Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.
Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.
Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...
Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panik
Tepat ketika Mona mengucapkan kalimat itu, Edmund tiba di depan ruangan Norman bersama Julian dan tangan kanan pria tersebut. Kedatangan mereka bertujuan untuk membahas kerja sama bisnis antara perusahaan Turner dan perusahaan milik Julian.
Namun, langkah mereka seketika terhenti ketika suara Mona terdengar jelas dari dalam ruangan yang pintunya masih terbuka sejak kedatangan Grace.
Ketiganya mendengar pengakuan Mona tanpa melewatkan satu kata pun.
Semua orang di dalam ruangan sontak membeku ketika menyadari kedatangan mereka. Norman dan Mona bahkan tidak mampu menyembunyikan keterkejutan di wajah masing-masing.
"Apa-apaan ini?" tanya Julian dengan tenang. Tatapannya beralih dari Mona kepada Norman yang masih berlutut di hadapan Grace.
Edmund melirik Julian sekilas. Wajahnya langsung menegang, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.
Tanpa membuang waktu, Edmund segera menghampiri Norman. Dia mencengkeram kerah jas putranya itu, lalu menariknya hingga Norman terpaksa berdiri.
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Norman.
"Dasar anak kurang ajar! Apa yang sudah kau lakukan, hah?!" bentak Edmund dengan wajah merah padam. "Kau bahkan berani mempermalukan istrimu sendiri di hadapan orang lain!"
Norman hanya bisa tergugu. Dia menatap papanya dengan wajah kebingungan, sama sekali tidak menyangka Edmund akan menamparnya di hadapan Julian.
Keadaan ini benar-benar membuat kepalanya terasa hendak pecah. Dia belum sempat menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi kepada Grace. Belum lagi, kini papanya sendiri menyaksikan kejadian tersebut, sementara Julian telah mendengar pengakuan Mona tentang hubungan terlarang mereka.
Norman menelan ludah. Dia tidak tahu harus mulai menjelaskan dari mana, apalagi ketika melihat tatapan Julian yang begitu dingin.
Sementara itu, Mona yang berdiri agak jauh dari mereka hanya bisa terdiam. Dia kebingungan melihat Edmund yang tiba-tiba melampiaskan kemarahannya kepada Norman.
Namun, di balik kebingungan itu, ada sedikit kelegaan yang terselip di dalam hatinya. Setidaknya, sekarang Grace sudah mengetahui hubungan mereka. Mona tidak perlu lagi berpura-pura menyembunyikan perasaannya kepada Norman.
"Edmund," ujar Julian, memotong kemarahan pria itu.
Edmund segera menoleh kepadanya. Wajahnya yang semula penuh amarah berubah canggung.
"Maafkan kebodohan anakku itu, Julian," katanya buru-buru. "Aku benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan hal seperti ini."
Julian menatap Edmund tanpa menunjukkan sedikit pun ketertarikan pada penjelasannya.
"Anakmu tidak mengerti apa arti setia."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Julian berbalik dan berjalan menuju pintu bersama tangan kanannya.
Edmund langsung membelalakkan mata. Dia tidak menyangka Julian akan pergi begitu saja tanpa membicarakan tujuan utama kedatangannya.
"Julian, tunggu! Kau mau ke mana?" serunya sambil bergegas mengikuti pria itu beberapa langkah.
Julian tidak menjawab dan tetap melanjutkan langkahnya.
"Bagaimana dengan kerja sama kita?" tanya Edmund lagi. Nada suaranya mulai terdengar panik.
Namun, Julian sama sekali tidak menggubrisnya. Dia terus berjalan meninggalkan ruangan tanpa menoleh sedikit pun.
Edmund terpaku menatap kepergian Julian. Rahangnya mengeras, sementara kedua tangannya mengepal erat menahan amarah.
Edmund sudah bersusah payah membawa Julian untuk membahas kerja sama antara perusahaan mereka, tetapi sekarang semuanya terancam berantakan hanya karena ulah Norman!
Edmund berbalik dengan wajah merah padam, lalu menghampiri putranya.
Plak!
Tamparan kedua mendarat di pipi Norman.
Norman terhuyung ke samping. Dia memegang pipinya yang terasa panas, sementara matanya membelalak menatap Edmund.
"Kurang ajar kau!" bentak Edmund. "Apa yang sudah kau lakukan, hah?! Awas saja kalau gara-gara kebodohanmu Julian sampai menolak bekerja sama dengan perusahaan kita!"
Norman terdiam. Barulah saat itu dia teringat bahwa Edmund sebelumnya telah memberitahunya tentang kedatangan Julian untuk membahas kerja sama bisnis mereka.
Namun, karena kejadian dengan Grace dan Mona, dia benar-benar melupakan hal tersebut.
Edmund menunjuk wajah putranya dengan geram.
"Cepat minta maaf kepada Grace sekarang juga! Jangan sampai masalahmu ini semakin menghancurkan segalanya!"
Mona yang berdiri agak jauh langsung mengerutkan kening. Dia tidak menyangka Edmund justru menyuruh Norman meminta maaf kepada Grace, seolah-olah perasaannya sendiri tidak berarti apa-apa.
Norman menarik napas dalam-dalam. Dia kemudian mengalihkan pandangannya kepada Grace, yang sejak tadi masih berdiri diam.
"Grace, aku—"
"Sudahlah, Norman. Tunggu surat cerai dariku secepatnya."
Akan bahagia klo video perselingkuhan Edmund juga juga viral 🤣
Mona yang haus status Turner hingga tak sadar bahwa Mona membuka jalan untuk keruntuhan Turner sekeluarga 🤣