Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Maaf?

Aluna berusaha berpikir dengan cepat untuk mencari alasan apa yang kiranya bisa ia berikan kepada kakaknya.

"Anu kak...Emmm..Aluna mau minta maaf sama temen kakak." Jawabnya setelah mengingat ia pernah terlibat insiden dengan Kai.

"Minta maaf?."

Kai yang mendengar alasan Aluna berusaha menahan tawanya.

"Minta maaf apa?." Tanya Abra lagi semakin bingung.

"Setelah aku pikir-pikir, ternyata waktu itu aku yang salah udah nabrak Kai." Aluna tersenyum kikuk merutuki alasannya.

Terlebih saat ia menatap Kai yang terlihat jelas sedang menahan tawanya.

"Kai Kai...kak Kai! Dia seumuran sama kakak loh." Tegur Abra mengajarkan adiknya sopan santu.

"hehe i-iya. Kak.." Aluna menatap Kai dengan tatapan tajam setengah kesal.."Kai. Kak Kai." Ucapnya sangat berat memanggil Kai dengan sebutan kakak.

"Baru sadar lo yang salah? Lama juga yah adek lo sadarnya." Cibir Kai kemudian sangat terhibur dengan drama pagi Aluna ini.

"Iya nih Al, udah lama banget kejadiannya dan kamu baru minta maaf sekarang." Abra pun turut membenarkan

"Namanya juga masih dipikir kak." Ucap Aluna sewot

"Terus kamu tau darimana ini perusahaannya Kai?."

Aluna pikir ia sudah bisa tenang dengan alasan tadi, tapi pertanyaan Abra kali ini malah harus membuatnya berpikir lebih keras.

"Eee..dari...Kakak." Tunjuk Aluna

"Aku?." Abra sendiri terkejut, rasanya ia tidak pernah memberitahukan siapapun tentang Kai

"Iya kak Abra, kak Abra kan pernah cerita." Kekeh Aluna berusaha membuat Abra percaya saja pada kata-katanya.

"Masa sih? Gak pernah deh." Berapa kali pun ia mengingatnya, ia rasa tidak pernah sama sekali.

"Pernah, kakak lupa kali. Kan kak Abra banyak yang pikirin juga." Kai menatap Aluna tidak percaya

Anak gadis konglomerat didepannya ini sangat pandai berbohong dan berakting dengan wajah yang tenang.

"Iya kali yah."

Akhirnya Abra menyerah untuk mengingat hal yang memang tidak pernah ia lakukan itu.

"Ya udah kamu cepetan minta maaf sama Kak Kai terus pulang." Perintahnya kemudian

"What? pulang?, jam istirahat aja belum kak Abraaa, please deh."

Batin Aluna sudah merasa hampir gila dengan keadaan sekarang, belum lagi ia sudah lama meninggalkan meja kerjanya.

Tak mau berlama-lama, Aluna pun berbalik menghadap ke arah Kai.

"Apa?." Serunya saat melihat Kai menatapnya dengan tatapan menyebalkan.

"Katanya mau minta maaf." Ejek Kai membuat Aluna memutar bola matanya malas.

"Dih najis banget." Batinnya kesal

"Udah cepetan, Al. jangan lama-lama, kak Kai orangnya sibuk banget loh."

Abra pun juga menjadi tidak sabaran dan terus mendesak Aluna.

"Lu pikir gue gak sibuk kak?." Hanya pergulatan batinnya yang bisa menjawab semua desakan Abra.

Dering telpon Abra berbunyi membuatnya mengurungkan niatnya menunggui Aluna minta maaf kepada sahabatnya.

"Bentar yah gue angkat dulu, telpon dari kantor." Katanya lalu berbalik dan menerima teleponnya.

"Santai aja bro, kalau udah langsung masuk aja yah ke dalam." Jawab Kai

"Oke." Abra mengangkat tangannya dan memberinya isyarat tanda mengerti.

"Ayo masuk ke dalam." Ajak Kai membuka pintu ruangannya.

Aluna pun ikut masuk ke dalam sesuai dengan arahan Kai.

***

Begitu pintu ruangan tertutup, Aluna langsung merasa lega bukan main. Sementara itu Kai menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, menyadari hal itu, Aluna pun balik menatapnya dengan garang.

"Apa lo lihat-lihat gue?." Tanyanya dengan wajah tidak suka.

"Pinter juga Lo bohongnya." Cibir Kai kemudian

"Demi keamanan gue sendiri." Jawab Aluna dengan singkat

Pintu dibelakang Aluna yang tadinya tertutup, dibuka oleh Abra dari luar.

