Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.7
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 — Malam yang Terasa Hangat

Malam itu Roma dipenuhi cahaya lampu jalan yang indah. Setelah menutup toko bunga, mereka memutuskan makan malam sederhana di apartemen Alya.

Atau lebih tepatnya…

Liora yang memaksa.

“Om harus makan sama kita!”

Dan seperti biasa, Leon tidak bisa menolak gadis kecil itu.

Kini pria itu berdiri di dapur kecil apartemen dengan lengan kemeja digulung rapi, sementara Alya sedang memasak pasta di sampingnya.

Suasana terasa aneh.

Namun juga nyaman.

Sangat nyaman.

“Garamnya mana?” tanya Leon tiba-tiba.

Alya menunjuk lemari atas tanpa melihat.

“Sebelah kiri.”

Leon membuka lemari lalu mengernyit.

“Ini gula.”

“Yang sebelahnya lagi.”

“Ini kopi.”

Alya akhirnya menoleh lalu langsung tertawa kecil melihat wajah datar Leon yang tampak kesal karena tidak menemukan garam.

“Geser dikit.”

Leon mengikuti arah tangannya lalu akhirnya menemukan botol garam.

“Hm.”

Alya diam-diam tersenyum kecil.

Lucu juga melihat pria perfeksionis seperti Leon kebingungan di dapur kecilnya.

Di ruang tengah, Liora sedang menggambar sambil bernyanyi kecil.

“Mamaaa lapar…”

“Sebentar lagi,” jawab Alya.

Leon memperhatikan wanita itu diam-diam.

Rambut Alya diikat asal.

Wajahnya terlihat lelah setelah seharian di toko.

Namun entah kenapa…

Leon merasa wanita itu terlihat jauh lebih cantik sekarang.

Lebih hidup.

“Kenapa lihat aku terus?” tanya Alya tiba-tiba tanpa menoleh.

Leon sedikit terpaku sebelum akhirnya menjawab tenang—

“Nggak boleh?”

Alya langsung salah tingkah sendiri.

“Bukan gitu.”

Sudut bibir Leon terangkat tipis.

Sudah lama sekali ia tidak merasakan suasana seperti ini.

Hangat.

Berisik.

Dan terasa seperti rumah.

---

Makan malam berlangsung jauh lebih ramai karena Liora terus mengobrol tanpa henti.

“Om tadi kalah puzzle sama Lio.”

Leon mengangguk santai.

“Iya.”

“Terus Om nggak bisa cari garam!”

Alya langsung tertawa kecil sambil menutup wajah.

Sementara Leon menatap datar pada putrinya.

“Kamu senang banget bocorin semuanya.”

Liora malah terkikik geli.

“Karena lucu!”

Anak kecil itu lalu menyuapi Leon potongan kecil roti dengan tangan mungilnya.

“Om makan.”

Leon sedikit membeku.

Mungkin hal sederhana bagi orang lain.

Namun untuknya…

Ini pertama kalinya ada anak kecil menyuapinya.

Dan perasaan hangat itu kembali memenuhi dada Leon.

“Aku bisa sendiri,” gumamnya pelan.

“Nggak boleh,” ujar Liora serius. “Harus disayang.”

Deg.

Alya yang mendengar langsung diam sesaat.

Sementara Leon benar-benar kehilangan kata-kata.

Karena kalimat polos itu terdengar terlalu tulus.

Dan terlalu menusuk.

“Yaudah,” jawab Leon akhirnya pelan lalu memakan roti itu.

Liora langsung tertawa puas.

“Good boy!”

Alya spontan tersedak minumnya sendiri.

“Lio!”

Namun Leon justru tertawa kecil rendah.

Pemandangan itu membuat Alya diam beberapa detik.

Karena lagi-lagi…

Ia melihat sisi Leon yang tidak pernah ada dulu.

Pria itu berubah begitu banyak saat bersama Liora.

---

Setelah makan malam selesai, Alya membereskan meja sementara Leon membantu mencuci piring.

“Taruh situ,” ujar Alya sambil menunjuk rak kecil.

Leon mengikuti tanpa protes.

Kalau ini dirinya yang dulu…

Mungkin ia bahkan tidak akan masuk dapur.

Namun sekarang semua terasa alami.

“Leon.”

“Hm?”

