WARNING 21++
MOHON UNTUK YANG DIBAWAH UMUR 21 SILAHKAN UNTUK TIDAK MEMBACA NOVEL INI!
"Jika anda menikah dengan anak saya dan menyelamatkan perusahaan saya maka saya akan memberikan 50% saham yang saya punya pada anda tuan! saya mohon bantulah saya!"
Ia berjalan mendekati Arsen yang menatapnya dengan jijik. Laki-laki itu berlutut dihadapan Arsen dengan wajah yang sudah dipenuhi keringat dingin.
"Anak saya adalah anak yang sangat cantik serta dijuga pandai tuan."
Arsen sama sekali tidak tertarik dengan apa yang pria itu katakan. Ia hanya tertarik dengan saham yang ingin pria tua itu berikan.
"Aku ingin lebih dari sekedar 50% saham!"
Mata pria tua itu berbinar, ia mengangguk cepat. "Saya berikan 70% tuan, dan saya pastikan tuan tidak akan menyesal jika membantu perusahaan saya. Saya juga akan memberikan satu putri saya pada anda. Untuk memenuhi kebutuhan hasrat tuan...."
"Oke, aku menerima tawaran mu itu!"
DAN CERITA ARSEN AKAN DIMULAI SEBENTAR LAGI....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssyptr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 - BERANGKAT BUN, KE JERMAN
YUK SEBELUM BACA PASTIKAN SUDAH
LIKE
COMMENT
VOTE
DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG l
LIMA.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
TERIMA KASIH CINTA-CINTAKU.
...o0o...
...🌊 CERITA INI HANYALAH CERITA FIKTIF NOVEL! MOHON UNTUK JANGAN DIAMBIL HATI. TERIMA KASIH SEBELUMNYA, PARA PEMBACA YANG TERHORMAT 🌊...
Arsen menunggu Sarah di dalam mobilnya dengan malas. Ia mengumpat wanita itu dalam hati. "Kenapa lama sekali sih!" batinnya kesal.
Berulangkali Arsen melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya lalu menghembuskan nafas lelah. Apalagi di luar mobilnya terdapat keluarga Sarah yang tersenyum seperti orang bodoh menghadapnya.
"Mau sampai kapan mereka berdiri diluar seperti patung begitu ?" gumamnya kesal.
Ia mengambil handphone miliknya yang terdapat di saku jas sebelah kanan. Arsen memilih memainkan handphonenya didalam mobil daripada ia canggung terlalu lama akibat ditatap seperti itu oleh keluarga Sarah.
Hingga beberapa menit kemudian, Elsa mendongakkan kepalanya saat mendengar suara koper ditarik. Senyum kecil muncul di bibirnya, entah mengapa melihat wajah seram muncul perasaan lega di dalam hatinya.
"Akhirnya dia selesai berkemas juga.." gumamnya.
Sarah mendorong koper mininya menuju mobil Arsen, wanita itu mengerutkan dahinya bingung. "Kenapa Ayah, Tante Ida dan anaknya berdiri didepan mobil Arsen seperti orang bodoh begitu. Hahaha..." gumamnya sembari tertawa.
Reno, Ida beserta kedua anaknya itu menoleh ke belakang dan mendapati Sarah yang sudah siap dengan koper mini nya. Reno tersenyum manis kepada Sarah. "Anak ayah udah siap ya?" tanya Reno dengan senyum lebar di wajahnya.
"Apa tadi dia bilang?? anaknya ? hahaha... Lucu! benar-benar lucu!" gumamnya sinis.
"Sarah...." panggil Reno karena Sarah tak menjawab pertanyaannya. Sarah tersadar dari lamunannya, dan tersenyum tipis kepada Reno. "Iya Yah, sudah!" jawabnya pelan.
Reno tersenyum sembari menganggukkan kepalanya, Reno mendekatkan wajahnya pada telinga Sarah. "Apapun yang terjadi nanti di Jerman, ku harap kau bisa mendapatkan hati kedua orang tua Arsen!" gumamnya pelan tapi jangan ada yang tajam.
Sarah menganggukkan kepalanya mengerti, ia menatap mata Ayahnya. "Ayah tenang saja, aku pasti bisa meluluhkan hati orang tua Arsen!" ucap Sarah bersungguh-sungguh.
"Jika sampai ka–"
"Ini bisik-bisik apaan sih, norak banget!" gumam Rena yang masih dapat didengar oleh mereka semua.
Reno menolehkan kepalanya menghadap sang anak tirinya itu lalu menatapnya dengan garang. Sarah pun menolehkan pandangannya kearah ibu dan saudari tirinya dengan cepat. Dan bisa Sarah pastikan bertiga merasa sangat iri dengan dirinya sekarang, Sarah tersenyum tipis melihat itu.
Tin... tin.....
Klakson mobil Arsen berbunyi, mungkin saat ini Arsen sudah muak melihat drama keluarga ini. Kaca kursi penumpang dibuka setengah, hingga menampakkan wajah tampan Arsen. "Cepat masuk!" ucapnya dingin namun terdapat nada marah didalamnya.
Sarah menganggukan kepalanya mengerti, dengan cepat ia berjalan menuju bagian belakang mobil dan membuka pintu bagasi nya. Setelah memasukkan kopernya ia menutup kembali pintu bagasi mobil itu.
Brak....
