Kalau seorang suami yang dikenal sebagai laki- laki romatis terhadap istrinya, sayang terhadap anaknya dan patuh kepada kedua orang tuanya saja bisa membuat noda hitam di dalam perkawinannya, lalu laki- laki yang seperti apa yang bisa dipercaya untuk menjaga kesetiaan rumah tangga...? Lalu apakah hati seorang istri yang sudah retak akibat pengkhinantan suami bisa pulih kembali, hanya dengan kata ''maaf...?"...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Tidak menyangka
Suzan menghela nafas lalu kembali menatap sang suami.
Lalu Suzan mengatakan pada Bagas, bahwa setelah membeli krayon, dia mampir ke cafe untuk minum kopi karena merasa ngantuk. Dan di sana dia tidak sengaja bertemu dengan Tomi.
"Siapa Tomi...?'' tanya Bagas.
"Tomi itu temannya Alma yang naksir sama Alma. Tapi dia nggak berani bilang sama Alma. Makanya tadi pas dia ketemu aku di cafe, Tomi basa- basi nanya soal Alma..." jawab Suzan mengarang cerita.
"Oh begitu..." sahut Bagas yang sepertinya percaya dengan cerita karangan Suzan.
"Iya mas..." jawab Suzan lalu menghela nafas.
"Sebenarnya aku juga kasihan sama Alma yang sudah lama hidup sendiri. Nggak ada yang jagain dia. Kalau Alma mau sama Tomi sih aku dukung- dukung aja. Soalnya Tomi itu orangnya baik dan perhatian, dia juga laki- laki yang setia sama seperti kamu, mas. Aku yakin orang seperti Tomi nggak mungkin tega menyakiti apa lagi menyelingkuhi pasangannya..." sambung Suzan sengaja memuji Tomi di depan Bagas.
Mendengar ucapan Suzan tentang Tomi, Bagas hanya diam. Namun raut wajahnya sedikit berubah. Dia terlihat sedikit canggung. Mungkin Bagas merasa tersindir oleh ucapan Suzan tentang kesetiaan, padahal nyatanya dia tidak setia.
"Kalau menurut kamu, salah nggak sih aku bantu Tomi buat mendapatkan Alma...?'' tanya Suzan.
"Ya...i...itu sih terserah kamu saja sayang... Kamu pasti lebih tahu apa yang terbaik untuk Alma.Kan kamu sahabatnya.." jawab Bagas dengan canggung.
"Ya semoga saja mereka berjodoh ya mas, susah lho sekarang cari laki- laki yang setia dan jujur sama pasangan..." ucap Suzan sambil tersenyum pada Bagas.
Dan lagi- lagi Bagas hanya diam dengan wajah canggung.
"Aku beruntung, punya suami seperti kamu mas. Kamu orangnya nggak neko- neko, setia, jujur dan pengertian sama aku...." sambung Suzan sambil merangkul lengan Bagas.
Bagas kembali harus dibuat canggung karena apa yang Suzan katakan padanya tidak sesuai dengan kenyataannya. Iya, Bagas juga merasa sangat malu. Namun tentu saja dia harus menyembunyikan semua rasa itu agar Suzan tidak curiga padanya.
"Ya udah sayang, kalau begitu aku balik ke ruang kerjaku ya, masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan..." ucap Bagas sambil mengusap kepala Suzan dan tersenyum simpul, walaupun sebenarnya dia sangat malu dengan pujian yang dilontarkan oleh Suzan tadi.
Iya, tentu saja Bagas malu, menurutnya Suzan begitu percaya padanya dan menganggapnya suami yang sempurna di matanya. Namun pada kenyataannya Bagas telah mengkhianati perempuan yang begitu percaya padanya.
"Oh iya mas...selamat bekerja ya..." sahut Suzan sambil membalas senyuman Bagas dan mengusap lengannya.
