Eleana harus berjuang mendapatkan kembali cinta Aaron setelah lelaki itu mengalami kecelakaan tragis yang membuatnya kehilangan ingatan.
Bukan hanya melupakannya, Aaron bahkan berniat menikahi Naura, sang mantan kekasih yang dulu pernah meninggalkannya.
Akankah Eleana terus berjuang mendapatkan Aaron kembali meskipun beribu kesakitan terus menderanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI PERNIKAHAN
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, pernikahan Aaron dan Naura pun digelar. Mereka mengadakan resepsi pernikahan di sebuah hotel bintang lima.
Meskipun mereka mengadakan resepsi pernikahan, tetapi, mereka tidak menyebarkan banyak undangan. Alex Wijaya bahkan tidak banyak mengundang kolega-kolega bisnisnya. Bukannya apa-apa, mereka hanya tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
Beberapa rekan bisnis Alex Wijaya sudah banyak yang tahu jika Aaron sudah menikah tiga tahun yang lalu. Jadi, tidak mungkin Alex Wijaya dan Miranda mengundang orang-orang yang sudah mengetahui pernikahan Aaron sebelumnya.
Naura sangat cantik dengan baju pengantin yang melekat pada tubuh indahnya. Wanita itu bagaikan seorang putri dalam negeri dongeng.
Naura memang cantik. Dia adalah perempuan yang sangat sempurna di mata semua orang. Namun, dibalik kecantikannya, Naura menyembunyikan kelicikannya.
Semua orang yang melihatnya tertipu dengan penampilannya yang begitu anggun dan terlihat sangat sopan. Naura termasuk wanita berwajah malaikat tetapi, berhati iblis.
Jika saja bukan karena Naura dan Miranda, hubungan Aaron dengan Eleana pasti akan baik-baik saja.
Bukan hanya Naura, Aaron pun terlihat sangat tampan dengan tuxedo yang melekat pada tubuhnya. Pesonanya menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
Semua orang yang hadir dalam pernikahan itu berdecak kagum melihat ketampanan mempelai pengantin pria.
Pengantin pria dan wanita masih berada di tempat terpisah. Naura masih di dalam ruang ganti bersama MUA yang sedang memperbaiki riasannya. Sementara itu, Aaron telah bersiap di depan penghulu ditemani kedua orang tuanya juga kedua orang tua Naura.
Lelaki itu tampak gelisah dengan keringat dingin yang membasahi kedua tangannya. Aaron menatap orang-orang yang hadir di dalam pernikahannya.
Kedua matanya memindai wajah ayah dan ibunya. Begitupun dengan kedua orang tua Naura. Setelahnya Aaron menatap Pak Penghulu yang juga sudah bersiap di hadapannya.
Sementara itu, tidak jauh dari tempat Aaron berada, Eleana hadir dengan hati hancur. Wanita itu merasa sudah kehilangan harapan untuk kembali mendapatkan suaminya.
Eleana merasa sudah berjuang untuk mengembalikan ingatan Aaron, tetapi, dia gagal. Eleana gagal merebut kembali cinta suaminya yang saat ini sudah berpindah pada Naura.
Perempuan itu berdiri di tengah-tengah tamu undangan lainnya ditemani Rania dan Damar.
"Kamu yang sabar ya, El. Kalau kalian berdua memang berjodoh, aku yakin, dia pasti akan kembali menjadi milikmu," bisik Rania saat melihat sahabat baiknya itu meneteskan air mata.
"Aku sudah kehilangan dia, Ran. Sebentar lagi, dia akan menikahi Naura." Eleana menghapus air matanya dengan tisu. Perempuan itu menatap Aaron yang terlihat tampan di samping penghulu.
Pria itu sedang bersiap untuk melakukan ijab kabul. Jika bisa, rasanya Eleana ingin berlari ke arah Aaron dan mengatakan pada semua orang kalau dia adalah istri sah dari lelaki itu. Namun, tentu saja Eleana tidak akan melakukannya. Dia tidak mau merusak nama baik Aaron dan keluarganya.
Aaron menatap para tamu undangan yang sudah hampir semuanya sudah datang. Pesta itu sangat meriah walaupun hanya didatangi tidak lebih dari seratus undangan. Itu pun tamu-tamunya kebanyakan tamu undangan dari pihak kedua orang tua Naura.
Melihat dekorasi pesta dan para tamu undangan membuat kepala Aaron tiba-tiba merasa pusing. Beberapa bayangan samar melintas di kepalanya.
Pesta besar dan wajah cantik Eleana tiba-tiba melintas. Aaron memejamkan matanya kala bayangan itu satu persatu hadir dalam ingatannya.
"Aaron, kamu tidak apa-apa? Wajahmu terlihat pucat." Miranda yang duduk tidak jauh dari Aaron tampak khawatir.
"Aku tidak apa-apa, Ma. Aku hanya sedikit gugup." Aaron menatap sang mama sambil memaksakan senyumnya.
"Pa, mumpung acaranya belum dimulai, aku ingin ke toilet sebentar." Aaron berbisik pada Alex Wijaya.
"Pergilah! Jangan lama-lama, sebentar lagi acaranya akan dimulai."
