Indonesia
NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Nama yang Menghidupkan Luka Lama

Ares baru saja duduk di kursi kerjanya ketika ponselnya berdering.

“Ya?”

Suara anak buahnya terdengar dari seberang. “Tuan, saya sudah dapat informasi tentang pria yang tadi ketemu Nyonya Alisha.”

Ares mengambil pena di atas meja. “Namanya?”

“Arga Pradana. Dia datang sebagai perwakilan salah satu perusahaan yang sedang menjajaki kerja sama dengan tempat Nyonya Alisha bekerja.”

Ares diam.

“Sepertinya dia tertarik pada Nyonya Alisha,” lanjut pria itu. “Dia bahkan sempat minta salah satu staf mencari informasi pribadi Nyonya.”

Jari Ares berhenti memutar pena. “Informasi apa?”

“Alamat, status keluarga, sampai nomor telepon.”

Sorot mata Ares berubah. “Kenapa dia perlu tau semua itu?”

“Belum diketahui, Tuan.”

“Terus awasi," perintah Ares. "Kalo dia coba mendekati Alisha di luar urusan kerjaan, beri tau aku.”

“Baik, Tuan.”

Sambungan terputus. Ares meletakkan ponselnya.

Arga. Nama itu berputar di kepalanya. Entah kenapa, telapak tangannya mendadak terasa dingin. Jantungnya berdetak lebih cepat. Napasnya tertahan sesaat.

Ares mengepalkan tangan, berusaha menekan sensasi yang tiba-tiba muncul di dadanya.

Nama itu sudah bertahun-tahun tidak pernah ia dengar. Namun tubuhnya masih mengingatnya.

Beberapa tahun yang lalu....

 

“Ares, kamu harus lihat ini.” Reki menarik lengan Ares keluar dari gedung fakultas.

“Apaan, sih?” tanya Ares tanpa minat.

“Jangan banyak nanya," kata Reki. "Ikut aku.”

Ares melepaskan tangannya. “Kalo ini soal Rania lagi, aku gak mau dengar.”

“Justru karena Rania.” Reki terlihat kesal.

Ares menatapnya tajam. “Kamu mau bilang dia selingkuh lagi?”

“Selama ini aku cuma bilang," ujar Reki. "Sekarang aku mau kamu lihat sendiri.”

Ares hanya menatap Reki. Sudah berbulan-bulan temannya itu memperingatkannya. Rania tidak tulus. Rania dekat dengan pria lain. Rania hanya menyukai apa yang bisa Ares berikan.

Tetapi setiap kali Ares menanyakan hal itu, Rania selalu berhasil membuatnya percaya kembali.

Reki membawanya menuju gedung teater kampus yang sudah sepi.

“Kenapa ke sini?” tanya Ares.

“Dengar.” Reki memberi isyarat agar Ares tidak bersuara.

Mereka berjalan semakin jauh ke lorong belakang. Dari salah satu ruang ganti terdengar suara desahan.

"Ughhh... Arga...."

"Rania... Hah..."

Ares berhenti. Suara perempuan itu begitu dikenalnya. Rania. Lalu terdengar suara laki-laki. Arga.

Reki menatap Ares. “Sekarang kamu lihat sendiri.”

Pintu ruang ganti tidak tertutup rapat. Ares mendekat. Dari celah pintu, ia melihat Rania bersama Arga. Dan pakaian keduanya setengah terbuka.

Tubuh Ares langsung kaku. Napasnya tertahan. Tangannya mengepal begitu kuat sampai kuku menekan telapak.

Rania sedang merapikan pakaiannya.

Arga tersenyum. “Kamu yakin dia gak bakal tau?”

Rania terkekeh. “Dia percaya banget sama aku.”

“Padahal Reki sudah berkali-kali peringatin dia.”

“Justru itu lucunya.” Rania mengambil tasnya. “Dia terlalu yakin aku cinta banget sama dia.”

Ares menelan ludah. Dadanya mulai terasa sesak.

Arga tertawa. “Bukannya kamu juga suka hidup mewah?”

“Aku suka uangnya," kata Rania ringan. "Bukan orangnya.”

