Indonesia
NovelToon NovelToon
GADISKU SEORANG BAR-BAR

GADISKU SEORANG BAR-BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romantis / Komedi
Popularitas:901
Nilai: 5
Nama Author: Icita

GADISKU SEORANG BAR-BAR adalah kisah komedi-aksi romantis tentang dua orang yang terlalu gengsi untuk mengaku saling mencintai, hingga akhirnya harus merobohkan seisi kota demi bisa mengikat janji seumur hidup.
Senja, seorang stuntwoman temperamental berdarah dingin, dan Gala, jurnalis investigasi nekat yang bertarung dengan rasa ingin tahu dan keputusasaan, akhirnya memutuskan hubungan dua tahun mereka yang penuh dengan pertengkaran. Namun, pertengkaran di sebuah kafe itu tidak berakhir begitu saja. Terbelenggu oleh ego yang setinggi langit, mereka menyepakati Taruhan 30 Hari: siapapun yang gagal mendapatkan pacar baru yang lebih baik dalam waktu satu bulan harus mengakui kekalahan, balikan, dan diharamkan mengucapkan kata “putus” selamanya.
Permainan gengsi tersebut dengan cepat lepas kendali dan berubah menjadi kekacauan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan Sersan Broto dan Misi Bunuh Diri Jilid II

Angin kencang berputar-putar menghantam dermaga Sunda Kelapa akibat dorongan baling-baling helikopter militer jenis Blackhawk modifikasi yang melayang rendah tepat di atas jembatan. Kotak-kotak kargo berhamburan, dan keranjang sayur di motor Honda Revo Gala bergetar hebat seolah mau copot dari dudukannya.

Pintu lambung helikopter terbuka. Di tengah kepulan debu dan suara mesin yang memekakkan telinga, sesosok pria paruh baya bertubuh tegap melangkah keluar ke tepi pintu, mengenakan rompi taktis kumuh di luar kemeja batik kesayangannya, sementara di bibirnya terselip sebatang rokok kretek yang menyala terang.

Gala, yang sedang memegang tablet Siska dengan layar bernotifikasi saldo lima miliar dolar, mendadak melotot hingga matanya nyaris copot. Ia melepaskan setang motor secara otomatis, nyaris membuat motor Revo itu ambruk ke samping.

“B-B-Bapak?!” teriak Gala histeris, menunjuk sosok di udara dengan jari bergetar. “Sersan Broto?! Tapi… tapi kan bapak sudah ditulis mati syahid dan kuburannya dipasang plang nama resmi di kaki Gunung Salak!”

Senja, yang duduk di boncengan, membeku seketika. Matanya berkaca-kaca menatap pria yang merupakan ayah kandungnya sendiri, yang seharusnya sudah menjadi abu atau minimal kenangan manis di album keluarga. “Ayah…?” bisiknya tak percaya.

Sersan Broto tersenyum tipis, menyesap rokoknya dengan santai, lalu turun perlahan menggunakan tali penurun taktis (fast roping) hingga mendarat dengan mulus tepat di depan motor Revo Gala.

Ia menepuk-nepuk debu di celana kargo lorengnya, lalu berjalan mendekat sambil terkekeh pelan. “Mati syahid dari hongkong, Nja. Kalau saya beneran mati di bunker kemarin, siapa yang bayar cicilan motor vespa antik saya di garasi?”

Vanya, yang sejak tadi siaga dengan senapannya, menurunkan senjatanya perlahan dengan dahi berkerut. “Tunggu dulu… Jadi kematian Anda di bunker Gunung Salak kemarin itu cuma settingan palsu?”

“Tentu saja,” jawab Broto santai sambil melirik ke arah Gala. “Kalau saya nggak bikin skenario tewas, organisasi Vanguard nggak bakal berhenti memburu saya. Dan yang paling penting… saya sengaja ingin menguji apakah otak menantu saya yang pas-pasan ini bisa memecahkan kode enkripsi master menggunakan kuitansi bensin bodongnya.”

Gala merengut kesal, melipat tangannya di dada meskipun lututnya masih gemetar. “Wah, parah bener si bapak! Nyawa menantu dipertaruhkan cuma buat eksperimen tebak-tebakan sandi?! Kalau tadi saya salah masukin angka, kita semua udah hancur berkeping-keping dibom Interpol!”

