Indonesia
NovelToon NovelToon
Kelabu Di Putih Abu Abu

Kelabu Di Putih Abu Abu

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:120k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Alandra Argantara, seorang remaja SMA yang terlahir dari keluarga sederhana. Namun nasib malang justru menimpa kedua orang tuanya hingga Alandra terpaksa menyandang status yatim piatu di usianya yang masih kecil.

Alandra tumbuh menjadi seorang remaja dengan hasil jerih payahnya sendiri. Hingga bisa bersekolah di SMA Favorit dengan mengandalkan beasiswa yang dia dapatkan.

Tanpa dukungan dari kedua orang tua bahkan kerabatnya pun dia juga tak tahu siapa. Alandra tumbuh menjadi sosok remaja yang dingin.

Akan tetapi siapa sangka di balik sifat dinginnya itu, dia adalah seorang indigo.

Sampai suatu ketika dia dipertemukan dengan seorang gadis yang tengah menjalani MOS ,dan kebetulan Alandra tak sengaja melihat dia salah memasuki ruangan ketika mengikuti salah satu acara MOS yaitu jurit malam.

Akankah Alandra akan membuka mata untuk membantu para arwah dengan penglihatan istimewanya?
Akankah gadis yang dia temui itu menjadi pembawa sinar terang atau justru sebaliknya bagi Alandra??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Siapa itu?" gumam Al sambil beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu.

Ceklek

Terdengar suara pintu dan Al yang membuka pintu rumahnya.

Al tampak mengernyitkan dahinya karena dia tidak tahu siapa yang datang berkunjung ke rumahnya itu.

"Maaf, kalian siapa ya?" tanya Al sopan.

Di balik pintu itu tadi ternyata ada sepasang suami istri. Mereka berdua tampak menatap Al dengan tatapan sendu.

"Alandra," lirih seorang wanita yang mungkin seumuran dengan ibu Al.

Mendengar wanita itu menyebut namanya, membuat Al sedikit bingung. Darimana wanita itu tahu namanya?

Sebenarnya siapa mereka ini?

"Apa kamu tidak mempersilahkan kami untuk masuk?" ujar si pria ,suami dari wanita itu.

Al pun langsung tersadar akan dirinya yang malah justru tidak menyuruh masuk tamunya itu.

"Ah maaf, silahkan masuk!" Al mempersilahkan pasangan itu untuk masuk ke rumahnya. Kini mereka duduk di ruang tamu menghadap pada Al.

"Saya ke belakang dulu untuk membuat minum," Kata Al yang hendak beranjak dari duduknya untuk membuatkan minuman untuk mereka.

"Tidak perlu nak! Duduklah, kami ingin membicarakan hal yang serius!" Pinta sang wanita itu. Terlihat dari tatapan matanya yang berusaha menahan air matanya agar tidak menetes keluar.

"Maaf sebelumnya, tapi sebenarnya om dan tante ini siapa ya?" tanya Al yang sudah sangat penasaran pada mereka yang mendatanginya dengan tiba-tiba.

"Ibumu, Tania" ucap lirih wanita itu dengan senyuman sendunya yang menyiratkan kesedihan.

Deg,,

Sontak saja Al terkejut dengan apa yang di katakan wanita itu. Bagaimana dia tahu nama ibunya juga? Apakah kedua orang ini mengenal ibunya.

Tampak sang pria menggenggam tangan istrinya itu untuk menguatkannya. Sampai akhirnya terlihat wanita itu menghembuskan nafas sebelum mengatakan apa tujuannya datang ke rumah Al.

"Sebelumnya perkenalkan, nama tante Velia dan ini suami tante Alexandra! Lebih tepatnya tante adalah sabahat dekat ibu kamu!" Ujar wanita itu yang tidak lain dan tak bukan adalah Velia.

Ya, Velia adalah sabahat dekat Tania yaitu ibu dari Alandra. Velia sudah bertekad akan mengatakan semuanya pada Alandra, karena anak itu juga harus tahu kebenarannya. Velia ingin anak sahabatnya itu mengenal dirinya setelah sekian lama Velia menunggu.

Menunggu Al dewasa, memang menyebalkan karena Tania melarang Velia untuk memberi tahu Al mengenai dirinya. Dengan tujuan membiarkan Al hidup mandiri dan menjadi anak yang kuat.

Akan tetapi ibu mana yang tega melihat seorang anak kecil yang hidup sebatang kara tanpa siapapun di sampingnya. Alandra sudah hidup sendiri di usianya yang memang masih terbilang kecil. Dirinya terpaksa hidup sendiri karena memang tidak mengetahui siapa kerabatnya.

Tentunya Velia tidak tega melihat anak sekecil Al hidup sendiri dan harus makan dengan hasil jerih payahnya sendiri. Sehingga memutuskan untuk membantu Al secara diam-diam.

"Lalu apa maksud dan tujuannya tante datang ke sini?!" tanya Al yang masih belum mengerti dengan apa maksud dan tujuan Velia.

"Al ,Tante minta maaf karena baru muncul sekarang, itu karena- " Velia tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena di potong oleh Alandra.

