Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Dan Cinta

Dendam Dan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:868
Nilai: 5
Nama Author: indah Mayaddah f

Hukum tidak berpihak pada Anggita, jadi aku yang akan jadi hukumnya. Satu misi yang menjadi tujuanku hancurkan Arvin Teriaz. Aku Nabila Azzahra, topengku sekretaris, senjataku kode. Rencana sempurna begitu sempurna sampai Galen Teriaz, dokter yang membenci darahnya sendiri, mengulurkan tangan dalam misiku.

Apakah misi mereka berhasil dalam, menghancurkan seorang Arvin Teriaz ?

Baca selengkapnya !

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 BEKAS LUKA, BENTENG BARU, DAN SURAT TERAKHIR

Seminggu setelah penembakan di Lembang, Rumah Galen berubah jadi posko. Dari pagi sampe malem pintunya gak pernah sepi, Astrid datang bawa rantang sop ayam yang masih ngebul. Laras menyusul bawa kue lapis dan pisang goreng dan bu Dewi paling sering, bawa map setinggi gunung isinya denah, izin, dan anggaran. Riko tiap hari wajib lapor, bawa gambar baru atau cerita dari anak-anak lain.

Galen duduk di teras, menggunakan kaos longgar karena bahu kanannya masih diperban tebal. Jahitan 12 belum lepas, dokter udah ngingetin 3x, jangan angkat berat, jangan begadang. Tapi tiap ada suara mobil masuk, dia tetep berdiri duluan buat ngecek. Tiap ketawa, bekas lukanya ketarik dan dia meringis.

Nabila keluar bawa teh jahe

"Minum biar anget, karena badan kamu masih dalam pemulihan" Ucap Nabila

Galen senyum miring manis

"Obat paling manis ya kamu" Ujar Galen

Nabila menampol pelan lengan kirinya

"Udah, jangan gombal mending istirahat" Jawab Nabila

Tapi dia tetep duduk di samping, nyenderin kepala ke bahu Galen yang sehat. Angin Lembang sore itu dingin, Riko tiba-tiba nyelonong dari dalam dengan apasnya ngos-ngosan kayak abis lari keliling rumah.

"Kak Galen! Kak Nabila! Liat!" Ucap Riko

Dia ngulur selembar kertas HVS bergambar pake crayon, Galen digambar pake jubah superhero warna biru sedangkan Nabila pake mahkota dan Bu Marta di tengah. Sedangkan di belakang mereka 40 anak kecil pegangan tangan. Di atasnya tulisan gede pake spidol: `KELUARGAKU`.

Galen langsung diem, tenggorokannya kayak ketusuk, matanya panas. Dia ngusap kepala Riko. "Ini... ini bagus banget. Makasih ya"Ucap Galen

Riko senyum lebar dengan giginya omponng

"Biar Kakak inget terus, kita sekarang keluarga beneran ya?" Ujar Riko

Nabila genggam tangan Galen erat

"Iya, ini alasan kita harus kuat buat mereka" Ucap Nabila

Malamnya di ruang kerja, lampunya kuning temaram. Di luar hujan gerimis, bu Dewi gelar peta Cisarua di atas meja dan jarinya berhenti di satu titik.

"Ini dia, tanahnya udah sah. 2 hektar atas nama yayasan dan kalian berdua, ada 2 bangunan, yang satu buat asrama, dan satu lagi buat ruang belajar sama klinik kecil" Ujar Dewi menjelaskan

Anggita membuka laptopnya ...

"CCTV 16 titik udah dipesen, pagar 3 meter pake kawat berduri. Satpam 24 jam 3 shift, kita gak bisa nunggu bu. Kita harus pindahin semua anak dari panti lama malam ini juga, sebelum Bram gerak lagi" Ucap Anggita

Dito bersuaranya pelan …

"Kak, aku udah coba lacak nomor yang nelpon itu. Sinyal terakhir dari dalam lapas, muter-muter pake VPN. Pasti itu Bram" Kata Dito

Ruangan hening, hanya terdengar suara hujan di atap rumah.

