Indonesia
NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas / Penyesalan Keluarga / Balas Dendam
Popularitas:51.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 — Rencana Yang Mulai Goyah

Keira baru saja menyelesaikan memeriksa beberapa dokumen ketika Darren masuk membawa tablet.

“Ada kabar tentang keluarga Wijaya, Bos. Pak Darma masih dirawat di rumah sakit setelah pingsan di acara tender kemarin dan kabarnya mengalami serangan jantung. Kondisinya stabil, tetapi masih membutuhkan pengawasan ketat.”

Keira menghentikan gerakannya sesaat tetapi kembali melanjutkan pekerjaannya seolah berita yang dibawa Daren bukan sesuatu yang besar.

“Selain itu perusahaan mereka mulai mendapat tekanan dari kreditur dan rekan bisnis yang mempertanyakan kondisi keuangan mereka,” lanjut Daren.

“Itu sudah bukan urusanku lagi," sahut Keira enteng.

Darren memperhatikan atasannya. “Apakah Bos tidak ingin menjenguk Pak Darma?”

“Untuk apa?" tanya Keira cuek. “Aku bukan lagi menantu keluarga Wijaya.”

“Mereka pasti sedang menyesal sekarang," Daren terkekeh. "Aku jadi ingin melihat seperti apa wajah mereka sekarang. Jangan-jangan mantan ibu mertua meminta anaknya untuk mengajak Bos kembali rujuk.”

”Rujuk?” Keira mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Daren dengan mata menyipit kemudian tersenyum miring. "Hanya orang tidak waras yang mau jatuh ke lubang yang sama.”

Darren mengangguk. Ia tahu bagaimana usaha Keira untuk mengangkat derajat keluarga Wijaya dari yang sebelumnya nol tanpa apa-apa hingga menjadi akhirnya mampu berdiri bersama jajaran pengusaha sukses. Tetapi sayangnya apa yang pernah dilakukan oleh Keira sama sekali tidak pernah mendapatkan penghargaan yang layak, malah wanita itu diinjak sesuka hati oleh keluarga itu.

"Apa kita masih perlu memantau pergerakan mereka, atau bagaimana perkembangan setelah kita lepas tangan?” tanya Daren.

“Tidak perlu," jawab Keira menggelengkan kepalanya. “Itu sudah bukan urusan kita lagi, karena perusahaan kita sudah tidak memiliki kerjasama dengan mereka.”

“Baik, Bos. Saya mengerti." Darren hendak keluar, namun kembali memanggilnya.

“Kalau ada orang dari keluarga Wijaya datang meminta bantuan, katakan saja aku sedang tidak ada di perusahaan. Atau cari alasan apa saja terserah kamu. Yang jelas aku tidak ingin bertemu dengan mereka lagi."

Darren mengangguk tanpa sedikitpun terlihat terkejut. Tidak membalas dendam dengan menghancurkan perusahaan wijaya itu sudah toleransi terbesar dari Keira. Kalau mereka masih berani berharap, itu namanya tidak tahu diri.

Setelah Darren pergi, Keira menyandarkan punggungnya. Hanya karena ingin balas budi karena Arsen pernah menyelamatkan nyawanya dia telah menghabiskan empat tahun masa muda untuk mengabdi pada keluarga itu. Apa dirinya tidak terlalu konyol? Membalas budi seharusnya bisa dengan memberikan mereka uang kan? Dengan begitu ia tak perlu tahu rasanya kecewa.

Hahhh…

Keira membuang nafas pelan. Ya sudahlah. Mungkin dia memang harus menjalani itu sebagai bagian dari takdir hidupnya.

 

Menjelang sore, Keira menerima kedatangan Adrian Mahendra di kantor KA Grup untuk membahas tindak lanjut proyek yang baru saja dimenangkan perusahaannya. Keira mengesampingkan urusan pribadi dan memusatkan perhatian pada pembahasan jadwal pelaksanaan, pembagian tanggung jawab, serta kebutuhan operasional.

“Tim kami akan memulai persiapan pekan depan,” kata Adrian setelah memeriksa dokumen terakhir. “Seluruh sumber daya yang dibutuhkan juga sedang kami siapkan.”

“Bagus,” ucap Keira. “Saya harap kemenangan tender ini dibuktikan dengan hasil, bukan sekadar menjadi pencapaian di atas kertas.”

Adrian tersenyum. “Saya berjanji Anda tidak akan menyesal dengan keputusan Anda memilih perusahaan kami. Kami pasti akan menunjukkan bahwa kami layak dipertimbangkan.”

Keira mengangkat alis. “Semoga itu bukan hanya sekedar janji pemilu.”

Adrian tertawa kecil. “Anda akan melihat bukti nya nanti."

Pertemuan itu pun berlangsung lancar hingga seluruh agenda selesai.

*

*

*

Clarissa tiba di rumah orang tuanya menjelang sore dengan wajah kusut. Sejak meninggalkan rumah keluarga Wijaya,

Begitu melihat putrinya datang tanpa memberi kabar lebih dulu, Lukman Halim meletakkan dokumen yang sedang dibacanya.

“Clarissa, kenapa wajahmu seperti itu? Apa yang terjadi di rumah keluarga Wijaya?”

Clarissa menjatuhkan tubuhnya ke sofa, lalu menghela napas panjang sebelum menjawab, “Ayah Darma masuk rumah sakit. Dia terkena serangan jantung setelah Wijaya Group gagal mendapatkan tender besar yang selama ini mereka incar.”

Lukman langsung menegakkan punggung. “Apa? Sampai terkena serangan jantung?”

