Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 27

Setengah jam kemudian, Kevin melangkah masuk ke dalam ruangan VIP sebuah restoran mewah di kawasan. Bau aroma hidangan mahal yang menyeruak di udara mendadak terasa begitu menyesakkan dada.

Di balik meja bundar beratap kristal, Asha duduk bersedekap dada dengan gaun sutra krem yang amat anggun. Di sebelahnya, ibunya, Bu Widya sedang menatap deretan dokumen di tablet dengan kacamata baca bertengger di hidung. Seorang perwakilan dari wedding organizer duduk berseberangan, mencatat tiap detail permintaan mereka.

KREEEKK...

Langkah kaki Kevin yang berat membuat ketiganya menoleh secara bersamaan.

"Kevin!" tegur Bu Widya langsung, meletakkan tabletnya dengan sentakan keras ke atas meja. Matanya menatap tajam kemeja biru Kevin yang kusut dan rambutnya yang agak berantakan.

"Kamu ini dari mana saja?! Jam berapa ini baru sampai? Kita ini sedang membicarakan acara besar keluarga, bukan main-main!"

Asha tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain dengan dengusan napas tajam, memperlihatkan kekecewaan dan amarah yang sengaja dipertontonkan.

"Maaf, Tante... Jalanan macet," bisik Kevin parau. Ia menarik kursi kayu berukir di samping Asha, namun gerakan tubuhnya terasa sangat kaku dan hampa.

"Macet atau pikiranmu yang sedang kemana-mana?" desis Asha sinis tanpa sudi menatap mata Kevin. Namun Kevin mengabaikan sindiran dari Asha tersebut.

Bu Widya memberi isyarat tangan kepada perwakilan wedding organizer di hadapannya. "Mbak, bisa tinggalkan kami sebentar? Ada hal internal keluarga yang harus kami tuntaskan dulu."

"Baik, Ibu. Saya permisi sebentar ke luar," pamit staf wanita itu sopan seraya merapikan berkasnya dan melangkah pergi, menyisakan ketegangan pekat di dalam ruangan kedap suara tersebut.

Begitu pintu tertutup rapat, Bu Widya memajukan tubuhnya ke meja, menatap Kevin dengan intonasi memintimidasi.

"Kevin, Tante tidak mau berbelit-belit," buka Bu Widya dengan suara penuh penekanan.

"Persiapan pernikahan kalian sudah mencapai delapan puluh persen. Pihak catering sudah menyetujui paket lima ratus porsi dengan menu impor, dan gedung sudah terkunci booking-nya atas nama keluarga besar kita."

Kevin hanya menunduk kaku, mengamati cangkir tehnya yang tak lagi berasap. Dia tak begitu semangat untuk mempersiapkan pernikahan ini. Entahlah hanya saja dia merasa ada sesuatu yang kosong dan hampa. Dia juga merasa pernikhannya dengan Asha terlalu cepat. Bahkan proses persidangan dengan Dilara saja belum final.

"Iya, Tante."

"Tapi ada satu hal penting yang harus kita finalkan malam ini," lanjut Bu Widya seraya mengetukkan jemarinya yang berhias cincin berlian ke permukaan meja glass.

"Mengenai mahar dan seserahan."

Kevin mendongak perlahan, keningnya berkerut tipis. "Mahar?"

Asha akhirnya memutar tubuhnya menghadap Kevin. Tatapan matanya yang tadi dingin kini memancarkan rasa haus akan pengakuan dan pembalasan ego atas ketidakpastian Kevin selama ini.

"Iya, Kevin. Mahar," sela Asha dengan nada manis beracun.

"Mama dan aku sudah berdiskusi. Karena aku adalah anak tunggal di keluarga ini, dan acara kita nanti akan dihadiri oleh rekan-rekan bisnis Papa serta pejabat daerah, maharnya tidak bisa biasa-biasa saja."

"Tante sudah menyusun daftarnya," Bu Widya menggeser sebuah lembaran kertas kecil yang berisi tulisan tangan anggun ke hadapan Kevin.

