Arisya Maharani, seorang gadis dengan rambut yang saling melekat hingga membentuk gumpalan. Segala jenis perawatan rambut telah ia lakukan. Namun, tak bisa mengatasi masalah rambutnya itu.
Selalu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan, dijauhi teman dan dijuluki si gembel, tapi untung ada Rian yang selalu menghibur dan menjaga Arisya
.
siapakah Rian untuk Arisya
? Dan apakah rambut Arisya
yang seperti gembel itu normal? atau adakah cara mengembalikan rambut Arisya
agar menjadi normal?
"Gampang, Potong aja... !"
"Ga bisa say, memotong rambut bisa membahayakan nyawanya."
"Trus gimana? masa seumur hidup gembel, klo gimbal sih bagus."
"Penasaran? Baca say! "
author baru jangan galak-galak yaa.. ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Di sore itu Miko yang sudah menyelesaikan proses perpindahan Camilla ke sebuah universitas di Jakarta.
"Mil, malam ini kamu menginap di rumah Arisya ya. Aku mau pulang dulu kerumah papa, mama di Bogor."
"Kok, mendadak Bang?"
"Mumpung urusan di sini selesai, besok sore Abang udah pulang kok."
"Abang udah ngabarin Arisya?"
"Abang sudah telepon Nenek, kata Nenek boleh."
"Asiiik! Kita berangkat kapan Bang?"
"Sekarang. Cepet sana beres-beres barang yang mau kamu bawa."
Camilla berlari kekamarnya dengan sangat bahagia, lalu memasukkan beberapa baju dan boneka kesayangannya kedalam tas punggungnya. Setelah selesai ia berlari ke bawah dan mencari di mana Abang tercintanya berada. Hingga saat di ruang kerja Miko, Camilla melihatnya sedang menelpon seseorang.
"Pah, Miko ingin bicara serius nanti malam sama papa jadi Miko harap papa bisa pulang lebih cepat agar kita bisa makan malam bersama. Apa papa bisa?"
"Terima kasih pah," ucap Miko mengakhiri panggilannya.
"Abang mau pulang karena ada hal pentingkan yang akan Abang omongin sama papa dan mama ya Bang?"
"Iya, Mil!"
"Kok, aku ga di ajak Bang?"
"Kamu masih kecil, nanti kalau apa yang Abang pinta ke papa dan mama berhasil baru Abang kasih tau kamu."
"Ih Abang, kok gitu. Seharusnya sebagai saudara, apapun masalah dan keinginan Abang itu Camilla juga berhak tau, kan Milla adik Abang."
"Sudahlah Mill, Abang takut jika Abang ga berhasil. Jadi biar Abang perjuangkan dulu apa yang menjadi keinginan Abang ya Mill."
"Apa ini berhubungan dengan hubungan Abang denga Arisya?"
"Sudahlah, ayo berangkat!" Miko mengacak-acak rambut Camilla.
"Ih, Abang nanti aku jadi jelek!" Camilla memanyunkan bibirnya, sambil mengelus rambutnya.
Mobil melaju ke rumah keluarga Atmaja dan begitu turun mama Lia tampak menyambut mereka lalu membawa mereka ke ruang keluarga. Di sana tampak nenek sedang asik memandangi sebuah album foto.
"Nenek!" teriak Camilla mendekat pada wanita renta itu lalu mencium punggung tangannya. Di ikuti juga oleh Miko.
"Kamu berangkat hari ini Miko?"
"Iya, Nek. Lebih cepat lebih baik."
"Apa Arisya tau?"
"Tidak Nek, aku tidak memberitahunya aku takut ia akan memikirkan ini. Jadi untuk saat ini biar Miko yang mengurus ini semua."
"Semoga semua yang kamu inginkan dapat terwujud Miko!"
"Terima kasih, Nek! Miko berangkat sekarang ya Nek," pamit Miko pada nenek. Sedang dari arah dapur y tampak mama Lia datang dengan membawa minuman.
