Indonesia
NovelToon NovelToon
Masa Masa Bergairah

Masa Masa Bergairah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Harem / Berondong / Playboy
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: Penacurhat

Bagaimana jadinya seorang pemuda menjadi korban kekerasan. dan hidup nya berubah ketika dia tersadar dari koma nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penacurhat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Beres

Dalam sebuah Bar, Ron dan Risda sudah berada di sebuah ruangan privasi milik manager Bar itu, tak lama kemudian seorang lelaki datang masuk ke dalam ruangan.

"Bisa bisanya elu, Ron, kalo ada masalah! baru ingat ngontak gua sih!" Zal menyodorkan kepalan tangan dan di sambut kepal oleh Ron. Sambil menrutuk sahabatnya itu.

"Yah, kamu tau kan sesibuk apa dunia kita, Zal!" ucap Ron menaruh Rokok serta kotek api gas di atas meja, yang langsung di embat oleh Zal. Menandakan kalau pembicaraan mereka bakal serius dan rahasia.

"Jadi? Apa rencananya?" tanya Zal langsung, dia sangat hapal dengan sahabat nya itu, apabila sudah mulai meletak kan Rokok pasti ada cerita tentang permasalahan yang pasti melibat kan dirinya.

"Kamu tau Butara Warrior?" Tanya Ron sebelum memulai pembicaraan lain.

"Hooh tau! Terus!" Sahut Zal menyesap rokok nya dan menatap dengan serius.

"Kamu tau kan BW raja bisnis di kota Butara bagian timur! Nah, 6 anak perusahaan mereka mengacau di perusahaan ku, Rosemarry Corp. Mereka meminta uang keamanan kepada setiap perusahaan anak dari Rosemarry, lah mana aku mau kan, 10 juta perbulan kali sepuluh anak perusahaan, apa enggak 100 jeti perbulan" Ron mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan dengan tatapan mengarah Zal.

"Kamu pasti tau kan apa maksudku selanjutnya?" Tanya Ron menyetop penerangan ceritanya lebih dulu.

"Lu mau perusahaan gw beresin masalah elu dalam kekerasan kan! Terus elu nanti menyambangi pemimpinnya untuk mengoyak kepala mereka!" terka Zal.

"Oke gw pasti bantu, terus apa rencananya?" Tanya Zal turut ikut dalam membantu Ron untuk menyelesaikan masalahnya.

"Pertama aku mau meruntuhkan perusahaan nakal dari urutan nomer satu sampai enam ini" Ron membuka kertas yang di lipat berisi list nama perusahaan nakal yang membully bisnisnya.

"Oke, setelahnya?" Tanya Zal langsung sambil membaca list perusahaan nakal itu.

"Seperti biasa kamu beresin para pengawal dan penjaga lain nya, buka kan jalan untuk aku mengoyak pemimpin nya"

"Setelah beres, aku akan langsung menyambangi pemimpin Butara Warrior dan tugas  kamu masih tetap di bagian keamanan, kan itu keahlian keluarga kamu, Zal!" Jelas Ron pada semua alur rencananya yang terdengar sederhana namun sangat susah untuk di jalan kan.

"Lu tenang aja, gw ada relasi sama 3 perusahan ini, ini dan ini" Zal menunjuk 3 perusahaan nakal yang memang ada kerja sama dengan perusahaan Zal dalam bidang keamanan.

"Serius lu! Berarti sisa ini, ini, dan ini, 3 perusahaan nakal ini aja lagi sama satu lagi si BW" Ron merasa lega karena para lawan telah terkena seleksi alam dengan sendirinya.

"Fix. Kita perlu memberi pelajaran kepada tiga perusahan itu, terus jelaskan kapan rencana lu bakal di aksi kan?" Zal menanyakan kepastian mulustrasi rencana yang sudah di buat oleh Ron.

"Besok, lebih cepat lebih baik, masalahnya mereka sudah satu minggu ini bikin rugi bisnis aku, dan aku gak mau berlarut larut lagi" tutur Ron menatap meja dan mengertakan giginya karena merasa dongkol dan sangat kesal.

"Baiklah, gw akan rapatin sama papa dan anak buah nya dulu" Zal menepuk pundak Ron tiga kali, menandakan pembicaraan mereka sepenuhnya selesai dan saling mengerti satu sama lain.

"Oke, o-iya lu ingat ini siapa?" Ron menunjuk ke arah Risda yang asik memainkan hp dan nyemil keripik.

"Dari bau nya aja gw udah kenal, apa lagi wajah cantiknya, hehe" Goda Zal pada Risda sama sama teman bermainya waktu kecil.

