Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Menikah muda dan Kirana menyerahkan seluruh masa depannya untuk menjadi penopang di balik kesuksesan Gibran. Lima belas tahun ia setia mengabdi sebagai ibu rumah tangga, merawat anak-anak dan memastikan nama suaminya bersinar sebagai pria sempurna yang dipuja publik.

​Namun, ketika harta dan tahta telah tergenggam, Gibran justru menganggap Kirana bab lama yang harus dibuang demi wanita lain.

​Surat gugatan cerai dilayangkan. Satu kali, dua kali, hingga tiga kali.

​Gibran mengira Kirana akan menangis mengemis cinta. Betapa naifnya. Bagi Kirana, ketenangannya bukanlah kepasrahan, melainkan strategi catur dingin.
Saat Gibran sibuk bertarung di ruang sidang, Kirana melangkah anggun menikmati masa mudanya yang tertunda. Kirana sengaja menjaga nama baik suaminya tetap bersih memastikan aset yang dibangun bersama berada di puncak nilai tertinggi.

​Ketika Gibran mulai kehabisan napas, Kirana melayangkan pukulan balik. Ia mengincar delapan puluh lima persen harta gono-gini dan secara takt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri Sah Yang Tak Sudi Diceraikan

​

​Langkah kaki Gibran terasa teramat berat saat menyusuri pelataran halaman rumah utama. Di belakangnya, dua orang petugas keamanan perumahan berjalan mengawal dengan wajah datar, memastikan pria yang sebelumnya berkuasa penuh di kawasan elite itu benar-benar mengosongkan area. Dua koper besar milik Gibran digeret kasar menembus gerbang. Bunyi roda koper yang beradu dengan paving jalanan seolah menjadi musik pengiring kehancurannya sendiri.

​Dengan wajah memerah dan napas menahan malu yang membakar, Gibran menyambar pegangan koper-kopernya, memasukkannya ke dalam bagasi mobil sedan mewahnya, lalu memicu pedal gas dengan kencang hingga decitan ban mobil bergema di udara.

​Di sepanjang perjalanan, pikiran Gibran mengamuk hebat. Cengkramannya pada roda kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Bayangan ancaman Kirana, tatapan jijik dari Kayla dan Evan, serta tumpukan angka fantastis dalam surat gugatan balik tadi pagi terus berputar-putar di kepalanya bagaikan mimpi buruk yang nyata.

​Awalnya, terlintas di benaknya untuk pulang ke rumah ibunya. Namun, bayangan sang ibu yang terbaring sakit dan pasti akan menangis histeris serta mencecarnya dengan puluhan pertanyaan membuat kepalanya makin serasa mau pecah. Ia tidak sanggup mendengar ocehan atau ratapan ibunya saat ini. Ia butuh tempat bernaung, butuh pelukan manis yang bisa menenangkan egonya yang baru saja hancur lebur diinjak-injak oleh Kirana dan kedua anaknya.

​Tujuan Gibran hanya satu: apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan yang dua tahun lalu ia belikan secara rahasia. Tempat di mana Melani wanita idaman lain yang selama ini ia puja-puja berada.

​Sementara itu, di lantai tertinggi kompleks apartemen eksklusif tersebut, Melani sedang menikmati paginya dengan amat santai. Wanita berusia dua puluh delapan tahun itu tampil anggun dalam balutan silk robe berwarna merah muda. Di tangannya segelas cappuccino hangat mengepul manis, mendampingi pemandangan spektakuler gumpalan awan dan cakrawala kota dari balik jendela kaca raksasa.

​Dua tahun lebih Melani menikmati peran sebagai ratu rahasia dalam kehidupan Gibran. Dua tahun lalu, tatkala Gibran berlutut di tempat ini seraya menyematkan cincin berlian mahal di jarinya dan mengikat janji untuk menjadikannya istri sah begitu urusan dengan Kirana usai, Melani sudah merasa menang. Selama lebih dari dua tahun itu pula, aliran dana tanpa henti dari rekening pribadi maupun fasilitas perusahaan Gibran terus mengalir deras ke kantongnya mulai dari tas bermerek, mobil mewah, hingga aset apartemen tempatnya berpijak saat ini.

​Bunyi bel pintu utama yang berdenting berkali-kali secara tidak sabaran memecah ketenangan Melani.

​Melani mengerutkan keningnya halus, merapikan gaun sutranya, lalu melangkah santai membuka pintu. Begitu pintu terbuka, sosok Gibran berdiri di sana dengan penampilan yang teramat mengenaskan. Kemeja kerjanya kusut, dasinya sudah terlepas, dan dua koper besar tergeletak di samping kakinya.

​"Mas Gibran?!" pekik Melani kaget, mata berpoleskan eyeliner tebal itu membelalak. "Mas... kenapa kamu bawa koper sebanyak ini? Ada apa, Mas?"

​Tanpa menjawab sepatah kata pun, Gibran melangkah masuk, menarik koper-kopernya kasar, lalu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa kulit buatan Italia di ruang tamu. Pria itu menyandarkan kepala pada sandaran sofa seraya memejamkan mata erat-erat, membiarkan napasnya terengah-engah kelelahan.