"Nak, Miko sudah mau pergi? Kok buru-buru apa tidak minum dulu nak?"
"Makasih mah, tapi Miko lagi ada urusan penting, Miko berangkat ya mah." Miko menyalami mama Lia lalu bergegas pergi.
Miko melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya. Sedangkan disebuah perusahaan terlihat seorang pemimpin perusahaan yang cantik sedang mengamati jalannya rapat, yah Arisya mengikuti rapat dengan para pimpinan divisi untuk melihat permasalahan perusahan.
"Arisya tampak serius dan terus mendengar laporan yang secara bergantian di bacakan sehingga akhirnya Arisya menyarankan untuk membuka cabang baru di wilayah yang berada di luar jangkauan agar mempermudah dan mempermurah pengeluaran perusahaan, sehingga dapat menjual produk di daerah itu dengan harga standar tanpa harus menambah ongkos yang jumlahnya besar itu.
Keputusan Arisya mendapat tentangan dari beberapa pemilik saham namun Arisya dapat menjelaskan apa yang akan ia lakukan nanti sehingga akhirnya keputusan Arisya mendapat dukungan dari mereka kecuali Mirdad dan Mario yang nampak enggan memberi dukungan. Namun, tetap mengikuti rencana Arisya bukan menolak.
***
Di Bogor tampak Miko telah sampai di rumah lalu bergegas menemui ibunya yang tengah menyiapkan makan malam.
"Mama!" panggil Miko sambil menghampirinya lalu mencium kening wanita kesayangan dan cinta pertamanya itu.
"Sebenarnya ada apa kata papa kamu mau membicarakan sesuatu yang serius apa benar itu Miko?"
"Iya, tapi nanti saja kalau papa pulang mah."
"Ih, kamu itu sudah berani rahasia-rahasiaan ya sama mama."
Miko menanggapi itu dengan senyuman lalu bergegas mengganti pakaiannya.
Pukul 8 malam akhirnya papa pulang mereka pun makan malam bersama tanpa ada bahasan apapun, baru setelah selesai makan, Miko mulai meberanikan diri untuk mengutarakan apa yang ia inginkan yaitu meminta restu pada mereka untuk bisa melamar Arisya serta memohon untuk mengutarakan keinginannya itu pada Kakek Mirdad. Sedangkan papa dan mama terlihat sangat terkejut dengan apa yang mereka dengar, karena selama ini anak lelakinya itu sulit untuk dekat dengan seorang wanita. Arisya adalah wanita pertama yang berhasil meluluhkan hati putra mereka. Namun, untuk menikah. Kedua orang tua miko merasa itu terlalu cepat dan terlalu berresiko mengingat kakeknya sangat tidak menyukai Arisya.
Tapi melihat keberanian Miko mengutarakan niatnya itu membuat papa merasa kagum dengan keberaniannya. Maka malam itu papa Miko memutuskan untuk membicarakan itu dengan kakek Mirdad di hari minggu dan mereka akan ke Jakarta untuk menemui kakek Mirdad.
Mama mendekati Miko dan memeluk serta menciumi pucuk kepalanya.
"Mama kira anak-anak mama masih kecil, ternyata mama sudah menua karena putra kesayangan mama kini telah dewasa." Tampak air mata mengalir dari mata yang telah terlihat garis keriput tipis di sana.
"Apa mama tidak setuju dengan keinginan Miko, ma?"
"Mama setuju dan akan selalu mendukung apa pun yang membuat mu bahagia Miko."
"Terima kasih mah. Miko sayang mama, doakan Miko dan Arisya agar bisa hidup bersama dan bahagia ya ma."
"Tentu saja Miko tanpa kamu pinta, mama pasti akan mendo'akan kamu dan Camilla agar bisa bahagia dengan siapa pun yang kalian pilih.
semangat up lg ya
aku mampir lagi semangat
salam kenal dari novel baruku Sang Pemilik Hati 🤗
semangatt yaa