Indonesia
NovelToon NovelToon
Pohon Cemara

Pohon Cemara

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Bad Boy / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Kaya Raya
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lamni

Selama ini Arga mengira hidupnya akan adem ayem saja, menggingat dia mempunyai apapun yang orang lain belum tentu punya di dunia ini. Kaya, tampan, keluarga harmonis dan dikelilingi teman- teman yang setia disisinya.

Namun suatu hari, dia dipertemukan dengan sosok gadis yang tidak pernah dia duga selalu ada disekitarnya.

Siapakah sosok itu?
Akankah dunia Arga yang semulanya damai menjadi kacau balau, akibat sosok yang mencuri perhatiannya itu?
Cari tau disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lamni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Yang menghilang

Arga itu selalu bisa diandalkan. Wajar bila cewek-cewek lengket padanya. Tapi sayangnya Arga itu anti cewek. Tidak semua cewek sih, hanya cewek-cewek yang agresif saja. Setelah Lizzie menghilang dan tidak mengganggunya lagi, datanglah cewek satu ini. Ibarat mati satu tumbuh seribu.

"Arga dirgantara! Kenapa kemaren lo nggak dateng?"Ria mengebrak meja kantin. Jika dulu Lizzie sering bar-bar namun tetap menjaga image didepan Arga, Ria ini beda. Cewek itu macam anjing penjaga, yang akan mengigit bila didekati. Kecuali, Arga. Ria sendiri yang mendekatkan diri.

"Nggak mau tau! Gue nungguin lo, kemarin katanya kerjain dirumah aja, pas gue tanya? Bahkan sampe PR gue berjamur lo nggak dateng-dateng!"

Ria cemberut. "Pokoknya traktir mie ayam!" Nah, terlihat jelaskan bedanya. Cewek ini bahkan tidak tau diri minta traktir. Anak ini antara kesurupan atau modus makan gratis sih?

Arga mengernyit bingung tidak mengerti apa yang gadis itu bicarakan. Tapi pada akhirnya ia tetap pasrah. Malas berurusan dengan cewek bawel yang maunya menang sendiri.

"Iya gue traktir,"ujar Arga sekenahnya.

Tak lama bibi kantin datang mengantar pesanan geng Tiger. Arga mengambil semangkuk mie ayam yang harusnya menjadi jatahnya. Lalu menyodorkannya depan Ria. "Nih, ambil!"

Gadis itu tersenyum girang, segera menyeruput mie ayam tersebut. Arga yang sudah kehilangan selera makan segera beranjak dari situ.

"Arga, mau kemana? Gue maunya makan sama lo." Ria mengerjab sedih, sayangnya Arga sudah menghilang.

"Sayangnya Arga udah jijik sama lo!"ketus Ravi. Dia juga sudah tak minat menyantap makanannya mendengar suara berisik dari Ria.

Ria mendengus menatap Ravi yang tak mengacuhkannya.

Di sisi lain sekolah, Arga telah berada di area bebas dari suara berisik Ria. Memang kalau sudah berurusan dengan cewek agresif Arga angkat tangan. Lebih baik ia melawan puluhan musuh dari pada mendengar ocehan mereka.

Langkah kakinya tanpa sadar membawa ke area taman belakang sekolah. Tempat itu sunyi sekarang. Tiada siapapun disana sebelum Arga datang. Cemara tidak masuk sekolah setelah keluar dari rumah sakit minggu lalu. Dan sampai sekarang gadis itu tidak ada kabar. Arga sudah mencoba menyambangi apartemennya, namun tidak mendapat jawaban sebab apartemen itu seolah kosong tanpa penghuni. Bertanya ke tetangga disekelilingnya juga percuma, tidak ada yang akrab dengan cewek itu. Ponselnya juga mati membuat Arga frustasi dibuatnya.

****

Suara bel terdengar untuk kesekian kalinya. Membuat Cemara tak sanggup memejamkan mata. Suara bel apartemennya sudah seperti teror yang menghantui dan membuat Cemara resah.

Setiap hari cowok itu pasti datang kesini. Entah sekedar memastikan atau meletakan makan didepan pintu. Sebab, Cemara tak kunjung menampakan diri.

Cemara lama-lama kesal dan juga kasihan melihat itu. Arga seharusnya tidak perlu repot kesini tiap hari. Sungguh, ia sudah biasa sendiri dan ketika ada orang yang memperhatikannya Cemara merasa aneh. Sebab, dia tak terbiasa.

Sejak lima belas menit yang lalu Cemara memilih mengabaikannya. Seolah dirinya sedang tak ada di apartemen. Namun, nyatanya orang itu tak kunjung menyerah. Bel apartemennya terus berbunyi, seolah memaksanya menyerah dan membukakan pintu.

