Indonesia
NovelToon NovelToon
Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Annekke Van Beek (Ibuku Bukan Gundik)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa pedesaan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anna

Rusaknya beberapa hektar tanaman padi yang tiba-tiba menguning, membuat penduduk desa yang khawatir akan gagal panen menyerbu balai desa. Mereka menuntut kelompok tani yang dipimpin Anneke Van Beek untuk bertanggung jawab.

Keadaan semakin pelik saat masa lalu sang ibu—Sulastri yang dianggap sebagai gundik kembali merebak, ditambah kedekatannya dengan Hans Williams, membuat Anne terjebak dalam pusaran tuduhan keji itu.

Mampukah Anne menyelesaikan kemelut ini dan membongkar dalang di balik terancam gagal panennya pertanian desa?

“Putra mu memanglah tampan paras rupa, bersahaja dalam tutur kata, tapi dia tak lebih dari keledai dungu yang bersembunyi di balik ketiak ibunya.” Anneke Van Beek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AVB 26

“Anne, kau kemana saja? Aku merindukanmu. Kata pakde Broto kau ke kota dengan Hans, kenapa tidak mengajakku juga? Apa aku sudah bukan temanmu lagi,” serbu Maria begitu menginjakkan kaki di teras depan. 

“Kau sibuk dengan para petani, bagaimana bisa aku mengajakmu?” sarkas Anne. 

“Jadi benar, kau pergi ke kota dengan Hans?” tegas Maria, tak bisa menyembunyikan rasa penasaran telah menumpuk dalam pikiran. 

Anne mengulum senyum tipis, air mukanya terlihat tenang seolah tak tahu apa-apa. “Kami hanya tak sengaja bertemu di persimpangan, aku baru keluar dan Hans kebetulan lewat. Aku malah tak tau kalau ternyata dia juga ke kota, tau begitu, sekalian saja aku menumpang mobilnya, tak payah menyetir sampai pinggang rasa mau patah.” 

Maria terdiam sesaat, senyumnya mendadak kaku, netranya bergerak gelisah. “Ta-tapi kata pakde—” 

“Pakde Broto itu sudah tua, penyakit pikun terkadang datang menyapa, kau bisa-bisa nya mendengarkan dia,” sergah Anne seraya beranjak dari duduknya. “Tunggu aku berganti pakaian, kita berkuda keliling desa, kau sedang tak sibuk, ‘kan?”

Tak ada jawaban dari Maria, gadis itu masih terpaku pada apa yang baru di dengarnya sampai panggilan Anne mengejutkannya. 

“Maria.” 

Ia tersentak kecil, buru-buru memasang senyum canggung, satu tangan menggaruk pelipis yang berkedut. “Ehh … iya, ayo. Tapi pinjamkan aku topi dan sepatu.” 

Senyum tipis tersungging di bibir ranum Anne, dengan tatapan serta anggukan dagu ia menunjuk sepatu tersusun pada rak kayu juga topi tergantung dengan berbagai model. “Kau pilih lah sendiri, biasanya juga tak perlu izin kau langsung mengambil mana yang kau suka.” 

Anne berlalu begitu saja, tak lagi melihat air muka sang sahabat yang tiba-tiba memerah, tangan mengepal di samping badan, ada kilat amarah di netra biru mudanya. 

“Apa kau sedang mempermainkan ku Anne?” bibirnya bergumam yang tentu saja hanya bisa didengar diri sendiri. 

Derak dan ketipak kuku kuda membelah riuh perkampungan, menyusuri jalanan tanah di antara rumah-rumah penduduk. Sapaan hormat serta sorakan anak-anak yang beringsut ke tepi jalan, di jawab lambaian tangan serta anggukan sopan dua gadis cukup disegani di desa. 

Di tengah derap langkah yang kian cepat, Maria kembali melempar obrolan ringan. Sedikit berteriak ia bertanya pada Anne yang berada di depannya. 

“Kau ke kota menemui nenek tua dan cucu nya lagi? Atau ada keperluan lainnya?” 

“Ada keperluan lain, sekaligus mampir ke panti menemui mereka,” jawab Anne tak sepenuhnya berdusta. 

Maria mengangguk samar, tatapannya fokus ke depan, ragu ingin kembali melempar tanya. 

Sedangkan Anne memilih diam, sengaja membuat Maria banyak bertanya, ingin tau seberapa besar rasa penasaran gadis berdarah Eropa itu. Saat merasa tak ada lagi kata yang terucap dari bibir Maria, Anne menghentakkan kaki, meminta temon untuk berlari lebih kencang menuju ujung desa, tempat di mana gubuk Argono berada. 

Maria yang tak menyadari kecurigaan Anne atas dirinya,  mengikuti langkah sang sahabat, menganggap mereka hanya berkuda seperti biasa, tanpa sadar perangkap besar sedang disiapkan untuk dirinya.

Semilir langsung menyapa dua gadis yang memilih beristirahat di gubuk reyot dekat perbatasan, menghadap hamparan sawah yang berada di daerah Joglo Pujer, tempat di mana Anne tak sengaja bertemu Argono dan menyadari kemiripan mereka berdua. 