Alya terdiam beberapa detik sebelum akhirnya berkata pelan—

“Thanks.”

Leon menoleh.

“Buat apa?”

“Udah bikin Liora senang.”

Tatapan pria itu perlahan melembut.

“Aku juga senang waktu sama dia.”

Dan itu bukan kebohongan.

Justru Leon merasa terlalu nyaman sampai takut kehilangan semuanya lagi.

Tiba-tiba suara kecil terdengar dari ruang tengah.

“Mama…”

Mereka berdua langsung keluar dapur.

Liora ternyata tertidur di sofa sambil memeluk boneka kelincinya.

Pipi bulatnya terlihat menggemaskan karena sedikit tertekan bantal.

Alya tersenyum kecil.

“Dia kecapekan.”

Namun sebelum Alya menggendongnya, Leon lebih dulu mendekat lalu mengangkat tubuh kecil itu dengan hati-hati.

Gerakannya sangat pelan.

Seolah takut membangunkan Liora.

Anak kecil itu menggeliat kecil lalu tanpa sadar memeluk leher Leon sambil terus tidur.

Deg.

Hati Alya langsung bergetar melihat pemandangan itu.

Leon menatap Liora cukup lama sebelum berbisik lirih—

“Ringan banget.”

Alya tiba-tiba merasa matanya sedikit panas.

Karena untuk pertama kalinya…

Apartemen kecil ini benar-benar terasa seperti rumah yang utuh.

1
Ardiana Wahyuningrum
kok keponakan sih Thor, om Ares kan adiknya papanya alya dan om nya Alya, seharusnya kan om Ares ke Liora itu statusnya opa atau kakek juga buat Liora
Ardiana Wahyuningrum
maaf aku baru baca kok risih banget ya sama kata " deg " nya, terlalu keseringan jadi nggak nyaman bacanya
Dwi Hallina
Leon panggil Alya krana itu nama sarapannya si Sabrina selama pelarian biar gak ketahuma Leon n bapaknya Sabrina, kan udah di jelasin sama ditektifnya Leon
mimief
yah bagaimana pun firasat itu pasti terhubung bukan?
masih ada darah nya dia🫣
mimief
laki laki dan segala sifat NPD nya
mereka fikir dunia mutar Hanya di sekitar dia doank
eec
sabrina tapi alya... jadi yg leon kenal sebenernya siapa
Jiuyue
kebalik nih thor🤣🤭🤣🤭🤣🤭
Jiuyue
berubahlah Sabrina menjadi alya🤣🤣🤣🤣
Dzie Drafir
lahirannya bukan di belanda ya? kayaknya di bab brp sabrina lahiran di belanda, karena ketahuan ama detektipnya leon, akhirnya dibawa pindah k roma. sdh pny lio wkt pindah k roma
Hadi Mulyono
cerita keluarga yg bagus
Hadi Mulyono
sebenernya gak harus bnyk kata " deg pembaca SDH bisa faham ekspresi tokoh
Atik Kiswati
akhirnya tamat....
Ika Marbun
harusnya panggil opa dong si lio
Hadi Mulyono
di sini karakter Alya ibu rumah tangga biasa ya Thor ..ga yg wanita pinter karier
Jadi masro sinaga
👍👍
✨Susanti✨
ini gimana maksudnya ya,
kan disini Alya sebagai Sabrina kok berulang kali Leon manggilnya Alya ?
Hadi Mulyono
sampai bab ini cerita seputar Leon SM istri anaknya doang
Hadi Mulyono
ga balikan SM mantan si leon
Bela Viona
udah lah stop baca dsini 😄,krn ending ny udh bisa ketebak,sabrina bakal luluh dan balikan sama leon. sementara Leon tinggal gampang bilang maad udah selesai,balikan lgi.
anjay...alur yg membosan kn. gak ad gitu bikin adegan yg ngenes ,hukum Leon dulu sampe kapok. kasih rintangan dulu buat Leon dpt kn hati sabrina lgi
ini cuma modal kata maaf, modal tampang, modal dada berdebar..
cihhhhh ...gedeg.
pamit Thor...
terima kasih udh hadir kn karya yg menarik,mungkin alur ny kurang cocok di aku pribadi,
Bela Viona
lama² kesal aku dgr nama Alya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!