Ares memejamkan mata sepersekian detik. Kalimat itu menghantam lebih keras daripada apa pun yang baru saja dilihatnya.

“Dia pikir kalo semua yang aku mau dibelikan, aku bakal bahagia.” Rania menggeleng. “Dia dingin. Kaku. Gak tahu cara merhatiin perempuan.”

Arga mendekat. “Terus kenapa kamu masih sama dia?”

“Karena dia berguna.” Rania tertawa kecil. “Selama aku jadi pacarnya, aku tinggal minta. Kalo aku bosan, tinggal pergi.”

Ares membuka mata. Pandangan kosongnya tertuju pada dua orang di dalam ruangan.

Arga bertanya, “Kalo dia ngajak kamu nikah?”

Rania langsung tertawa. “Aku?” Ia menggeleng. “Gila. Aku gak mau hidup sama pria macam dia.”

“Kenapa?”

“Bayangin gimana bosennya punya suami yang lebih sibuk sama kerjaan ketimbang istrinya. Mau dekat aja susah. Romantis gak bisa. Bicara perasaan juga gak ngerti.”

Rania merapikan rambutnya. “Rumahnya mungkin besar, rekeningnya mungkin gak habis tujuh turunan. Tapi kalo tiap malam aku sendirian, buat apa?”

Arga tersenyum. “Berarti kamu bakal pilih aku?”

Rania mendekat kepadanya. “Kalo kamu bisa kasih aku hidup yang lebih menyenangkan, kenapa enggak?”

Ares mundur satu langkah. Lututnya terasa lemas.

Reki segera menangkap lengannya. “Res.”

Ares tidak menjawab.

“Res, kita pergi.”

Ares masih menatap pintu itu. Reki menariknya menjauh sebelum emosinya meledak.

Begitu sampai di lorong, Ares berhenti. “Aku baik-baik aja.”

Suaranya terdengar datar. Namun telapak tangannya masih gemetar.

Reki mengamatinya.

Ares mengusap wajah. “Jangan bilang siapa-siapa.”

“Res—”

“Aku bilang jangan.”

Itulah hari ketika sesuatu dalam diri Ares berubah. Bukan karena Rania selingkuh. Tetapi karena perempuan yang selama ini membuatnya percaya bahwa dirinya dicintai ternyata hanya melihat apa yang bisa ia berikan.

Sejak saat itu, setiap perhatian perempuan terasa seperti transaksi yang belum diketahui harganya.

 

Ares tersentak kembali ke masa kini. Tangannya masih mengepal di atas meja. Napasnya belum sepenuhnya teratur.

Ia membuka telapak tangan perlahan. Bekas kuku terlihat di kulit.

Arga. Dulu pria itu hanya mengambil seseorang yang Ares cintai. Sekarang pria yang sama mulai mencari tahu tentang Alisha.

Ares mengambil ponselnya.

> Cari tahu semua pergerakannya.

Pesan itu langsung dikirim kepada anak buahnya. Beberapa detik kemudian, Ares menatap layar yang kembali gelap.

Ada satu hal yang membuat dadanya terasa semakin berat. Arga tidak sekadar tertarik pada Alisha. Pria itu sudah mulai mencari jalan untuk mendekatinya. Dan Ares tidak menyukai itu sedikit pun.

Ares beralih menatap laptop di atas meja yang menampilkan rekaman CCTV dari kamar yang ia gunakan bersama Alisha. Kamera itu dipasang untuk satu alasan: memastikan Alisha sudah menutup matanya sebelum ia masuk. Hanya Ares yang memiliki akses ke kamera tersebut.

Tatapannya berpindah dari layar laptop ke jam di sudut meja. Harusnya Alisha sudah selesai mandi. Ares kembali menatap layar.

Pintu kamar mandi terbuka. Alisha keluar dengan hanya handuk yang terlilit di tubuhnya. Rambutnya masih basah, beberapa helai menempel di sisi wajah.

Ares mendadak diam. Jakunnya bergerak samar.

Alisha berjalan menuju lemari tanpa menyadari dirinya sedang terlihat dari layar.