"Apa tante di suruh ibuku untuk tidak mengunjungi saya? Makanya tante baru muncul sekarang?" Ucap Al yang langsung pada intinya. Sebenarnya Al hanya menebak saja, karena di lihat dari buku dairy milik ibunya. Kalau Velia itu adalah sabahat yang baik, dan tidak mungkin tega menelantarkan dirinya seorang diri dari usianya kecil. Al juga sebenarnya merasa janggal dengan uang yang dia dapatkan saat berkerja, karena selalu ada lebih dari para pekerja lainnya.

Perlu kalian ketahui, Al sebenarnya memiliki aset peninggalan kedua orang tuanya. Akan tetapi dirinya tidak ingin menggunakannya dan justru dia memilih untuk berkerja paruh waktu.

"Al, kamu sudah tahu semuanya?!" tanya Alexandra buka suara, dirinya tak menyangka kalau Al akan langsung tahu tentang itu.

"Al, tolong maafkan tante sama om, benarnya kami sudah ingin mengadopsi kamu menjadi anak kami dari kecil dan membawa kamu untuk hidup bersama kami! Tapi ibumu melarang dan menyuruh kami untuk datang saat kamu sudah remaja ,nak!" Ujar Velia yang sudah menitihkan air matanya. Dirinya tak kuasa menahan tangis karena merasa bersalah pada Al.

Al sendiri masih mencerna semua ucapan Velia. Dirinya tidak menyangka kalau takdir akan mempermainkannya seperti ini.

'Kenapa takdir mempermainkan gue? kenapa mereka datang di saat gue juga udah mau memulai menerima kelebihan gue? bahkan tepat ketika gue udah lebih dulu tahu tentang ibu!' batin Al yang sepertinya masih mencerna semuanya.

"Tante tidak perlu meminta maaf, tante nggak salah!" kata Al dirinya ingin mengetahui lebih lanjut lagi mengenai kedua orang tuanya.

"Al, kamu anak yang baik! Tania pasti bangga memiliki anak seperti kamu!" Ujar Velia yang merasa bangga dengan Al yang sudah bisa hidup sendiri tanpa adanya orang tua di sisinya.

Al tersenyum kecil mendengarnya, "Lalu, apa sebenarnya maksud dan tujuan tante datang ke sini?" Al tentunya bukan anak yang bodoh karena tidak mengetahui maksud dari sahabat ibunya itu datang ke rumahnya. Al berpikir pasti mereka memiliki maksud tertentu dengan mendatanginya seperti ini.

Tampak Velia dan Alexandra saling pandang, sebelum Alex mengucapkan sebuah kalimat yang membuat Al tertegun dan terdiam memikirkan kalimat itu.

"Jadilah anak kami!" pinta Alex tanpa basa basi.

Al yang mendengarnya tentu saja terkejut. Dirinya tidak menyangka kalau sahabat dari ibunya itu akan mengangkatnya menjadi anaknya. Sungguh Al sejujurnya mendambakan kasih sayang orang tua.

"Tapi-" Ucap Al terpotong.

"Tante tahu ini terlalu mendadak buat kamu, Al! Tapi memang sejujurnya dari dulu tante menginginkan kamu menjadi putra tante! Tapi tante masih terikat janji dengan ibu kamu!" ujar Velia yang mengingat akan perkataan Tania dulu. Dirinya sungguh merindukan Tania sahabatnya itu, yang kini sudah menutup mata untuk selamanya.

Al sungguh di landa kebingungan, dirinya tidak tahu harus menanggapi ini bagaimana.

'Apa mungkin ini juga saudah menjadi takdirku? Ibu, ayah apa yang harus Al lakuin? Apa ini yang menjadi takdir Al? Apa mereka yang ibu dan ayah persiapkan untuk menjadi orang tuaku setelah kepergian kalian?' batin Al bermonolog.

"Kamu bisa ikut kami untuk pindah, Al!" Ajak Alex pada Al yang langsung membuyarkan lamunan Al.

Al tampak menghela nafasnya, "Maaf om, tante, Saya belum bisa memutuskannya! saya masih butuh waktu untuk memutuskan semua ini! Beri saya waktu 1 minggu untuk memutuskan untuk ikut kalian atau tidak!" Ujar Al yang sudah tidak mau di ganggu gugat lagi.

Velia dan Alex saling pandang mendengar ucapan Al yang terlihat tidak dapat di ganggu gugat lagi.

"Baiklah, tante sama om hargai keputusan kamu , nak! Tante menunggu kabar baiknya!" ucap Velia dengan senyumannya. Dirinya bahagia karena Al tidak menolaknya. Padahal Velia dari semalaman memikirkan apakah Al akan langsung menolak atau bahkan mengusir dia dan Alex. Namun ini sungguh di luar dugaan.

Setelah itu Velia dan Alexandra pamit pulang, karena hari juga sudah menjelang petang. Mereka juga tidak ingin menganggu Al terlalu lama karena dia juga harus belajar untuk sekolahnya.

ALANDRA

1
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Dtyas Aldric
di tunggu kelanjutan x di judul apa Thor ...
windy
lanjut
Melia
semangatttt
Melia
semangat
InddahFe
nextttttt
Fald
up yg banyak
Fald
up visual dong
Fald
next
olivia
nexttt
olivia
next
Echan
up up up
Echan
lanjut
Anggra
lanjut thorr
Anggra
up
cindy
fighting
cindy
kerasukan
Fa
kalungnya bagus
Fa
up
ilham
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!