​Melani menutup pintu rapat-rapt, lalu bergegas mendekat dan duduk di samping Gibran. Jemari lentiknya yang terhias cat kuku merah merayap lembut di dada kekasih gelapnya mencoba memberi ketenangan.

​"Mas... cerita sama aku. Kenapa kamu bawa barang-barangmu ke sini? Bukannya tadi pagi kamu ada jadwal wawancara lanjutan?" bisik Melani dengan nada mengayun manja yang penuh kepura-puraan.

​Gibran membuka matanya pelan, menatap Melani dengan pendar mata yang dipenuhi frustrasi mendalam.

​"Kirana... wanita itu benar-benar sudah gila, Mel," geram Gibran dengan suara serak. "Dia menggugat balik aku pagi ini. Dia minta hak asuh penuh anak-anak, menuntut nafkah satu miliar per bulan, dan..." Gibran menelan ludah yang terasa begitu pahit, "...dia menuntut delapan puluh lima persen dari seluruh total aset gono-gini dan saham NexTech Group!"

​Melani tersentak kaget. "Apa?! Delapan puluh lima persen?! Dia gila apa?!"

​"Bukan cuma itu!" sela Gibran seraya mengepalkan tangan dan memukul lengan sofa. "Pagi ini dia pakai pengacara dan petugas keamanan komplek untuk mengusirku dari rumah utama! Dia mengunci rumah itu dan membekukan aksesku ke sana! Aku... aku terpaksa angkat kaki dari rumahku sendiri, Mel."

​Mendengar penuturan Gibran, sebuah keheningan singkat melingkupi ruangan. Namun, alih-alih merasa kasihan atau prihatin atas penderitaan Gibran, di dalam benak Melani justru berkobar sebuah letupan kebahagiaan dan sorak kemenangan yang luar biasa.

"Diusir dari rumah utama? Kirana melayangkan gugatan balik?." batin Melani bersorak kegirangan. "Ini dia! Ini saat-saat yang paling aku tunggu selama dua tahun ini!."

​Di mata Melani, pengusiran Gibran dari rumah Kirana adalah pintu gerbang emas menuju impian terbesarnya: naik tahta dari sekadar wanita simpanan menjadi Nyonya Gibran Raditya secara resmi. Selama dua tahun ini, ia harus puas bersembunyi di balik bayang-bayang status Kirana sebagai istri sah.

Sekarang, dengan Kirana yang secara tegas mengusir Gibran dan mengajukan gugatan balik, proses perceraian itu tidak akan bisa mundur lagi.

​Melani dengan cepat memasang raut wajah prihatin dan penuh empati yang teramat manis. Ia merengkuh kepala Gibran, menempelkan dada pria itu ke pelukannya, dan mengelus rambut Gibran dengan sangat lembut.

​"Kasihan sekali kamu, Mas..." bisik Melani dengan intonasi suara paling menenangkan yang ia miliki. "Kirana benar-benar wanita yang tega dan tidak tahu diri. Setelah semua yang kamu berikan selama bertahun-tahun, dia tega mengusirmu dan memperlakukanmu seperti ini di depan media dan anak-anak?"

​"Dia memanfaatkan anak-anak untuk menyerangku, Mel," aduh Gibran, menyandarkan kepalanya yang berat di bahu Melani. "Kayla dan Evan bahkan sudah berani membentakku. Mereka berdua sudah benar-benar dicuci otaknya oleh Kirana."

​"Sudah, Mas... jangan dipikirkan lagi," ucap Melani seraya menyunggingkan senyuman culas di balik punggung Gibran. "Mungkin ini jalan dari Tuhan supaya kamu bisa lepas dari wanita dingin dan tidak bersyukur seperti dia. Biarkan saja dia ambil rumah tua itu. Mas masih punya perusahaan, masih punya aset lain, dan yang paling penting... Mas punya aku di sini."

​Melani mengecup kening Gibran dengan penuh kepalsuan. "Di sini kamu aman, Mas. Tempat ini rumah kita. Aku akan selalu ada di sampingmu untuk merawatmu, tidak seperti Kirana yang selalu cuek dan sibuk dengan dirinya sendiri."

​Gibran menghela napas lega, memeluk pinggang Melani erat-erat. Pria itu merasa menemukan kedamaian sejenak di tengah badai yang menghantamnya. "Terima kasih, Mel... Cuma kamu yang selalu ada dan mengerti aku."

​Namun, di balik pelukan hangat itu, isi kepala Melani sudah sibuk menghitung kalkulasi matematis atas kekayaan Gibran. Ia sudah tidak sabar untuk menguasai seluruh harta suaminya itu. Bagi Melani, ancaman gugatan delapan puluh lima persen dari Kirana hanyalah gertakan sambal seorang ibu rumah tangga yang panik. Ia sangat yakin Gibran dengan jajaran pengacara papan atasnya pasti sanggup memenangkan persidangan dan mempertahankan sisa harta miliaran rupiah tersebut.