Galen mengepal bekas di tanganya …

"Dia belum keluar tapi udah bikin rusuh, kita gak bisa duduk manis nunggu jadi korban" Jawab Galen dengan nada memburu

Nabila menarik napas panjang …

"Berarti kita yang duluan bergerak, kita pindahin mereka malam ini" Timpal Nabila

Bu Dewi mengangguk tegas …

"Setuju, operasi senyap tepat pukul 2 dini hari tanpa sirine dan tanpa lampu" Jawab Bu Dewi

*****

Jam 2 pagi udara dinginnya nusuk tulang, 3 mobil Innova jalan tanpa lampu, plat nomornya ditutup kain. Di dalamnya Bu Dewi, 5 polisi berpakaian preman, dan tim yayasan. Di Yayasan Untuk Anggita atau di sebut panti asuhan, semua anak dibangunin pelan-pelan. Gak boleh nangis, gak boleh berisik. Selimut dilipet, dimasukin tas kecil bareng baju 2 stel, digandeng satu-satu ke mobil.

Bu Marta menggendong balita 3 tahun sambil bisik

"Maafin ibu ya nak, ibu gagal jaga kalian" Bisik Bu Marta, air matanya jatuh ke kepala si anak.

Nabila peluk Bu Marta dari belakang

"Bu, kita gak gagal. Kita lagi nyelametin, Tuhan liat kok usaha kita" Ujar Nabila memberikan semangat, Bu Martaangguk sambil sesenggukan

Riko gandeng tangan Nabila …

"Tante Nabila, kita mau kemana? Kok tengah malam?" Tanya Riko dengan wajah polosnya

Nabila berjongkok sambil meraapikan rambut Riko lalu mencium keningnya

"Ke rumah baru, rumah kita semua. Ada lapangan luas, ada kamar yang anget. Kamu suka kan?" Balas Nabila

Riko dengan mata masih ngantuk

"Ada om Galen juga?" Tanya Riko

"Ada, dia sudah nungguin di sana" Jawab Nabila

Konvoi jalan di jalanan Lembang yang gelap dan basah, tidak ada yang membuka suara. Hanya ada doa di dalam hati. Sesekali ada anak yang bisik

"Bu, takut" Terus langsung dipeluk.

*****

Sampai Cisarua jam 4 pagi, tanah kosong 2 minggu lalu itu sekarang beda banget, ada lampu sorot, ada pagar tinggi, ada gerbang baru cat putih yang bertuliskan `RUMAH SINGGAH HARAPAN BARU`. Di bawahnya tulisan kecil: `Didirikan dengan Darah, Air Mata, dan Doa`. Pintu gerbang kebuka, anak-anak langsung lari ke halaman, ada yang nangis karena lega, ada yang ketawa karena liat ayunan baru dan lapangan rumput.

Galen berdiri di gerbang, hujan basahin rambutnya, jasnya basah kuyup dan luka di bahunya nyut-nyutan tapi dia gak peduli. Nabila mendekatinya sambil bawa payung.

"Ini awalnya, sayang" Ujar Nabila tersenyum

Galen narik Nabila ke pelukan hati-hati

"Dengan darah, air mata, doa, dan kamu" Jawab Galen

Tiga hari kemudian dokter datang ke Rumah Singgah untuk memeriksa kondisi Galen, dokter buka perban pelan-pelan.

"Jahitannya bagus tapi dokter Galen, saya serius. Jangan angkat berat dalam jangka waktu 1 bulan, jangan begadang. Bekas luka lamanya ketarik, jadi penyembuhannya dobel" Jelas Dokter

Galen mengangguk nurut

"Siap dok, akan aku turuti" Jawab Galen

Begitu dokter pergi 10 menit kemudian

"Sayang, temenin aku cek gudang ya..." Ujar Galen

Nabila melotot …

"TIDUR!" Tegas Nabila membuat Galen terkekeh

Galen masih ketawa kecil

"Iya-iya nurut, sini duduk" Balas Galen

Pagi harinyanya di kamar dengan lampunya temaram, Nabila nyuapin Galen bubur ayam.

"A..." Ucap Nabila

Galen buka mulut

"Pahit" Kata Galen saat menelan obat

"Obat emang pahit, biar cepet sembuh dan biar bisa main bola sama Riko minggu depan" Jawab Nabila

Galen bisik pelan, matanya liat ke bawah

"Nab... aku takut" Bisik Galen

Nabila kaget, sendoknya berhenti

"Takut apa?" Tanya Nabila

Galen tatap mata Nabila

"Takut gak bisa jagain kalian 6 bulan lagi, takut Bram beneran keluar dan aku gak kuat" Jawab Galen

Nabila langsung nutup mulut Galen pake tangannya

"Jangan ngomong gitu, kita lawan bareng. Ada Tuhan, ada Bu Dewi, ada 40 anak yang nunggu kamu sembuh. Kamu gak sendiri, denger ?" Ujar Nabila

Hening beberapa detik, dari luar kedengeran teriakan Riko:

"KAK GALEN, AYO MAIN BOLA! PAGI-PAGI JANGAN DI KAMAR TERUS"

Mereka berdua ketawa, tapi mata sama-sama berkaca.

