Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Warisan Tinta Pembangkang Langit

Bab 28 : Warisan Tinta Pembangkang Langit.

_______

Ruang rahasia , Puncak Terlarang.

"Duduklah! Aku akan mengambilnya!" tutur Leluhur Wu Chen.

Shen Yan dan Tetua Ming Yue duduk di atas kursi unik yang terbuat dari batu zamrud hijau dengan tenang , mereka menunggu di dalam ruangan khusus yang seluruhnya berwarna hijau. Setelah beberapa saat , Leluhur Wu Chen kembali ke ruangan tersebut membawa sebuah kotak kayu kuno di tangannya.

"Yan'er!" ucapnya.

Shen Yan bangkit , ia lalu melangkah ke hadapan Leluhur Wu Chen. Penghalang yang melindungi kotak kayu kuno tersebut di hilangkan , Leluhur Wu Chen lalu mengulurkan kotak kayu tersebut kepada Shen Yan.

"Gulungan Tinta Pembangkang Langit!" gumamnya.

"Apa yang akan kau lakukan dengan gulungan itu , Yan'er? Bahkan aku yang sudah ratusan tahun memiliknya tapi tetap tak bisa membukanya!" ujar Leluhur Wu Chen.

"Yan'er apa kau yakin?" tanya Tetua Ming Yue khawatir.

"Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" jawab Shen Yan pelan.

Keduanya akhirnya meninggalkan Shen Yan di dalam ruangan rahasia itu sendiri. Untuk menghindari masalah , Leluhur Wu Chen mengurung tempat itu dengan penghalang formasi.

Shen Yan lalu membuka kotak kayu tersebut dengan pelan , nampak di dalamnya sebuah gulungan kuno dari bambu hitam. Di seluruh permukaannya terdapat tulisan tinta hitam yang tak pernah berhenti bergerak.

"Tian Nu! Kau dimana!" ucapnya.

Gulungan itu menyala redup , nyalanya seperti memberitahu Shen Yan bahwa ia sedang meresponnya. Namun kini getarannya sudah sangat lambat. Shen Yan lalu meneteskan esensi darahnya ke atas gulungan tersebut. Tiba tiba ia tersedot masuk ke dalam dunia Gulungan Tinta Pembangkang Langit.

"Yan!" ucap Tian Nu lirih.

Sebuah proyeksi lemah sosok Tian Nu muncul di dalam dunia yang seluruhnya hanya ada warna hitam dan putih. Tian Nu nampak sangat lemah , kesadarannya hampir runtuh. Sepertinya Tian Nu sudah tidak bisa bertahan lebih lama lagi untuk mempertahankan sisa pecahan jiwanya.

"Apa yang terjadi , Tian Nu!" ucap Shen Yan.

"Ini adalah usaha terakhirku mempertahankan sisa jiwaku , aku sudah menunggumu sejak terakhir kita bertemu!" ujarnya.

Melihat kondisi Zao Hua Tian Nu seperti itu , Shen Yan segera mencari harta di dalam cincinnya. Ekspresinya terlihat panik , itu membuat Tian Nu tersenyum pelan.

"Itu percuma saja , Yan! Sisa jiwa ini akan memudar! Apa yang ingin kau tanyakan , Yan?" ucapnya.

Saat terakhir bertemu , Shen Yan memang ingin menanyakan beberapa hal kepada Tian Nu namun kesadarannya waktu itu tersedot dengan cepat ke dalam gulungan ini. Sehingga Tian Nu tak sempat menjawabnya.

"Apa kau memiliki murid? Beberapa waktu yang lalu , aku menemukan Tinta Penusuk Langit di gunakan oleh seseorang!" ujar Shen Yan.

"Tinta Penusuk Langit! Long Baifan! Aku memang memiliki 4 murid , tapi hanya satu muridku yang mewarisi pusaka dan hartaku! Ia bernama Long Baifan!" ucap Tian Nu.

"Long Baifan? Jika ini seperti yang aku pikirkan , maka identitas para pemburu langit pasti berhubungan dengannya!" terang Shen Yan.

"Yan , kesadaranku akan hilang! Aku akan mewarisi 3 teknik Tinta Pembangkang Langit untukmu! Terimalah sebagai hadiah perpisahan dariku!"

Perasaan Shen Yan terasa sakit , mendengar suara Tian Nu yang semakin lirih. Shen Yan sadar Tian Nu takkan bisa bertahan lebih lama lagi. Ia pun mengangguk setuju untuk menerima warisannya.

"Trakk"

Gulungan bambu hitam terbuka lalu melayang di udara kosong , tulisan di atasnya berputar dengan kecepatan tinggi , berderit lalu meledak menjadi lautan rune tinta hitam mengelilingi tubuh Shen Yan. Tinta tersebut lalu melesat masuk ke dalam tubuh Shen Yan melalui dada , tangan dan matanya.

"Arrgh!"

Tubuh Shen Yan terangkat ke atas , ia menjerit kesakitan karena terbakar oleh api hitam emas.

"Ini adalah warisanku! Dengan ini , kau berhak meludahi langit!" ucap Tian Nu.

Proyeksi tubuh Tian Nu perlahan memudar , hanya ada 1 kalimat yang tertinggal di atas udara kosong. Kalimat itu berbunyi "Bakar saja langit itu untukku , Yan!"

