Indonesia
NovelToon NovelToon
Permata Tak Terduga Sang Mafia

Permata Tak Terduga Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Mafia / Penikahan Kontrak / Dark Romance / Tamat
Popularitas:86
Nilai: 5
Nama Author: franericá

Angel Martinez dibesarkan untuk satu tujuan: menjadi istri yang sempurna dan penurut bagi pria pilihan ayahnya—seorang bos mafia Spanyol yang menganggap kekuasaan adalah segalanya. Yang ia impikan hanyalah kebebasan: sebuah perpustakaan, kuas dan kertas, dan satu perjalanan ke Italia sebelum hidupnya benar-benar bukan lagi miliknya.

Namun perjalanan itu ternyata sebuah jebakan manis. Di Roma, Angel mendapati dirinya telah dijanjikan kepada Dante Moretti—Don muda paling ditakuti di seluruh Italia. Dingin, arogan, dan terbiasa memiliki apa pun yang ia mau, Dante sama sekali tak berniat mengikat hidupnya pada seorang "putri manja". Sampai gadis bermata biru dan berambut merah api itu menatapnya tanpa gentar… dan meruntuhkan setiap tembok yang ia bangun.

Di dunia penuh darah, aliansi, dan senyum palsu, cinta adalah kelemahan paling berbahaya. Karena di balik pesta megah dan janji-janji setia, ada seseorang yang sudah lama menunggu—seseorang yang tahu persis bahwa cara termudah menghancurkan seorang Don adalah dengan merebut satu-satunya hal yang benar-benar ia cintai.

Ketika pria yang tak pernah takut pada apa pun akhirnya menemukan sesuatu yang tak sanggup ia kehilangan, ia siap membakar seluruh dunia demi mempertahankannya.

"Tak ada yang boleh menyentuh hartaku dan pergi tanpa terluka."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon franericá, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

POV Alessio

(Musuh yang tak dicurigai siapa pun)

Semua orang memandangku sebagai sekutu yang sempurna.

Tangan kanan yang membisu.

Pria yang bisa Dante Moretti percayai bahkan dengan mata terpejam.

Dan aku sengaja memupuk citra itu dengan kehati-hatian seorang seniman.

Setiap kata terukur.

Setiap gerak diperhitungkan.

Setiap tunjuk kesetiaan dipelajari seolah sebuah ritual suci.

Lagi pula… tak ada yang mencurigai pria yang tak pernah salah.

Pria yang tak pernah meninggikan suara.

Pria yang selalu muncul saat sang Don membutuhkan, bahkan sebelum dipanggil.

Tapi, di dalam?

Di dalam aku adalah gunung berapi yang siap menelan segalanya.

Aku memikul kebencian yang begitu dalam hingga, jika ada yang menatap cukup jauh ke dalam mataku, sesuatu yang tak berani dilakukan siapa pun, mereka akan melihat sesuatu yang lapar, buas… dan sabar.

Karena amarahku tidak lahir dari ketiadaan.

Ia punya nama.

Punya wajah.

Punya kisah.

Semuanya bermula pada malam itu.

Malam ketika adikku, Matteo, tewas.

Ia bukan sekadar darah dagingku.

Ia adalah kebanggaanku.

Bocah yang kuajari menembak, yang kubantu menjadi laki-laki, yang kulindungi dari semua orang, kecuali dari Dante Moretti.

Matteo bekerja untuknya.

Menuruti perintah Dante. Memercayai Dante.

Sampai suatu ketika, dalam sebuah operasi, Dante harus "memilih". Menyelamatkan tim intinya… atau berusaha menyelamatkan si penyusup baru.

Adikku.

Dan Dante memilih timnya.

Ia memilih orang-orang yang ia kenal, yang berguna bagi rencana-rencananya.

Ia memilih mafia.

Dan ia meninggalkan Matteo untuk mati.

Aku mengingatnya seolah baru saja terjadi.

Cara Dante menatapku setelahnya, dengan raut berat seorang yang berusaha berpura-pura merasa bersalah:

"Ia pemberani. Ia mati demi kebaikan yang lebih besar."

Kebaikan yang lebih besar.

Kebaikan yang lebih besar miliknya.

Kebaikan yang lebih besar yang merenggut dariku satu-satunya orang yang kucintai.

Aku tak berteriak.

Tak mengancam.

Tak menangis di hadapannya.

Aku hanya mendengarkan.

Dan dalam keheningan itu… aku bersumpah:

"Akan kuambil darinya apa yang paling berharga.

Tidak dengan tergesa.

