Indonesia
NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:616
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Sepuluh Hari Persiapan

Berita tentang Sidang Terbuka menyebar cepat di kalangan guild, dan dalam waktu singkat, Kota Perhimpunan Pengrajin berubah menjadi sarang perbincangan dan spekulasi tentang skandal yang akan segera terungkap di hadapan seluruh dunia kultivasi.

"Kita butuh lebih dari sekadar dokumen dan pengakuan," Su Mei berkata pada hari pertama persiapan, duduk mengelilingi meja bersama seluruh rombongan di ruang belakang kediaman sementara yang disediakan Nyonya Rui. "Sidang seperti ini, dengan begitu banyak tetua sekte besar hadir, akan penuh dengan pertanyaan tajam dan usaha mendiskreditkan kesaksian kita. Kita butuh saksi yang tak bisa mereka bantah."

"Tetua Feng," Ji Ming berkata, ide itu muncul seketika di benaknya. "Ia satu-satunya yang benar-benar tahu kebenaran penuh dari sisi sekte pengukir jiwa. Kalau ia bersedia hadir langsung—"

"Ia sudah bersembunyi tiga puluh tahun," Old Bo menyela, ragu. "Apakah ia akan bersedia meninggalkan lembah, menghadapi dunia yang selama ini ia hindari?"

"Kita tidak akan tahu kalau tidak bertanya," Yun Xia berkata tegas. "Aku bisa pergi menjemputnya. Perjalanan pulang pergi ke lembah butuh sekitar delapan hari kalau aku bergerak cepat sendirian—ketat, tapi mungkin masih cukup waktu sebelum sidang dimulai."

Rencana itu disepakati dengan cepat, meski semua orang tahu risikonya—delapan hari perjalanan sendirian melalui wilayah yang mungkin masih diawasi mata-mata Wakil Tetua Sun, ditambah waktu yang sangat sempit untuk kembali tepat waktu.

Sementara Yun Xia berangkat sendirian menuju lembah tersembunyi, sisa rombongan menghabiskan hari-hari mereka dengan persiapan yang tak kalah pentingnya. Tetua Kang, dengan bantuan kontak-kontak lamanya yang masih setia meski berisiko, mulai mengumpulkan nama-nama tetua sekte lain yang mungkin bersimpati pada kebenaran, membangun jaringan dukungan diam-diam sebelum sidang dimulai.

Su Mei dan Ji Ming menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari melatih pengendalian kekuatan jiwa yang lebih presisi, mempersiapkan diri untuk kemungkinan harus mendemonstrasikan seni pengukiran jiwa secara langsung di hadapan Dewan sebagai bukti hidup—bukan sekadar dokumen mati, melainkan seni yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keindahan dan keamanannya.

"Kalau mereka memintamu mendemonstrasikan kekuatanmu," Su Mei memperingatkan, "mereka mungkin akan mencoba memprovokasimu, mencari celah untuk membuktikan bahwa seni ini berbahaya seperti yang mereka takutkan selama ini. Kau harus tetap tenang, apa pun yang terjadi."

Old Bo, di sisi lain, bekerja tanpa henti memperbaiki dan memperkuat Xiao Mu dan Xiao Yu, memastikan keduanya berada dalam kondisi terbaik—bukan untuk pertarungan, tapi untuk menunjukkan pada dunia bahwa boneka jiwa bisa menjadi sesuatu yang indah dan terawat dengan penuh kasih, bukan monster mengerikan seperti yang diceritakan legenda.

Nyonya Rui, sementara itu, bekerja sama dengan Guild Penengah untuk memastikan mereka akan mendapat pengawalan resmi guild menuju Aula Utama Aliansi—perlindungan tambahan yang, meski tidak menjamin keamanan penuh, setidaknya membuat serangan langsung jauh lebih berisiko bagi siapa pun yang mencobanya.

Pada hari ketujuh, tepat sesuai perkiraan meski terlihat kelelahan luar biasa, Yun Xia kembali—dan di belakangnya, berjalan dengan langkah mantap meski wajahnya menunjukkan kegugupan yang jarang terlihat, Tetua Feng.

"Aku pikir sudah waktunya," Tetua Feng berkata sederhana saat menyambut tatapan terkejut sekaligus lega dari seluruh rombongan, "berhenti bersembunyi di balik reruntuhan, dan mulai berdiri untuk kebenaran yang selama ini kujaga sendirian."

Malam itu, dengan seluruh rombongan akhirnya berkumpul kembali—Ji Ming, Su Mei, Yun Xia, Old Bo, Tetua Kang, dan kini Tetua Feng—mereka duduk bersama merencanakan langkah terakhir sebelum keberangkatan menuju Aula Utama Aliansi, tempat nasib kebenaran ini akan ditentukan di hadapan seluruh dunia kultivasi.

"Tiga hari lagi," Tetua Kang berkata, menatap wajah-wajah di sekelilingnya yang kini telah menjadi lebih dari sekadar sekutu dalam pelarian—mereka telah menjadi keluarga yang terbentuk dari kebenaran dan kepercayaan yang dibangun bersama. "Tiga hari lagi, dan kita akan tahu apakah dunia ini siap mendengarkan kebenaran, atau akan terus memilih kebohongan yang lebih nyaman."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!