Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Pedang

Reinkarnasi Dewa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Di puncak kejayaannya, Ye Xuan — dijuluki Dewa Pedang Sembilan Langit — nyaris mencapai keabadian sejati setelah tiga abad menempa jalan pedang tanpa tanding. Namun pada malam pendakiannya, saudara seperguruan yang paling ia percaya menikamnya dari belakang, bersekongkol dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini bergerak dalam bayangan. Jiwanya tercerai-berai, terlempar melintasi ruang dan waktu selama tiga ratus tahun.
Kini, jiwa itu terbangun di dalam tubuh Lin Mu, putra bungsu Klan Lin yang dianggap sampah — pemuda tujuh belas tahun dengan meridian yang rusak parah, sasaran hinaan seluruh kota kecil di Perbatasan Utara, dan baru saja dipukuli setengah mati oleh tunangannya sendiri dari Klan Zhao di depan umum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 — Juara Individu

Arena pertandingan pada hari ketiga dipenuhi lebih dari sekadar penonton biasa—seluruh delegasi tiga sekte, para tetua senior, bahkan beberapa perwakilan Aliansi Kota yang datang khusus untuk menyaksikan final individu, berkumpul memenuhi setiap sudut tribun yang tersedia.

Lin Mu dan Han Zhengyu berdiri berhadapan di tengah arena, keduanya mengenakan seragam resmi Sekte Awan Putih yang berkibar lembut tertiup angin pegunungan, pecahan Penakluk Fajar dan pedang panjang Han Zhengyu terangkat siap dalam posisi hormat sebelum pertandingan dimulai.

"Jangan menahan diri hanya karena kita berteman," Lin Mu berkata, senyum tipis terukir di wajahnya.

"Tidak akan," Han Zhengyu menjawab, seringai penuh percaya diri kembali muncul, namun kali ini tanpa nada kesombongan yang dulu pernah mewarnainya—hanya tekad murni seorang petarung yang ingin membuktikan pertumbuhannya.

Juri mengangkat tangan, lalu menurunkannya cepat.

Han Zhengyu bergerak lebih dulu, Jurus Awan Bergulung yang telah ia sempurnakan selama berbulan-bulan kini mengalir jauh lebih halus, tanpa celah transisi yang dulu pernah dieksploitasi Lin Mu dalam duel pertama mereka. Ia telah belajar banyak dari kekalahan itu, menyisipkan variasi-variasi tak terduga di antara setiap gerakan untuk mencegah pola yang bisa dibaca semudah dulu.

Lin Mu tersenyum tipis, menyadari peningkatan nyata dalam teknik sahabatnya. Ia bertahan dengan seksama, tak lagi bisa mengandalkan trik sederhana yang pernah berhasil di pertemuan pertama mereka.

Pertarungan berlangsung jauh lebih seimbang dibanding yang diperkirakan sebagian besar penonton. Han Zhengyu, meski tetap berada di bawah Lin Mu dalam hal pemahaman mendalam tentang pertarungan, mengimbanginya dengan kekuatan mentah dan ketekunan yang telah ia asah tanpa henti sejak kekalahannya beberapa bulan lalu.

Pada pertukaran kelima belas, keduanya sama-sama terengah, keringat membasahi wajah masing-masing, namun tak ada satu pun yang menunjukkan tanda ingin menyerah.

"Kau benar-benar sudah berubah banyak," Lin Mu berkata di antara napas yang memburu, menangkis satu tebasan lagi dengan pecahan Penakluk Fajar.

"Berkat rivalku yang paling menyebalkan," Han Zhengyu menjawab sambil terkekeh kecil, meluncurkan serangan berikutnya tanpa memberi ruang bagi Lin Mu untuk membalas dengan mudah.

Namun pada akhirnya, pengalaman tiga abad yang tersimpan dalam jiwa Lin Mu tetap menjadi faktor penentu. Pada momen ketika Han Zhengyu melancarkan rangkaian serangan terakhirnya dengan seluruh kekuatan yang tersisa, Lin Mu menemukan satu celah kecil—bukan kelemahan teknik, melainkan kelelahan alami yang mulai memperlambat reaksi lawannya sepersekian detik lebih lambat dari seharusnya.

