Linggar Angkasa adalah seorang pria yang sudah memiliki istri, menjalin cinta terlarang dengan seorang wanita yang tidak lain adalah karyawannya sendiri, istrinya seorang model majalah yang sering berada di luar kota.
Tania... wanita berusia 25 tahun yang menjabat sebagai sekretaris perusahaan retail,, atas dasar cinta, dia rela menjadi simpanan dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja.
3 tahun menjalin asmara tanpa kepastian kemana arah hubungan akan berlabuh, tiada hari tanpa desahan, kepuasan dan... cinta bertepuk sebelah tangan.
Jalinan cinta terlarang keduanya membuahkan hasil... tanpa ikatan... tanpa tuntutan... yang ada hanya sebuah kesadaran dari kesalahan...
Apakah Tania dan Linggar akan tetap bertahan? ataukah Tania mundur dan memutuskan hidup tanpa perlindungan...
Selamat membaca ya guys... semoga terhibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Jendela kaca dari ruangan yang berada du lantai 27 telah basah... Hujan yang mengguyur kota hari ini cukup lebat... hingga mampu mencetak buliran air di atas kaca.
" Sampai kapan kamu menyiksa diri Linggar??," Suara Angga menghancurkan lamunan yang sedari tadi menemani Linggar.
" Siapa yang menyuruhmu kemari?" Linggar berbalik memberikan pertanyaan.
" saat aku di berikan akses bebas masuk, detik itu pula aku berhak kemari tanpa perintah." jawab Angga.
"Jangan terus menyiksa diri Gar, kamu masih memiliki masa depan yang panjang, ratusan anak yatim menunggumu," ucap Angga.
"Aku tidak kemana mana, Aku tahu kewajibanku, aku kesini hanya karena mengingatnya." lirih Linggar.
" Kalau kamu mencintainya, mengapa kamu menghentikan pencarian?, dia pergi sudah 3 tahun Gar... Jika saja kamu tidak menghentikan pencarian dan menurunkan egomu, mungkin saat ini kita sudah menemukannya. Kamu memiliki kekuasaan dan harta yang bisa kamu pakai untuk mencarinya." dengan jengkel Angga mencoba membuka mata sahabatnya itu.
Sahabat yang 3 tahun ini terpuruk tetapi berusaha terlihat baik baik saja. Sahabat yang 3 tahun ini menggila dalam pekerjaan. Mengembangkan bisnis dan membangun yayasan orang tua asuk dan panti jompo.
Bahkan setelah ini... Dia berencana membangun sekolah gratis untuk keluarga tidak mampu, dia bekerja untuk siang malam untuk melupakan satu nama... Bukan maya yang di gadang gadang cinta pertamanya... Melainkan... Tania. Wanita yang pernah menjadi simpanannya selama bertahun tahun.
" Dia menghilang bukan karena di culik, tetapi dia yang memilih pergi dariku, dia tidak ingin bertahan denganku... Lalu untuk apa aku mempertahankannya?" tegas Linggar.
" Kamu saat itu di butakan cinta maya Gar, Ego mu mampu menyembunyikan perasaanmu padanya. Lihatlah sekarang... Kamu bahkan setiap hari memeluk bayangannya, berada di tampat yang sunyi ini hanya untuk melepaskan rindu dengan dalih lelah." Angga tidak mau kalah.
Angga terus menyudutkan Linggar, dia ingin Linggar kembali seperti dulu... penuh cahaya dan harapan dalam hidupnya.
" Kamu telah memutuskan memilih Yuka, jangan mengulang kesalahan dengan menyia nyiakan dia." Angga melanjutkan ucapannya.
" Bukan aku yang menginginkannya, tetapi dia yang memaksakan kehendaknya. Aku tidak pernah menjanjikan apapun" ucap Linggar tidak kalah tegas.
Pluk!!!
" Aduh, sialan, kenapa kamu melempari botol padaku?" Linggar memegang keningnya yang terkena Lemparan botol parfum.
" Biar otakmu yang menggumpal itu kembali encer." jawab Angga dengan gemas.
" mau dia yang memulai atau memaksa, nyatanya kamu telah menerima. Jika kamu tidak menerima, tidak akan ada harapan yang Yuka harapkan." lanjut Angga.
