Indonesia
NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangisan Yang Memilukan

**Delapan Belas Tahun Kemudian**

"Agnes!" teriak Kasandra dari lantai atas.

Suara itu menggema memenuhi seluruh rumah Kasandra yang mewah

Namun, di balik kemewahan itu, hanya ada ketakutan yang selama delapan belas tahun menjadi makanan sehari-hari bagi seorang gadis bernama Agnes.

Di dapur, Nisa yang sedang menyiapkan sarapan langsung terkejut hingga sendok di tangannya terjatuh.

Ia menutup mata sejenak, menarik napas panjang seolah sudah tahu apa yang akan terjadi.

"Ya Allah... semoga Non Agnes masih bisa bertahan hari ini," gumamnya lirih.

Tanpa berani membiarkan Kasandra menunggu terlalu lama, Nisa segera berlari menuju kamar Kasandra

"Ya, Bu..." jawab Nisa dengan napas tersengal.

Wajah Kasandra langsung berubah merah karena marah.

"Kamu budek, ya? Aku manggil Agnes, bukan kamu!"

Nisa langsung menundukkan kepala.

"Maaf, Bu..."

"Mana anak sialan itu? Suruh dia cepat ke sini!" Bentak Kasandra

Nisa menggenggam ujung celemeknya erat-erat.

"Maaf, Bu... Non Agnes sedang kurang sehat, dari tadi malam badannya panas sekali. Dia baru saja tertidur karena demamnya tinggi."

Bukannya iba, wajah Kasandra justru semakin dipenuhi kebencian.

"Kamu selalu membela Agnes!"

"Itu cuma alasan supaya dia tidak bekerja!"

"Sungguh, Bu... Saya tidak bohong" ucap Nisa lirih

"Cukup!" Bentak Kasandra lagi

Suara bentakan Kasandra membuat tubuh Nisa bergetar.

"Cepat panggil dia!" Ucap Kasandra

Nisa memberanikan diri melangkah mendekat.

"Bu... biar saya saja yang membersihkan kamar Ibu. Saya juga akan mencuci semua pakaian Ibu. Tolong... biarkan Non Agnes beristirahat sebentar. Dia benar-benar sakit."

Kasandra tertawa sinis.

"Kasihan?"

"Kamu kasihan sama anak itu? Memangnya kamu kerja disini dan aku bayar kamu untuk jadi pelindung anak sialan itu?"

Nisa menggigit bibirnya dan air matanya mulai menggenang.

"Aku tidak peduli dia sakit atau mau mati sekalipun! Yang boleh membersihkan kamarku hanya dia! Yang mencuci seluruh bajuku juga aku ingin anak sialan itu! Karena itu tugasnya dari dulu" tegas Kasandra

"Tapi Bu..." ucap Nisa

"Diam!" Bentak Kasandra dengan cepat

Kasandra mendorong bahu Nisa begitu keras hingga wanita paruh baya itu hampir terjatuh.

Tanpa menunggu lagi, Kasandra berjalan cepat menuju kamar sempit di belakang rumah.

Berbeda jauh dengan kamar-kamar di lantai atas, kamar Agnes bahkan lebih mirip gudang.

Cat dindingnya mengelupas, kasurnya tipis dan jendelanya rusak.

Saat pintu dibuka dengan kasar...

Agnes masih tertidur, wajah gadis itu pucat, bibirnya kering.

Keringat dingin membasahi pelipisnya dan tubuhnya menggigil meski cuaca cukup hangat.

Kasandra sama sekali tidak peduli.

Brak!

Ia menarik selimut Agnes hingga terlempar ke lantai.

"Oh... jadi begini? Kamu enak-enakan tidur sementara pekerjaanku belum selesai? Kamar aku belum dibersihkan! Baju-bajuku belum dicuci!" Ucap Kasandra dengan suara meninggi

Agnes terbangun dengan napas terengah.

"M-Mama..."

Ia mencoba duduk, tetapi kepalanya langsung terasa berputar, pandangannya kabur dan tangannya gemetar.

"Mama... Agnes mohon..."

"Agnes lagi demam..."

"Agnes istirahat sebentar saja, ya, Mah..."

"Nanti setelah badan Agnes agak enakan... Agnes pasti bersihkan kamar Mama..."

"Agnes juga akan mencuci semua baju mahal Mama pakai tangan..." Suara Agnes begitu pelan.

