Indonesia
NovelToon NovelToon
MENANTANG PARA DEWA

MENANTANG PARA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:702
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​"Jika menyelamatkan dunia harus mengorbankanmu... maka akan kubakar seluruh langit hingga menjadi debu!"

​Lima ratus tahun lalu, Bencana Langit merobek Benua Tianlan. Di tengah reruntuhan yang membara, Mo Xie hanya bisa menyaksikan tangan Chu Yurou—gadis yang dicintainya—hancur memudar menjadi serpihan cahaya. Janji polos masa muda mereka hancur, berganti menjadi dendam yang membakar jiwa.

​Berbekal Pedang Kehampaan yang terlarang dan Inti Es Purba di Dantiannya, Mo Xie bangkit dari abu kehancuran. Bersama Xue Qingyue—Peri Es dari Sekte Es Abadi—ia menelusuri batas dimensi demi mengumpulkan kembali serpihan jiwa yang hilang.

​Bagi para Dewa, ia hanyalah serangga fana yang menantang takdir. Namun bagi Mo Xie, selama jiwanya belum padam, takhta langit adalah sasaran berikutnya.

​"Dunia ini tidak lagi butuh penyelamat. Yang mereka butuhkan... adalah pembalasan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: MURKA LANGIT DAN PETIR BENCANA

​Gemuruh dahsyat mendadak mengguncang fondasi seluruh Sekte Es Abadi.

​Getaran hebat merambat melalui pilar-pilar es raksasa, memecahkan lapisan salju tipis di atap-atap bangunan sekte, dan membuat lonceng-lonceng formasi berdentang keras secara serempak. Atmosfer yang biasanya tenang dan sedingin es kini mendidih oleh pusaran energi yang teramat liar.

​Beberapa Tetua dan ratusan murid yang sedang berlatih seketika menghentikan aktivitas mereka. Riuh kepanikan dan kebingungan mulai menjalar cepat di pelataran sekte.

​"Ada apa ini? Apakah celah dimensi kembali terbuka di dekat benteng?!" teriak salah seorang murid, menghunuskan pedangnya dengan tangan gemetar.

​Di udara, beberapa sosok sepuh berjubah biru tua melesat naik, melayang dengan ekspresi tegang. Salah satu Tetua menyipitkan matanya, mengarahkan pandangannya ke arah utara—tepat ke puncak es pribadi milik Xue Qingyue yang biasanya diselimuti oleh keheningan murni.

​Kini, puncak es tersebut telah tertelan oleh pilar Qi Kegelapan yang sangat pekat, membumbung tinggi menembus awan dan mewarnai langit malam menjadi ungu kehitaman.

​"Hawa pembusukan itu... Entitas Void?!" seru seorang Tetua dengan wajah pucat pasi. "Bukan... ini bukan murni Entitas Void. Energi ini terpusat pada satu titik... tapi apa sebenarnya ini?!"

​WUUUUUSHHH!

​Sebelum para Tetua itu mengambil langkah gegabah, pendar cahaya perak yang menyilaukan membelah udara. Sosok anggun nan mematikan dari Ketua Sekte Mu Bingyun muncul dan melayang tinggi di atas pelataran utama. Gaun sutranya berkibar liar menahan pusaran angin, memancarkan tekanan absolut dari ranah Sovereign tingkat menengah yang seketika membungkam kepanikan di bawahnya.

​"Dengarkan perintahku!" suara Mu Bingyun menggelegar, membekukan setiap keraguan di hati para murid dan Tetua.

​"Semua Tetua, segera bersiap dan buat barikade formasi! Jangan biarkan siapa pun mendekat ke arah puncak es Xue Qingyue! Siapa pun yang berani melangkah maju dan mengganggu penerobosan ini akan dihukum mati sesuai hukum sekte!"

​Mendengar perintah mutlak tersebut, para Tetua seketika tersentak sadar. Penerobosan? Hawa kegelapan sepekat ini adalah sebuah proses penerobosan ranah?

​Sementara barikade formasi mulai dibangun di sekeliling wilayah puncak, langit di atas Sekte Es Abadi mulai berubah wujud.

​Awan malam yang semula tenang kini berputar hebat, membentuk pusaran raksasa yang menutupi ribuan mil persegi langit. Kilatan petir merah dan ungu menyambar-nyambar di balik pusaran hitam pekat tersebut, memancarkan tekanan surgawi yang membuat lutut para murid di ranah Mortal bergetar tak sanggup berdiri.

​Bencana Langit telah berkumpul. Murka surgawi bersiap menghakimi praktisi yang mencoba menentang hukum alam.

​BOOOOOOM!!!

​Di tengah puncak yang terisolasi, gua es tempat Mo Xie bermeditasi akhirnya hancur berkeping-keping akibat tekanan dari dua energi ekstrem yang berbenturan. Batu-batu kristal es purba meledak menjadi debu, menyisakan kawah kecil di tengah puncak.

