Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.28. Dutta Dirgantara
Seminggu di Bali membuat Miracle galau. Ia sudah merasa cukup berpetualang. Sebagai Direktur ia sadar dan tidak boleh terlalu lama meninggalkan perusahaan. Untuk itulah ia membuat rencana akan meninggalkan Dutta.
Pagi ini ia duluan bangun, biasanya mereka selalu mandi berdua, sekarang Miracle mandi sendiri. Itupun buru-buru takut Dutta bangun dan menangkapnya.
Selesai mandi ia mengganti pakaian, matanya menatap wajah Dutta yang lagi tidur, dia macho dan mempesona. Jika punya anak pasti menawan. pikir Miracle tersenyum.
Tapi aku harus pergi, karena aku tidak ingin jatuh cinta padanya. bisik Miracle dalam hatinya.
"Sayank..sudah bangun, ko tidak bangunin." ucap Dutta menggeliat bangun.
"Supaya terbiasa bangun sendiri." sahut Miracle datar. Tidak ada ucapan selamat pagi. Atau senyum manis dari bibir Miracle.
"Hemm...begitukah, aku merasa seperti tebu. Tapi tak apa-apa, suapa peduli dengan sopir." sahut Dutta pura-pura sedih. Ia tahu Miracle pasti punya taktik baru supaya bisa lepas.
"Ngomong apa sih, aku nggak ngerti."
"Ngomongin boss yang semena-mena..."
Miracle menahan senyum melihat wajah Dutta yang cemberut.
"Kita bukan nikah sungguhan, Waktunya hanya dua bulan, jadi jangan terlalu dekat dan merasa tersakiti."
"Oke...aku tidak keberatan, nggak rugi juga, ingat bayar dulu ongkos jadi suami palsumu."
"Kenapa kamu marah, aku pasti bayar dasar cowok matre.." ucap Miracle menghentakkan kakinya. Matanya mulai berkabut, ia paling benci punya pasangan mengungkit jasa dan menagih upah.
Dutta diam, ia merasa bersalah. Tadi maunya bercanda, lupa Miracle punya trauma berat dengan laki-laki. Buru-buru ia menuju kamar mandi. Sikapnya tadi memberi peluang untuk Miracle untuk meninggalkannya. Bodohnya, kenapa ia meladeni Miracle berdebat.
Dutta menyudahi mandinya, tadi ia sempat melihat nata Miracle mau nangis. Jangan sampai Miracle pergi.
Keluar dari kamar mandi Dutta tidak menemukan Miracle.
"Sayank...kamu dimana?"
Dadanya berdebar dan merasa sedih. Begini rasanya kalau Miracle pergi dari sisinya. pikir Dutta.
Koper Miracle masih ada jadi ia sedikit lega. Suatu hari nanti, mungkin besok, atau lusa Miracle pasti akan meninggalkannya, apalagi tante Wijaya sudah menghubunginya bahwa petualangan Miracle harus diakhiri, karena Miracle harus segera bekerja. Dutta juga harus balik bekerja.
[Dutta, kalian sudah seminggu bulan madu, balik ke posisi masing-masing]
[Tapi tante, aku takut Miracle meninggalkan ku. Bisa tambah lagi seminggu?]
[Lanjutkan di Jakarta]
[Di Jakarta aku di kenal banyak orang, nggak lucu kalau aku jadi sopir]
[Kamu punya perjanjian dua bulan, itu lanjutin dan tinggal bersama disana]
[Aku akan berusaha meyakinkannya]
[Mengalah dulu untuk menang]
[Oke tante aku nurut]
Dutta keluar dari kamar dan menuju kamar sebelah. ia yakin kalau Miracle ke kamar temannya.
Tookk...Tookk...Tookk
"Hallo..siapa ya?" muka Komariah nongol di pintu, ia sudah tahu pacar bossnya pasti nyariin. Ternyata benar, Dutta berdiri di hadapannya.
"Maaf Mbak, istri saya tadi kesini, saya mau jemput, tolong bilangin
"Oh..yaya..saya kasih tahu."
"Boss..suamimu nungguin di depan." ucap Komariah manyun.
"Aku dah suruh bilang tidak ada, kamu gimana sih."
"Aku mati kutu, dia pintar tanya, aku terpaksa jawab apa adanya."
"Ya sudah lah aku balik dulu." sahut Miracle kecewa. Komariah tidak bisa di andalkan.
Senyum mengembang dibibir Dutta membuat Miracle m*ti kutu. Ia takut jatuh cinta kepada pemuda itu, takut tersakiti.
"Mau kemana, kenapa disini," ucap Miracle tanpa senyum, ia ingin dilihat buruk supaya Dutta meninggalkannya.
