Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

motor baru

"kamu tidak apa-apa ci"

"tidak tuan"

"kenapa bisa sampai di keroyok anak-anak tadi" aji mengajak suci masuk kedalam mobilnya

"tadi pulang dari rumah teman. naik ojek online. Tiba-tiba driver ojeknya dikabari kalau orang tuanya meninggal. trus aku minta turun di situ sambil cari ojek online lain"

"yakin kamu ndak sampai di apa-apa in?"

"iya... " suci terisak menangis

"kenapa? takut?"

"iya"

"lain kali kalau main jangan sampai malam"

Suci hanya bisa diam, membayangkan jika tadi tidak ada aji bagaimana nasibnya

"kamu sekarang tinggal dimana?"

"di jalan sigura-gura"

"kos?"

"iya"

"aku antar sampai tempat kosmu"

"jangan tuan. merepotkan. saya turun didepan saja"

"kamu mau ada yang jail lagi kaya tadi?"

suci menggelengkan kepalanya

"ndak mau kan? aku antar"

Selang waktu 10 menit suci sampai di tempat kosnya

"masih jauh?"

"perempatan kedua belok kanan tuan"

Aji membelokkan mobilnya

"rumah kos di depan tuan, yang ada penjual nasi goreng"

mobil aji berhenti di samping tempat kos suci

"suci. kamu sudah makan?"

"sudah tuan"

"kalau begitu bisa temani saya makan"

"makan dimana tuan?"

"nasi goreng itu aja"

"baik tuan"

aji memesan 2 porsi nasi goreng, suci masuk kedalam kamar kosnya

"mau kemana kamu ci?" teriak aji melihat suci meninggalkannya

"sebentar tuan"

Tak lama kemudian suci keluar membawa 2 botol air mineral

"aji menikmati nasi goreng di dalam mobilnya

"bagaimana? enak"

"sebenarnya sih biasa. berhubung perut ku lapar jadi ya di bikin enak aja" cacing di dalam perut aji sudah meronta-ronta minta makan.

"suci aku bisa minta tolong?"

"minta tolong apa tuan? kalau berbahaya saya tidak mau. takut"

"takut? takut kenapa?"

"takut kejadian seperti yang kemarin, sakit"

"saya mau minta tolong. tolong jangan panggil saya tuan. karena saya bukan bosmu lagi dan usia saya juga ndak jauh beda sama kamu, mungkin terpaud 2 atau 3 tahun di atasmu. yang ke-dua. atas nama wulan saya minta maaf atas kejadian waktu itu"

"baik Pak"

"lha kok malah jadi Pak to ci.. ci... apa aku kelihatan sudah seperti bapak- bapak?"

"trus saya harus panggil apa?"

"mas"

"mas???? " ucap suci sambil heran

"kenapa kamu ketawa? ada yang lucu?"

"ndak ada yang lucu tuan. aneh aja, setelah manggil tuan sekarang jadi mas" ucap suci sambil tertawa

"terserah kamu mau manggil aku apa. suka - sukamu"

"kalau untuk kejadian waktu itu, sudah saya maafkan tapi belum bisa saya lupakan tuan"

"sesakit itu ya?"

"sangat sakit tuan. saya datang kesini untuk mencari ilmu... eh tidak ada hujan tidak angin di labrak, bahkan di tampar. sakit.. sakitnya bukan di sini" suci sambil memegang pipi bekas tamparan wulan "tapi sakitnya di sini" ucap suci sambil menunjuk dadanya

"sekali lagi aku minta maaf, gara- gara aku, kamu seperti ini"

Suci diam "kalau tuan sudah selesai, aku mau masuk dulu"

"maaf ya ci. sekali lagi aku minta maaf"

"terimakasih sudah membantu saya tuan"

"Sama-sama"

Aji pergi dari tempat kos suci.

****

Keesokan harinya

Pagi ini suci harus membereskan semua pekerjaannya. memastikan tempat kos pak yanto sudah bersih ketika dia tinggalkan ke kampus. mulai menyapu halaman, menyiram bunga hingga membersihkan kamar mandi luar dan membersihkan dapur umum.

"mbak dwi" suara salah satu penghuni kos mengagetkan lamunannya

"ada apa mbk?"

"minta tolong di bersihkan kamar saya ya mbak"

"maaf mbk, kalau membersihkan kamar tangung jawab masing-masing mbk. bukan saya"

"iya saya tau, saya bayar sendiri"

"baik mbk"

pagi itu suci harus bekerja keras.