Linggar terdiam, bukan dia kalah berargumentasi, tetapi... Dia malas membahas wanita keras kepala yang menjadi tunangannya 2 tahun terakhir ini.
" Aku berkali kali menolak, berkali kali juga memutuskan untuk mengakhiri semua drama ini, tetapi dia tetap kukuh mempertahankan hubungan yang sama sekali tidak sehat." Linggar berkata dengan lirih tetapi masih terdengar di telinga Angga.
" Karena dia mengharapkanmu Linggar, kalian sudah teringat sebuh cincin yang tersemat, itu membuatnya cukup memiliki alasan untuk bertahan." Angga menanggapi sahabatnya.
Sunyi.... Linggar terdiam. Dia tidak menampik kesalahannya 2 tahun lalu yang menerima bertunangan hanya karena ingin kalut karena perceraiannya dan kehilangan Tania.
"Jika sebelum menikahi Yuka takdir membawaku bertemu dengan Tania, aku akan membatalkan pertunangan ini apapun alasan dan resikonya, tetapi... Jika aku bertemu dengan Tania setelah aku menikah, maka aku akan mempertahankan pernikahanku dan melepaskan Tania meskipun itu adalah hal yang tidak mungkin." Linggar mengatakan dengan tatapan kosong...
Angga sangat memahami posisi Linggar, Yuka adalah pilihan terbaik yang di pilih kedua orang tuanya, tetapi... Siapa yang mampu memaksakan kehendak hati?? Siapa yang mampu membolak balikkan rasa selain Sang Pencipta?.
Tania yang di anggap wanita simpanan, nyatanya mampu merebut cinta yang bertahta di hati Linggar. Wanita yang di anggap pemuas nafsu itu. . Nyatanya memikiki peran penting di hidup seorang Linggar.
Linggar membuka jendela... hembusan angin langsung masuk... membuat lembaran kertas milik angga yang ada di meja berterbangan.
" tutup jendelanya sialan, lihatlah... Laporanku jadi betantakan." gerutu Angga sambil memungut lembaran lembaran tersebut.
Tanpa menjawab Angga yang menggerutu, Linggar menutup kembali jendela dan menuju tempat tidur untuk berbaring.
Satu dua lembar masuk ke kolong tempat tidur, Angga mencari sapu untuk meraihnya. Tidak bisa. Lalu angga mencari vacuum cleaner dan... Dapat.
Bukan dua lembar, melainkan 3 lembar. Tetapi... salah satu lembaran berukuran kecil yang menampakkan sebuah gambar.
Angga bukan laki laki bodoh yang tidak tahu itu apa. Sedangkan apartemen ini pun siapa yang menempati sebelumnya, Angga paham.
" Gar... Apakah Tania hamil saat kalian berpisah." pertanyaan Angga mampu membuat Linggar terdiam sesaat.
" Tidak. Dia tidak mengatakan apapun, dia pergi begitu saja." jawab Linggar dengan mantap.
Angga melempar kertas kecil yang dia temukan dari kolong tempat tidur. Linggar menangkap dan membacanya dengan seksama. Atas nama... Tania!!!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai man teman... Apa kabar? Semoga kalian selalu sehat ya... dan semoga kalian tidak bosan dengan cerita ku...
Selamat membaca... Plis... Jejak kalian sangat sangat aku harapkan sebagai penyemangatku... Terimakasih...
yg kabur.... krna takut klo kndungannya disuruh gugurin linggar😔😔
pasti km akn mnyesal dan trluka... klo smpe mereka tak menerimamu linggar...
dlu seenteng itu km mngtakn tak akn prnh mnikahi tania... bhkn tk mnginginkn ank drinya....
dan bgitu jg dgn yuka.... km pun enteng bgt mnyetujui prtunangan....
karna mulut tajammu mnolak seandainya tania hamil....
tania hnya mmprtahnkn ank yg tak brdosa linggar.... tania prgi krna takut km memaksanya untuk mnggugurkn kndungannya....
jdi.... mkan tuh tuduhan kejimu trhdp tania...🙄🙄🙄