Bagas lalu pergi dari hadapan Suzan menuju lift dengan perasaan tidak menentu. Antara malu dan juga merasa bersalah pada Suzan. Suzan yang masih berdiri di depan ruang kerjanya masih diam sambil menatap kepergian sang suami.
"Sikapmu tadi benar- benar membuatku yakin kalau kamu telah bermain- main di belakang aku mas... Lihat saja, tidak lama lagi aku akan mendapatkan bukti kalau kamu telah berani selingkuh dariku. Dan aku tidak akan memaafkanmu mas..." ucap Suzan dalam hati sambil mengepalkan kedua telapak tangannya.
🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇🍇
"Apa...? Jadi kamu bilang sama suamimu kalau Tomi naksir aku...?" Alma kaget mendengar cerita Suzan. Suzan mengangguk.
"Ya ampun beb, kenapa jadi bawa- bawa nama aku sih...?" sambung Alma.
"Trus kalau aku nggak bawa nama kamu, aku harus bawa nama siapa...?'' sahut Suzan.
"Iya tapi nggak gitu juga kali..." jawab Alma yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Suzan.
"Hanya itu yang ada di pikiranku..." jawab Suzan tanpa rasa bersalah.
"Oh ya ampun beb... Tomi itu kan punya istri, ngaco aja..." sahut Alma.
Suzan tertawa.
"Ih ketawa lagi..." ucap Alma.
"Udahlah yang penting suamiku percaya dengan jawabanku, dan dia nggak curiga sama aku..." sahut Suzan.
Alma mendengus.
"Awas aja ntar kalau jadi gosip..." ucap Alma lalu memanyunkan bibirnya.
"Tenang aja, suamiku nggak bakalan cerita ke siapapun..." ucap Suzan lalu mengambil ponselnya.
Kemudian Suzan membuka sebuah video di ponselnya yang dikirim oleh Tomi. Video yang memperlihatkan Sonia yang sedang berciuman dengan seorang laki- laki yang tentu saja sangat Suzan kenal. Iya, laki- laki itu adalah tuan Hartanto.
Suzan benar- benar tidak pernah menyangka kalau papa mertuanya yang begitu dia hormati dan dia kagumi ternyata melakukan hal yang sangat tidak pernah Suzan duga.
Padahal selama ini Suzan sangat percaya bahwa papa mertuanya adalah laki- laki yang setia.Dan gosip di luaran yang pernah Suzan dengar mengenai papa mertuanya yang punya selingkuhan tidaklah benar. Namun hari ini semua kepercayaan Suzan terhadap sang papa mertuanya runtuh seketika. Orang yang dia anggap sebagai lelaki setia ternyata benar- benar selingkuh. Dan anehnya lagi ternyata selingkuhan papa mertuanya adalah Sonia, sekertaris tuan Daniel yang notabene adalah rekan kerja sekaligus kawan lama tuan Hartanto itu sendiri.
Iya, tuan Daniel sudah lama menjalin kerja sama dengan perusahaan Hartanto Group. Dan Sonia yang selalu mendampingi tuan Daniel saat mengadakan pertemuan dengan tuan Hartanto. Dan tak jarang Sonia menemui tuan Hartanto tanpa tuan Daniel. Suzan pikir kedatangan Sonia adalah perintah tuan Daniel untuk membahas pekerjaan. Tapi ternyata ada udang di balik batu. Mereka diam- diam menjalin cinta terlarang.
"Ya ampun... Kenapa papa tega sekali melakukan ini...? Bagaimana kalau sampai mama tahu, hatinya pasti hancur. Kasihan mama, selain sering mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari papa, ternyata dia juga diselingkuhi...." batin Suzan sambil menatap video papa mertuanya bersama Sonia.
"Sonia sudah terbukti bukan selingkuhan mas Bagas, lalu siapa sebenarnya yang selingkuh dengan dia. Apakah yang dia temui di apartemen kemarin adalah selingkuhan mas Bagas ...?" sambung Suzan terus membatin.