Sambil menyulut kretek sudah terselip di bibir, Anne berganti membuka obrolan. 

“Bagaimana kabar sawah para petani yang kemarin lusa kau sewakan traktor untuk membajak, Maria?” Gadis tak suka basa-basi itu langsung melempar tanya, membuat sang sahabat sedikit tersentak. 

“A-aku hanya membantu, Anne, tak ada maksud lainnya,” jawab Maria sedikit tergagap. 

“Aku hanya bertanya kemajuan sawah mereka, Maria, tak ada menuduhmu apa-apa. Kenapa kau terlihat begitu gugup?” pancingnya, paham jika Maria telah curiga dengan permainannya. 

“Kau tiba-tiba bertanya demikian, tanpa basa-basi, aku pikir kau salah paham dengan yang ku lakukan. Demi Tuhan, Anne, aku hanya membantu mereka, membantumu juga, tak ada maksud lainnya,” kelit Maria, satu tangan mencengkram pelan lengan sahabat kecilnya. 

“Memangnya aku pernah basa-basi?” Anne terkekeh singkat, netra sendunya menatap lekat wajah gelisah gadis di sebelahnya. “Kau sepertinya lupa dengan sifat tak terpuji ku, Maria.”

Cengkraman pada lengan Anne perlahan melemah, tarikan napasnya terdengar berat. 

“Kau tau kan, Maria. Aku tak pernah main-main, dengan siapapun dan apapun. Siapa yang berani mengusik ketenanganku, maka dia akan berakhir di kakiku. Dulu mungkin aku hanya sekedar menginjak, tapi sekarang … aku tak ragu untuk menghabisi nyawa.” Seringai halus terbit dari bibir Anne, sudut matanya melirik sang sahabat. 

“Wajahmu mengapa langsung pucat, Maria. Apa kata-kataku terlalu menakutkan?” lanjutnya, mencoba menggali lebih dalam perubahan air muka Maria.

“Anne ….” 

Tawa Anne pecah seketika, memotong suara terbata Maria, satu tangan menggeplak paha, siku mendorong pelan badan sang sahabat hingga nyaris limbung ke samping. 

“Aku hanya bercanda, Maria. Tak mungkin juga aku segila itu untuk jadi kriminal hanya karena gagal panen.” Ia masih terbahak sampai memegang perutnya. 

“Kau membuatku takut, Anne,” protes Maria seraya memukul pelan badan mungil gadis pribumi yang selalu memicu iri dengki di hati. 

“Ekspresi ketakutan mu benar-benar lucu, Maria. Andai Hans melihatnya, kau pasti jadi bahan ejekan seharian.” Anne masih melontarkan tawa, lalu bersiul nyaring, memanggil kuda-kuda yang dibiarkan mencari rumput di hutan. “Ayo ke desa Lembah Gunung, aku ingin makan di warung puli pecel, sekalian melihat tanaman tembakau di ladang.” 

Maria hanya mampu mengangguk samar, seolah kehabisan kata. Ia kemudian naik ke punggung kliwon, menyusul temon dan Anne yang sudah lebih dulu berlari. 

Sementara itu di kejauhan, Kasman memperhatikan dengan mata mengilat, bibir hitam tak henti meneguk ludah kasar, tangan mengusap benda keramat tersisa dua centi. 

“Bocah loro kae harus menanggung akibat ulah orang tua mereka. Akan ku buat dedel duel lubang keramatnya dengan jari-jariku, ku rebut paksa seperti mereka merebut paksa kenikmatan surga dunia dalam tubuhku. Sulastri dan dokter goblok itu harus membayar semua lewat anak gadis mereka.” 

Ia menyeringai seraya menjilat jari-jari dengan kuku hitam, tatapannya menjurus pada punggung dua gadis yang perlahan menghilang di balik rimbun dedaunan. 

Di belakangnya Marni menyaksikan sambil berkacak pinggang, sudut bibir berkedut sambil menyemburkan berbagai celaan. “Tuwek gendeng. Tongkat sak encepan, buntung pisan gaya-gaya an mau membuat dedel-duel lubang perawan. Yang ada mereka hanya meringis kegelian.” (merajuk pada alat kelamin laki-laki yang terpotong habis)

Mendengar ejekan dari Marni, Kasman berdecak kasar. Ia kemudian berbalik badan, tangan dengan kuku-kuku menghitam meraih pinggang Marni, membawanya dalam pikulan seperti mengangkut karung panenan, satu lagi menggeplak bokong lebar wanita yang menjerit manja sambil memukul-mukul punggungnya. 

“Ngene-ngene kalo cuma bikin kamu nangis jejeritan juga masih bisa, ora perlu pake tongkat. Ndak percaya? Tak buktikan sekarang juga, awas ae kowe mohon-mohon ampun.” 

