Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily yang telah melahirkan bocah laki-laki yang pintar tak mengingat Leon. Akankah keduanya dapat kembali bersatu lagi untuk merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Diharapkan tidak menabung bab. Terima kasih 🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Leon lalu menceritakan semua perjalanan cinta dirinya dan Emily. Dari mulai pernikahan paksa hingga kehamilan Emily sebelum jatuh ke jurang. Leon juga menunjukkan 2 foto dirinya dan Emily ketika masih bersama.

"Jadi, kamu adalah Leon yang selalu diceritakan Belinda dan ibunya?" tanya Jenni memastikan.

"Iya, Bi. Aku memang dulu seorang mafia, tapi sejak mengenal Emily dan jatuh cinta padanya aku meninggalkan dunia gelap itu. Aku sadar bahwa yang aku lakuin selama ini salah. Aku sudah mendapatkan hukumannya," jawab Leon.

Jenni menghela napas.

"Aku sangat senang bertemu lagi dengan Emily. Aku juga begitu bahagia kalau calon anak yang dikandungnya terlahir dengan selamat dan sehat!" tatapan Leon ke arah Zayn yang asyik memainkan mobil-mobilan di atas rerumputan taman.

Jenni pun mulai bercerita, "Aku dan suamiku menemukan Emily dalam keadaan terluka parah dan mengandung. Dokter menyatakan bahwa janinnya baik-baik saja. Kami cukup lega mendengarnya. Berbagai cara kami lakukan untuk menyembuhkan Emily bahkan kami harus terbang ke luar negeri untuk mendapatkan pengobatan terbaik. Takdir pun berpihak pada Emily, setelah koma selama satu bulan dia pun sadar. Namun, ia hanya ingat dirinya saat berusia tujuh belas tahun. Dia begitu terkejut ketika mengetahui dirinya hamil."

"Dua bulan setelah Emily melahirkan, kami balik ke Marrow untuk mencari keluarganya. Butuh waktu satu minggu menemukan Belinda dan kedua orang tuanya."

"Begitu bertemu, mereka sempat terkejut dan tak menyangka Emily masih selamat. Mereka bilang jika Emily jatuh karena kamu yang mendorongnya!" Jenni menatap Leon.

"Itu tidak benar!" Leon menyangkalnya.

"Mereka lalu menceritakan semua yang buruk tentang kamu. Mereka tidak pernah menunjukkan foto dan bukti pernikahan kalian. Makanya, Emily tak mengetahui wajahmu."

"Bibi, mereka semua pembohong. Mereka yang menjual Emily kepadaku!" bantah Leon.

"Bibi percaya padamu!"

Leon tersenyum bahagia, "Terima kasih, Bi."

"Bibi tidak bisa meyakinkan Emily. Karena Emily beranggapan bahwa kedua orang tuanya dan Belinda yang lebih mengetahui kehidupannya dari awal daripada Bibi," ujar Jenni.

"Kenapa Emily memilih ikut dengan Bibi?" tanya Leon penasaran.

"Emily yang menginginkannya. Emily merasa berutang budi kepada aku dan suamiku. Apalagi kami begitu senang dengan kelahiran Zayn!" jawab Jenni.

"Sejak kapan Bibi dan Emily tinggal di sini?" tanya Leon lagi.

"Tiga tahun lalu kami memilih menetap di negara ini. Karena suamiku berasal dari kota ini. Tetapi, satu tahun lalu kami ditinggal dia untuk selama-lamanya. Kami merasa kehilangan dan bersedih," jawab Jenni lagi.

"Bibi, terima kasih sudah bersedia menolong dan merawat Emily dan Zayn!" ucap Leon.

"Emily sudah kami anggap seperti anak kandung sendiri," kata Jenni.

"Sebenarnya Emily juga bukan anak kandung," ujar Leon.

Mendengarnya Jenni juga sangat terkejut.

Leon lalu menjelaskan asal usul Emily kepada Jenni. Bahwa, selama ini mereka hanya memperdaya dan memanfaatkan Emily untuk kepentingan sendiri.

"Pantas saja mereka selalu meminta dan memaksa Emily agar mengirimkan uang!" geram Jenni.

Leon kemudian menceritakan rencananya membawa Zayn ke rumah sakit buat tes DNA.

"Bi, tolong bantu aku membuktikan pada Emily kalau aku adalah suaminya!" kata Leon.

"Bibi bersedia membantumu!" ucap Jenni.