"dwi"

suara pak eko dari arah belakang suci

"iya pak. ada apa?" suci sedikit takut dan menjaga jarak dengan pak eko

"nanti tolong di bersihkan ulang kamar nomer 3 yang di lantai 2 ya"

"saya kerjakan setelah pulang dari kampus apa bisa pak?"

"boleh. mungkin nanti malam ada yang mau nempati"

Setelah mengerjakan semua pekerjaannya suci berangkat ke kampus

******

suci selsai dengan kelasnya, hendak pulang

di tempat parkiran kampus mahasiswa berkerumun

"wi. ada apa ya kok rame-rame" ucap nia

"ndak tau ni"

Nia dan suci melihat apa yang sedang di kerumuni banyak orang itu

"ini motor mau buat hadiah atau bagai mana? kok di kirim ke kampus"

"mungkin mau melamar pacarnya pakai motor"

"paling motor gw selingkuhan e, wedi ketemon bojone. makane di kirim nang kene"

celotehan mahasiswa yang mengerumuni motor baru di parkiran

"wi... kamu di suruh ke pos keamanan" teriak Santo teman satu kelasnya

"ngapain to?" ucap suci bingung

"ndak tau wi"

suci pergi ke pos keamanan

"selamat sore Pak"

"sore. mbak dwi ya?"

"iya Pak. kenapa saya di panggil kemari?" suci bingung

Satpam itu masuk kedalam, mengambil sesuatu

"ini mbk, ada titipan motor dari seseorang"

"motor?"

"ini kontaknya" satpam itu menyerahkan kunci motor kepadanya

"wah, salah orang kali pak"

"dwi suci ambarwati kan?"

"iya betul"

"berarti benar itu untuk mbak dwi"

"tapi pak, saya ndak bisa Terima"

"tolong di bawa saja mbk, kalau disini jadi pusat perhatian mahasiswa lain"

"tapi pak" belum selesai suci melanjutkan omongannya, satpam itu sudah masuk kedalam pos

suci bingung dari siapa motor itu

"owww... tuan. ini pasti dari tuan" gerutu suci

suci membawa motor itu pulang, motor dengan seri terbaru

Sesampainya di tempat kos, suci menjadi pusat perhatian

"motor baru nih" celetuk salah satu penghuni

suci tak menjawabnya

"mahasiswa bisa beli motor terbaru? wah jangan jangan dari pacarnya" oceh salah satu orang

"jaga ucapannya mbk. aku ndak tau ini dari siapa"

"halahhh... basi. alasan lama"

Suci masuk kedalam kamarnya lalu membersihkan kamar yang di perintahkan majikannya

setelah selesai membersihkan kamar yang akan di huni, suci melewati satu kamar di samping tangga. tak sengaja mendengar obrolan mereka

"best tau bagian kebersihan disini kan? itu dapat motor baru. pasti dapat dari selingkuhannya"

seketika suci berhenti di kamar itu

"jaga kata-katamu mbk"

seketika obralan mereka terhenti. suci turun sambil menangis

"kenapa sih aku ini? selalu ketiban sial. aku yakin ini pasti ulahnya tuan"

Suci mengendarai motor baru itu ke rumah mela

suci mengetuk pintu rumah mela, mobil aji tidak terparkir di rumah mela

"suci..." sapa mela waktu membuka pintu rumahnya

"selamat malam mbak. maaf menganggu malam-malam"

"masuk ci" mela mempersilahkan suci masuk kedalam rumahnya "ada apa ci? Tiba-tiba kesini"

"mbak, saya mau mengembalikan ini" suci meletakkan kunci motor itu di atas meja

"kunci apa ini ci?"

"aku yakin motor ini dari tuan mbk. sudah cukup. setop! saya capek mbak"

"sebentar sebentar. bagaimana ini maksudnya?"

suci menceritakan motor itu tiba di kampus di berikan untuk dia

"kamu yakin motor ini dari mas aji?"

"yakin mbk. aku yakin sekali ini dari tuan. dari siapa lagi coba?

" aku telpon mas dulu ya" mela masuk mengambil ponselnya

"halo mas"

"iya mel. ada apa?"

"kamu di rumah?"

"iya. kenapa mel?"

"suci ada disini"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!