"Haih.. Mulut mu gak ada ubah nya Zal!" Dengus Risda melempar keripik bekas gigitanya.

"Lah beneran cantik gimana dong, iya kan Ron" Zal meminta dukungan kepada sahabat nya itu, untuk mengalahkan argumen sahabat wanitanya itu.

"Haha. Yaudah, aku ada urusan lagi, kita cabut yok Zal" Ron mengepal kan tangan nya dan mengarah kan kepada Zal, Setelah tos kepalan, Ron dan Risda keluar meninggal kan ruangan itu sambil mengobrol kecil.

***

Keesokan hari nya, aksi melancarkan sebuah rencana pembalasan akan di mulai, Ron sedang memantau dari sebuah gedung di sebelah gedung perusahaan Vintage.

Perusahaan nakal dengan nomer urut 4 dari daftar hitam Ron, dalam senyap Ron masuk tanpa ada kendala sedikit pun.

Para penjaga sudah di lumpuh kan oleh pasukan khusus dari perusahaan keamanan Zal, mereka hanya terbius saja, tembakan bius buatan mereka sangat ampuh untuk melumpuh kan lawan sejenak.

Ron berjalan melintasi koridor gedung menuju lift, dengan memakai houdie dan satu tangan kiri di masukan ke dalam saku houdie nya. Satu tangan kanan menenteng rokok sambil di sesap nya beberapa kali.

Setelah menunggu beberapa detik di depan Lift, Ron masuk dan memencet nomer 20 menuju ruangan pemimpin perusahaan Vintage.

Hanya dengan waktu satu menit, Ron sudah sampai di lantai 20, karena lift perusahaan itu sangat cepat dan keluaran terbaru dari era teknologi ini.

"Luas" Kata pertama yang di keluarkan Ron, ketika melintasi lorong yang hanya satu arah menuju sebuah pintu besar dari kayu dengan ukiran harimau di kedua belah sisi nya.

Brakk..

Sebuah tendangan berhasil membuka pintu besar itu, mungkin karena memang tidak terkunci atau apa, dengan mudahnya Ron membuka dengan sekali tendang saja.

"Siapa Kamu?" Tanya Lelaki berumur 35 tahun dengan tubuh gempal bersama dua pengawal nya.

"Aku siapa? Itu gak penting! Langsung saja, aku bukan orang yang suka bertele tele!" Ron berjalan maju menuju pemimpin Vintage. Para pengawal langsung berdiri di depan pemimpin itu dengan siaga.

Psiuu.. Pisuuu...

BUGHH... Kedua pengawal tergeletak jatuh tak berdaya, sebuah tembakan bius bersarang di perut mereka. efek bius dengan seperkian detik sudah melumpuh kan pengawal itu.

"Upsss.. Sisa kita berdua saja nih!" Ucap Ron dingin dengan tatapan tajam mengarah Kemal si pemimpin perusahaan Vintage.

"A-apa mau mu?" sahut Kemal bergetar. Walaupun pemimpin dia hanyalah orang ber cuan, bukan orang ber kekuatan.

"Aku hanya perlu tanda tangan, disini! Sama disini!, kalau gak mau, aku jamin apa yang sudah di lakukan perusahaan ini sama Rosemarry Corp. Bakal aku bikin 1000 kali lipat"

"Cepat tanda tangan, aku masih ada urusan!" Ron menaruh berkas perjanjian pemindahan saham di hadapan kemal.

Tanpa suara Kemal menandatangani berkas itu, dia mengumpat dalam hati betapa tak berdayanya dia karena tidak memiliki keberanian untuk melawan.

Dan dia sangat menyesal karena telah mengusik ketenangan Rosemarry Corp, karena hasutan dari iming - iming keuntungan besar perbulan.

BERES. Satu perusahaan nakal sudah di ambil alih, begitu juga dua perusahaan nakal lain, sisa otak dari pengacauan perusahan Rosemarry yaitu, Butara Warrior.

Ron menyeringai meninggalkan gedung perusahaan nomer 6, dia sudah berhasil mengambil Saham saham dari perusahaan itu, sedangkan 3 perusahaan relasi Zal sudah diamankan oleh Zal, begitu juga 4 perusahaan obligasi Risda juga sudah beres.

***

Hari pertama Ron setelah berurusan dengan semua masalah pada Rosemarry Corp, akhirnya dia bisa tenang dan kembali menikmati hari - hari nya dengan ceria bersama teman dan kerabat lainnya.

Betapa lelahnya sebulan terakhir mengatasi para perusahaan pengacau yang ingin meminta jatah keamanan di kota butara.

