perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tempat kerja baru
siang hari aji sampai dirumahnya
"bik atik" aji memanggi asisten rumah tangganya
"iya tuan. baru datang?"
"iya bik. tolong siapkan makan ya bik, lampar"
selama dalam perjalanan aji tidak beristirahat, pikirannya masih teringat pertemuan terakhir dengan wulan pagi tadi
"oh ya. kenalkan ini bik asih"
Bik asih dan bik atik saling berkenalan
"bik atik, mulai hari ini bik asih kerja di sini, tolong bik asih bimbing ya"
"baik tuan. mau makan sekarang apa mau mandi dulu tuan?"
"makan bik. lapar. bik asih pasti juga lapar. lapar kan bik"
"lumayan mas"
bik atik menyiapkan makanan untuk aji
"bik asih jangan kerja dulu. makan dulu trus istirahat"
"tapi mas"
"istirahat dulu bik. sini duduk. makan"
Ucap aji sambil duduk sambil menunggu bik atik menyiapkan makanannya
"bik, nanti minta tolong antarkan bik asih ke kamarnya ya. jangan boleh kerja dulu. biar istirahat. capek"
"baik tuan"
setelah menghabiskan makanan aji melihat ponselnya
"selamat siang may"
"selamat siang Pak"
aji menghubungi kembali maya yang telah menghubunginya
"ada apa may?"
"besok jadwal bapak ke Surabaya"
"di tunda bisa kan may? mungkin lusa baru bisa"
"baik Pak"
tubuh aji terlalu lelah untuk pergi keluar kota. aji menghubungi mela
"siang mel"
"siang mas. sudah pulang?"
"baru aja sampai. ada apa mel?"
"tadi aku sudah ke kampusnya suci mas"
"sudah beres? kamu bayar untuk satu tahun ini"
"iya mas. tadi juga aku ketemu suci"
begitu mendengar nama suci, aji menjadi bersemangat
"trus? apa dia masih marah?"
"ndak sih mas. suci cuma nanya nyari dia apa ada kepentingan lain. aku jawab ada kepentingan lain. ya sudah begitu saja"
"suci tau kalau kamu membesarkan administrasinya mel?"
"ndak tau mau. waktu ketemu, aku sudah keluar dari ruang administrasi"
"o... ya sudah"
"bagaimana dengan mbak wulan mas?"
"nanti saja ya. aku baru sampai, kalau ndak capek mungkin nanti malam aku ke rumahmu"
"baik mas. assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
Setelah itu aji melepas lelah di kamarnya
****
malam hari suci hendak pergi untuk mencari makan, ketika mau keluar pagar, dia melihat mobil aji sedang mendekat. seketika itu suci berbalik arah
"ndak jadi keluar mbak?" sapa salah satu penghuni kos
"ndak jadi mbak. mbak mau kemana?"
"mau beli makan"
"nitip bisa ndak? perutku tiba-tiba sakit"
"boleh" ucap gadis itu sambil mengambil uang yang di sodorkan suci
Ketika suci hendak kembali ke kamarnya
"wi..." sapa ibu kos
"malam buk"
"malam. oh ya wi. aku tadi sudah ketemu sama pak eko, dia belum dapat pegawai. kamu mau?"
"mau buk. kapan saya bisa ke tempat pak eko buk?"
"besok ibuk antar kamu ke tempat pak eko. kalau kamu jadi kerja disana, kamu ndak tinggal di sini lagi wi"
"iya buk... bagaimana dunk"
"ya ndak pa-pa wi. ibuk ndak keberatan"
"terimakasih ya buk. ibuk baik deh"
setelah berbincang dengan pemilik kos, suci kembali lagi ke kamarnya
"kos itu ndak enak ya. enakan di rumah tuan, makan gratis, tidur gratis. sekarang harus mikir bayar kost. nasib-nasib" ujar suci
Suci mengintip rumah mela dari balik tirai jendela kamarnya, melihat mobil aji terparkir di carport rumah mela
"dasar laki-laki hidung belang" ucap suci sambil menutup tirai
****
Di rumah mela
"capeknya sudah selesai mas?"
"lumayan lah. di kamar terus lebih capek"
"bagaimana dengan mbak wulan mas?"
"sudah selesai Mel"
"selesai?"
"iya. selesai"
aji menceritakan kejadian di jogja. terkahir aji cerita sambil menyeka air matanya
"kamu sedih meninggalkan mbk wulan?"