"Aku sangat yakin ada yang telah mas Bagas sembunyikan dariku.... Ya Alloh... Aku mohon... kalau memang ada yang sedang suamiku sembunyikan dariku, tolong perlihatkan padaku.... Aku nggak ridho kalau suamimu berbuat curang di belakangku ya Alloh...." ucap Suzan sedih.
"Beb...kamu lagi lihat apaan sih...? Serius banget..." tanya Alma kepo.
"Ah...nggak kok..." jawab Suzan lalu meletakan ponselnya di atas meja.
"Itu tadi apa yang kamu lihat...? Pasti foto atau video bukti perselingkuhan suamimu yang dikirim oleh Tomi ya...?'' tanya Alma penasaran.
"Bukan...bukan itu..." jawab Suzan lalu menghela nafas.
"Terus apa itu tadi yang kamu lihat di ponselmu...?'' tanya Alma sambil melirik ponsel Suzan.
"Nggak... Bukan apa- apa..." jawab Suzan.
Alma berdecak.
"Tadi Tomi kasih informasi apa sama kamu beb...?'' tanya Alma yang belum jera bertanya pada Suzan.
Suzan kembali menghela nafas.
"Tomi bilang suamiku tidak selingkuh dengan Sonia..." jawab Suzan.
"Hah...? Serius beb...? Tapi kan buktinya sudah ada. Tomi sendiri yang kirim buktinya..." Alma tidak mengerti.
"Ya memang kenyataannya begitu, Sonia dan mas Bagas tidak selingkuh. Mereka hanya dekat seperti teman biasa..." jawab Suzan.
"Trus kenapa kemarin mereka mesra- mesraan di tempat umum...?" tanya Alma.
"Ya kan kamu tahu sendiri, Sonia memang orangnya centil..." jawab Suzan.
"Dari mana kamu dan Tomi yakin kalau antara Sonia dan suamimu hanya berteman...?'' tanya Alma.
"Ya karena Tomi sudah memberitahuku siapa pacarnya Sonia..." jawab Suzan.
"Siapa...?" Alma nampak ingin sekali tahu.
Tapi bukannya Suzan memberitahu Alma siapa pacarnya Sonia, dia malah membuka laptopnya kemudian mengecek email yang masuk.
"Iiih beb... Cepat kasih tahu aku siapa pacarnya Sonia...? Aku penasaran nih " tanya Alma.
"Sudahlah nggak usah ngomongin Sonia lagi. Aku males...." jawab Suzan sambil fokus pada laptopnya.
"Ih beb...nyebelin deh...." Alma nampak kesal karena Suzan tidak mau memberitahu.
Iya, tentu saja Suzan tidak mau memberitahu Alma siapa pacarnya Sonia. Karena tidak mungkin juga Suzan memberitahu Alma kalau pacarnya Sonia adalah papa mertuanya. Itu adalah aib buat keluarga Hartanto. Dan Suzan akan menyimpan itu rapat- rapat. Bagaimana pun juga Suzan tidak ingin mempermalukan papa mertuanya sendiri, walaupun Suzan sendiri sangat kecewa dengan apa yang dilakukan olehnya.
"Ya udah kalau kamu nggak mau kasih tahu siapa pacarnya Sonia. Tapi kasih tahu aku, siapa selingkuhan suamimu kalau bukan Sonia...? Nggak mungkin kan suamimu nggak selingkuh, secara tanda- tandanya itu sudah jelas banget kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kamu..." tanya Alma.
"Kalau suamimu tidak selingkuh dengan Sonia, berarti dia selingkuh dengan orang lain. Ayo kasih tahu aku, siapa orang itu...?'' sambung Alma menatap Suzan berharap dia mau memberitahunya.
Suzan menggelengkan kepalanya.
"Aku dan Tomi juga belum tahu..." jawab Suzan.
"Gimana sih beb....? Nggak jelas banget..." sahut Alma sambil menggaruk kepalanya.