​Namun, di tengah puing-puing es yang beterbangan, siluet Mo Xie masih duduk bersila. Jubah hitamnya berkibar ganas, sementara matanya masih terpejam rapat. Ia sepenuhnya tenggelam dalam kultivasinya, memadatkan fondasi Dantian barunya di tengah badai Qi Kegelapan dan Hukum Es yang mengelilingi tubuhnya.

​Tidak jauh dari puncak tersebut, berdiri seorang pemuda berpakaian sutra putih bersih dengan pedang panjang di punggungnya. Su Ling, murid jenius terbaik yang dimiliki Sekte Es Abadi generasi ini, menatap fenomena di langit dengan sepasang mata yang terbelalak lebar.

​Tangan Su Ling yang biasanya mantap memegang pedang, kini tanpa sadar mencengkeram pembatas es dengan erat hingga memutih.

​"Fenomena macam apa ini..." gumam Su Ling, menelan ludah dengan susah payah.

​Ia mengingat kembali saat dirinya menembus ranah Awakened setahun yang lalu. Penerobosannya dipuji sebagai anugerah langit, awan berkumpul memancarkan cahaya biru suci, dan petir ujian yang turun terasa seperti berkah.

​Namun apa yang ada di depannya saat ini sama sekali tidak terlihat seperti ujian kenaikan ranah. Awan hitam yang bergolak itu memancarkan niat membunuh yang murni—seolah langit itu sendiri merasa jijik dan murka terhadap eksistensi yang berada di bawahnya.

​"Apa kau mampu menahan murka langit dengan tubuh fana itu, Mo Xie?" bisik Su Ling pelan, matanya tak berkedip menatap siluet di tengah kawah puncak.

​Di saat yang sama, jauh di dalam kedalaman Aula Agung yang sunyi, Han Wuyan berdiri di ambang jendela raksasa. Tangan tuanya berlipat di belakang punggung, tatapannya yang bijaksana menembus ruang dan jarak, mengunci tepat pada pusaran Awan Bencana di atas puncak Xue Qingyue.

​Sang Ketua Agung menghela napas panjang, uap dingin keluar dari bibirnya yang keriput.

​"Anak ini... benar-benar tidak disukai oleh langit," ucap Han Wuyan dengan suara berat yang bergaung di dalam ruang kosong.

​Matanya menyipit, membaca fluktuasi energi yang mengoyak batas dunia.

​"Dua kekuatan yang saling bertolak belakang bersemayam di dalam satu wadah fana. Qi Kegelapan dari ujung kehancuran dan Inti Es Abadi dari kemurnian nirwana. Keberadaannya menentang hukum alam secara langsung, dan sekarang... penerobosannya bahkan memancing kehebohan surgawi."

​Meski menyadari bahaya mutlak yang mengintai pemuda itu, Han Wuyan tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya. Sang Ascendant tidak memiliki niat untuk turun tangan menghalau petir tersebut.

​"Takdirmu ada di tanganmu sendiri, Bocah," lanjut Han Wuyan, suaranya mengeras menembus badai. "Jika kau tidak sanggup melewati cambuk langit ini, maka kau memang tidak pantas menanggung sejarah masa lalumu."

​Kembali ke puncak es yang luluh lantak, pusaran Awan Bencana di langit akhirnya mencapai titik didihnya.

​Cahaya merah darah dan ungu pekat berkedip menyilaukan di pusat pusaran. Hawa menindas yang teramat sangat berat turun menekan bumi, meretakkan daratan es di sekeliling kawah.

​Di tengah tekanan yang bisa meremukkan tulang Mortal biasa itu, Mo Xie perlahan membuka matanya.

​Mata kirinya memancarkan pendar biru gletser yang dingin dan sunyi, sementara mata kanannya segelap malam tanpa bintang. Ia mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke arah pusaran badai surgawi yang mengaum murka di atasnya.

​Sebaris senyum tipis yang sarat akan provokasi dan arogansi terukir di sudut bibirnya.

​"Datang."

​Tepat setelah satu kata itu terucap dari bibir Mo Xie—

​JDHAAARRRRR!!!

​Petir pertama membelah langit!

​Bukan sekadar kilatan biasa, melainkan pilar guruh raksasa berwarna ungu kehitaman yang melesat turun dengan kecepatan cahaya. Udara di sekitarnya terbakar habis, menciptakan suara lengkingan vakum yang memekakkan telinga.

​Mo Xie tidak menghindar. Ia tahu, Petir Bencana tidak bisa dihindari; ia harus diserap untuk meremukkan raga Mortal dan membangun kembali tulang serta ototnya ke tingkat Awakened.