"Baik, Pa." Aaron melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Dekorasi pengantin pilihan Naura itu terlihat mewah sehingga membuat para tamu undangan berdecak kagum. Namun, tidak bagi Aaron. Pernikahan ini adalah pernikahan yang dia inginkan bersama Naura.
Akan tetapi, entah kenapa seperti ada beban berat yang menghimpit dadanya. Aaron merasa tidak bahagia, padahal, hari ini adalah hari yang dinantikannya.
Dengan langkah sempoyongan, Aaron menuju ke toilet. Kepalanya benar-benar terasa pusing sekarang. Melihat para tamu undangan dan meriahnya pesta meskipun belum dimulai mengingatkan Aaron pada sesuatu. Termasuk wajah cantik Eleana yang tersenyum dengan gaun pengantin yang melekat pada tubuhnya.
Aaron juga mengingat sesuatu yang diberikan oleh pelayan di rumahnya. Sesuatu yang menguatkan ucapan Eleana saat di rumah sakit.
Aaron berjalan sambil berpegangan pada dinding saat kilasan masa lalunya tiba-tiba terlintas.
"Eleana ...."
***
Naura tersenyum puas saat menatap wajahnya di depan cermin. Wajahnya terlihat begitu cantik, begitupun dengan baju pengantin yang melekat pada tubuhnya.
Wanita itu sangat senang karena sebentar lagi impiannya untuk menjadi nyonya besar Aaron Wijaya akan segera tercapai. Hanya tinggal menunggu jam saja.
Sebentar lagi, Aaron mengucapkan ijab kabul. Setelah ijab kabul terucap, maka lelaki itu akan sah menjadi suaminya. Bibir Naura tidak berhenti mengulas senyum.
"Aku pastikan, aku akan mengambil semua yang dimiliki oleh Eleana. Aku bukan hanya akan mendapatkan Aaron, tetapi, juga semua kekuasaannya. Aku akan membuat Aaron tidak berkutik dalam genggamanku," batin Naura.
Perempuan itu sepertinya sangat yakin jika Aaron benar-benar mencintainya. Dia tidak sadar, seandainya ingatannya Aaron pulih, lelaki itu bisa saja membencinya karena dia telah berbohong.
Naura merasa sangat percaya diri karena pada akhirnya dia merasa dialah pemenangnya.
Sementara itu, di tengah tamu undangan, Eleana memutuskan pergi dari acara tanpa berpamitan dengan Rania dan Damar.
Perempuan itu merasa tidak tahan dengan rasa sakit di hatinya. Dadanya terasa sesak saat melihat kalau sebentar lagi, lelaki yang sangat dicintainya itu akan menjadi milik orang lain.
Hancur sudah semua harapan Eleana. Beberapa hari yang lalu, dia masih berharap semoga Aaron mengingatnya meskipun di detik-detik terakhir. Namun, sepertinya harapan itu hanyalah tinggal harapan. Eleana dengan jelas melihat pria yang sangat dicintainya itu sudah bersiap untuk melakukan ijab kabul. Sebentar lagi, pria yang masih sah menjadi suaminya itu akan menikah dengan wanita lain.
Air mata Eleana mengalir. Wanita itu bergegas meninggalkan resepsi pernikahan itu dengan hati hancur.
"Seharusnya kamu berjuang sekali lagi, Eleana. Bukannya menyerah dan membiarkan Aaron menikah dengan orang lain," Eleana berperang dalam hati.
Saat dirinya ingin pergi meninggalkan hotel dengan rasa sakit yang meremas jantungnya, tiba-tiba batinnya berperang. Merasa tidak terima dengan keputusan Eleana yang meninggalkan pesta dan membiarkan Aaron yang jelas-jelas masih berstatus sebagai suaminya yang sah secara agama dan negara itu menikahi wanita lain.
"Kamu harus sadar, Eleana. Aaron menikahi Naura karena dia amnesia. Seandainya suamimu tidak lupa ingatan, dia pasti tidak akan mungkin menikah dengan Naura. Kamu sangat tahu bagaimana Aaron sangat membenci perempuan yang pernah menyakitinya begitu dalam bukan?" Eleana menghentikan langkahnya saat kata hatinya menyuruhnya kembali.
"Kembali ke sana, dan katakan pada Aaron jika kamu benar-benar sudah menikah dengannya!" Lagi, dewi batin Eleana berkata.
"Aaron sangat mencintaimu, Eleana. Jangan sampai kamu menyesal karena sudah dengan suka rela melepaskan pria sebaik Aaron untuk wanita iblis seperti Naura. Yakinlah! Saat Aaron sadar, dia pasti akan marah saat mengetahui kalau kamu membiarkannya menikahi Naura."
Eleana menangis. Namun, detik berikutnya wanita itu berlari kembali masuk ke dalam hotel.
"Eleana!"
BERSAMBUNG ....
Sambil nunggu update, kepoin novel keren milik teman Author yang satu ini yuk!
terimakasih author maaf juga mungkin di kala buat koment ada yng kebablasan 🤭
lope lope author Nazwa ❤❤
beberapa typho thor 💪💪