Lalu Suzan memberitahu Alma kalau Tomi mencurigai Casandra sebagai selingkuhan Bagas.
"Hah...? Casandra...?" tentu saja Alma kaget.
"Kok jadi ke Casandra sih...? Bukankah suamimu nggak kenal sama Casandra...?'' tanya Alma.
"Ya nggak lah... Mas Bagas tahu Casandra juga belum lama, itu juga karena aku yang mengenalkan dia pada saat memesan gaun dan jas untuk pesta ulang tahun pernikahan...." sahut Suzan.
"Lalu kenapa Tomi jadi curiga sama Casandra...?'' tanya Alma.
"Gara- gara ini..." Suzan memperlihatkan foto dan video kebersamaan Bagas dan Casandra saat makan siang bareng tuan Ferdinan.
Alma memperhatikan foto dan video tersebut dengan seksama.
"Beb... Kamu nggak merasa aneh sama mereka...?'' tanya Alma sambil menatap Suzan.
Suzan menggelengkan kepalanya.
"Nggak..." jawab Suzan kembali fokus dengan laptopnya.
"Coba perhatikan baik- baik deh beb..." ucap Alma sambil terus memperhatikan video Casandra bersama dengan Bagas.
Suzan hanya melirik sekilas ke arah ponselnya yang dipegang oleh Alma.
"Suami kamu kan nggak kenal sama Casandra, tapi di video ini kenapa mereka terlihat akrab banget...? Ini nggak salah beb...?'' tanya Alma yang merasa janggal.
Suzan menghela nafas.
"Apanya yang salah sih...?'' tanya Suzan ikut melihat video tersebut.
"Beb... Kamu bilang kan suamimu tidak begitu mengenal Casandra. Tapi kenapa di video ini mereka terlihat akrab sekali. Mereka kayak udah lama kenal beb. Dari mereka saling tatap, saling senyum. Trus lihat nih, Casandra mengambilkan makanan untuk suamimu..." jawab Alma lalu menoleh ke arah Suzan.
"Kalau orang yang baru kenal, pasti ada rasa canggung walaupun sedikit. Tapi mereka nggak ada rasa canggung sama sekali...." sambung Alma.
"Ya ampun Alma, kamu ini sama saja kayak si Tomi, terlalu berlebihan..." sahut Suzan.
"Berlebihan bagaimana...?'' tanya Alma.
"Kamu perhatikan mereka baik- baik deh beb, ada yang aneh..." ujar Alma.
Suzan menghela nafas. Kemudian Suzan kembali memperhatikan video tersebut. Namun tetap saja, Suzan tidak menemukan kejanggalan di sana. Karena di mata Suzan, mereka tidak melakukan apapun kecuali hanya duduk berdampingan, ngobrol, dan tersenyum. Tidak ada satu pun perbuatan mereka yang mengarah ke perselingkuhan.
"Casandra itu kan anaknya om Ferdinan. Dan tuan Ferdinan sudah lama bersahabat dengan papa mertuaku. Jadi ya wajar saja jika tuan Ferdinan mengajak Casandra makan bareng sama mereka..." ucap Suzan.
"Dan mungkin mas Bagas bersikap akrab dengan Casandra karena dia tahu orang tua mereka sahabatan. Dan nggak ada salahnya kan kalau kita akrab dengan anak sahabat orang tua kita..." sambung Suzan yang punya pandangan sendiri.
"Sejak kapan kamu merelakan suamimu akrab dengan lawan jenis...? Bukannya kamu paling tidak suka suamimu terlalu akrab dengan perempuan lain...?" sahut Alma.
Suzan terdiam. Iya, memang selama menjadi istri Bagas, Suzan adalah istri yang sangat pencemburu jika Bagas terlalu akrab dengan perempuan lain, entah itu klien atau siapapun. Karena Suzan hanya mau dialah satu- satunya perempuan yang ada di hati Bagas.
Bersambung....