"Tante minta logam mulia seberat lima ratus gram, ditambah satu unit apartemen di kawasan Kemang atas nama Asha. Jangan lupa, satu set perhiasan berlian penuh untuk acara akad."

Mata Kevin membelalak lebar saat membaca barisan angka dan permintaan di atas kertas tersebut. Dadanya terasa dihantam batu besar.

"Tante... lima ratus gram emas? Apartemen atas nama Asha?" Kevin berbisik tak percaya, suaranya bergetar.

"Bukannya sejak awal kita sepakat mahar itu simmbolis yang bermakna? Kenapa... kenapa nilainya mendadak sebesar ini? Perusahaan saya baru saja menstabilkan arus kas setelah ekspansi bulan lalu..."

"Kenapa? Kamu merasa keberatan?!" potong Bu Widya dengan nada tinggi penuh kecaman.

"Kevin, sadar posisi kamu! Kamu itu pria berstatus duda yang baru saja lepas dari wanita biasa! Anak Tante ini mengorbankan masa mudanya, merelakan kariernya di luar negeri, dan menahan malu karena harus menunggu proses perceraianmu selesai!"

"Bukan begitu, Tante..." cicit Kevin membela diri, namun suaranya terlalu lemah di bawah tekanan.

"Kalau kamu memang menghargai Asha dan keluarga kami, nilai mahar segitu tidak ada apa-apanya dibanding harga diri yang harus ditanggung Asha!" cercol Bu Widya tanpa memberi celah.

"Atau kamu memang sengaja mencari alasan untuk mengulur waktu karena belum rela melepaskan mantan istrimu yang tidak punya apa-apa itu?!"

JLEB.

Kalimat itu bagai cermin raksasa yang dihantamkan tepat ke muka Kevin. Kenangan tentang Dilara mendadak terbayang begitu jelas di ruang matanya.

Saat mereka menikah satu tahun lalu, Dilara hanya meminta seperangkat alat shalat dan cincin emas sederhana yang bahkan beratnya tak sampai sepuluh gram. Dilara tidak pernah meminta apartemen, tidak pernah menuntut gaun impor, dan tidak pernah membandingkan harga dirinya dengan lembaran rupiah. Dilara menerimanya apa adanya, merawatnya dengan keikhlasan yang kini baru Kevin sadari betapa langkanya di dunia ini. Bahkan saat dia menawarkan rumah yang mereka tempati, Dilara menolaknya.

Sementara di hadapannya sekarang... dua wanita ini bertindak seolah-olah pernikahan adalah sebuah transaksi jual-beli gengsi.

"Kev..." Asha meraih jemari Kevin yang dingin, meremasnya erat dengan raut wajah dibuat seiba mungkin, mencoba kembali memainkan trik manipulasi emosionalnya.

"Aku melakukan ini bukan karena matrealistis. Aku cuma mau kamu membuktikan di depan semua orang kalau aku jauh lebih berharga di mata kamu dibanding... masa lalumu. Kamu cinta kan sama aku?"

Kevin menatap jemari Asha yang menggenggam tangannya. Perasaan mual yang sempat ia rasakan di dalam mobil kembali membuncah hebat hingga ke tenggorokan. Dulu, kata-kata manis Asha adalah candu. Kini, kata-kata itu terasa seperti tali gantung yang pelan-pelan menjerat lehernya.

'Apakah perasaan terjepit ini yang dulu dirasakan Dilara saat kamu membela Asha di depan matanya, Kevin?' bisikan nuraninya menampar kejam.

"Kenapa diam, Kevin?!" desak Bu Widya tegas, menepuk meja.

"Jawab! Kamu sanggup atau tidak memenuhi mahar itu sebelum hari H akad?!"

Kevin memejamkan matanya erat-erat. Wajah tegap Elian yang mengusirnya di depan gerbang, senyum lembut Dilara saat menyeduh teh, dan tuntutan mahar fantastis di meja ini bertabrakan keras di dalam kepalanya. Ia merasa seperti pecundang paling malang yang terkurung dalam jebakan buatannya sendiri.