Tidak dengan kekerasan.

Tapi dengan strategi."

Aku tak menginginkan kematiannya.

Itu terlalu mudah.

Aku ingin ia hidup untuk menyaksikan semua yang ia cintai runtuh di hadapannya.

Aku ingin menonton Don paling ditakuti di Italia kehilangan kendali.

Aku ingin melihat kekacauan di matanya.

Dan Dante?

Dante tak pernah curiga.

Tak pernah menyadari gerak-gerikku yang penuh perhitungan.

Tak pernah menyadari bagaimana aku mengamati segalanya, setiap detail, setiap gerakan, setiap pendekatan.

Orang-orang mengira aku bekerja untuknya.

Tapi kebenarannya?

Aku bekerja di belakangnya.

Dalam bayang-bayang.

Menggerakkan bidak-bidak.

Membuka jalan-jalan.

Menutup yang lain.

Tanpa ia sadari, aku telah menyusupkan mata-mata di antara para prajuritnya.

Aku sudah tahu siapa saja yang goyah, siapa yang punya utang, siapa yang menyimpan rahasia.

Cukup satu dorongan… dan istana miliknya mulai bergetar.

Dan sekarang…

Sekarang datanglah hadiah terbaik dari takdir.

Pertunangan itu.

Pengumuman resmi.

Malam ketika Dante Moretti akan terekspos, rentan, terbuka secara emosional.

Segala yang kubutuhkan.

Lalu datanglah dia.

Angel Martinez.

Bidak yang cemerlang.

Permata yang langka.

Kerentanan yang Dante coba sembunyikan dari dunia, tapi tidak dariku.

Aku mengamatinya jauh sebelum ia mengumumkannya sebagai tunangan.

Kulihat matanya berubah saat ia berbicara tentang perempuan itu.

Nadanya.

Sikap tubuhnya.

Bahkan cara ia bernapas.

Angel itu… berharga baginya.

Jenis berharga yang bisa berubah menjadi senjata.

Dan ketika undangan pertunangan datang, dalam kotak elegan itu, dengan lambang Moretti terukir seolah dari emas… Aku tersenyum.

Senyum yang dingin.

Lambat.

Mematikan.

Aku bisa mengakhiri semuanya dalam sekejap, satu tembakan dari kejauhan, satu bom yang tak mencolok, satu racun yang halus.

Tapi itu belas kasihan.

Dan aku tak datang untuk memberi belas kasihan.

Aku datang untuk meruntuhkannya.

Bidak demi bidak.

Perasaan demi perasaan.

Harapan demi harapan.

Dante mengira masa lalu telah berlalu.

Mengira Matteo hanyalah "sebuah kehilangan dalam kehidupan kriminal".

Mengira aku telah memaafkannya.

Dan aku terus memberi makan fantasi itu.

Aku hadir dalam rapat-rapat.

Memberi nasihat.

Melindungi sisi-sisi lemahnya.

Muncul setiap kali ia memanggil.

Tak ada yang membayangkan bahwa, di balik setiap gerakku, ada sebuah perhitungan.

Tak ada yang melihat bayangan tempat aku berpijak.

Tak ada yang menyadari bagaimana aku menggerakkan para prajurit, memanipulasi informasi, menanam keraguan.

Semuanya direncanakan dengan cermat.

Angel…

Ia bahkan tak tahu bahwa dirinya berada di pusat permainanku.

Aku mengamatinya dari kejauhan.

Kilau polos di matanya.

Cara lembut ia berbicara.

Kemurnian tolol yang percaya bahwa ia aman bersamanya.

Tapi kebenarannya?

Ialah kuncinya.

Mata rantai yang lemah.

Bidak yang sempurna untuk menghancurkan sang Don.

Dan yang terbaik dari semuanya?

Ia memercayaiku untuk melindunginya.

Pria yang seharusnya ia takuti…

adalah pria yang ia syukuri kehadirannya di sisinya.

Dan di pertunangan itu… di hari besar itu…

Aku akan hadir.

Sempurna. Tanpa cela. Setia.

Bilah yang tersembunyi di balik senyuman.

Menunggu saat yang tepat.

Celah yang paling kecil.

Detik persis ketika Dante menyerahkan dirinya sepenuhnya.

Dan ketika itu terjadi…

Akhirnya aku akan mulai menghancurkan dunianya.

Tidak dengan tergesa.

Tidak dengan gaduh.

Tapi dengan presisi seorang ahli bedah.

Dan tak ada yang akan melihatnya datang.

Bahkan ia sekalipun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!