Shen Yan terlempar keluar dari dunia hitam putih dengan secara tiba tiba , ia terbangun dan memeriksa tubuhnya yang kini terlihat memiliki rune yang terus bergerak tanpa henti. Ia lalu mengulurkan telapak tangannya , api hitam emas muncul dari dalam tangannya. Kultivasinya langsung menembus puncak Inti Emas Ganda setelah menerima warisan Tinta Pembangkang Langit dari Tian Nu.

"Terima kasih , Tian Nu!" batin Shen Yan.

Setelah menerima warisan itu , gulungan bambu hitam di depannya kini tak memiliki getaran apapun , tulisan yang sebelumnya bergerak di permukaannya kini telah hilang.

"Gawat! Bagaimana cara menjelaskannya kepada Kakek Chen!" gumamnya.

Shen Yan lalu melangkah keluar , ia menemukan Leluhur Wu Chen dan Tetua Ming Yue tengah duduk menunggunya. Shen Yan sedikit gugup , gulungan bambu hitam di tangannya kini tak lebih dari sebongkah gulungan tak berguna.

"Kakek!" ucapnya.

Leluhur Wu Chen melambaikan tangannya , ia sepertinya sudah tahu kemana arah pembicaraan Shen Yan.

"Kau memang luar biasa , Yan'er! Bahkan gulungan itu mengakui mu! Bawa saja benda itu bersamamu!" ucap Leluhur Wu Chen.

Perasaan lega nampak di hati Shen Yan , ia menghela nafas panjang setelah mengetahui respon leluhurnya. Tetua Ming Yue yang menyaksikannya pun hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.

"Kau menerobos lagi!" ucap Tetua Ming Yue tiba tiba menyipitkan matanya.

"Ini hanya kebetulan saja" gumam Shen Yan pelan.

Akhirnya mereka pun kembali ke Puncak Meditasi setelah pertemuan itu.

______

Rumah kecil , Puncak Meditasi.

Keesokan harinya , suara ketukan pintu sudah terdengar keras di depan kediaman Shen Yan. Terlihat Cheng Yuan datang bersama Liu Feng berdiri di depan pintu kamar Shen Yan.

"Adik Yan! Keluarlah! Aku mendapat misi baru!" teriak Cheng Yuan.

Shen Yan keluar dari kamarnya , lalu menemui mereka berdua.

"Selamat kak! Misi apa yang kau dapatkan?" tanya Shen Yan.

"Aku mendapatkan misi untuk mengambil Bunga Darah Phoenix! Di pegunungan Phoenix api!" ucapnya.

"Deg"

Jantung Shen Yan berdegup kencang , ia langsung teringat dengan peristiwa yang merenggut nyawa kakeknya. Ia lalu berniat mengajukan dirinya untuk ikut dalam misi kakak seperguruannya.

"Apakah kakak mau aku temani? Aku sedang tidak ada misi!" terang Shen Yan.

Cheng Yuan berpikir sejenak , Pegunungan Phoenix Api sangat jauh jaraknya dari Sekte Puncak Terang. Ia berpikir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Bagaimana kak? Apa aku boleh menemanimu?" Shen Yan memaksa.

Melihat kesungguhan adik seperguruannya , Cheng Yuan akhirnya menyetujuinya. Ia lalu meminta ijin kepada Tetua Ming Yue untuk bisa membawa Shen Yan turun gunung mencari pengalaman.

"Baiklah! Hati hati! Jika kalian bertemu lawan yang kuat , melarikan diri juga bukan hal yang memalukan! Utamakan keselamatan kalian terlebih dahulu!" ucap Tetua Ming Yue.

Setelah mereka mendapat persetujuan , Cheng Yuan dan Liu Feng mempersiapkan barang yang akan mereka bawa di kamarnya masing masing. Sedangkan Shen Yan terlihat masih bersama Tetua Ming Yue di ruangannya.

"Guru percayakan mereka kepadamu , Yan'er!" ucapnya.

Tetua Ming Yue tahu benar kemampuan murid muridnya , meskipun Shen Yan adalah junior termuda di Puncaknya. Namun kemampuannya telah jauh di atas keenam murid lainnya.

"Baik , guru!" jawab Shen Yan.

________

1
Ibad Moulay
Bayangan Darah
elz.: bukan bayangan mantan ya kak 😁🙏
total 1 replies
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
elz.: siap lanjutkan 🔥🔥
total 1 replies
Chen Xin
asli ceritanya enak bgt di baca thor keren 👍
elz.: terimakasih kak
total 1 replies
ARay
mantap ini 😎
elz.: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
elz.: makasih dukungan nya kak 🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
elz.: uraaaa🔥🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Puncak Alkimia
elz.: puncaknya para peracik pil 🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Misterius
elz.: misteri yang semakin bikin penasaran kak 🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Formasi Pedang
Ibad Moulay
Pemutar Waktu
elz.: salah satu teknik mata dewa yang keren 🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Teknik Mata
Ibad Moulay
Puncak Terlarang
elz.: Puncak tertinggi diantara 9 puncak🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Formasi Pelindung
Ibad Moulay
Pengetahuan
elz.: puncak nya para jenius 🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Puncak
Ibad Moulay
Kebangkitan
Ibad Moulay
Mata Dewa Kuno
elz.: mata yang "mengintip" takdir🔥
total 2 replies
Ibad Moulay
Leluhur
elz.: owner puncak 😁🔥
total 1 replies
Ibad Moulay
Kuda 🐎 Hitam
Ibad Moulay
Pertemuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!