Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Membawa Cinta

Dendam Membawa Cinta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: richa dhian p.

Pingkan seorang wanita cantik berhijab yang sudah bersuami sesosok wanita yang sangat menghormati suaminya,disuatu ketika Pingkan memergoki suaminya berselingkuh ! siapa sangka pelakornya adalah adik kandungnya sendiri! sampai suatu ketika Pingkan mendapat perlakuan yang kejam hingga membuatnya keguguran, sampai hal yang sangat tidak manusiawi dengan mengirimkannya ke rumah perdagangan orang dimana orang dengan orang-orang menderita dengan berbagai penderitaannya di kurung, Ayahnya memiliki sebuah syarat agar Pingkan bisa keluar dari rumah dengan menikahkan Pingkan dengan keluarga perdagangan orang Pramono yaitu Gizo pramono , Pingkan tak punya pilihan sampai ahirnya dia menyetujui walau dia tau ini akan menjadi awal yang buruk atau malah sebaliknya awal balas dendam yang ia nantikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richa dhian p., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas dendam (2)

"Ibu." Rachel berlari menghampiri ibunya, tanpa bertanya dia seakan sudah mengetahui dengan merlihat keadaan.

"Nina, apakah ini punyamu? aku menemukanya dikamar mandi." Pingkan menunjukan sebuah alat tes kehamilan.

"Pingkan, kamu!" Nina berteriak kaget.

"Dasar wanita sialan." Ibu tiri pingkan bertambah marah.

"Tidak...tidak itu buykan punyaku." Jawab Nina dengan wajah panik dan takut.

"Tidak? bukan punyamu? lalu punyaku!" Ibu dengan amaran yang sudah sangay memuncak mengambil sebuah sapu lantai siap menghantam Nina yang berdiri di samping ayah Pingkan.

"Hentikan! Cukup." Teriak ayah dengan menmghalamgi istrinya.

"Zaenal apa kamu membelanya,Pikirkan lagi, jika kamu memilih wanita sialan ini kamu tidak akan pernah mendapat sedikitpun saham." Ucap Ibu tiri dengan senyum bengis.

"Aaku tahu kamu yang membunuh ibu Pingkan, untuk mendapatkan saham itu!" Teriak Nina yang tidak terima.

"Plak..." Ayah Pingkan menampar Nina dengan keras.

"Pingkan, jangan dengarkan ucapan Nina, dia tidak tahu apa - apa, anggap saja dia sudah gila karna takut dengan ibumu,dia hanya omong kosong." Ayah mencoba menutupinya.

"Baik ayah, aku akan selalu mendemgarkan ayah." Pingkan pura - pura tidak tahu dan menurut dengan ucapan ayahnya.

"Kamu memang anak yang berbakti." Jawab ayah dengan tersenyum terpaksa.

"Kalian benar - benar sampahyang mengambil perusahaanku, kakek, nenek, dan ibuku, kalian pikmir sudahb men utupinya dengan aman." Ucap pingkan dalam hati.

"Sayang aku salah, aku tidak akan mengulanginya lagi." Ayah bersimpuh dihadapan istrinya.

"Hemph." Jawab Itu tiri.

"Sayang,aku mohon maafkan aku. Aku tahu aku benar - benar salah, aku digoda dia!" Ayah membela diri den gan menyalahkan Nina.

"Bruk..." Ibu tiri menendang ayah pingkan.

"Kalau begitu berjanjilah didepan  wanita sialan ini, bahwa kamu tidak akan pernah menemuinya lagi, usir dia dari rumah ini!" Ibu tiri memberi perintah dengan senyumanya yang jahat.

"Nina jangan pernah datang kerumahku lagi ayo!" Ayah dengfan nada marah menari tangan Nina  membawanya keluar.

Pingkan hanya dia menonton dan tersenyum kecil.

"Keluar!" Ayah mendong Nina dari pintu keluar.

"Aduh, sakit." Ucap Nina dalam hati dengan menahan rasa sakit,darah juga terus mengalir membasahi kakinya.

"Tolong...anaku...tolong selamatkan anaku!" Nina yan g melihat darah di tanganya menangis sangat ketakutan takut bayi yang dikandungnya keguguran.

