Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.29 - Restaurant Bunga Perak.
“Sepertinya kita akan berpisah disini.” Aura menatap Jay dan Eva.
“Kenapa kakak pergi, apa kakak masib membenciku.” Eva mulai berbicara dengan nada sedih.
“Ah kakak tidak membencimu, kakak ingin melakukan ujian masuk ke sekte.” Aura mengelus kepala Eva.
“Tidak perlu, aku akan berbicara dengan kakak, agar kakak masuk ke sekte tampa ujian.”
“Tidak perlu, kita akan berjumpa lagi.” Aura berjalan menjauh.
Aura melihat sebuah keramaian dari kejauhan dan menghampirinya.
“Permisi apa ini pendaftaran untuk ujian memasuki sekte awan.” Ucap Aura kepada seseorang.
“Kamu ingin ikut ujian, Mari ikuti aku.” Laki-laki tersebut menuntun Aura ke meja pendaftaran.
“Aura, ingin mengikuti ujian penerimaan murid.” Aura menunjukan identitasnya.
“Baiklah Aura, Biaya yang di kenakan sebanyak 1000 koin emas.” Ucap pria yang menjaga meja penerimaan murid baru.
“terima kasi..”
“Tidak perlu terima kasih, kamu hanya perlu mentraktirku makan. “ Ujar laki-laki tersebut.
“Baiklah kebetulan aku juga lapar, mari kita mencari Restauran disini.” Aura mengajak laki-laki tersebut.
“Haha, Ayok pergi, aku mendengar ada toko yang terkenal dekat sini.”
“Aku lupa, Perkenalkan kamu bisa memanggil ku Guo.”
“Gua, Kau bisa manggil ku Aura.” Aura membalas.
Setelah beberapa menit Aura dan Gua berdiri di depan sebuah restoran.
“Restauran Bunga Perak...” Aura membaca papan nama restauran tersebut.
“Mari kita masuk, aku sudah tidak tahan lagi dengan baunya.” Gou berjalan dan memasuki Restauran bunga perak.
“Berikan kami meja terbaik, Aura mengeluarkan satu koin emas.”
Pelayan yang melihat Aura dapat mengeluarkan koin emas dengan gampangnya, menjadi sangat sopan dan mengantar Aura ke sebuah meja di lantai tiga.
“Kamu bisa memesan sepuasnya.” Ucap Aura kepada Gou.
“Pelayan, Berikan aku semua menu terbaik mu.”
“Baik tuan.” Ujar pelayan tersebut.
“Tunggu, siapkan aku satu kendi arak.” Aura berbicara.
“Ini tuan muda.” Pelayan ragu memberikan Arak kepada Aura karena melihat Aura masih belum cukup umur.
“Ini, dengan itu kurasa aku bisa menikmatinya kan.” Aura melemparkan tiga buah koin emas.
Melihat koin yang diberikan Aura, pelayan tersebut tidak mempermasalahkan lagi.
Beberapa menit, Makanan yang di pesan sudah mulai berdatangan.
“Ah, Aku rindu dengan rasa ini.” Batin Aura dalam hati.
“Saudara Aura boleh aku minum sedikit.” Gou melihat Aura sangat menikmatinya dan menjadi penasaran.
“Tidak, Kamu belum belum cukup usia, tunggu sepuluh tahun lagi.” Aura berbicara sambil meminum arak tersebut.
“Cih, Umurmu juga sama seperti diriku.” Batin Gou dengan kesal.
Meraka berdua menikmati makanan yang sudah di mereka pesan.
“Hey anak muda kalian pergi dari meja ini, kalian bisa menggunakan meja di pojok sana.”
Aura melihat asal suara tersebut, dan melihat seseorang pria.
“Kenapa kami harus memberikan meja ini kepada mu.” Aura membalas.
“Kau, cepat pergi dari meja ini, tuan muda ku ingin di sini.” Pria tersebut menjadi kesal.
“Masih banyak meja yang kosong.” Aura memandang beberapa meja yang kosong.
“Tuan muda ku ingin meja ini, pergi sekarang.” Pria tesebut berniat menyentuk leher baju Aura.
“Kau berani.” Aura mengeluarkan aura pembunuh.
“Anak ini, bukan orang sembarangan.”
“Hampir saja kepala ku lepas.” Insting pria tersebut seperti mengatakan untuk segera berhenti.
“Jangan kabur tunggu di sini.” Pria tersebut mulai berjalan menjauh dari mereka berdua.
“Hahaha, Aura tak ku sangka kau begitu menarik.” Gou juga yang merasakan aura pembunuh Aura dan menjadi penasaran tentang identitas Aura.
Mereka berdua melanjutkan makan.
“Tuan...”
“Apa yang terjadi lagi.” Ucap Aura yang kesal karena seseorang pelayan terus memanggilnya.
“Maaf tuan, boleh kan anda pergi, kami akan menggratiskan semua apa yang di makan tuan.” Ucap pelayan tersebut ketakutan.
“Berapa yang meraka beri kepadamu.”
“Ah ini 10 koin emas.” Pelayan tesebut sudah di beri uang oleh seseorang.
“Aih, Masalah terus berdatangan.”
“Panggil pemilik restauran kalian kemari.” Ucap Aura dengan tegas.
Pelayan tersebut tidak bisa menolak dan pergi untuk memanggil pemilik restauran.
“Tuan apa ada yang salah, ada masakan yang kurang memuaskan tuan.” Seseorang perempuan dengan kisaran umur 40 datang menghampiri mereka
berdua.
“Berapa Harga restauran ini.” Aura berbicara.
“Maksud tuan.” pemilik restauran tersebut kebingungan dengan ucapan Aura.
“Dengan uang segini aku bisa membeli restoran ini kan?” Aura mengeluarkan sebuah kantong.
“500.000 Koin emas.” pemilik restauran beserta pelayan kaget melihat isi kantong tersebut.
“Dengan itu aku bisa membelinya kan.” Ucap Aura kepada pemilik restauran.
“Sangat cukup tuan.” Uang yang di berikan Aura lima kali lebih banyak dari harga yang seharusnya.
“Siapa kamu, aku harus mengetahui nama pegawai ku.” Aura bertanya kepada perempuan tersebut.
“Tuan bisa memanggil ku Jue.” Ucap Jue dengan sopan.
“Baiklah, kau tetap ada di sini. Untuk mengawasi restauran ku.” Aura tidak ingin restoran yang di belinya tidak ada yang mengurusnya.
“Baik tuan muda!” Jue pikir mereka semua akan di pecat namun pemikiran tersebut tidak terjadi.
“Oh iya, kamu usir seseorang yang terus menggangguku.”
“Baik tuan.” Jue dan pelayan tersebut meninggalkan mereka berdua.
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