Setelah memastikan pintu terkunci dengan rapat, Sarah berlari kecil untuk masuk kedalam mobil Arsen.
"Maaf membuatmu lama menunggu...." ucap Sarah tulus kepada Arsen.
Arsen melirik Sarah sekilas lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Sarah mengehela nafas lelah. "Cepat jalankan mobilnya!" perintah Arsen pada sang supir.
"Baik tuan!" jawabnya dan segera mobil itu berjalan meninggalkan keluarga Sarah yang terus menatap mobil itu hingga tak terlihat lagi dari pandangan mata mereka.
"Pasti nanti perempuan tak berpendidikan itu akan membuat malu keluarga kita disana!" umpat Rena menatap mobil Arsen yang terus berjalan menjauh.
"Jika sampai Sarah gagal untuk mendapatkan hati kedua orang tua Arsen, maka aku sendiri yang akan mengusir anak tidak berguna itu dari rumah ini!" jawab Reno setelah itu melenggang masuk kedalam rumahnya.
Ida dan kedua anaknya saling lirik, lalu tersenyum sinis. "Jika Sarah tak mendapatkan hati kedua orang tuan pengusaha kaya raya itu, masih ada anakku yang berpendidikan tinggi yang akan mendapatkan restu dari mereka!" ucap Ida mengelus kepala Resti dengan sayang.
"Tolonglah ma, jangan bandingkan aku dengan anak itu! Kita berbeda kasta, kita berbeda kelas!" ucap Resti dengan kepala mendongak.
"Tapi bagaiman jika Sarah bisa mendapatkan hati kedua orang tua Arsen ?" tanya Rena menatap kedua wanita disampingnya itu.
"Itu mustahil, Rena!" ucap Resti mengeram marah. "Bukannya mustahil sayang, hanya saja kemungkinannya kecil!" ucap Ida yang disambut gelak tawa oleh kedua anaknya.
...o0o ...
Sarah terus saja menatap wajah Arsen dari samping, hidungnya yang mancung, rahangnya yang tegas, alis yang tebal, bibir yang merah dengan alami. Benar-benar sempurna!
Ia tersenyum membayangkan laki-laki tampan dan kaya ini akan menjadi miliknya. Jika mendapatkan restu!
"Sampai kapan kau akan menatap ku begitu?" kata Arsen memecah keheningan didalam mobil menuju bandara ini.
Sarah tersenyum mendengar suara Arsen, memang ini yang Sarah mau. Ia akan menggangu Arsen selama mereka bersama selama 3 hari ini.
"Sampai kapan ya ???" jawab Sarah sambil berpura-pura berfikir. "Selamanya mungkin ?" sambungannya dengan senyum mereka.
Arsen menolehkan kepalanya menghadap Sarah, laki-laki itu tersenyum miring menghadap Sarah. "Kau berani menatapku ? aku bahkan bisa membuat matamu buta hari ini juga jika kau terus saja menatapku begitu!"
Lagi-lagi Sarah tersenyum mendengar suara Arsen yang berat dan juga seksi itu. "Mana berani kamu buat mata aku buta..." ledek Sarah dengan senyum jailnya.
Arsen diam tak menjawab pertanyaan Sarah. Laki-laki itu lebih memilih memainkan ponselnya daripada harus meladeni semua ucapan Sarah.
Sarah yang melihat keterdiaman itu tersenyum jahil, tangannya terus saja mencolek-colek lengan kekar Arsen. "Ayo sini kalo berani...."
"Takut kan...."
"Takut beneran nih ?"
"Hahaha, tuan Arsen cupu!" ucapnya sembari tertawa melihat wajah marah Arsen.
Laki-laki itu menyimpan kembali ponsel kedalam saku jasnya lalu menatap wajah Sarah yang tertawa terbahak itu dengan takjub. "Cantik..." itulah kata yang terlintas didalam pemikiran Arsen.
"Nah, sekarang kamu yang ngeliatin aku! Kenapa ? aku cantik ? kamu naksir ??" goda Sarah sembari tertawa.
Arsen tersenyum melihat Sarah tertawa lebar. Dengan gerakan cepat, Arsen mencekam leher jenjang putih milik Sarah hingga kini wajah mereka saling berhadapan dengan jarak yang sangat dekat, bahkan hidung mereka bersentuhan sangking dekatnya.
"A-awas...." pekik Sarah takut dengan tingkah Arsen yang seperti ini.
"Aku akan buat mata kamu buta, kalau kamu sampai berani ngelirik cowok selain aku!" ucapnya pada Sarah.
...o0o ...
Arsen nunggu Sarah masuk mobil sampai ketiduran 😭
...o0o ...
CERITANYA SAMPAI SEGITU DULU YA...
BESOK AKAN SEGERA DI UPDATE KEMBALI EPISODE TERBARU.
JANGAN LUPA UNTUK VOTE+KOMEN+LIKE.
UNTUK MEMBERIKAN AUTHOR SEMANGAT ❤️❤️
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH VOTE+KOMEN+LIKE
alia lebay dan jahat ...
apapun itu ceritanya bagus dn gk mau brhenti bacanya untung baca pas udh end jd gk nunggu lama 🤗🤗🥰🥰
sebelum kamu biarkan aku ninju mukamu seperti kamu meninjuku dulu gtu sar 😔😔
si arsen kejem juga ya