Dengan kekuatan Pasukan keamanan Zal, dan di bantu dengan beberapa anak perusahaan Zal, Ron berhasil mengguling kan tahta kejayaan perusahaan Butara Warrior.

Sekarang Ron memiliki saham 75 persen di perusahaan itu, dengan kesepakatan Herry mendapatkan 25 persen saham atas perusahaanya.

Perusahaan yang ikut mengacau sudah di ambil alih sepenuhnya oleh Risda, karena berhubungan dengan hutang piutang yaitu obligasi.

Rosemarry Corp juga semakin besar dan menempati posisi ketiga dalam tahta bisnis gelap di kota Butara. Bunga sangat senang begitu juga Bambang serta orang yang turut berjuang di belakangnya.

/mungkin terdengar sangat tidak masuk akal! Karena cara Ron menggulingkan perusahaan besar tidak di ulas dalam bab! Jangan kecewa karena jalan cerita perjuangan Ron meniti puncak masih panjang/

"Ron, bagus gak baju kostum baru aku" Bunga berdiri sambil memamerkan baju costum perusahaan baru, warna hitam dengan garis ping di beberapa bagian, serta gambar mawar hitam di pundak sebelah kanan.

"Mantab banget, siapa kang desain nya, Kak Bunga?" Ron suka dengan desain costum baju perusahaan nya, casual namun elegan! Mata Ron tidak lepas dari Bunga yang berliak liuk memutar tubuhnya dengan elok nya.

"Ada temen sekolah aku dulu, dia ambil desain kebetulan beberapa hari yang lalu ketemu, pas ngobrol panjang, aku minta bikinin desain baju perusahaan, dan ini lah hasilnya, pro banget dia!" Jelas Bunga berjalan menghampiri Ron yang duduk di sofa nikmat sambil menyimak apa yang di sampaikan Bunga.

"Terkenal pasti dia ya, kak Bunga!" Ron memandang mandang ke seluruh tubuh Bunga yang langsing terus melihat baju baru perusahaan yang pas untuk Bunga.

"Kalo cowok gak kalah keren loh, tapi khusus para pegawai aja, kalo kamu aku udah bikin desain khusus tapi belum jadi, nanti kamu harus coba kalo sudah beres!" Tutur Bunga berdiri di hadapan Ron dan mencondongkan tubuhnya sedikit ke arah Ron yang duduk santai di sofa.

Karena wajah mereka terlalu dekat, dan Ron yang sedari tadi menyaksikan keindahan tubuh Bunga yang memakai pakaian baru ketat itu, membuat Gairah Ron melonjak dari kadar rendah hingga hampir menembus batas bumi.

Ron meraih belakang kepala Bunga, dan langsung melesakan sebuah ciuman di bibir tipis wanita 25 tahun itu.

"Hnghhh" Bunga yang tertarik hampir menabrak Ron, untung saja dia sempat menahan beban tubunya dengan kedua tangan melengos di sisi kiri dan kanan kepala Ron dan bertumpu di sandaran Sofa.

Lima menit berciuman dengan intens, Bunga melepaskan ciuman lebih dulu karena merasa bibir atas dan bawahnya terasa kebas, karena hisapan kuat Ron selama 5 menit penuh.

"Ih.. Ganas banget kamu, kebas nih serasa bengkak bibir aku" Bunga mengibas ngibas tangan nya ke arah bibir nya.

"Habis nya Kak Bunga cantik banget, terus sangat menggoda di mataku" Ron tersenyum lalu meraih tangan Bunga menuntun nya untuk duduk di atas kedua paha Ron.

"Gamau ciuman!" Protes Bunga ketika sudah berduduk di pangkuan Ron, dan melingkarkan tangan nya di bahu Ron.

"Kamu gak keberatan aku ngelakuin ini?" Tanya Ron bertanya-tanya karena sedikit pun tidak ada penolakan dari Bunga.

"Ngomong apaan sih, kamu lupa ya aku pernah bilang kan suka sama kamu? Astaga Ron masih muda udah pikun" Bunga meledek Ron, padahal dia belum pernah mengatakan itu kepada Boss nya itu, dia berpura pura pernah mengatakan untuk menutupi malu.

"Oh berarti aku yang lupa!" Ron mengiyakan dan mengikuti alur yang di main kan oleh Bunga, ingatan Ron tidak lah buruk, dia bisa sangat jelas mengingat apapun bahkan bualan Bunga tadi tidak pernah terlintas di benaknya.

"Ck ck ck." Bunga terkekeh. . .

1
PRIDE [KESOMBONGAN]
semangat
Hanisah Nisa
lanjut
Penacurhat: siyap
total 1 replies
Penacurhat
Tes
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!