Setiap kata terasa seperti menguras seluruh tenaganya.

Namun, permohonan itu justru membuat Kasandra semakin muak.

"Dasar pemalas!"

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Agnes.

Tubuh Agnes langsung terjatuh dari tempat tidur dan sudut bibirnya berdarah.

Agnes memegang pipinya sambil menangis.

"Mama..."

Kasandra tidak berhenti, rambut Agnes dijambaknya hingga gadis itu menjerit kesakitan.

"Aku bilang berdiri! Aku tidak memelihara kamu untuk tidur!"

"Kalau masih bisa menangis, berarti kamu masih kuat bekerja!"

Nisa yang melihat kejadian itu langsung berlari.

"Bu... jangan, Bu! Tolong! Non Agnes benar-benar sakit!"

Kasandra menoleh tajam.

"Kamu masih berani melawan aku?"

"Bu, saya mohon..." ucap Nisa memohon

Belum selesai Nisa berbicara...

Kasandra menarik Agnes keluar kamar dengan menjambak rambutnya.

"Aaah..." Agnes menjerit.

Kakinya yang lemas menyeret di lantai, tubuhnya beberapa kali membentur kusen pintu namun Kasandra sama sekali tidak peduli.

"Bik... tolong..." lirih Agnes.

Nisa segera memegang tubuh Agnes agar tidak semakin terbentur.

Melihat itu... Kasandra justru semakin murka.

"Masih berani melindungi dia?" Teriak Kasandra

Bug!

Sebuah tendangan keras meluncur.

Nisa langsung memutar tubuhnya.

Buk!

Tendangan itu menghantam perut Nisa.

Wanita paruh baya itu langsung terjatuh sambil memegangi perutnya.

"Bibik!" teriak Agnes.

Dengan tubuh gemetar Agnes berusaha merangkak mendekati Nisa.

Namun...

Kasandra kembali menendang tubuh Agnes.

Bug!

Kali ini mengenai punggungnya.

Agnes tersungkur.

Batuk keras.

Setetes darah keluar dari bibirnya.

Kasandra masih belum puas lalu ia mengambil sapu kayu yang berada di sudut ruangan.

Tanpa berpikir panjang...

Sret!

Tongkat itu dipukulkan ke kaki Agnes.

"Aaaah!!" Jeritan Agnes menggema.

Tubuhnya menggigil menahan sakit.

"Kalau kamu pura-pura sakit... Rasakan ini!" Ucap Kasandra dengan sangat kesal

Brak!

Pukulan kedua mengenai bahunya.

Brak!

Ketiga mengenai lengannya.

Agnes hanya bisa menangis.

"Mama... Agnes sakit...Tolong..."

Kasandra malah tersenyum puas.

"Menangis lagi!"

"Ayo menangis yang keras! Memangnya ada yang akan menolongmu?"

"Tidak ada! Kamu memang pantas menderita!"

Nisa yang masih kesakitan memaksakan diri merangkak dan ia memeluk tubuh Agnes.

"Bu... hentikan... Saya mohon..."

"Kalau Ibu masih marah..."

"Pukul saya saja... Jangan Non Agnes..." ucap Nisa suaranya sangat lirih

Kasandra tertawa mengejek.

"Hebat sekali, Pembantuku membela anak sialan ini"

"Ok alau begitu Karena itu yang kamu mau..."

Bug!

Kasandra kembali menendang tubuh Nisa, kali ini tepat di rusuknya.

Nisa meringis hebat dan air matanya mengalir tanpa suara namun kedua tangannya tetap memeluk Agnes, ia rela menjadi tameng untuk gadis itu

"Bibik..." tangis Agnes pecah.

Kasandra mendekat, ia mencengkeram dagu Agnes begitu keras.

"Dengar baik-baik, kalau bukan karena kamu... hidupku tidak akan sehancur ini, kamu pembawa sial! Kamu kutukan!" Ucap Kasandra dengan tajam

"Sejak kamu lahir dan berada di dekatku, semua keberuntunganku hilang." Lanjutnya

Agnes menangis tersedu-sedu padahal selama hidupnya...

Ia tidak pernah tahu kesalahan apa yang telah diperbuatnya.

"Mama... Agnes salah apa..."

Pertanyaan itu hanya dibalas tawa dingin.