Ares menelan ludah. Ia segera mengalihkan pandangan ke sisi lain meja.

Apa yang baru saja dia lakukan?

Beberapa detik kemudian, ia kembali melirik layar. Alisha sudah mengenakan pakaian dan berjalan menuju tempat tidur.

Ares langsung menutup laptop. “Bodoh.”

Ia menyandarkan tubuh ke kursi dan mengusap wajahnya. Seharusnya ia hanya memastikan mata Alisha tertutup. Bukan memerhatikannya.

Ares melirik laptop yang sudah tertutup. Namun bayangan Alisha dengan rambut basah dan handuk yang melilit dari dada hingga paha tadi masih terlintas di kepalanya. Rahangnya mengeras.

“Kenapa jadi gini?”

 

...✨“Masa lalu boleh mengajarkan kita untuk berhati-hati, tetapi jangan sampai ia menentukan siapa yang boleh kita cintai.”✨...

.

To be continued

1
Dek Sri
lanjut
Cicih Sophiana
lumayan bagus dan masuk akal alasan Aisha kerja...biar ada bohong nya lumayan🫢 😂
Cicih Sophiana
Alisha seperti nya tdk seperti cewek lain yg mendekati Ares... yg matre, celamitan minta ini minta itu... bukti nya Alisha anteng anteng aja tuh gak macam...
Ass Yfa
rencana Arga berhasil menyakiti Ares
Cicih Sophiana
klo semua orang takut menikah Res dunia sepi dong... gak ada anak untuk penerus manusia... orang jg mungkin malas kerja dan beraktifitas untuk apa?
abimasta
puas yaa kamu arga
Cicih Sophiana
klo udah cemburu berarti udah ada rasa ya Res... jujur aja napa Res gapapa kok klo jujur jg Alisha seperti nya jg suka kamu deh...
Puji Hastuti
kamu selamat alisha
Cicih Sophiana
cie cie ada yg cemburu nih yeh... tp gak berani bilang cemburu... padahal jujur aja gak usah malu mas Ares 🫢
Cicih Sophiana
betul kak Nana bukan tempat yg membuat tenang tp seseorang yg tulus...
Cicih Sophiana
Ares kamu sdh ketergantung aroma tubuh Alisha...klo Alisha pergi meninggalkan kamu gimana coba..
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Cicih Sophiana
kasian yah Alisha masa mata dan kuping nya harus di tutup... itu maksud nya Alisha gak boleh liat Ares takut Alisha jatuh cinta gitu yah 🫢
Fadillah Ahmad
Hoooh, sekarang aku tau kenapa Ares tidak ingin terlalu drkat dengan Alisha atau sampai mencintai Alisha. Karena Ares tau, bahwa itu bisa menjadi kelemahan terbesarnya uang bisa di manfaatkan oleh Pesaing bisnis seperti Arga... 😂😂😂 Karena, tidak di dunia ataus ataupun dunia bawah sekalipun, kelemahan terhadap Wanita itulah yang paling di cari oleh lawan... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Cicih Sophiana
Ares nyaman yah memeluk Alisha... sape di lepas aja gak mau
Fadillah Ahmad
Hahaha, itulah bodohnya kau Arga! 😂😂😂 mungkin selama ini, Ares sudah terlalu baik padamu. Membuatmu berada di atas angin. 😁😁😁 Tapi sekarang? Lihatlah langkah yang di ambil Ares? 😂😂😂 Kau sendiri pun lengah kan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Itu adalah langkah yang bagus Alisha... 😂😂😂 Maka, untuk selanjutnya berhati-hatilah... 😂😂😂 Karena, sesungguhnya dunia bisnis itu amatlah kejam. Tidak sesederhana seperti yang terlihat di permukaan... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Benar sekali Alisha... 😂😂😂 maka, berhati-hatilah pada setiap Pertanyaan Arga yaaa 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Arga itu, terlalu lihai dalam menyusun kalimay Alisha... 😂😂😂 Hingga kamu sendiri pun nggk nyadar, bahwa jawaban kamu itu membawa lerugian bagi perusahaan suamimu sendiri... 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!