Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Mengandung Anak Selingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:124.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Setelah dua kali mengalami keguguran membuat Vivienne Laurent rela mempertaruhkan segalanya demi satu harapan terakhir. Atas permintaan suaminya, Dominic Ashcroft, ia menjalani program bayi tabung.

Namun, kebahagiaan itu runtuh seketika ketika sebuah pesan datang dari Killian Prescott, pria yang selama ini menjadi musuh abadinya.

"Bayi yang kau kandung bukan berasal dari sel telurmu. Dominic telah menukarnya dengan sel telur Giselle Moreau—selingkuhannya."

Vivienne menolak mempercayainya. Hingga satu demi satu bukti mengungkap kenyataan yang jauh lebih kejam: rahimnya telah dijadikan alat untuk mengandung anak hasil pengkhianatan suaminya.

Akankah Vivienne mempertahankan bayi yang tumbuh di dalam rahimnya atau menggugurkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tiba-tiba ponsel Giselle berdering. Wanita itu tersentak dan menatap layar. Nomor tidak dikenal. Beberapa detik ia hanya menatapnya sebelum akhirnya mengangkat panggilan.

"Halo?" sapa Giselle dengan suara waspada. Tidak ada jawaban.

"Siapa ini?" tanyanya lagi. Tetap hening.

Kemudian sambungan terputus. Giselle menurunkan ponselnya perlahan. Jantungnya berdetak semakin cepat. Ia segera mengunci pintu apartemen, kemudian memeriksa jendela satu per satu sebelum menutup seluruh tirai.

"Aku tidak boleh takut," gumam Giselle sambil memeluk tubuh sendiri. Namun, ketakutan itu sudah telanjur tumbuh.

Sementara itu, Vivienne masih berada di rumah sakit. Kondisinya mulai stabil setelah mengalami pendarahan. Kandungannya yang telah memasuki usia tujuh bulan membuat dokter meminta Vivienne lebih banyak beristirahat dan menghindari tekanan yang berlebihan.

Estelle duduk di samping tempat tidur. Ia baru saja selesai membaca pesan dari dokter ketika Vivienne membuka mata.

"Estelle ...." panggil Vivienne pelan.

Estelle langsung menoleh. "Kamu bangun?" tanyanya sambil mendekat.

Vivienne mengangguk kecil. "Sudah berapa lama?"

"Beberapa jam," jawab Estelle sambil menuangkan air ke dalam gelas. "Minum sedikit."

Vivienne menerima gelas itu dan meneguk beberapa kali. Setelah itu, tangannya langsung bergerak mengusap perutnya.

"Bayiku?" tanya Vivienne dengan suara cemas.

Estelle segera tersenyum lega. "Masih baik."

Vivienne mengembuskan napas panjang. Ia memejamkan mata sebentar sambil terus mengusap perutnya. "Syukurlah, dia kuat."

Estelle menggenggam tangannya. "Kamu juga harus kuat."

Vivienne membuka mata dan mengangguk. "Aku akan kuat."

Ada kelembutan dalam tatapannya. Bukan karena semua masalah sudah selesai, melainkan karena sekarang ia memiliki alasan yang jauh lebih besar untuk bertahan. Tangannya kembali mengusap perutnya.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil anakku," ujar Vivienne dengan suara lembut tetapi tegas.

Estelle tersenyum. "Dan aku akan selalu membantumu."

Vivienne menatap sahabatnya. "Terima kasih."

Estelle menggeleng. "Jangan berterima kasih dulu."

Vivienne mengernyit. "Kenapa?"

Estelle mengangkat alis. "Karena setelah kamu keluar dari rumah sakit, masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan."

Vivienne tertawa kecil. "Kamu benar."

Keduanya saling menatap. Ada kebahagiaan kecil di tengah situasi yang masih berat. Vivienne tahu jalan di depannya belum selesai. Namun kali ini, ia tidak lagi berjalan sendirian.