"Pingkan tolong aku...Pingkan tolong aku." Nina menangis mmeminta tolong melihat Pingkan mengham[irinya.

"Apa masudmu? dengan membunuh ibuku mereka mendapatkan saham?" Tanya Pingkan tanpa menjawab Nina yang merengek minta tolong.

"Dia...dia ayahmu mengatakan padaku, dia mengambil saham dari nenekmu, dan menjadikan ibumu simpanan. Dia juga menjadikan Ibu tirimu yang simpanan menjadi istroi sahnya," Jawab Nina panjang lebar dengan menahan rasa sakitnya.

"Jangan khawatir Nina aku akan membawamu kerumah sakit." Pingkan yang tidak tega memapah Nina, dengan menyetop kendaraan yang lewat, membawanya krumah sakit.

"Maaf bayimu tidak bisa di selamatkan Nina." Ucap Pingkan yang baru saja melihat Nina bangun dari pingsanya.

"Anaku, anaku. Hu...hu..hu." Nina menangis dengan memegangi perutnya.

"Sabar Nina aku tahu perasaanmu< aku sudah pernah mengalaminya, ayahku  sangat tega dia membunuh darah dagingnya." Pingkan memegang bahu nina mencoba menenangkanya.

"Dokter builang itu adalah janin laki - laki,jika itui lahir ,dia pasti sudah menjadi pewaris harta ayah." Tambah Pingkan menambahkan bumbu untuk memancing Nina.

"Apa kamu bilang?" Nina bertanya tidak mengerti.

"Aku turut prihatin dengan keadaanmu, kita hanya bisa menyalahkan semunya kep[ada ayah dan ibu tiriku, yang sangat kejam." Pingkan berusaha terus memancing Nina.

"Aku akan balas dendam kepada mereka." Nina menjawab penuh amarah.

"Termakan." Ucap Pingkan dalam hati dia  tersenyum senang.

"Kamu harus sehat dulu utnuk bals dendam. Aku akan pulan dulu." Ucap Pingkan meningalkan ruangan Nina.

"Kenapa tes kehamilan itu tiba - tiba muncul, Kenapa kamu membawaku pulang kerumahmu, dan kamu yang mengatakan bahwa ibumu dinas malam." Ucap Nina menginggat - ingat semuanya.

"Kamu juga membunuh anaku Pingkan, aku akan membalas semuanya !" Teriak Nina dalam kamar.

"Nina apakah kamu pernah berfikir hari ini akan terjadi, saat kamu memasukanku kerumah rumah perdangaan orang." Pingkan menoleh mendengar teriakn Nina dari dalam kamarnya.

Pingkan menuju pintu keluar rumah sakit,melihat mobil yang dia kenal sudsh terparkir dihalaman rumah sakit.

Gizo turun dari dalam mobil mewah itu, menuju kearah pingkan tanpan berkata - kata.

"Bagaiman, kamu..." Pingkan bertanya dengan nada panik.

Gizo tanpa menjawab pertanyaan Pingkan, langsun memeluk Pingkan  yang ada di depanya tanpa bertanya.

Pingkan hanya diam tersipu malu, wajah merahnya tidak bisa disembunyikan.

"Apakah, kamu baik - baik saja." Tanya Gizo masih memeluk pingkn.

"Apakah wajahku sangat memelas, kenapa ndia bertanya seperti itu?" Ucap Pingkan dalam hati, menegerti.

"Apakah dia khawatir denganku? ah jangan - jangan dia menghjawatirkan Siva, dia pastin mabuk." Ucap pingkan dalam hati.

"Aku pingkan." Pingkan memastikan.

"Aku tahu." Jawab Gizo sembari melepss pelukanya mengganti dengan memegang tangan pingkan.

"Halo..aku adalah Pingkan." PIngkan mencoba memastikan lagi dengan menggoyang - goyangkan tanganya din depan wajah Gizo seakan diriny masihb tidak percaya dengan ap yang di dengarnya.

"Dia sadar,dan dia memeluku seoperti ini, dia juga tidak bau minuman keras.' Ucap Pingkan lirih sembari men gendus - endus baju Gizo.