Broto tertawa terbahak-bahak, suara tawanya khas orang tua udik yang menang lotre. Ia kemudian melangkah mendekati layar tablet di tangan Gala, melirik sekilas angka saldo lima miliar dolar yang menyala hijau terang.

“Bagus, bagus… Saldo lima miliar dolarnya sudah masuk, ya,” gumam Broto manggut-manggut puas. “Kalian tahu, uang sebanyak itu cukup buat beli seluruh pabrik mi instan di Nusantara dan bikin pensiun nyaman di pantai Hawaii.”

Siska menyipitkan matanya, menatap Broto dengan tatapan analitis agen rahasia. “Jangan senang dulu, Sersan. Sistem keamanan Cayman berstandar militer lapis ganda. Rekening itu baru terbuka secara virtual, tapi penarikan tunai atau transfer lintas negara membutuhkan verifikasi otentikasi biometrik ganda.”

Broto mengangguk santai. “Betul sekali, Nona Siska. Pintar juga agen bayaran ini.”

“Maksud bapak apa?” tanya Senja mulai curiga. “Biometrik ganda dari siapa lagi? Jangan bilang harus pakai sidik jari Madam Elena yang sekarang lagi di penjara bawah tanah?”

Broto menggeleng pelan, lalu menyeringai licik. “Bukan cuma Madam Elena. Tapi juga membutuhkan retina mata dan kode suara dari satu orang paling menyebalkan di muka bumi ini… yaitu mantan bos kalian sendiri, Pak Joko.”

Gala langsung menjatuhkan kepalanya ke atas setang motor dengan lemas. “Ampun, Gusti… Mau ambil uang hak milik sendiri aja syaratnya kayak mau ngambil pusaka batara karang! Pak Joko kan sekarang lagi dibusukkan di sel isolasi lapas maksimum paling ketat di Nusa Kambangan!”

Broto merangkul bahu Gala akrab, mengabaikan ratapan sang menantu. “Makanya, misi kita belum selesai, anak-anak muda! Kalau kalian mau lima miliar dolar itu cair dan utang macet sindikat lunas, kita harus melakukan satu hal paling gila dalam sejarah kriminal modern.”

“Apa itu?” tanya Vanya penasaran.

“Kita harus membobol lapas super ketat Nusa Kambangan… menggunakan motor Honda Revo ini!” seru Broto penuh semangat membara.

Siska memijat pelipisnya yang mendadak pening luar biasa. “Membobol penjara pulau berkeamanan tinggi dengan motor bebek berkapasitas 100cc yang rem tangannya blong? Apakah logika kewarasan kalian semua sudah menguap bersama gas air mata tadi?”

“Justru karena penjara itu sangat ketat, tidak akan ada satu pun pasukan khusus di dunia ini yang menduga kita datang menyerbu pakai motor ojek kampung!” bela Broto mantap. Ia langsung melompat naik ke boncongan paling belakang, menepuk bahu Siska. “Ayo, Nona Siska, duduk yang manis di tengah. Senja di depan, Gala yang nyetir karena dia hafal jalan tol.”

Gala mendengus putus asa, namun di dalam hatinya yang paling dalam, jiwa petualang seorang jurnalis investigasi kampungan mulai terpanggil lagi. Ia menoleh ke arah istri dan rekan-rekannya di atas motor tua kesayangannya.

“Yah… Mau gimana lagi, Nja,” kata Gala pasrah sambil memutar kunci kontak motor Revo. “Daripada kita ditagih utang lima miliar dolar sama collector global, lebih baik kita jemput Pak Joko di penjara biar rekeningnya cair.”

Senja tersenyum tipis, mengokang pistolnya dengan gerakan mematikan. “Baiklah. Ayo kita buat kekacauan di Nusa Kambangan!”

Bremm… bremm-bremm-prut!

Motor Honda Revo hitam legendaris itu meluncur kencang meninggalkan pelabuhan Sunda Kelapa, dikawal oleh helikopter Blackhawk Sersan Broto di atas langit, memulai babak baru pelarian paling absurd menuju penjara paling berbahaya di Indonesia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!