"Terima kasih banyak, Bi!" Leon begitu senang.

***

Dua hari kemudian...

Leon akhirnya dapat melakukan tes DNA. Ia dibantu Jenni menjalankan rencananya. Emily tak curiga dengan Jenni yang membawa Zayn menemuinya.

"Jangan bilang ibu kalau kita bertemu di rumah sakit!" Leon mengingatkan putranya.

"Paman tenang saja!" Zayn begitu santai.

"Kamu mau tau kebenarannya, 'kan?" tanya Leon.

Zayn mengangguk mengiyakan.

"Jika hasil pemeriksaan keluar, kita akan sering bertemu!" kata Leon.

"Benarkah?" Zayn menatap.

Leon menggerakkan dagunya pelan.

"Hore, aku punya Ayah!" seru Zayn gembira.

"Nanti kamu bantu buat bicara dengan ibu, ya!" pinta Leon.

"Untuk masalah itu, serahkan padaku!" Zayn menunjuk dirinya dengan bangga.

Leon dan Jenni tersenyum melihatnya.

"Sekarang kita pulang, aku tidak mau ibumu mencurigai kita!" kata Leon.

"Ya, Leon. Kami hanya pamit sebentar saja!" ujar Jenni.

"Bibi Jenni, terima kasih sudah membantuku!" kata Leon.

"Sama-sama, Leon. Bibi berharap Emily menemukan kebahagiaannya!" ucap Jenni.

Jenni dan Zayn gegas meninggalkan rumah sakit, ia takut ada orang yang mengenalnya melihatnya. Dia tak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya ketahuan.

Jenni dan Zayn kembali ke toko dengan menumpang taksi.

Leon belum beranjak, ia memastikan Jenni dan Zayn terlebih dahulu pulang. Setelah taksi yang ditumpangi keduanya, Leon lalu melangkah pergi.

Namun, di pintu masuk rumah sakit, Leon berpapasan dengan Jason. Pria itu menatap curiga dirinya.

"Leon!"

"Hm."

"Kenapa kau di sini?" tanya Jason.

"Ini rumah sakit, fasilitas umum. Memangnya aku tidak boleh datang ke sini?" Leon balik bertanya.

"Ya, boleh saja," jawab Jason. "Tapi, kau ke sini mau berobat atau menjenguk seseorang?" cecarnya.

"Apa sekarang anak buah Anggoro seperti reporter berita yang penasaran dengan kehidupan mantan rekan kerjanya?" singgung Leon.

"Aku curiga saja!" kata Jason.

"Aku juga curiga kalau kau dan mereka sengaja membuat Emily lebih lama sembuhnya!" tuding Leon.

Jason terdiam.

"Aku ingatkan kepadamu, Jason. Meskipun aku tidak memiliki senjata dan para pengawal, aku tak pernah takut menghadapimu. Emily adalah milikku, aku yang berhak atas dirinya. Lebih baik aku sarankan agar kau lepaskan Emily!"

Jason tertawa getir.

"Apapun caranya, aku takkan membiarkan Emily jatuh ditanganmu!" tegas Leon.

"Kita lihat saja, apa Emily akan tetap berpihak padamu atau tidak?" Jason merasa jika dirinya bakalan menang dari pria yang ada dihadapannya itu.

Leon menarik ujung bibirnya.

"Kau boleh rebut perhatian Zayn tetapi jangan harap Emily balikan lagi denganmu!" Jason tersenyum seringai.

1
Ariany Sudjana
jangan-jangan Emily ini anak kandungnya Margareth ya? tapi kok bodohnya kebangetan yah, mau melawan Jason begitu saja, tanpa perhitungan
Ariany Sudjana
Emily ini bodoh, mau tanya ke Jason, apa dia yang membakar tokonya? kalaupun benar Jason pelakunya, mana ada pelaku yang mau langsung mrngaku? pantas saja Emily jadi sasaran empuk Jason dll, bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
sudah jelas Jason dan Belinda dalangnya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Leon sudah melewati masa kritisnya dan sudah bangun dari koma
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily dan sekarang Leon kamu tembak? kamu bodoh Emily, kamu sudah termakan omongan iblis di sekeliling kamu, dan sekarang kamu siap-siap kehilangan Leon, dan itu papa kandungnya Zayn
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily, kasihan Zayn ga bisa bersama papa kandungnya, karena hasutan belinda cs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!