"Kamu masih berani bertanya? Kesalahanmu cuma satu, kamu dilahirkan"

Kalimat itu menghantam hati Agnes jauh lebih sakit daripada seluruh pukulan tadi dan ia terdiam dan tangisnya semakin menjadi.

"Teruslah menangis Agnes karena aku sangat puas melihat kamu menderita seperti ibu mu Fisya yang telah menjauhkan aku dari putri kandung ku Tina" batin Kasandra

Perlahan Agnes mulai mempercayai dan mengingat semua ucapan Kasandra dari ia kecil hingga sekarang

Mungkin...

Dirinya memang tidak pantas hidup..

1
Zeannisa Qolbiyah
tamat ceritanya hapus dari dftr baca😄
sunaryati jarum
Masa rumah sakit ada kekacauan dan keributan tidak petugas medis dan keamanan tidak ada yang masuk.Tidak masuk akal. Orang baik kok kalah sama penjahat, sudah delapan tahun merasa diatas angin ternyata masih menang.Semoga Sebastian hanya mati suri dan langsung siuman.
Queen_Fisya08: tenang Mak pemeran utama gak akan pernah kalah 🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
masa orang baik kalah yg jahat malah menang .
Queen_Fisya08: tenang kak tenang... peran utama pasti yang menang 🤭...
total 1 replies
Dokkan Battle
anying mati??! MUTER AMAT NIH CERITA FIS DROP
Ma Em
Untung Tina datang jadi ada yg bantu pak Anton kalau tdk ada yg bantu pasti Angel sdh dibawa sama Bayu dan nikah dgn juragan Arif , Jason kira Tina sdh nurut dan patuh padanya tdk taunya Tina sengaja mau menggagalkan Jason dan Kasandra untuk menguasai perusahaan Fisya .
Ma Em
Angel jgn jadi orang jahat saja nanti takutnya Angel malah suka pada Sebastian .
Queen_Fisya08: tenang kak, sudah ada alurnya 🤭
total 1 replies
falea sezi
goblokkk🤣 demi bales dendam anak di jadiin pembokat 🤣🤣 goblokkkk
Queen_Fisya08: sabar sabar
total 1 replies
falea sezi
laki kurang ajar😒
sunaryati jarum
Syukurlah jika Sebastian sudah baik- baik dan Angel juga sudah siuman.Semoga Tina segera ke rumah sakit membuat jebakan untuk menangkap orang suruhan Jason yang ingin membunuh Sebastian
Ma Em
Tina kamu sdh tau rencana busuk Jason dan Kasandra , semoga Tina bisa mencegah kejahatan Jason dan Kasandra dan sdh punya bukti rekaman kejahatan Jason untuk bukti membuat laporan pada polisi , Semoga Fisya cepat pulang dari luar kota .
sunaryati jarum
Ternyata kecerdasan, kecerdikan , cepat tanggap dan sikap bertindak yang dimiliki Tina berasal dari darah Bastian dan Fisya.Sayang Sebastian masuk jebakan karena musuh tahu kelemahannya.Namun Tiina memiliki bukti kejahatan Jason dan Kassa d
Kasandra
sunaryati jarum
Lenyapkan Agnes nggak masalah toh itu putrimu dengan Jason, Kasandra
Dokkan Battle
Kasandra membunuh anaknya sendiri.. tapi terlalu banyak drama jadi BOSENIN
Datu Zahra
dari motor mogok sampe bisa kekamar VIP narasinya kurang Thor, jadi aneh. bisa²y lompat jauh begitu, terlebih ini RS loh. ya kali gampang banget maen selonong sampe masuk ruang perawatan VIP yang tata letak ruangnya bukan diemperan gedung RS
Queen_Fisya08: Ok terima kasih kak atas masukannya 🙏
total 1 replies
Ma Em
Kasandra kamu pasti akan menyesal karena anak yg selalu kamu siksa dan mau kamu lenyapkan itu anak kandungmu sendiri Kasandra , pasti Kasandra akan gila setelah mengetahui kebenaran nya karena Agnes anak Kasandra dan Jason sedangkan Tina anaknya Fisya dan Sebastian .
Ma Em
Sebastian cepat sadarlah jgn terlalu lama kamu tidur karena Sebastian dlm bahaya lawan mereka semua jgn biarkan Jason dan antek anteknya senang melihat hdp Sebastian menderita balas perbuatan Jason .
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!