Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Pagi harinya, Selena turun ke ruang makan setelah bersiap untuk menjalani aktivitas seperti biasa. Wajahnya masih tampak pucat, tetapi ia berusaha bersikap normal agar Jason maupun Ethan tidak mencurigai sesuatu.

Jason sudah duduk di meja makan, membaca berita melalui tabletnya. Sementara itu, Ethan baru saja datang dan mengambil tempat duduk di seberang kakaknya. Tak lama kemudian, seorang asisten rumah tangga yang sudah berusia lanjut menghidangkan nasi goreng hangat beserta beberapa lauk di atas meja.

"Selamat pagi," sapa Selena pelan sambil menarik kursi.

"Pagi." Jason meletakkan tabletnya dan melirik wajah istrinya. "Bagaimana keadaanmu? Masih pusing?"

"Sudah sedikit membaik."

"Kalau belum sehat, sebaiknya kau tidak perlu memaksakan diri pergi ke kampus."

"Aku bisa pergi. Jangan khawatir."

Jason tidak membantah. Ia hanya mengangguk, lalu mengambil sendoknya ketika asisten rumah tangga itu meletakkan sepiring nasi goreng di hadapan Selena.

Namun, baru saja aroma nasi goreng yang masih mengepul tercium oleh hidungnya, Selena langsung membeku. Perutnya mendadak terasa bergejolak. Ia buru-buru menutup mulut, mendorong kursinya, lalu berdiri.

"Maaf, aku ke kamar mandi dulu."

Selena bergegas meninggalkan ruang makan tanpa menunggu jawaban. Beberapa detik kemudian, suara langkahnya menghilang di lorong.

Jason mengernyit, menatap piring yang bahkan belum disentuh istrinya.

"Ada apa dengannya?" gumamnya.

Asisten rumah tangga yang sejak tadi berdiri di dekat meja makan justru terlihat terkejut, kemudian wajahnya perlahan berubah cerah. Perempuan tua itu sudah lama bekerja di rumah keluarga Carter. Ia pernah merawat Jason dan Ethan sejak mereka masih kecil, sehingga tidak segan mengutarakan pikirannya di hadapan kedua pria tersebut.

"Aduh, jangan-jangan Nona Selena sedang hamil!" serunya penuh antusias.

Jason langsung mengangkat kepala. "Apa?"

Perempuan tua itu tersenyum lebar. "Beberapa hari ini wajah Nona Selena pucat, sering terlihat tidak enak badan, dan sekarang sampai mual mencium aroma makanan. Gejala seperti itu sering dialami perempuan hamil, Tuan Muda!"

Ia bahkan menepukkan kedua tangannya, seolah baru saja mendengar kabar paling membahagiakan.

"Wah, kalau benar begitu, selamat, Tuan Muda Jason! Saya tidak menyangka akan segera mendapat kabar baik seperti ini. Semoga Nona Selena dan bayinya selalu sehat!"

Jason terdiam. Pikirannya seolah berhenti bekerja selama beberapa detik. Ia menatap perempuan tua itu, memastikan bahwa dirinya tidak salah mendengar, sebelum perlahan mengalihkan pandangan ke kursi kosong tempat Selena tadi duduk.

Ia dan Selena belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka bahkan baru mulai berusaha membangun hubungan sebagai pasangan suami istri beberapa hari terakhir.

Lantas, dari mana datangnya kemungkinan kehamilan itu?

"Tunggu sebentar," ujar Jason, mencoba menjaga suaranya tetap tenang. "Kenapa kau langsung menyimpulkan bahwa Selena hamil?"

Perempuan tua itu masih tersenyum. "Saya tidak bilang pasti, Tuan Muda. Tapi gejalanya mirip sekali. Siapa tahu benar. Bukankah itu kabar baik?"

Jason tidak langsung menjawab. Ada sesuatu yang terasa janggal, dan semakin ia mencoba mencari penjelasan, semakin pikirannya dipenuhi pertanyaan.