Ia melangkah masuk, menyentuhkan ujung pecahan Penakluk Fajar ke dada Han Zhengyu tepat sebelum tebasan terakhir lawannya mendarat.

"Selesai," juri pertandingan berseru, mengangkat bendera kemenangan untuk Lin Mu.

Tribun meledak dalam sorak sorai luar biasa, gemuruh tepuk tangan dan seruan kagum bergema ke seluruh lembah, merayakan pertandingan final yang dianggap sebagai salah satu yang paling berkesan dalam sejarah Pertemuan Tiga Sekte.

Han Zhengyu terhuyung, jatuh berlutut karena kelelahan, namun wajahnya justru dipenuhi senyum lebar, bukan kekecewaan. "Kalah lagi darimu," ia berkata sambil tertawa lelah, "tapi kali ini, aku benar-benar bangga dengan diriku sendiri."

Lin Mu membantunya berdiri, menepuk pundaknya hangat. "Kau seharusnya bangga. Kau baru saja memberikan perlawanan terbaik yang pernah kuhadapi dalam hal ketekunan murni. Aku menang karena pengalaman, bukan karena kau lebih lemah."

Upacara penutupan diadakan sore itu, dipenuhi kemegahan yang jauh lebih besar dibanding upacara pembukaan. Ketua penyelenggara wanita berjubah emas itu kembali naik ke podium, mengumumkan hasil resmi seluruh cabang kompetisi—Lin Mu dinobatkan sebagai juara individu, sementara tim Sekte Awan Putih, berkat kerja sama solid yang telah mereka latih selama dua bulan, berhasil menjuarai cabang pertandingan tim, mengalahkan tim gabungan terbaik dari Puncak Kilat dan Lembah Naga di final yang berlangsung sengit sehari sebelumnya.

Namun satu cabang terakhir masih menanti—Ujian Labirin Elemen, tantangan gabungan paling misterius dan berbahaya dari seluruh Pertemuan Tiga Sekte, dijadwalkan berlangsung keesokan harinya sebagai penutup rangkaian acara.

"Setelah semua yang terjadi minggu ini," Xuan Bo berkata pada seluruh sepuluh perwakilan Awan Putih yang berkumpul malam itu, wajahnya serius meski nada bicaranya tetap tenang, "pengamanan Ujian Labirin Elemen besok akan diperketat luar biasa, mengingat insiden penemuan gua tersembunyi beberapa hari lalu. Namun aku ingin kalian semua tetap waspada. Labirin itu sendiri dirancang penuh jebakan dan ilusi—tempat yang sempurna bagi siapa pun yang berniat jahat untuk menyembunyikan rencana mereka di tengah kekacauan tantangan yang sah."

Lin Mu mengangguk serius, mengingat kembali peringatan yang sama dari beberapa hari sebelumnya.

1
Ilham Yono
mulai ada titik terang
semngat thor/Determined/
Ilham Yono
hem ...cukup menegangkan/Determined/
Ilham Yono
👍👍👍👍👍 good
Ilham Yono
langkah cerdik🤯
Ilham Yono
alur cerita bagus ..laut cerita yang runtut, tidaknyerlalu cepat dan tidak lambat juga..nice story
Ilham Yono
nice ude, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Aisyah Suyuti
seru
Ilham Yono
di tunggu Thor lanjutannya
Ilham Yono
ada ancaman tersembunyi
Ilham Yono
fightings
Ilham Yono
good battle
Ilham Yono
finely
Ilham Yono
musuh yang bergerak dibalik bayangan/Grimace//Joyful/
Ilham Yono
hem...aula bayangan... Shadow recruit
Ilham Yono
aula bayangan muncull assassin's mo yin
Ilham Yono
feeling good
Ilham Yono
bahaya mengintai
Ilham Yono
good feeling
Ilham Yono
hem/Facepalm//Determined/
Ilham Yono
hem.....musuh bergerak dalam bayangn/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!