Sementara itu, di balik jeruji penjara, Dominic duduk dengan wajah kusut sambil memandangi dinding kosong di hadapannya. Pikirannya hanya tertuju kepada satu orang, yaitu Vivienne.

Pria itu masih berharap istrinya datang. Masih berharap Vivienne akan mengulurkan tangan. Masih berharap istrinya itu berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Dominic tidak tahu bahwa wanita yang selama ini ingin ia jadikan jalan menuju kekayaan justru sedang mempersiapkan akhir dari seluruh kebohongannya.

Giselle juga belum mengetahui satu hal. Rahasia yang mereka sembunyikan selama bertahun-tahun sudah mulai berada di tangan orang-orang yang tepat.

Kali ini, bukan Dominic yang memegang kendali. Bukan Giselle. Bukan pula keluarga Ashcroft. Melainkan Vivienne, istri yang selalu dimanfaatkan kebaikannya.

Beberapa hari setelah keluar dari rumah sakit, Vivienne mulai kembali mengurus hal-hal yang selama ini sengaja ia tunda. Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih. Tubuhnya masih mudah lelah, dan dokter memintanya banyak beristirahat karena usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan.

Namun, ada satu keputusan yang tidak lagi ingin ia tunda. Perceraian.

Pagi itu, Vivienne duduk di ruang kerjanya. Sebuah map tebal berada di atas meja. Di dalamnya terdapat laporan audit Laurent Group, bukti transaksi yang dilakukan Dominic, serta beberapa bukti mengenai hubungan pria itu dengan Giselle.

Estelle duduk di seberangnya sambil membaca dokumen yang baru saja diberikan pengacara.

"Semua bukti ini sudah cukup kuat," ujar Estelle sambil merapikan beberapa lembar kertas. "Tapi kita tetap harus hati-hati. Jangan sampai ada celah yang bisa digunakan Dominic."

Vivienne mengangguk pelan. Ia mengusap perutnya yang besar.

"Aku tahu. Aku tidak ingin terburu-buru. Yang paling penting sekarang adalah anakku."

Estelle menatap perut Vivienne sebentar, lalu kembali menatap dokumen. "Kalau begitu, kita fokus pada perselingkuhan dan penyalahgunaan dana perusahaan."

Vivienne mengangguk. "Untuk sementara, iya."

Estelle memahami maksudnya. Tidak perlu bertanya lebih jauh. Mereka berdua sudah mengetahui rahasia tentang proses bayi tabung itu.

Vivienne sengaja tidak memasukkannya ke dalam gugatan. Bukan karena ia takut. Ia hanya belum ingin membuka kartu terakhirnya.

"Bagaimana dengan bukti hubungan Dominic dan Giselle?" tanya Estelle sambil mengangkat satu alis.

"Sudah diamankan," jawab Vivienne tenang.

"Dan rekaman dari acara ulang tahun Victoria?"

"Juga sudah ada."

Estelle tersenyum kecil. "Bagus."

Vivienne mengambil pena di atas meja. Untuk beberapa saat, ia hanya memandangi dokumen perceraian yang berada tepat di hadapannya. Tangannya perlahan bergerak. Sebelum menandatangani, ia berhenti.

Dulu, tanda tangan di atas surat pernikahan membuatnya merasa sedang memulai kehidupan bersama pria yang dicintainya. Sekarang, tanda tangan di hadapannya akan mengakhiri semuanya. Vivienne menarik napas panjang.

"Setelah ini tidak ada jalan kembali," ujar Estelle pelan.

Vivienne menatap sahabatnya. "Aku sudah tidak ingin kembali." Suara Vivienne tidak tinggi. Tidak pula bergetar.

Justru ketenangan itu yang membuat Estelle tahu bahwa keputusan Vivienne sudah benar-benar bulat.

Vivienne menunduk dan menandatangani dokumen tersebut. Ia meletakkan pena.

Estelle tersenyum tipis. "Selamat datang kembali di kehidupanmu sendiri."

Vivienne tertawa kecil. "Kalimatmu aneh."