Dengan satu kaki bangkotan tua itu menutup pintu rumah, lalu menghempaskan Marni pada amben kayu. Wanita sama-sama memiliki nafsu birahi bak kuda itu menggeliat manja saat tangan hitam Kasman mulai menggerayangi tubuhnya, sebelum lenguhan panjang menerbangkan nya pada kenikmatan dunia. 

.

.

.

“Dasar dungu ….” 

Bersambung

1
Linceu thea
semangat thor😍😍😍
Muhammad Arifin
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
rama Rasyidin
seperti hal nya mentari y terjada mendung
tak mengapa menunggu siang hari
ndoro y baik hati tak usah murung
kami siap menunggu hingga ndoro cerah lagi...

semangat💪...
rama Rasyidin: semoga sang hyang cipta memudahkan segala nya untuk kita
total 2 replies
Ratih Tupperware Denpasar
asyek akhirnya anggono tahu kebusukan bunenya
Anna: tapi akhir ee Argono menyesal🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
untung masih ada kewarasan pikiran mu argono
jati diri palsu yg di gaungkan Marni
musnah ,mencederai argono
tak punya muka untuk berdebat dgn anne
Anna: lebih ke takut gk bisa move on sih 😭
total 1 replies
Andira
👍🙂
Muhammad Arifin
AQ jengkel ambek Kasman...
kenapa sih kak Kasman belum dapat hukuman😒😒😒
Anna: Karena tujuan Kasman belum tercapai. 🔥
total 1 replies
rama Rasyidin
sehat ndoro?
semoga d mudahkan segala urusan nya
maturnuwun wis update🙏
rama Rasyidin: alhamdulillah.... semangat trus ya ndoro
total 2 replies
Andira
🙂
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
knp bisa bgtu
blm tentu yang menyebut sampah
bisa berkarya seperti ini
alur dan penempatan kalimat
juga harus nyaman di cerna
mungkin kalimatt kasar yang terbaca
blm masuk di kamus pembaca yang baik dan Budiman
klo sy yaa , ikutt aaja
mau bahasa aluss apa bahasa bajingg
pun tak baca
Ndak suka ya skip aja to,
Anna: Kak, tolong jangan salah paham. Saya pribadi yang merasa karya ini sampah sebab nggak ada nilainya. bayangkan pembaca saya yang sebaik kakak dan lainnya nggak kedeksi sistem. Jujur sedih banget🙏
total 1 replies
Cen
karya anda bagus, kenapa dibilang sampah!!!! 💪💪tetap semangat berkarya ya /Heart//Heart//Heart/
Anna: Kak, tolong jangan salah paham. Saya pribadi yang merasa karya ini sampah sebab nggak ada nilainya. bayangkan pembaca saya yang sebaik kakak dan lainnya nggak kedeksi sistem. Jujur sedih banget🙏
total 1 replies
rama Rasyidin
sakit hati itu manusiawi ndoro.. y membedakan adalah hati y murni, y mengubah cacian jadi lecutan menjadi lebih baik, mengubah pujian menjadi penting untuk menjaga diri, dan setelah membaca karya ndoro sy yakin ndoro adalah salah satu org y memiliki hati y murni,biarlah waktu y mengembalikan rasa sakit pada tuanya... cukup lah ndoro menunggu dg ke anggunan rasa... titeni ndoro
rama Rasyidin: nangis se puasnya.... tp setelah bangkit lagi... ingat pepatah ken Arok... gula manis gula Jawa... raden Ayu boleh nangis tp jgn lupa ketawa🤭
total 2 replies
Ratih Tupperware Denpasar
semangat kak, ceritanya bagus kok.. saya suka. abaikan orang2 yg nyinyir. nyinyir thi tanda tak mampu
Ratih Tupperware Denpasar: sistem NT ini yg bikin author pelan2 pergi kerumah lain. sering kuperhatikan karya bagis retensinya jelek trus author menghapus karyanya disini dan pindah rumah dimuat dirumah baru
total 3 replies
Muhammad Arifin
sabar...yg semangat kak...JD kan cambuk untuk JD lebih baik lagi.bagus kok ceritanya...
Anna: Makasih, Kak. Sedih banget pembaca sebaik ini tapi sama sistem ke deteksi 😭😭
total 3 replies
Lylia Yuu
Bune ... akhirnya muncul juga, ayo bantu selamatkan putrimu buneee 😭😭
rama Rasyidin
akhirnya.....bab y sangat melegakan hati.Terima kasih ndoro🙏
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
wlaahdalahh rooodiyah
jebule apem mu
di.icipp.banyak lananganan
Anna: cuma tetangga belakang rumah sama ....🫢
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
rusli meriang ketemu wewe ,
nyebur sawah
🤣🤣
Anna: wewe bukan sembarang wewe 😆😆😆
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
walahh ,hans telat drama mu ...
ngunu langsung sahh yooo
ng balai desa 🤣
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
aahh , yg benerr saja kau Marni
gundik bekasan bnyak orang
masih ngeyell mau rebut harta kartijo
sull aja ke liang kubur sana
Anna: belum waktunya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!