Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Cinta Pertama Leon

Pagi di mansion De Luca jam 06.30 selalu heboh.

Tapi pagi ini, hebohnya beda.

Elena yang hamil 8 bulan lagi duduk di meja makan, susah payah makan roti karena perutnya besar. Lorenzo di sebelahnya, sudah pakai jas hitam, lagi bacain laporan sambil suapin Elena.

Tiba-tiba, suara Luna teriak dari lantai 2.

"MAAAMA! PAPA! LEON DAPAT SURAT CINTA!"

Elena dan Lorenzo langsung kaget. Roti Elena jatuh.

Leon turun tangga dengan wajah merah kayak tomat, tas SD hitamnya masih di punggung, di tangannya ada kertas pink dilipat bentuk hati. Luna di belakangnya, bawa poster, wajahnya cemberut, bibirnya maju 5 cm.

"Apaan sih Luna! Itu bukan surat cinta! Itu surat... surat tantangan!" kata Leon, ngot.

Luna gak peduli. Dia langsung kasih kertas pink itu ke Elena.

"Mama baca! Tulisannya, 'Aku suka Leon'! Dari Bella!" kata Luna, suaranya kencang.

Elena buka kertas itu.

Tulisannya besar-besar, pakai pensil warna pink glitter, masih tulisan anak SD kelas 1.

_Untuk Leon,_

_Aku suka kamu karena kamu berani semprot Bruno pakai pistol air kemarin. Kamu ganteng kayak pangeran di film. Mau jadi pacarku gak? Kita bisa bagi bekal tiap hari._

_Dari, Bella_

Elena baca keras-keras.

Lorenzo yang dengar langsung batuk, kopinya tumpah.

"Pacar? Anak saya umur 7 tahun sudah mau dipacarin orang?" kata Lorenzo, suaranya mulai berat mode bos mafia.

Leon langsung sembunyi di balik kursi Elena. "Leon gak mau Pa! Leon gak mau jadi pacar! Leon mau jadi bodyguard Luna aja seumur hidup!"

Luna yang tadi cemberut, dengar Leon bilang begitu langsung agak senyum, tapi masih cemberut.

"Luna gak suka Leon jadi pacar Bella! Nanti Leon lupa kasih stik keju Luna! Nanti Leon lupa jagain Luna!" kata Luna, matanya berkaca-kaca.

Elena lihat Luna mau nangis, langsung peluk Luna.

"Sayang, Leon gak akan lupa jagain Luna kok. Leon sayang Luna paling banyak," kata Elena, elus rambut Luna.

Leon keluar dari balik kursi, peluk Luna juga.

"Luna, Leon janji! Leon gak akan jadi pacar Bella! Leon cuma mau jadi bodyguard Luna, jaga Mama, dan jaga adek baru nanti!" kata Leon, serius banget, padahal umurnya baru 7 tahun.

Lorenzo lihat anaknya drama, dia tarik napas panjang. Dia ambil HP, mau telepon Thomas.

"Thomas, cek keluarga Robert. Anaknya Bella ganggu Leon."

Elena cepat tahan tangan Lorenzo. "Pa! Jangan! Ini anak SD 7 tahun, bukan musuh mafia dari Rusia! Jangan bawa-bawa kerjaan!"

Lorenzo akhirnya nurunin HP. "Oke sayang. Tapi Papa harus ajarin Leon cara nolak cewek dengan gentleman. Biar gak nangis nanti Bellanya."

Jam 07.30, mereka berangkat ke SD De Luca International.

Mobil Rolls Royce baru sampai gerbang, Bella sudah menunggu di depan gerbang. Rambutnya dikuncir dua, pakai blazer pink sama kayak Luna, bawa bekal kotak pink.

Waktu lihat Leon turun, Bella langsung lari kecil-kecil.

"Leon! Kamu sudah baca suratku?" tanya Bella, malu-malu, mukanya merah.

Satu gerbang SD langsung hening. 20 anak lain dan orang tuanya lihat drama surat cinta pertama di SD De Luca.

Leon lihat Elena, minta tolong lewat mata. Elena angguk, kasih kode: bilang baik-baik nak.

Leon tarik napas, dia ingat pelajaran gentleman dari Lorenzo semalam.

Leon buka tasnya, ambil kotak bekal steak wagyu mini yang Elena bikinin, ambil steak paling besar, kasih ke Bella.

"Bella, makasih suratnya. Leon seneng Bella suka sama Leon. Tapi Leon belum bisa jadi pacar. Leon masih sibuk. Leon harus jaga Luna, harus jaga Mama yang hamil 8 bulan, harus belajar jadi pemimpin kayak Papa. Jadi belum bisa pacaran," kata Leon, kata-katanya rapi, kayak pidato.

Anak-anak lain bengong dengar anak 7 tahun ngomong kayak orang dewasa.

Bella terima steak itu, agak bingung. "Jadi gak mau jadi pacarku?"

Leon geleng. "Bukan gak mau, tapi nanti aja. Nanti kalau Leon sudah umur 20 tahun, kalau Bella masih suka Leon, Leon pikirin lagi ya."

Elena yang dengar hampir jatuh dari berdiri. Itu jawaban persis Lorenzo 20 tahun lalu waktu ditolak cewek di Italia.

Luna yang dari tadi cemberut di sebelah Elena, sekarang senyum lebar sampai kelihatan gigi ompongnya.

"Nah gitu dong Leon! Leon kan bodyguard Luna!" kata Luna, langsung peluk tangan Leon erat-erat.

Bella lihat Luna peluk Leon, dia agak sedih, tapi dia anak baik. Dia angguk.

"Oke deh Leon, kita temenan aja ya! Makasih steaknya, enak!" kata Bella, lalu balik ke kelas sambil makan steak.

Ms. Clara yang jadi wali kelas 1A lihat dari jauh, dia datang sambil geleng-geleng ketawa.

"Nyonya Elena, Tuan Lorenzo, selamat ya, Leon sudah dewasa," kata Ms. Clara.

Lorenzo senyum bangga. "Itu baru anak saya."

Jam istirahat, drama belum selesai.

Di kantin, Luna sengaja duduk sebelah Leon, gak mau kasih Bella duduk dekat Leon. Luna jadi bodyguard balik.

"Leon, Luna suapin steak ya, biar Leon kuat jadi bodyguard," kata Luna.

Leon angguk, makan steak disuapin Luna.

Bella yang duduk di meja sebelah lihat, cuma senyum. Dia sudah dapat teman baru, anak cewek lain.

Sore pulang sekolah, di mobil, Luna masih pakai pin ketua kelasnya? Eh belum, itu besok. Hari ini Luna masih pegang tangan Leon erat.

"Leon, janji ya, jangan jadi pacar Bella sampai kita umur 100 tahun!" kata Luna.

Leon ketawa. "Janji, Luna! Sampai umur 100 tahun, Leon jadi bodyguard Luna!"

Elena yang hamil besar di kursi depan dengar itu, elus perutnya. Calon adek di perutnya nendang-nendang, kayak ikut setuju.

Lorenzo yang nyetir, lihat dari kaca spion, senyum. "Papa juga janji, sampai umur 100 tahun, Papa jadi bodyguard Mama dan kalian semua."

Mobil Rolls Royce jalan pelan pulang ke mansion, bawa cerita surat cinta pertama yang gagal, tapi bikin keluarga De Luca makin lengket.

Dan di tas Leon, masih ada surat pink dari Bella yang disimpan Luna. Luna bilang, "Disimpan aja buat kenang-kenangan, biar nanti kalau Leon umur 20, Luna kasih lagi ke Bella!"

*BERSAMBUNG*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!