"ndak may. baru kali ini aku melihat wulan menangis seperti tadi, firman juga"
"semoga mbak wulan bisa iklas menerima"
"semoga Mel. semoga masih bisa menjadi teman"
"awalnya teman baik, pasti tetap bisa menjadi teman mas. asal salah satu ndak ada yang baper"
"kasian firman. seandainya bisa aku bawa, sudah aku bawa dia"
"menginap disini mas?"
"ndak Mel, tadi kesini karena kangen sama ajeng. eh yang di kangeni sudah tidur"
"mungkin tadi kecepean dia. habis berenang"
"sudah bisa berenang?" ucap aji sambil keluar dari ruang tamu rumah mela
"sudah. sedikit. sudah berani masukan kepalanya ke air. makannya aku tadi cepat-cepak waktu ke kampusnya suci. karena jemput ajeng"
"ingin sekali aku bertemu suci"
"jangan dulu mas, biarkan dia tenang dulu. aku yakin pasti suci mau bertemu denganmu"
*******
Beberapa hari kemudian
suci sudah mulai bekerja di tempat pak eko, membersihkan tempat kos pak aji. disamping mendapatkan pekerjaan, suci juga mendapatkan potongan harga untuk kamar kosnya
"wi. kamar yang ujung sana kemarin sudah kosong. tolong di bersihkan ya"
"baik Pak"
setelah membersihkan kamar yang di perintahkan pemilik kos itu, suci pergi ke kampus
"selamat pagi bu mala"
"pagi. ada yang bisa di bantu?" ucap perempuan paru baya bagain administrasi
"saya mau membayar administrasi"
"atas nama siapa?"
"dwi suci ambarwati" ucap suci
"dwi suci ambarwati?" bu mala melihat di monitor komputernya, sambil sesekali membetulkan kacamatanya yang melorot. melorot bukan karena mata tua, tapi hidungnya yang pesek
"dwi suci ambarwati sudah lunas Sampai tahun ini"
"sudah lunas bu?"
"iya. ini sudah lunas"
"apa tidak salah bu? karena saya belum membayar untuk semester ini"
"benar-benar sudah lunas. saya tidak salah"
"terimakasih bu mala" suci meninggalkan ruang administrasi "kok lunas? pasti salah"
Suci masuk kedalam kelasnya. belajar sebaik mungkin, dia ingin membahagiakan kedua orang tuanya
*****
Sepulang dari kuliah
"wi... kamar yang ujung tadi besok ada yang mau masuk. sudah beres kan?"
"sudah pak"
"kamu kerasan bekerja disini? " ucap pak eko sambil mengedipkan matanya, mencoba mengoda suci
"lumayan pak" suci sudah mulai risih dengan kegenitan pak eko
"jika kamu butuh apa-apa jangan sungkan bilang sama saya ya" pak eko memegang pundak suci, sambil tersenyum lalu pergi
"cobaan apa lagi ini Tuhan???" ucap suci
*****
Bulan berganti minggu, aji dalam perjalanan pulang dari kantor. tak terasa waktu sudah menujukan pukul 8 malam, aji bekerja sampai larut malam.
ketika hendak pulang, aji melihat seorang perempuan di kerumuni oleh 6 orang pemuda bermotor
"jam segini masih keluyuran sih mbk" gumam aji sambil melewati kerumunan itu
"lho itu kan suci" aji memarkirkan mobilnya di depan kerumunan pemuda itu
"tolong.. tolong... " suci berteriak
kumpulan pemuda itu mencolek badan suci
"tolong..." suci meronta sambil memukulkan tasnya ke arah mereka
"wis talah mbak. manut O. Penak-penak" kata pemuda berkulit hitam
"hentikan" ucap aji kasar
"jangan ikut campur" bentak pemuda bertubuh kerempeng memakai anting besar
"tuan tolong... " suci
"lepaskan perempuan itu"
"wis... entekno ae wis.. kesuwen" ujar salah satu yang lainnya
"suci lari" aji memerintahkan suci untuk lari, suci berlari dikejar salah seorang dari mereka.
melihat kegaduhan dijalan raya, memancing beberapa orang untuk berhenti dan menolong aji dan suci
"wis buyar... buyar... ngresroh ae" bentak bapak-bapak membuyarkan gerombolan itu
"gak buyar tak viralno lho iki" salah seorang pemuda merekam kejadian itu.
satu persatu dari mereka pergi