​Dengan geraman rendah, Mo Xie menyentakkan tubuhnya. Ia menguatkan seluruh otot-otot di lengannya, mengalirkan seluruh paduan energi es dan kegelapan ke arah pergelangan tangan kanannya, lalu mengangkat lengannya tinggi-tinggi menyambut hantaman murka surgawi tersebut.

​Di udara, salah satu Tetua yang mengawasi dari balik barikade formasi terbelalak ngeri melihat ketebalan pilar petir itu.

​"Ini... ini terlalu besar!" teriak Tetua itu, janggut putihnya bergetar hebat ditiup angin badai. "Dulu saat aku menembus ranah Awakened, petir ujianku bahkan tidak ada sepertiga dari ukuran petir ini! Siapa sebenarnya yang sedang menerobos di dalam sana?!"

​Tetua lain di sampingnya menyahut cepat, matanya terpaku pada puncak yang hancur. "Puncak itu milik Xue Qingyue! Apakah dia yang mencoba menerobos ke ranah Sovereign?!"

​"Tidak mungkin!" bantah Tetua pertama dengan keras. "Lihat Qi yang berputar di sekitar siluet itu! Itu bukan murni Hukum Es milik Xue Qingyue! Ada energi korosif yang tercampur di dalamnya!"

​Sebelum perdebatan mereka berlanjut, pilar petir ungu raksasa itu akhirnya menghantam lengan Mo Xie yang terangkat.

​BOOOOOOOOMMM!!!

​Ledakan energi surgawi yang teramat masif menyapu puncak es. Gelombang kejutnya meratakan sisa-sisa bongkahan batu kristal menjadi debu dalam radius ratusan meter. Cahaya ungu dan biru bertabrakan, menciptakan kubah energi yang menyilaukan mata siapa pun yang memandangnya.

​Di pusat ledakan, Mo Xie menahan pilar petir itu dengan lengan kanannya.

​"Akkkhh...!"

​Geraman kesakitan lolos dari sela-sela gigi Mo Xie yang terkatup rapat. Rasa sakit yang luar biasa tidak masuk akal menghantam seluruh jaring sarafnya. Rasanya seolah-olah lengannya diremukkan, dibakar, dan dikuliti secara bersamaan hingga mati rasa.

​Tekanan destruktif dari petir surgawi itu terus merambat turun menembus kulit, menghancurkan tulang-tulang fana miliknya.

​Seteguk darah segar menyembur keluar dari mulut Mo Xie saat organ dalamnya ikut terguncang hebat.

​"Uhuk... uhuuuk!"

​Tubuh Mo Xie terdorong berlutut satu kaki ke tanah, lututnya menghancurkan lapisan es di bawahnya hingga retak mendalam. Namun, lengannya tetap kokoh terangkat ke atas, menolak untuk patah di bawah tekanan langit.

​Di udara, Mu Bingyun yang melayang tidak jauh dari pusat kawah menyipitkan mata safirnya. Ia melihat siluet Mo Xie yang masih bernapas dari balik debu es yang beterbangan.

​Anak ini bisa bertahan dari petir sebesar itu tanpa hancur menjadi debu, batin Mu Bingyun, sedikit rasa kagum yang tak disengaja terbersit di benaknya.

​Namun, raut wajah sang Ketua Sekte seketika kembali mengeras. Petir pertama hanyalah pembuka. Tapi... apa dia mampu menahan yang kedua dengan kondisi terluka parah seperti itu?

​Di sisi lain, Mo Xie yang sedang terbatuk darah mulai merasakan efek sesungguhnya dari sambaran petir surgawi tersebut.

​Rasa sakit yang membakar perlahan berganti menjadi hawa hangat yang aneh. Sel-sel mati di dalam tubuh fananya yang hancur barusan mulai dipaksa untuk meregenerasi diri dengan kecepatan gila-gilaan. Ia bisa merasakan urat nadi dan tulang-tulangnya sedang ditempa ulang, diisi oleh kepadatan Qi yang jauh melampaui batas Mortal.

​Mo Xie perlahan mengangkat kepalanya, menyeka darah di sudut bibirnya dengan ibu jari. Ia mendongak menatap langit yang sama sekali belum puas.

​Pusaran awan hitam raksasa itu mulai bergolak jauh lebih ganas dari sebelumnya. Kilatan energi meremas pusat pusaran, menciptakan massa petir yang berganda-ganda lebih pekat.

​Dan tanpa memberikan waktu sedetik pun bagi Mo Xie untuk menstabilkan napasnya...

​JDHAAAAAARRRRR!!! BOOOOOOMMM!!!

​Petir kedua, dengan ukuran dua kali lipat lebih besar dan memancarkan hawa kehancuran yang mutlak, melesat turun dari langit dan menghantam raga Mo Xie tanpa belas kasih sedikit pun.

1
Septiana Athorid
Bagus dan menarik
Day Chuk
Novel yang Rekomen
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Pena Quality
keren
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi
best
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!