Tanpa sadar, ia mengangkat pandangan ke arah Ethan yang sejak tadi duduk diam di seberangnya.

Ethan tidak menyentuh makanannya lagi. Sejak perempuan tua itu menyebut kemungkinan kehamilan, ekspresi Ethan berubah. Tangannya yang memegang sendok berhenti bergerak, sementara tatapannya tertuju pada Jason yang kini sedang mengamatinya.

Kedua bersaudara itu saling menatap. Jason mengenal adiknya dengan baik. Ia tahu Ethan sedang menyembunyikan sesuatu, dan perubahan ekspresi yang terlalu cepat itu bukanlah sesuatu yang bisa ia abaikan begitu saja.

Bagaimana mungkin Selena hamil? ujarnya dalam hati.

"Tapi, kita belum tahu pasti apakah dia hamil," ujar Jason akhirnya, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang.

"Tentu saja belum pasti, Tuan Muda. Saya hanya menduga." Perempuan tua itu masih tersenyum. "Tapi semoga saja benar. Saya sudah lama ingin melihat rumah ini ramai oleh suara bayi."

Jason hanya mengangguk kecil. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan perempuan tua itu dengan mengungkapkan sesuatu yang seharusnya menjadi urusan pribadinya dan Selena.

Ia kembali mengambil tabletnya, tetapi tak lagi tertarik membaca berita di layar. Pikirannya terus tertuju pada istrinya. Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan, tetapi ia memutuskan untuk menunggu sampai Selena kembali. Ia tidak ingin membuat kesimpulan hanya berdasarkan dugaan seseorang.

Jason memilih menyimpan kegelisahannya sendiri. Jika memang ada sesuatu yang terjadi pada Selena, ia ingin mendengarnya langsung dari istrinya.

Beberapa menit kemudian, Selena kembali ke ruang makan. Wajahnya masih pucat, dan ia berusaha menghindari tatapan kedua pria itu saat menarik kursinya.

"Nona, Anda baik-baik saja?" tanya asisten rumah tangga itu dengan ramah.

Selena mengangguk. "Iya, saya hanya sedikit mual."

Perempuan tua itu langsung tersenyum penuh arti.

"Kalau begitu, jangan memaksakan diri makan terlalu banyak, Nona. Saya bisa menyiapkan makanan lain yang lebih cocok untuk Anda."

Selena tertegun. "Tidak perlu, Bi. Terima kasih."

"Ah, tidak apa-apa. Anda harus menjaga kesehatan."

Selena tidak mengerti mengapa perempuan tua itu mendadak begitu perhatian. Ia hanya menunduk, berharap pembicaraan tersebut segera berakhir.

Jason memperhatikan istrinya beberapa saat. Ia ingin bertanya lebih jauh, tetapi akhirnya mengurungkan niatnya. Selena tampak tidak nyaman, dan ia tidak ingin mendesaknya di hadapan orang lain

"Kalau kau masih mual, jangan dipaksakan," katanya tenang. "Nanti kalau perlu, kita periksa ke dokter."

Selena mengangkat wajah, sedikit terkejut dengan tawaran itu, ia hanya mengangguk singkat.

Sarapan berlanjut, tetapi suasana hati Selena semakin kacau. Ia tidak tahu bahwa perempuan tua itu sudah memiliki dugaan tentang kehamilannya. Ia juga tidak menyadari bahwa Jason mulai menyimpan pertanyaan yang belum berani ia ajukan.

Yang Selena tahu, ia harus memastikan semuanya terlebih dahulu sebelum memutuskan apa yang akan dilakukan.

Sementara itu, Jason memilih memendam kebingungannya. Ia tidak akan menuduh siapa pun atau membuat kesimpulan sebelum mendengar penjelasan Selena sendiri. Ia hanya berharap, ketika waktunya tiba, istrinya bersedia mengatakan kebenaran kepadanya.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!