"Aku ditinggal istri, wajar aku nyariin. Untung perginya tak jauh, nggak kebayang kalau beneran di tinggal, aku bisa mati berdiri."
"Jangan lebay, kita cuma nikah kontrak, aku tidak ada perasaan dengan mu. Kita tidak level, cari gadis lain yang lebih baik." ketus suara Miracle.
"Baru seminggu, kalau kamu ingkar janji denda sepuluh kali lipat.."
"Serakah sekali, perjanjian itu tidak ada catatan aneh-aneh, jangan mengada-ada."
"Besok-besok kalau bikin surat, baca dulu, jangan cepat tanda tangan."
Miracle buru-buru masuk ke kamar. ia membuka koper dan mencari surat perjanjian itu. Dia berdoa dalam hati supaya Dutta bohong."
"Takut kena tipu, makanya jangan suka menipu."
"Mana aku menipu, aku orangnya jujur."
"Kalau kontraknya dua bulan kenapa kamu mau pergi padahal baru seminggu. Itu namanya menipu."
"Aku akan memberi kompensasi, sebut aja nilainya.." ucap Miracle mengeluarkan cek."
"Kamu tidak manusiawi, apa perasaan bisa di tukar dengan uang?"
Miracle menoleh dan menatap Dutta dengan tanda tanya. Apa ada dipikiran Dutta, apa dia suka padanya.
"Dutta, apa kamu menyukai ku?"
"Aku hanya takut kena Karma buruk kalau melanggar perjanjian ini."
"Otakmu kurang di upgrade, jangan bikin bingung dah. Kita selesaiin permainan ini, aku menyerah dan tidak sanggup lagi."
"Lihat perjanjiannya dulu, setelah itu baru ngomong lagi."
Miracle membuka surat perjanjian itu dan kaget membaca poin-poin terakhir. Dia menyesal tidak membaca waktu dulu. Dutta mengambil surat itu dan membaca dengan suara keras.
Perjanjian nomer satu sampai tiga normal, tapi perjanjian nomer empat isinya, jika belum waktunya (2 bulan) pihak pertama memutuskan hubungan, pihak pertama harus mengajak pihak kedua tinggal di rumahnya. Yang terakhir jika pihak pertama kabur, pihak pertama akan memberi kompensasi 1 triliun.
"Kamu menjebak ku, aku benci pada mu."
"Aku sengaja membuat perjanjian begini supaya kamu waspada, karena tidak semua orang itu baik, termasuk aku."
"Berarti aku menikahi ular berbisa, tubuh ku di ukur setiap hari, untuk disantap saat ular itu sudah merasa bisa menampung tubuhku di perutnya."
"Rupanya kamu mengerti, orang yang paling dekat punya peluang banyak menikam mu dari belakang."
"Tidak semua orang begitu, misalnya Komariah."
"Aku bilang kebanyakan begitu. Buktinya suami pertama, Gio mantan tunangan dan terakhir aku."
"Semua laki-laki Br*ngsek, mau menang sendiri, aku benci laki-laki, benci..."
Teriakan Miracle membuat Dutta kaget, ia cepat memeluk wanita itu dan mengajaknya duduk di tepi pembaringan.
"Sayank...menangis lah supaya kamu lega. Aku akan selalu ada untuk mu, itupun jika kamu berkenan. Level kita memang tidak sama, tapi saat senjata ku menghujam tubuh mu, apa kamu berpikir aku rendahan?"
"Aku benci padamu!" teriak Miracle lagi.
"Apa salah ku. atas dasar apa kamu benci pada ku, aku ada berbuat salah. Maafkan aku, tolong tetap disisi ku."
"Tidak bisa, kita harus cerai. aku tidak ingin membuat masalah lagi, kasihan orang tuaku."
"Mau mu bagaimana. Aku ikut ke Jakarta, kita sewa rumah kecil jauh dari orang tuamu. Kalau kamu kangen pada ku tidak kita gampang ketemu." ucap Dutta.
*****
trusss aktingnya dutta tapi jangan keterlaluan nty takut di racun kamu sama mira... hihihi...
Tapi Kasih Bawang Goreng Dan Irisan Ayam Masih Bisa Di Makan Kok...
Semangat Mira Bertemu Tamu Rahasia....
hihihi
langsung ke apartemen nya aja...
dutta jangan plin plan.... 🤦♂️🤦♂️🤦♂️🤦♂️
janda murce miracle itu..
kl miracle mnerima perjodohan Dr ortu berarti 3 laki yg mniduri miracle kasian yg ke 3 dpt sisa sisa. di Indonesia miracle di genjot terus ma Dutta 🤣.
ntah siapa yang menang dari kata mabuk kepayang... yang penting bukan mabuk alkohol
pasti nanti kalian akan berjodoh