Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai tunduk

keluar dari ATM, aku dan Aira bergegas menaiki motor. Saat hendak menyalakan mesin motor, tiba-tiba ponselku bergetar. Aku menghentikan gerakanku. Tanganku segera merogoh tas dan mengambil ponsel. Ada satu pesan masuk yang ternyata dari Mas Rama. Kemudian aku membuka pesan tersebut.

[ Yang, kamu pulang jam berapa? Jangan pergi lama-lama, aku kesepian. ]

Senyum sinis langsung terukir di bibirku setelah membaca pesan dari Mas Rama. Laki-laki yang selama ini membuatku merasa sendirian di dalam pernikahan kami, sekarang justru mengaku kesepian hanya karena aku tidak berada dirumah?

Entah perasaan apa yang aku rasakan sekarang. Bangga? Senang? Muak? Atau mungkin jijik?

Ada kepuasan karena sekarang Mas Rama mulai menyadari keberadaanku. Tetapi di sisi lain, ada rasa getir yang sulit dijelaskan. Ketika sekarang aku mulai menarik diri, dia justru merasa kehilangan. Sekarang aku sudah tidak bisa percaya lagi dengan nya, sekali seseorang menjadi penghianat, label itu tidak akan mudah hilang hanya karena beberapa kalimat manis. Aku tidak akan sebodoh itu lagi.

Kemudian aku membalas pesan dari Mas Rama.

[ Hari ini aku masih ada urusan, Mas. Nanti kalau urusanku sudah selesai juga pasti aku pulang. Memangnya Mas gak kerja hari ini? ]

Sebisa mungkin aku berusaha bersikap biasa saja. Seperti tidak terjadi apa-apa. Sungguh berat rasanya karena antara hati dan perilaku menjadi tidak sinkron.

[ Urusan apa sib, yang? Buruan pulang. Aku kangen, pengen sama kamu terus. ]

Sekali lagi, hanya seringai lebar yang muncul di wajahku setelah membaca pesan dari Mas Rama. Entah harus tertawa atau menangis. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan laki-laki itu. Kemana saja dia selama ini?

Dulu ketika aku meminta waktu untuk sekedar berbicara, dia selalu sibuk. Ketika aku ingin makan berdua dengannya, dia selalu beralasan. Bahkan ketika aku sedang membutuhkan dirinya, dia sering kali memilih berada di tempat lain.

Sayangnya semua sudah terlambat. Hatiku sudah terlanjur terlalu sakit.

[ Aku akan pulang kalau urusanku sudah selesai. Kenapa Mas hari ini gak kerja? ]

Tak membutuhkan waktu lama, Mas Rama langsung membalas pesanku.

[ Lagi malas berangkat kerja hari ini, yang. Kepalaku juga sakit. Biarlah hari senin sekalian aku masuk kerja. Selama akhir pekan ini aku ingin sama kamu terus. Ayo kita liburan, yang ]

Wahh.... Serasa mendapatkan durian runtuh. Baru kali ini Mas Rama mengajak ku untuk pergi liburan. Namun, jauh dari lubuk hatiku, aku sama sekali tidak ingin pergi berlibur dengannya. Masih banyak urusan yang harus kuselesaikan. Aku juga tidak ingin membuang uang hanya untuk bersenang-senang, apalagi dengan keadaan yang seperti sekarang. Lebih baik uangnya kugunakan untuk tambahan modal usahaku.

[ Kapan-kapan saja, Mas. Sayang uangnya. O,ya nanti ada yang ingin aku diskusikan sama Mas. Setelah urusanku selesai, aku akan segera pulang. ]

Singkat, padat. Tapi cukup untuk membuatnya penasaran. Aku ingin menjadi semacam candu bagi Mas Rama. Melambungkan hasratnya yang setinggi tingginya, kemudian akan ada masa nya untuk di hempaskan.

[ Mau mendiskusikan apa, yang? Sekarang saja. Biar aku jemput, ya? Kamu sama Aira dimana? Kasihan Aira kalah harus naik motor terus.]