"Saya harus membicarakan dahulu dengan keluarga saya, Tante. Apalagi permintaan ini terlalu mendadak bagi saya. Ini sangat jauh dari pembicaraan kita sebelumnya. Apalagi status saya juga masih belum di putuskan pengadilan,"

"Kamu apaan sih Kevin? Kamu tidak mau memberikan mahar yang aku dan ibuku minta?"

"Jujur saja itu terlalu besar untukku dan lagi dengan pernikahan kilat kita, Asha. Bukannya kamu juga setuju sebelumnya kalau kita akan menikah sederhana setelah status aku di putus pengadilan?" jawab Kevin membuat wajah Asha memerah.

1
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ditunggu kelanjutan nya kak❣️
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah aku kasi 10 ☕☕☕ ya kak😎
Rarik Srihastuty
batalin aja dah Kevin, kamu menduda aja.mungjin suatu saat km dapat jodoh lain dari author. daripada nikah sama asha makan hati, lebih baik kamu larut dalam penyesalan dan memperbaiki diri menjadi lebih baik
nely_48
ak loh curiga klau Asha lg hamidun, makanya maksa kevin untuk cpet² menikahinya, trs soal mahar yg fantastis itu adalah langkah aman untuk nguras habis harta kevin
nely_48
jantungan ga tuh s kevin pas baca daftar mahar yg d minta ibu nya Asha,,, lagian calon ibu mertua searogan itu main bentak n nekan kevin,, tah kev km mikir lah d situ,, ortu kandung km az menyayangi km dgn tulus n ga pernah berkata kasar apalagi nada tinggi loh,,, gila az kevin mau masuk k keluarga toxic
Ambu Rinddiany Thea
belum apa2 udh d teror kaya ma depkolektor s kevin mah , apalagi ntar udh nikah amsiong ga tuh
Lee Mba Young
semoga ortu Kevin lbih Tegas lagi. cabut saja semua fasilitas kl mau nikah megah suruh usaha sendiri tanpa bantuan ortu nya. yakin Asha masih mau 🤣.
Oma Gavin
semoga ortu nya Kevin menolak punya menantu asha dan pernikahan batal cabut semua fasilitas dan jabatan di perusahaan aku jamin asha kabor setelah tau kevin kere
Fitria Syafei
rasaiin kau Kevin mentok kesana kemari . pilih ntuh si ratu lebah Asha yg lebih menarik dari Dilara 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Talnis Marsy
Kevin ....KLO kamu sampai nurutin Asha..otak kamu kemakan ayam bearti....
ryuka
kevin kevin.. kamu bodoh bgt sih klo masih mau lanjutt
Oma Gavin
rasakan kamu kevin cuma diporotin asha saja sama keluarga nya semoga ortu mu menolak mentah" dan pernikahan batal terbongkar manipulasi asha tentang sakitnya
Mundri Astuti
oi Kevin blegug...dah liat kan babang tamvan elian...calonnya dilara tuh kerennn kan 😄.

nikmatin harimu sama lampir pilihanmu 😛
nely_48
turuti az sih kev apa yg d inginkan Asha, kan semua jg keinginan mu mau bahagia bersama Asha mu itu
nely_48
thank's elian km udh melindungi n membela dilara d depan mata kevin
Fitria Syafei
hadeh Kevin..Kevin...ngaca..deh terlambat tauu dan kemana ajee baru nyadar kalau Dirara jauh berbeda dari nenek sihir ntuh 😏 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Masha 235
harusnya jgn adik prempuan Thor...saudara prempuan gt,itu bisa merujuk adik/KK prempuan..
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Udah aku kopi manis ☕ kak.. 😎
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
nama nya kebalik balik kak
Ambu Rinddiany Thea
aneh pikiran s kevin mah nyasar kamana karep , tau klo liat s elian ganteng membahanaaaaa hahhahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!