"Tapi benar, kan?"

Vivienne terdiam. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya.

"Iya."

1
Kar Genjreng
ahhh kemana orang tua nya ya Viviane dan Killian masa si sudah lama lo ga ada yang perhatian apa
Kar Genjreng
killian tidak akan tinggal diam,,, pasti akan menyelidiki nya diam diam,,, domino jangan senang dulu
Lisa
Waktu Vivi jemput Ara pasti ketemu dgn Dominiq..gmn nih pertemuan mereka..
Lisa
akhirnya Vivi tahu..ayo halangi di Dominiq itu jgn sampai Ara direbut dia.
Lisa
Ayo Vivi & Killian selidiki org yg mendekati Ara..jemput Ara di sekolahnya supaya tau klo Dominiq yg deketi Ara.
Kar Genjreng
seandainya. Arabella ikut Dominic ciloko. ko. ga ada yang jemput si Bus juga pasti menanti biasanya di absen bila kurang pasti di tunggu,,,menghalangi saja domble
mau masuk bui lagi kali ya belum puas nginep di hotel prodeo 7 th buktinya belum jera,
Ayuk Witanto
enteng banget
Ayuk Witanto
pede banget
Ayuk Witanto
ternyata keguguran Viviane adalah rencana Giselle dan dominic
Ayuk Witanto
mimpi saja ..harta orang lain kok mau di rampas
Ayuk Witanto
ngapain di bantu dia aja udah ngabisin duit perusahaan
Ayuk Witanto
telp saja
Nurul Aeni
dasar klrg nya dominic numpang hidup doank sama Vivi,,tp gak bersyukur dasar klrg lintah.ayooo Vivi hancurkan klrg suami mu🤣🤣
Ummee
ku kira dominic gk bakal berani muncul di hadapan Vivienne, ternyata nyali mu besar juga ya dominic setelah apa yg kau lakukan pada Vivienne.
gmn kira² reaksi Arabella ketika tau kebusukan papanya dulu ketika masih menjadi suami mommy nya?
neni nuraeni
lnjutt
Kar Genjreng
mungkin tekad kalian berharap berhasil kemungkinan orang orang Kilian juga sudah di persiapkan suatu saat akan terjadi apa apa,,,,makanya jangan bangga dulu segala sesuatu yang sangat tidak,,,
niat baik jalannya terjal ko ga bercermin dari pengalaman terdahulu ,,,kalian belum tau apa i di persiapkan oleh Killian karena ulah kalian hampir saja Viviane tidak bisa
punya Anak beruntung ada tabib baik,,,,
semua rahasia Tuhan,,
Kar Genjreng
sudah keluar dari buih bukannya sadar malah menjadi gila pasangan menggila,,,,
memang itu darah daging kalian. tetapi
untuk mengeluarkan Anak itu butuh nyawa yang di perjuangkan. ,,, ternyata kalian berdua sudah niat membusuk isi
otaknya juga kerdil,,,, tidak semudah itu Ferguson,,, Killian dan keluarga besarnya ada di belakang kalian berdua sudah tidak
ada daya upaya,,,tapi entahlah ya gan,,,
Oma Gavin
nah sekarang ketemu kalian dominic kamu pengecut ingin memiliki arra seluruh padahal setelah nanti arra tau kebenarannya justru akan membenci mu karena kamu ngga jujur sama arra, seharusnya kamu dan giselle datang berkunjung secara resmi ungkapkan seluruh masalah mu yg tidak akan pernah punya anak lagi kedepannya mungkin vivienne masih mau berbagi arra dgn ikhlas, ini killian blm tau saat tau habis kamu dominic
V3
karma buat mereka berdua ,,,,, JD PD mandul semuanya 🤣🤔🤣🤔
kini mlh mereka sdh punya niat jahat untuk merebut Ara dr Vivi 😡
V3
ujug-ujug Dominic sdh keluar dari penjara donk 🤣
kondisi mereka berdua apakah akan lumpuh ❓🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!