Cerita ini mengisahkan tentang sebuah kerajaan terbesar serta Misterius Yangling. dimana kerajaan ini dari awal berdirinya hingga sampai saat ini hanya memiliki satu kaisar. Namun anehnya, diantara semua kerajaan yang ada hanya kerajaan Yangling saja yang memiliki seorang kaisar misterius dan tidak pernah di ketahui wujudnya oleh dunia luar.
Bahkan setiap ada perjamuan antar kerajaan dan pernikahan politik, Kerajaan Yangling tidak pernah ikut serta dalam hal tersebut.
Dirinya memiliki Trauma masa lalu yang menyiksa dan membuat dirinya selalu kehausan meminum darah yang berlebih untuk memulihkan diri.
Hingga pada suatu ketika ada seorang gadis cantik serta cerdik yang penasaran akan isi istana Yangling yang sangat misterius tersebut dan menyusup masuk Dan akhirnya membuat mereka terikat oleh sesuatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChenQiangqian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aku lelah tapi ada kamu jadi tak apa
Hari-hari berlalu Zisheng dan Shaoshang semakin dekat, Shaoshang juga semakin perduli kepada Zisheng, ia bahkan sering menyiapkan berbagai hidangan untuk diantarkan kepada Zisheng yang selalu sibuk mengurus urusan negara.
Shaoshang yang tlah resmi menjadi tunangan Kaisar Li dan juga sebagai calon permaisuri itu selalu di sibukkan untuk belajar berbagai peraturan istana serta berbagai pengetahuan di dalam buku yang di bimbing oleh para guru terkenal yang di undang khusus memasuki istana untuk mengajar Shaoshang di dalam istana.
Zisheng yang selalu selalu mencicipi berbagai hidangan yang di kirim Shaoshang untuknya itu membuatnya semakin merindukan Shaoshang yang selalu sibuk dan semakin membuat mereka sulit untuk menghabiskan waktu bersama.
Sementara kaka kedua Shaoshang Cheng Liu yang sedari kecil tlah menyukai Wan Qiqi anak dari kaka angkat ayahnya itu terus berusaha untuk membuat Qiqi sadar akan perasaannya.
Melihat kedekatan Qiqi dan liu saat berada di kediaman Quiling, kedua belah pihak keluarga pun sontak saling bertanya apa mungkin keluarga adipati Quiling akan mengadakan 2 pernikahan sekaligus nanti sembari saling tertawa.
Pada kerajaan Gu, Raja Yong yang mengetahui bahwa Kaisar Li mengutus putri kesayangannya untuk kembali padanya itu sontak membuatnya sangat marah dan mengganggap bahwa dirinya tlah di permalukan.
Merasa malu akan keputusan Kaisar Li yang terang-terangan menolak putri nya dan malah memilih untuk menikahi anak dari seorang tabib hingga membuat semua rakyat dan para bangsawan tahu, Raja Yong yang tidak terima itupun sontak menyuruh pelanyannya untuk segera mengirim surat ke istana Yangling memohon kunjungannya.
Zisheng yang menerima dan membaca surat tersebut seketika menyeringai, Xiuming lalu mengatakan kepada Zisheng bahwa mungkin saja Raja Yong ingin datang mengunjungi Kerajaan Yangling untuk meminta keadilan kepada putrinya yang di pulangkan itu.
Mendengar hal tersebut Zisheng lalu berkata bahwa
"Ayah dan anak ini benar-benar tidak terkendali, putrinya mencoba melukai Shaoshang, sementara ayahnya berusaha keras untuk menjadi kerabat Kaisar."
Setelah mengatakan itu, Zisheng lalu memerintahkan Xiuming untuk tidak menghalangi Raja Yong yang akan berkunjung, karna ia ingin melihat sebanyak apa nanti rencana yang akan Raja Yong mainkan.
Saat berjalan kearah ruang baca, Zisheng tak sengaja melihat Shaoshang yang sedang duduk sendirian di pinggir kolam ikan pavilium penglai sembari memukul-mukul kakinya dengan raut wajah yang kelelahan.
Merasa amat senang karna akhirnya melihat Shaoshang yang tlah berhari-hari tidak bertemu dengannya itu pun lalu memerintahkan Xiuming untuk bergegas pergi dan menunggunya di ruang baca.
Xiuming yang mengerti akan maksud Kaisar Li pun bergegas memberi hormat dan pergi menuju ruang baca.
Zisheng lalu berjalan kearah Shaoshang serta ikut duduk di sebelahnya, melihat Zisheng yang berada di dekatnya sontak membuat Shaoshang bahagia, ia lalu menunjukkan raut wajahnya yang begitu senang karna bertemu Zisheng.
Melihat Shaoshang yang menyambutnya dengan senyuman hangat itu pun membuat Zisheng tanpa sadar ikut tersenyum, ia lalu menanyakan kabar Shaoshang yang berhari-hari membuatnya menunggu, ia bahkan mengatakan bahwa dirinya sungguh kesulitan menemui Shaoshang yang setiap hari tlah sibuk.
Mendengar perkataan Zisheng padanya, Shaoshang lalu menunjukkan raut wajah cemberutnya sambil sengaja mengeluh dan mengatakan bahwa dirinya sungguh sudah sangat kelelahan, ia bahkan sudah sangat merindukan berbagai jenis jajanan yang di jual di pasar.
Zisheng lalu tersenyum dan berkata
"jika menurutmu belajar banyak hal di istana sudah sangat melelahkan, aku akan mengutus para guru itu untuk kembali kerumah mereka masing-masing dan kau tidak perlu belajar lagi."
Raut wajah Shaoshang seketika tercengang dengan perkataan Zisheng dan langsung menolaknya, ia lalu meyakinkan Zisheng dengan mengatakan
"Aku sadar bahwa aku hanyalah orang yang memiliki kedudukan yang rendah dan tidak seharusnya orang seperti diriku berani mendambakan kedudukan tinggi dengan menjadi seorang permaisuri untukmu, bahkan demi menikah denganku semua para bangsawan serta para rakyat di luar sana sibuk membicarakanmu karna memilih orang sepertiku, jika ingin jujur, sebelum kita resmi bertunangan aku sempat ragu dan bimbang, aku takut hanya jadi bahan permainan untukmu, namun karna kamu terus memperlakukan diriku dengan tulus, sudah semestinya aku juga membalas semuanya dengan tulus..jadi walaupun aku sedikit kelelahan, aku akan berusaha untuk tidak menyerah agar aku pantas untukmu, namun setelah pembelajaran ku selesai kau tetap harus bertanggung jawab dan membelikanku jajanan yang banyak."
Mendengar perkataan Shaoshang padanya, Zisheng lalu tersenyum sambil memegang tangan Shaoshang, ia lalu berkata
"Baiklah. namun, setelah semua pelajaranmu selesai langsung temui diriku, aku benar-benar amat merindukanmu dan ingin mengobrol banyak denganmu."
Saat mereka saling memandang sembari tersenyum, ibu pengurus Gong datang menghampiri mereka sembari memberi hormat kepada Kaisar Li, ia lalu mengatakan bahwa sudah saatnya Nona muda Cheng melanjutkan pembelajarannya, para gurunya sudah bersiap.
Mendengar hal tersebut, Shaoshang lalu menghela nafasnya kemudian memberi hormat kepada Zisheng dan bergegas berjalan mengikuti Pengurus Gong memasuki Pavilium Penglai.
Sementara Zisheng yang amat menyayangi Shaoshang itu terus memandangi Shaoshang yang sedang berjalan memasuki Pavilium sembari terus tersenyum.