​Dua tahun lebih Melani mencicipi gurihnya uang Gibran mulai dari aliran dana rutin belasan hingga puluhan juta setiap minggunya, perhiasan mewah, liburan ke luar negeri, hingga fasilitas apartemen bernilai miliaran ini. Sekarang, bayangan untuk menjadi permaisuri tunggal di kekaisaran bisnis Gibran terasa makin dekat di pelupuk mata. Ia membayangkan dirinya duduk di kursi utama, menghadiri pesta-pesta kelas atas sebagai Nyonya Gibran yang sah, dan memamerkan cincin pernikahan mereka kepada dunia.

​"Soal gugatan delapan puluh lima persen itu, Mas tidak perlu takut," ujar Melani halus seraya menatap mata Gibran dengan pendar keyakinan palsu. "Kita lawan dia di pengadilan. Kamu punya tim hukum terbaik, kan? Kirana itu cuma ibu rumah tangga yang tidak punya uang atau koneksi. Dia tidak akan sanggup bertahan lama melawan kekuatan finansialmu."

​Gibran mengangguk pelan, ego dan rasa percaya dirinya yang sempat hancur perlahan terangkat kembali berkat bujukan manis Melani. "Kamu benar, Mel. Aku tidak boleh menyerah. Kirana pikir dia bisa menghancurkanku hanya dengan dokumen-dokumen itu? Aku akan sewa pengacara paling mahal di negara ini untuk meremukkan gugatan balik itu."

​"Nah, gitu dong Mas. Itu baru calon suamiku yang hebat," puji Melani seraya tersenyum lebar.

​Di dalam hatinya, Melani makin tersenyum puas. Ia merasa posisinya kini makin menguat dan tak tergoyahkan. Gibran sudah sepenuhnya berada di dalam genggaman jemarinya, terisolasi dari keluarga dan anak-anak kandungnya sendiri. Melani merasa kemenangan sudah berada di depan mata tanpa ia sadari sedikit pun bahwa di luar sana, Kirana telah menyiapkan sebuah jaring jebakan raksasa yang tidak hanya akan menyapu bersih seluruh harta Gibran, tetapi juga akan menyeret Melani masuk ke dalam jurang kehancuran yang amat dalam.

1
Noey Aprilia
Lihatlh ankmu gibran....
mreka jd ank yg pntr dn soleh krna ddikn ibunya,beda sm bpknya yg jhat dn hnya bsa mnykti mreka....
jd skrng,trima aja smua hkuman....
mga bnrn tobat biar bs hdp lbh baik...
Mundri Astuti
Evan jangan ngikutin jejak papamu ya, kebangetan serakah dan sombong jadi kebelangsak
Ayunda
salfok sama umurnya Evan sepuluh tahun,pdhl di bab sblmnya udh SMA kls satu atau kls sepuluh
Ilfa Yarni
itu lah akibat nya jadi manusia tidak bersyukur dan terlslu sombong pdhl yg mrk dpt Dr Dana seorang istri yg baik tp malah disakiti Tuhan Marah pd manusia yg selingkuh dan mudah bagi Tuhan Menghancurkan mereka
Ilfa Yarni
senengnya liat wanita berkelas kyk kirana ini
Mundri Astuti
dah kaya gitu, masih aja salah"an, bukannya mikir...eehhh...emang bisa mikir mereka 🤭
merry
mn selingkuhan baik lembut si ada jg krn kmu kaya cm kere kyk skrg mulut busuk y kluar semuanya🤭🤭🤭🤭
Hary Nengsih
damai liat nya
Mundri Astuti
nah berantem" dah, masuk RS bareng sekalian, harta abis buat berobat, keluar RS jadi gembel dah
Noey Aprilia
Hadeuuhhh....
Dlu aja bngga slingkuh....skrng mlah sling cakar,smp s pelakor bbak belur....🙄🙄🙄...
beda sm sng mntan yg lg ibadah,bkin hti adem plus nmbah pahala....mga kirana jg ktmu jdoh trbaiknya....
Ilfa Yarni
hahahaha malah betkelahi mrk
sunaryati jarum
Alhamdulilah sudah berdamai dengan diri sendiri demi ,Karina.Sudah tidak menyimpan luka hati dan membawa dendam.
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Karma langsung dibayar tunai,Gibran dan selingkuhannya perang mulut dan fisik 🤣🤣🤣
Elina thea
eh itu pengantin baru kenapa malah gelud sampe kayak mau saling bunuh,ngeri ihh/Gosh/...
Muft Smoker
ni nma ny keserakahan membawa berkah 🤭😁😁😒😒😒
Muft Smoker
udh bawa pulang aj ,, lumayan buat persediaan 1th🤭🤭🤭😁😁😁
merry
dh berumur ank dh remaja hrsy jlnin,, syukurin nikmatin hidup bukn hancurin hdp,, 🤭🤭🤭🤭
merry
hidup tidak liat kebawah liatnya je atas trs,, hanya krn gengsi nurutin ego ya hbs lh uang 1 m, mn mknnn y bnyk lggg /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noey Aprilia
Udh d ksih istri cntk,solehah plus ank2 yg pntr.....mlah kpincut ondel2,mna matre pula....glirn kismin,bru sdar....😫😫😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!