Aku sampai mengangkat alis membaca isi pesan dari Mas Rama. Wow.....belum pernah sekalipun Mas Rama menawarkan diri menjemputku dan anak nya seperti ini. Dulu, ketika aku membawa anak-anak dan meminta untuk dijemput, jawabannya selalu banyak alasan. Dan sekarang, tanpa kuminta, dia justru menawarkan diri. Segera kubalas pesannya.

[ Tidak usah repot-repot. Mas tunggu saja dirumah.]

Tak lama, masuk pesan balasan dari Mas Rama.

[ Tapi jangan lama-lama, ya yang? Aku sudah kangen banget sama kamu.]

Aku membaca pesan itu tanpa membalas. Kemudian kumasukkan ponselku ke dalam tas. Lalu kuhidupkan mesin motor. Motor pun kulajukan meninggalkan halaman sekolah Aldi. Menuju tempat Mbak Rima.

.....................................

Pertemuanku dengan Mbak Rima dan teman nya berlangsung cukup lama. Kami duduk di sebuah kedai kecil tidak jauh dari ruko yang hendak ku sewa. Awalnya, aku hanya ingin melihat lihat tempat dan membicarakan harga sewa. Namun, perbincangan kami justru melebar ke banyak hal.

Pemilik ruko itu bernama Mbak Santi. Sejak pertama kali bertemu, aku langsung melihat sosok perempuan yang menarik. Wajahnya cantik, tutur katanya lembut. Namun, ternyata kehidupan Mbak Santi dulu tidak jauh berbeda dengan apa yang sedang kualami sekarang. Dia pernah menikah dan Pernikahannya berakhir dengan perceraian.

" Mbak Jasmine, sudah berapa lama menikah sama suami?" Tanya Mbak Santi kepadaku.

" Pernikahanku sudah hampir 10 tahun, Mbak." Jawabku.

" Wah,, sudah lama ternyata. Namun, terkadang lamanya masa pernikahan, kesetiaan ,kasih sayang, dan cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan bahtera rumah tangga. Jika seandainya aku di suruh memilih, aku pasti memilih untuk mempertahankan rumah tanggaku. Karena aku memikirkan anak yang akan menjadi korban, itu merupakan beban berat yang harus aku hadapi." Ujar Mbak Santi.

Aku dan Mbak Rima mendengarkan cerita Mbak Santi. Ada sisi kelembutan dari setiap kata-katanya. Bukan kelembutan seorang perempuan yang sedang mengasihani dirinya sendiri, tetapi kelembutan seseorang yang sudah berdamai degan luka masa lalu.

" Kalau Mbak Santi begitu ingin mempertahankan pernikahan, lalu kenapa akhirnya mbak memilih bercerai?" Tanyaku.

" Karena gugatan dan sidang perceraian yang di layangkan suamiku selama dua tahun lamanya, akhirnya membuatku lelah dan menyerah. Aku sangat menyesali keputusan itu. Tapi kemudian aku sadar, jika kita menyayangi dan mencintai seseorang, lalu apakah kita tega membiarkan dia menderita di saat dia sudah tidak menginginkan kita lagi?" Jawab Mbak Santi dengan nada terdengar sedih.

" Ya sudah, Mbak. Sekarang jangan di ingat-ingat lagi. Yang terpenting sekarang Mbak Santi sudah hidup tenang dan bahagia bersama anak Mbak satu-satunya." Ucapku memberikan semangat untuk Mbak Santi.

Entah kenapa cerita Mbak Santi terasa begitu dekat dengan keadaan rumah tanggaku sendiri. Selama ini aku selalu berpikir bahwa mempertahankan pernikahan adalah bukti bahwa aku mencintai Mas Rama. Aku bertahan demi Aldi dan Aira. Aku menelan kecewa demi keluarga. Aku memaafkan berkali-kali karena takut kehilangan rumah tangga. Tapi kalau seseorang yang kita cintai justru memilih orang lain, sampai kapan kita harus terus memaksakan diri?

...****************...

Terimakasih sudah membaca 🙏😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!