ,kalau perlu besok saja. Mau ya ?" ucap Hans dengan santai membuat vivi melotot
"Ck....pak dokter ,mesum nya sudah terlalu sekali sampai ingin menikahi ku . Kamu ngak akan sanggup menikahi ku ,aku ingin pesta pernikahan yang mewah dengan tema ratu dari kerajaan . Walaupun aku ini berasal dari keluarga biasa saja, tapi aku ingin menikah sekali seumur hidup dan aku ingin pesta pernikahan ku itu berkesan "jelas vivi dengan wajah memerah membayangkan dirinya akan menjadi ratu sehari dan penuh dengan kemewahan.
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author