"Aduh Kai maaf banget, sepertinya kita bicarakan bisnisnya lain waktu aja yah. Maaf banget ini, tiba-tiba ada urusan mendesak di perusahaan gue." Ucapnya begitu masuk ke dalam ruangan Kai

"Santai aja, gue selalu bisa atur waktu buat Lo kok, apalagi yang butuh itu gue." Jawab Kai sama sekali tidak mempermasalahkan apapun

"Ah lo, kek sama siapa aja." Cibir Abra tidak ingin membuat Kai merasa membebaninya

"Kamu udah minta maaf sama Kai?." Tanya Abra pada adiknya.

Aluna mengangguk dengan mantap sementara Kai langsung menatapnya makin tidak percaya, ia terang-terangan berbohong padahal ia sama sekali belum meminta maaf padanya.

"Mau ikut kakak pulang gak? kakak antar kamu dulu baru ke kantor." Tanya Abra lagi menawarkan.

"Gak usah, duluan aja. Aku bawa mobil sendiri, keknya kakak sibuk banget." Senyum di wajah Aluna menandakan semua perasaannya saat itu.

Perasaan lega karena Abra harus kembali ke perusahaan mereka.

"Ya udah kakak ke kantor dulu yah." Kata Abra berpamitan, ia menepuk pelan pundak adiknya

"Hati-hati yah kak Abra." Jawab Aluna sembari berpesan pada Abra untuk berhati-hati.

Abra tersenyum mendengar perhatian dari adiknya.

"Jangan lupa makan siang." Katanya lagi, ia mengelus pelan kepala adiknya

"Kak Abra juga."

Setelahnya, Abra pun beranjak duluan dari sana karena ia harus sesegera mungkin tiba di perusahaannya.

***

Saat pintu ruangan Kai itu tertutup, Aluna refleks menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya, kakinya yang dari tadi gemetar sudah tidak tahan menopang badannya dan membuatnya terduduk di depan Kai.

"Kapan Lo minta maaf sama gue? Lo bohongnya bisa banget yah."

Kai tidak terima karena ia memang sudah menunggu Aluna meminta maaf padanya untuk ia jadikan bahan ledekan.

"Siapa yang bohong? Emang udah kok. Gue langsung minta maaf yah sama lo waktu itu tapi Lo terlalu nyolot, intinya gue udah minta maaf sama lo."

Kai sampai kehabisan kata-kata dengan semua jawaban yang Aluna berikan padanya, ia bahkan masih ingat setiap detail kejadian waktu itu.

"Ada aneh-anehnya juga perempuan ini."

Batinnya masih speechless.

Aluna tersenyum penuh kemenangan dan rasa puas ketika melihat wajah Kai yang kehabisan kata-kata karena responnya.

"Gue balik kerja yah, gue mau nyamperin mbak Siska sambil bawa bukti kalau hasil presentasinya itu punya gue, terima kasih udah bantuin gue gak ngasih tau kak Abra gue kerja disini."

Ucapnya lalu berniat berlalu dari sana, dengan cepat tangan Kai meraih kerah bajunya bagian belakang dan menariknya agar ia kembali ke posisinya.

"Eh bentar dulu." Ucapnya

Aluna lalu menepis tangan Kai dengan kasar.

"Lo pikir gue kucing! Main tarik-tarik leher baju orang aja lo." Seru Aluna kesal.

"Gue gak pernah setuju yah bantuin lo selamanya buat bohong sama Abra."

Seketika Aluna menjadi panik mendengar perkataan Kai

"Terus Lo mau bilang sama kak Abra gitu?." Tanyanya panik sendiri.

"Iyalah, gue gak ada rahasia sama Abra. Gue nggak mau yah nyembunyiin sesuatu dari Abra, apalagi Lo kerja ditempat gue gini, bisa ditonjok gue sama Abra kalau nyembunyiin ini dari dia." Jawabnya

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana marahnya Abra padanya jika sampai ia menyembunyikan hal sebesar ini darinya.

"Yah...jangan dong, terus gue gimana?." Pinta Aluna kembali memohon

"Mana gue tau." Cibir Kai tidak mau ambil pusing.

"Kak Kaii... please." Rengek Aluna mengatupkan kedua tangannya dihadapan Kai.

"Gini aja baru Lo panggil gue dengan sopan." Ledek Kai kesal, namun ada rasa tidak tega saat melihat Aluna meminta padanya dengan ekspresi seperti itu.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!