"Apakah kamu baik - baikl saja?" Gizo mengulanggi pertanyaanya yang belum  di jawab pinglkan.

Pingkan masih bengong tidak percaya,dia melihat Gizo dengan tatyapan heran.

"Pingkan!" Gizo memanggil Pingkan dengan nada agak timggi.

"Hah..Apa..a..apa, ada apa denganmu, apakah otakmu terbentur?" Pingkan masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Memangnya aku kenapa? JIka kamu baik - baik sja kenapa kamu dirumah sakit? Aku datang mencarimu dirumah, ayahmu bilang kamu berada dirumah sakit,dia membuatku takut." Jawab Gizo panjang dengan raut muka khawatir.

"Apa benar yang aku lihat, dia khawatir?' Pingkan masih bertanya dalam hati.

"Kenapa kamu berada disini? mana yang sakit?" Gizo kembali mengulangi pertanyaanya, Pingkan terlihat tidak fokus membuatnya bertambah khawatir.

"Nina berada dirumah sakit, aku hanya membawanya, aku baik - baik saja." Jawab Pngkan.

"Apa, kamu menghawatirkan aku?" Tanya pingkan terus terang, seperti biasa dia tidak pernah bisa - basi.

"Tidak, aku hanya menghawatirkan orang yang aku bayar untuk menikah." Jawab Gizo dengan meninggalkan Pingkan menuju mobilnya.

"Kamu masih gengsi? kamu masih tidak ,mengakuinya?" Tanya pingkan sembari mengejar Gizo.

"Apa kamu bilang?" Gizo berhenti, menengok dengan wajah marah.

"Tidak...aku tidak bilang apa - apa." Pingkan men jawab dengan melihat sekeliling.

"Ibuku akan mengadakan acara, maka kamu datang dan berdandaanlah sebagai menantu keluarga kita." Ucap Gizo sembari memasuki mobil.

"Nina kamu seharusnya sudah tahu seperti apa ayahku, aku selalu bercerita kepadamu, kali ini jangan mengecewakan aku." Ucap Pingkan dalam hati dia melihat kamar Nina darib dalam mobil.

"Ada apa denganmu?" Tanya Gizo.

"Tidak apa - apa, memangnya kenapa denganku?" Tanya Pinkan mendengar pertanbyaan Gizo.

"Pingkan, apakah kamu berfikir bagaimana bercerai denganku?" Tanya Gizo yang tidak puas dengan pertanyaan pingkan.

"Bercerai?" Pingkan kembali bertanya.

"Kamu sudah tahu kutukan keluargaku kan,dan kamun pasti akan menceraikanku, agar kamu tidak mati.' Gizo menjawab dengan muka sedih seaksn dirin ya tidak rela jika Pingkan menceraikanya.

"Hahaha,apa kamu sudah menaru diriku di hatimu, iya kan?" Ucap Pingkan dengan bersenyum seakan mengejek Gizo.

"Jangan berbicara omong kosong." Gizo berusaha membuang muka untuk menghindar.

"Kamu kan yang ingin bercerai denganku karna kamu takut aku akan mati? Tapi aku sudah mendengar beberapa kali, istri poertama akan mati walau dia bercerai." Jawab Pingkan.

"Aku tahu?' Jawab Gizo kembali memaliongkan wajahnya nkearah jendela.

"Aku hampir mrnipu diriku sendiri,aku tidak tahu kapan cinta ini bermuka,tapi perasaanku p[ada wanita ini sungguh berbeda..." Uap Gizo dalam hati.

"Fakanya kematian bagiku sangat melegakan,tapi sekarang aku tak boleh mati, ada beberapa hal yang hareus akui selesaikan." Pingkan memegang tangan Gizo.

Malam hari, di sebuah hotel mewah tempat pesta akan diadakan. Sebuah mobil mewah berhenti di lobi hotel, Pingkan turun dari mobil mewah itu, berbalut gaun berwarna hitam dan krudung yang senada dia terlihat sangat cantik dan elegan.

"Itu dia yang akun cari." Ucap Anjas dalam hati,dia sudah menunggu Pingkan lama, dia segera menghampiri Pingkan akan tetapi menghentikan langkahnya karna melihat Gizo didepan Pingkan.