“Iya. Kondisinya sekarang sudah stabil, tetapi dokter melarang keluarganya membuat dia stres.” Clarissa meremas jemarinya dengan gelisah. “Masalahnya, kegagalan tender itu membuat keadaan perusahaan semakin buruk. Arsen sibuk mengurus masalah bisnis, sementara semua orang di rumah seperti kehilangan arah.”

Lukman terdiam. Berita itu jauh lebih buruk daripada yang dibayangkannya. Selama ini, ia memiliki rencana sendiri dengan pernikahan Clarissa dengan Arsen. Namun, jika Wijaya Group benar-benar terpuruk, semua rencana yang telah mereka susun bisa berakhir sia-sia.

“Kalau kondisi perusahaan mereka terus memburuk, apa yang bisa kita harapkan dari hubungan ini?” gumam Lukman, lebih kepada dirinya sendiri.

Clarissa menangkap perubahan ekspresi ayahnya. “Itulah yang membuatku kesal, Ayah. Belum cukup masalah perusahaan, sekarang Ibu Marissa juga bersikap menyebalkan.”

“Menyebalkan bagaimana?” tanya Lukman dengan kening berkerut.

“Dia terus membicarakan Keira. Mereka menyesali perceraian Arsen dengan Keira setelah tahu Keira pemilik KA Grup.” Suara Clarissa meninggi menahan amarah. "Ibu Marissa menyuruh Arsen untuk mendekati Keira lagi."

Lukman mengepalkan tangannya, sementara istrinya, selina, yang sejak tadi duduk di sampingnya, ikut menunjukkan ketidaksenangan.

“Jadi, sekarang mereka mulai membandingkanmu dengan mantan istri Arsen?” tanya Helena tajam.

Clarissa mengangguk. “Aku tidak tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan. Tapi aku bisa melihat perubahan sikap mereka. Mereka mulai memandang Keira seolah-olah perempuan itu bisa menyelamatkan semuanya, sementara keberadaanku tidak lagi dianggap penting.”

Selina mendecakkan lidah. “Keterlaluan. Mereka sendiri yang mengusulkan pernikahan ini, sekarang malah bertingkah seolah-olah putri kita tidak memiliki arti apa-apa.”

Lukman pun tampak kesal mendengar kenyataan bahwa putrinya berada dalam posisi tidak nyaman. Namun, kemarahannya tidak serta-merta membuatnya ingin memutuskan hubungan itu. Ia masih membutuhkan kepastian mengenai kondisi Wijaya Group.

“Clarissa, dengarkan Ayah,” katanya akhirnya. “Untuk sekarang, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Bertahanlah sementara di rumah keluarga Wijaya dan amati apa yang sebenarnya terjadi. Kita belum tahu apakah kegagalan tender ini hanya masalah sementara atau awal dari kehancuran yang lebih besar.”

“Tapi bagaimana kalau Arsen benar-benar rujuk dengan Keira?” Clarissa bertanya dengan nada getir.

Lukman menatap putrinya serius. “Itu kita pikirkan nanti. Pokoknya ayah minta untuk sementara ini kamu harus bersabar. Jangan bertindak sebelum kita mengetahui seberapa besar nilai yang masih dimiliki keluarga Wijaya.”

Clarissa terdiam. Ia memahami maksud ayahnya, meskipun hatinya semakin tidak tenang.

Pernikahannya dengan Arsen yang semula ia anggap sebagai kemenangan kini mulai terasa seperti perjudian. Dan sekarang Clarissa tidak lagi yakin apakah ia sedang mempertahankan seorang suami atau sekadar menunggu sebuah perusahaan yang mungkin sebentar lagi kehilangan segalanya.

1
vania larasati
lanjut
Noey Aprilia
Keira mngkn mau mmafkn kslhn mreka d msa lalu,tp untk kmbli lg....
Soryyyy yeee......😛😛😛
Aditya hp/ bunda Lia
tidak akan bisa soalnya kamu tuh udah terbiasa terima beres ...tanpa kerja keras dulu
〈⎳ FT. Zira
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sri Widiyarti
menyesalpun tiada guna Arsen...
Ilfa Yarni
tidak Ada Jln lain untukmu slain menerima nasib itulah karma yg hrs kau jalani karena kesombonganmu arsen
Lee Mba Young
nnti di kluarga santoso Clarissa di jadikan babu
Aditya hp/ bunda Lia: setuju semoga ajah ... kita mohon sama othor 🤭
total 1 replies
Patrick Khan
oalah tibak e podo bangkrut e🤣🤣
Nurhartiningsih
gila sih ini
Lily
keluarga gila
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
inilah contohl orang2 yg tamak Akan harta dikira mereka beruntung tp malah buntung penasaran apa yg Akan dikatakan papa Clarissa ya perusahaanya jg mau bangkrut dia menikahkan anknya dgn arsen berharap bisa dimanfaatin ternyata arsen malah bankrupt duluan
Ayuk Witanto
Keira udah gak Sudi mungut sampah
Aditya hp/ bunda Lia
makanya jangan pada mau enak mau senang tanpa berjuang ...
juwita
Arsen menghela nafas pendek.
juwita
yg penting tidak menceraikan carissa. mgkn itu yg di maksudnya ya mam
juwita
keluarga g bener semua saling memanfaatkan. tp akhirnya zonk semua🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan
udah tidur saja km arsen pasti capek🤣🤣
ryuka
makaaih banyak unt banyak up nya ya thorrrr 😍😍😍😍😍😍
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih juga atas dukungannya kak /Kiss//Pray/
total 1 replies
ryuka
penyesalan emang selalu datang terlambat arsen..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!