*****

Galen melangkah keluar, tapi dia tidak ikut main bola karena takut lakanya sakit lagi.

“Kalian aja, kata dokter kakak jangan terlalu kecapean” Jawab Galen

“Oke deh, kalau gitu” Jawab Dito, lalu bermain dengan anak panti lainnya.

Mereka pun memulai permainan tanpa Galen, karena mereka juga mengkhawatirkan kondisi Galen.

*****

Waktu berjalan begitu cepat, sudah 4 hari mereka berada di sana. Tengah malam, Riko mimpi buruk dan teriaknya bikin satu asrama kebangun.

"JANGAN BAWA AKU! JANGAN!" Teriak Riko

Mendengar itu, Galen dan Nabila langsung lari ke kamar yang di tempati Riko karena khawatir. Saat sampai di kamar Riko, mereka mendapati Riko keringetan dingin dengan napasnya cepet.

“Kamu kenapa ?” Tanya Galen

“Kamu mimpi buruk ?” Tanya Nabila

"Ada... ada orang topeng... dia bilang karena aku anak panti makanya gak ada yang sayang..." Jawab Riko

Galen berjongkok lalu memeluk Riko erat tapi hati-hat

"Shhh... udah, itu udah lewat. Kakak di sini, gak ada yang bisa nyentuh kamu lagi. Denger ya, kamu gak salah, kamu disayang sama aku, sama tante Nabila dan sama semua di sini. Mulai sekarang kalo mimpi buruk, gedor pintu kamar kami. Deal?" Ujar Galen

Riko angguk sambil nangis

"Deal" Jawab Riko

“Ayo, sekarang kamu tidur lagi karena masih malam sekali” Ucap Nabila

“Iya tante” Jawba Riko

Lalu Riko berbaring di kasurnya dan Nabila usap punggung Riko sampe dia ketidur lagi

"Besok kita panggil psikolog ya, buat kamu dan temen-temen" Ujar Galen

*****

Pagi harinya Galen di ruang kerja, di depan dia ada kertas kosong dan pulpen.

"Mau nulis apa?" Tanya Nabila

"Surat tapi bukan buat dikirim, hanya untuk membuat aku lega" Jawab Galen

Yang isi tulisannya:

`Bram, aku gak benci kamu. Aku kasihan karena kamu milih gelap, padahal ada terang.

6 bulan ke depan aku gak akan lari, aku akan bangun, aku akan lindungin.

Kalo kamu keluar dan masih mau perang, hadapi aku tapi jangan sentuh anak-anak’ # Galen #

Lalu Galen bakar surat itu di asbak

"Biar Tuhan yang baca" Ucap Galen

Nabila peluk Galen dari belakang

"Itu jawaban yang paling dewasa" Ujar Nabila

Siangnya, kurir datang membawa amplop coklat tanpa nama pengirim, Nabila yang nerima. Di ruang tamu, dia buka pelan dan isinya 1 lembar dan ditulisan tangan.

‘Kamu pindahin mereka? Cepat juga atapi aku suka, jadi tantangannya makin seru. 6 bulan kurang 5 bulan 27 hari, aku udah pesen kamar di neraka buat kamu dan kamu akan dateng sendiri’

Dari om tercinta (Bram Teriaz)

Galen dari belakang langsung ngerebut, lalu merobek surat itu kecil-kecil dan membakar di asbak

"Sampah" Sarkas Galen

Nabila napasnya gemetar

"Kita jawab pake apa, Sayang?" Tanya Nabila

Galen nunjuk ke jendela, anak-anak sedang bermain di lapang.

"Pake hati, pake mereka yang bisa ketawa lagi, pake hidup, pake kita yang tetep berdiri" Jawab Galen

Dan tak lama seorang psikolong datang untuk memeriksa Riko, dan Galen tidak memberitahu Riko kalau itu dokter karena dokter itu menyaman sebagai badut.

“Anak-anak sini” Panggil Galen

“Ada apa kak Galen ?” Tanya Anak-anak panti

“Kakak menyewa badut, agar kalian bermain dengan om badut dan kalai bebas untuk bercerita” Jawab Galen

Mendengar itu anak-anak sangat bahagia, psikolog yang menyamar jadi badut sangat mendalami perannya jadi badut dengan sayang baik. Setelah 2 jam bermain dengan badut, anak-anak panti di suruh beristirahat.