****

Arga merasakan kepalanya begitu berat dan suhu tubuhnya meningkat jauh lebih panas. Kernyitan di dahi Arga semakin terlihat ketika rasa pusing menyerang kepalanya begitu hebat.

Tubuh Arga yang tidak mampu menahan rasa sakitnya, kembali terlentang dengan mata terpejam.

Inilah yang paling dibencinya jika sakit. Arga termaksud orang yang jarang sakit tapi sekalinya sakit, Arga memerlukan waktu yang cukup lama untuk sembuh.

Kepalanya seperti ditumbuk benda yang berat, belum lagi rasa mual yang bergejolak dalam perutnya.

Selama seminggu ini pikiran Arga sangat kacau dan beban pikirannya semakin berat.

Saat pulang sekolah tadi ia sempat mengunjungi apartemen Cemara, namun, seperti biasa gadis itu masih menghindarinya. Masih engan membuka pintu.

Arga pulang dengan keadaan kacau. Kemaren memang sempat kehujanan ketika pulang sekolah, membuat kepalanya sangat pusing sekali.

Tok! Tok! Tok!

"Ga? Mama masuk yah."Suara Aqilla terdengar setelah bunyi ketukan. Wanita itu masuk sambil membawa nampan berisi bubur dan obat untuk putranya.

"Bangun dulu sayang. Makan abis itu minum obat,"ujar Aqilla lembut.

Arga beringsut duduk di kasurnya. "Mata Arga pedes."adunya.

"Panas itu. Udah, sekarang makan dulu."menyerahkan mangkuk buburnya dan segera disantap oleh Arga.

Aqilla mengusap rambut lebat dan berantakan Arga. Badannya anaknya panas sekali, terakhir di cek 36.5 derajat. Aqilla sudah memperingati tadi untuk tidak masuk sekolah dulu namun, anaknya ini sangat keras kepala. Bilangnya mau ngecek Cemara udah masuk sekolah atau belum. "Kalo udah sakit gini, gimana mau ngecek Cemara."ucap Aqilla.

"Nanti kalo panas Arga udah turun. Arga mau ke apartemen Ara lagi."ujar Arga keras kepala.

Aqilla mendengus lalu membantah dengan tegas. "Nggak kali ini! Nanti. Kalau kamu bener-bener udah sembuh, boleh kesana lagi."

Arga menggeleng. "Tapi Ma..."

"Udah. Mama nggak mau ada bantahan! Sembuhin diri kamu dulu, kalau kamu sakit gimana caranya jagain Ara, hm?"

Arga tertunduk. Mamanya benar, Arga harus sehat dulu untuk kembali menjaga Cemara. Arga bertekad, ia harus makan yang banyak, biar cepat sembuh.

Aqilla tersenyum memandang anaknya makan dengan lahap. Pengaruh Cemara memang sebesar ini. Ia berharap gadis itu juga baik-baik saja disana.

Aqilla sering sedih ketika mengingat cerita Hartono tentang hidup Cemara. Gadis itu sudah sangat menderita dari kecil, jangan ditambah lagi.

Ia sungguh tak tega, apalagi sewaktu di rumah sakit kemarin tak ada satu pun keluarga gadis itu datang menjenguk. Cemara lebih sering diam melamun ketika diajak bicara.

Aqilla juga terkejut mengetahui alasan Cemara masuk rumah sakit adalah ulah Lizzie, gadis yang selama ini ia kira baik dan lembut rupanya mempunyai sifat buruk yang tak Aqilla sukai.

Semoga setelah ini semua akan berjalan seperti semula.

Dan setelah ini Aqilla akan menelpon Raga—suaminya untuk menyuruh orang memastikan keadaan gadis itu baik-baik saja, selama lepas dari pantauan Arga.

*****

Haiii semuaaa

Ketemu lagi kan, sama aku.

Udah berapa hari aku nggak update, heheh akhirnya update juga.

Aku sebenarnya lagi buntuh mikirin alur ceritanya. Dan juga aku kan sambil kerja di rill life jadi kadang nggak bisa fokus bagi waktu buat nulis, makanya sering bolos update.

Tapi aku bakal usahain lebih giat lagi buat nulis ya, semoga rasa mager ku terkalahkan.

Selamat membaca dan semoga part ini membuatmu puas. Jangan lupa komen, like dan votenya. Dadah dulu, babay.

Salam manis dari yang lebih manis.

Lamni:)

1
nlmprmtsr
sangat bagus, hehe
HozukiHaku_02
Next ya Thorr 😁
HozukiHaku_02
lanjutt
HozukiHaku_02
lanjut Thor 😁
HozukiHaku_02
Hai, berminat feedback-an vote dengan aku? Bisa membantu kakak mendapatkan lebih banyak popularitas
nlmprmtsr: ah i'm sorry, aku udah abis buat nge votenya, mungkin lain kali ya
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!