"Ini." Ucap Gizo dalam hati saat melihat pingkan.

"Pingkan, ingat kita harus berpura - pura saling mencintai di depan umum." Ucapa Gizo yang menghampiri pingkan.

"Santai saja itu sangat mudah bagiku." Pingkann mengandenmg tangan Gizo dan berjalan bersama menuju ruang pesta.

Gizo hanya tersenyum melihat jawaban istrinya dia sanagt senang istrinya sangatb antusias.

"Apa hubungan mereka benar sperti itu?" Tanya Anjas dalam hati, dia tidak senangb melihat kedekatan pingkan dan Gizo.

"Cantik sekali." Ucap salah satu tamu paruh baya melihat Pingkan yang berjalan di depanya.

"Iya nyonya Gizo memang sangat cantik." Jawab salah satu tamu di dekatnya.

"Apa gunanya canti, jika dia akan segera mati dengan kutukan keluarga Purnomo." Salah satu tamu yang mendengar juga ikut menyahut,

"Ck...ck,benar juga ya kasihan, dia sangat cantik dan muda. Akan tetapi umurnya sudah tidak panjang lagi." Tamu paruh baya menjawab dengan wajh sedih.

"Apa maksud perkataan tuan, nyonya Gizo akan mati?" Anjas yang mendengar memegang tangan tamqwu untuk bertanya tentang apa yang dia dengar.

"Wanita cantik berkerudung yang baru saja kamu lihat,dia nyonya Gizo,dan kamu pasti sudah tahu istri pertama dari keluarga Purnomo akan segera mati." Jawab tamu paruh baya.

"Nyonya Gizo Purnomo? Mati karna kutukan?" Anjas masih tidak mengerti.

"Jadi dia sudah menikah ya?" Anjas bertanya pada dirinya sendiri.

"Tante Gisel, lihat Gizon ada disini.' Ucap Siva yang mengandeng tangan Mama Gizo.

"Nak,ahirnya kamu sudah sampai, ibu sudah lama menunggumu." Mama Gizo terlihat sangat senag melihat anaknya.

"Ahirnya kamu disini, aku sudah lama menunggumu Gizo." Siva menghampiri Gizo sembari memegang tanganya dengan mesra seperti  biasa.

"Siva ini tempat umum. Perhatikan sikapmu!" Gizo menghindari Siva, dia berteriak tidak senang dengan kelakuan Siva.

Bersambung....

1
gempi
kl
Bisikan Luar Biasa
Yok bisa crazy up yok!!
NewJerseyJack
Komentarku mendarat untukmu Thor!! Seneng banget bisa baca cerita ini~
budak jambi
ngp dak mati skalia gizo ny dr pada hidup jd manusia dak jelas gt.
budak jambi
dak jls certa ny masa siva tinggal sm gizo tnp ada hubungan apapun..tambhh lg gizo yg plinplan dk tau dimn letak otany tu sdh punya istri masi mikir wanita lain didpn istri lg
Intan Haryanti
Tuh kan bersambung :( aku nungguinnya kaya nunggu doi yang turun dari langit #Ea sehari berasa seribu tahun~
isntit darling
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
blouses and houses
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
SecretGiggle
Ealah tanggung jawab thor! Aku jadi lupa waktu gini grgr baca ceritanya
Richaa Dhiant Pramesti: Hehe semangat kakak, terus ikutin aku ya☺️💪
total 1 replies
fira
tolong bahasanya diperbaiki kak biar di baca lebih enak
Richaa Dhiant Pramesti: makasih kakak masukanya🙏🙏🙏
total 1 replies
PrincessFuzzie
Sesenang itu sih bacanya, bikin nagih banget huhuh
Richaa Dhiant Pramesti: terimakasih terus dukung ya kakak
total 1 replies
sharing_genes
alurnya jelas ceritanya menarik.. semangat buatmu thoor.. 5 star n like buatmu!!!! 😁
Richaa Dhiant Pramesti: makasih kakak
total 1 replies
Aris Arohman22
bagus
Devi Fajar
lanjut kakak
Bagong Trj
good job
Bagong Trj
cerita pertama sudah seruuu lanjut tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!