“Bagaimana dok ?” Tanya Galen, karena dokter itu di bawa ke ruangan Galen

“Dia memiliki trauma yang sangat dalam, tapi seiring berjalannya waktu dia pasti akan sembuh kembali asalkan di beri kasih sayang dan kepedulian yang extra” Jawabnya

“Terima kasih dok, sudah membatu kami untuk melihat kondisinya” Ujar Galen

“Saya akan mengecek kembali 3 hari ke depan, agar melihat perkembangannya” Ucap Dokter

Sepeninggalan dokter itu, Nabila dan galen sangat berpkir keras akan kondisi Riko terutama Nabila yang sangat mengkhawatirkan kondisinya.

“Mas, ap akita bisa membuat Riko keluar dari rasa traumanya ?” Tanya Nabila

“Berdoa saja, semoga Tuhan memberikan jalan keluarnya” Jawab Riko

*****

Malam itu Galen naik ke atap, udara Cisarua dingin banget, Nabila nyusul sambil bawa selimut tebal dan teh jahe.

"Lagi lihatin apa ? Serius amat" Tanya Nabila sambil mengulurkan secangkir teh

Galen langsung mengambil selmit untuk menutupi tubuhnya dna Nabila, karena cuaca sangat dingin.

"Liat itu" Tunjuk Galen ke bawah, dimana Gedung asrama lampunya nyala temaram

"2 minggu lalu ini masih tanah kosong, sekarang ada 40 anak tidur nyenyak di bawah" Lanjut Galen

Nabila sandarin kepala ke bahu Galen

"Karena kamu milih gak nyerah" Ujar Nabila

Galen cium kening Nabila lama

"6 bulan itu bukan waktu buat takut, itu waktu buat kita bangun benteng lebih tinggi dan lebih kuat karena sudah melawannya" Jawab Galen

"Memang kita lawan pake apa?" Tanya Nabila usil

"Pake iman, pake kebenaran, pake kasih dan ake keluarga ini" Jawab Galen

Dari kejauhan, di atas bukit 200 meter dari pagar, ada 2 lampu mobil nyala sambil ngawasin 10 detik lalu mati tapi kali ini Galen gak gentar. Dia genggam tangan Nabila lebih erat.

*****

Di dalam lapas di sel nomor 14, Bram duduk di ranjang besi di dinding ada kalender. Dia coret 1 kotak pake pulpen, `5 bulan 26 hari` dan di meja ada koran dengan berita yang berjudul `PEMUDA SELAMATKAN 40 ANAK DARI PENCULIKAN` yang berfotokan Galen.

Bram senyum jahat, matanya kosong …

"Bagus, naikin taruhannya" Ucap Bram

Bram menulis di buku kecil: `Target: Rumah Singgah. Target 2 : Istri Galen.`

lalu dia ketawa pelan …

"Ayo Galen... bangun bentengmu setinggi langit, biar pas aku robohin sakitnya lebih kerasa”

1
Ilfa Yarni
bingung aja aku kok Ada kluarga yg begitu ya
Rima Rismawati
Ternyata kakeknya sendiri, yang ada di balik semua ini 😡. Lanjut Thor makin seruuu ceritanya 🥰
indah Mayaddah f: Di tunggu yah kak 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Gedek banget sama si bram, semoga cepat dapat azab 😡
Rima Rismawati
Akhirnya galen dan nabila menikah juga 🤗
Rima Rismawati
Wah... ternyata hakimnya teman arisan ibunya nabila 😂
Rima Rismawati
ada-ada aja kelakuan ibunya Nabila 🤣, novel serame ini kok sepi pembaca sih thor
Ilfa Yarni
itu orang ga ada kapok2nya ya lagian polisi knp diam aja klo tau orang yg didalam sel merencakan kejahatan yg barublg
Ilfa Yarni
aduh Galen jgn lengah Bram duluan beraksi tuh
Rima Rismawati
Lanjut thor makin seru ceritanya 🙏🏻😊
indah Mayaddah f: Di tunggu ya kak 🙏😊
total 1 replies
Rima Rismawati
Ternyata bu RT dan kedua orang tua Nabila kocak juga 🤣
Rima Rismawati
Ada ya keluarga seperti itu, kepada saudara kandungnya sendiri 😡
Ilfa Yarni
seru jg ceritanya sebuah kluarga yg memperebutkan harta warisan
indah Mayaddah f: Terima kasih 🙏
total 1 replies
Rima Rismawati
Novel baru thor
indah Mayaddah f: Iya kak, semoga suka ya 🙏
total 1 replies
indah Mayaddah f
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!